DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 48


__ADS_3

.


.


Di desa Konoha.


Wajah Sakura terlihat murung saat berjalan kearah rumah sakit di desa Konoha, di sebelahnya Sai hanya menatap Sakura dengan wajah datar tanpa emosi miliknya.


'aku masih tidak percaya Naruto-kun menghancur desa Kumogakure.' Batin Sakura.


Tanpa mereka berdua sadari Kakashi sudah ada di depan mereka.


"kenapa..kau terlihat suram?" Tanya Kakashi saat melihat wajah Sakura yang terlihat murung.


"Kakashi-sensei." Ucap mereka berdua sedikit kaget saat melihat Kakashi sudah ada di depannya.


"aku tidak apa-apa Kakashi-sensei, Sai, Kakashi-sensei aku duluan yah." Ucap Sakura sambil berjalan pergi.


"Kakashi-sensei." Ucap Sai sambil melihat kearah Kakashi yang berada di depannya.


"ada apa dengan Sakura, Sai?" Tanya Kakashi.


"ceritanya panjang, sebaiknya kita jangan berbicara disini." Ucap Sai dan di jawab anggukan kepala oleh Kakashi. Kakashi dan Sai lalu pergi menggunakan shunsin masing-masing.


ZWUSHH


Kakashi dan Sai tiba di pinggir hutan yang cukup jauh dari keramaian. Kakashi lalu menyenderkan punggungnya di batang pohon besar di belakangnya. Sai lalu menjelaskan kejadian kemarin kepada Kakashi. Kakashi sedikit tersentak kaget saat mendengar cerita Sai barusan.


'kau benar-benar telah termakan dendam, Naruto.' Batin Kakashi.


"Kakashi-sensei, kenapa ikatan dengan Naruto ini begitu penting dan hanya menyakiti semua teman Naruto seperti Sasuke, Sakura, Shikamaru? " Tanya Sai pada Kakashi.


"coba kau tanyakan pada mereka semua kenapa mereka masih menganggap Naruto bagian dari desa Konoha. Aku harus pergi untuk melaporkan hasil misiku pada Tsunade-sama. Jaa." Ucap Kakashi.

__ADS_1


POFF


Kakashi lalu menghilang dalam kepulan asap, meninggalkan Sai yang masih terdiam.


Di gedung Hokage.


Tsunade sedang membaca surat dari Raikage sambil memijit keningnya karena terlalu pusing.


"jadi Tsunade-sama kau akan menjawab apa?" Tanya Shizune yang melihat Tsunade yang kelihatan sangat pusing.


"aku akan menjawab-"


TOK TOK TOK


Ucapan Tsunade terpotong saat seseorang mengetuk pintu ruangannya.


"masuk!" perintah Tsunade. Lalu Kakashipun masuk ke dalam ruangan Hokage tersebut. Kakashi lalu menyerahkan laporan misi kepada Tsunade, Tsunade lalu membaca laporan tersebut dan menyimpannya. Ia langsung menatap Kakashi yang berada di depannya.


"ada apa dengan Naruto?" Tanya Kakashi berbohong.


'aku ingin tahu cerita lengkapnya.' Batin Kakashi.


Tsunade lalu menceritakan secara lengkap kepada Kakashi.


"jadi apa jawaban anda,Tsunade-sama?" Tanya Kakashi. Tsunade menghela nafasnya dan menghembuskannya.


"dengan terpaksa aku menetapkan Naruto sebagai buronan dan memberikan ijin untuk menangkapnya! " ucap Tsunade dengan nada lemah, ia langsung memberikan surat dari Raikage yang sudah diisi dan memberikannya kepada Shizune. Shizune lalu berjalan keluar dari kantor Hokage tersebut. Sedangkan Kakashi menatap tak percaya pada hokage di depannya.


"aku terpaksa Kakashi, pada saat rapat dengan para tetua. Mereka semua sangat mendukung untuk menangkap Naruto. Aku juga sangat berat mengatakan ini, tapi ini demi hubungan Kumogakure dan Konoha tidak terputus." Ucap Tsunade saat melihat pandangan Kakashi padanya. Kakashi hanya menghela nafas dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Kiba yang tidak sengaja mendengar percakapan tersebut membelalakan matanya. Ia lalu berlari keluar gedung Hokage tersebut.


"HEY! TUNGGU!" teriak Kiba saat melihat Sakura,Sasuke dan Shikamaru sedang berjalan kearah pinggir desa. Lalu mereka semua mengalihkan pandangannya untuk mencari si pemilik suara tersebut. Kiba yang menunggangi Akamaru berhenti tepat di depan teman-temannya.


"ada apa, Kiba?" Tanya Shikamaru.

__ADS_1


"sekarang, tenang dan dengarkan!" ucap Kiba.


"ya, jadi kau bawa berita apa,Kiba?" Tanya Sakura yang sudah mulai kesal.


"Tsunade-sama menyatakan Naruto sebagai buronan, dan memberikan ijin untuk menangkapnya!" ucap Kiba, ketiga orang di depan Kiba membelalakan matanya kaget saat mendengar perkataan Kiba barusan.


"apa yang dia pikirkan?!" Tanya Sasuke emosi.


"dia bilang ini demi menjaga hubungan Kumogakure dan Konoha." Jawab Kiba.


"dan benar bahwa Naruto adalah ninja pengkhianat, dan wajarnya dia sudah di bunuh sejak dahulu. Karena Tsunade-sama lemah lembut jadi dia di biarkan hidup." Ucap Kakashi yang tiba-tiba saja datang.


"Kakashi-sensei." ucap Kiba sedikit kaget karena Kakahi muncul secara tiba-tiba.


"kami akan menemui Tsunade-sama."ucap Sakura dan hendak pergi.


"tunggu, Sakura!" ucap Kakashi sambil menahan pundak Sakura.


"tapi-" "membuat keributan disana tidak akan menyelesaikan masalah." Potong Kakashi.


"tapi kenapa Tsunade-sama melakukan ini?! Dan tentang Naruto,Kakashi-sensei tak bisa mencegah kami untuk diam." ucap Shikamaru sambil mengepalkan tangannya.


"dia juga terpaksa melakukan hal ini." Jawab Kakashi.


"aku akan tetap pergi!" ucap Sasuke sambil berjalan pergi.


"kalian tenang dulu, disaat seperti ini tetap tenang adalah hal yang paling penting atau kita akan gagal." Ucap Kakashi.


"bagaimana kami bisa tenang?!" Tanya Sakura emosi.


"aku bilang tunggu dulu, kalau kalian bertindak sembarangan kalian tidak akan bisa mencari Naruto." Ucap Kakashi sambil menahan lengan Shikamaru dan Sasuke. Sasuke lalu menepis tangan Kakashi secara kasar. Dia lalu menghilang dengan shunsinnya. Shikamaru, Sakura dan Kiba langsung berjalan kearah rumah mereka masing-masing meninggalkan Kakashi.


'Naruto apa yang sebenarnya kau rencakan?' batin Kakashi.

__ADS_1


__ADS_2