DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 14


__ADS_3

.


.


.


.


"yamato bagaimana, apa kau sudah tau siapa orangnya?" Tanya naruto tanpa menoleh kebelakangnya.


"sudah naruto-sama" ucap yamato sambil membuka topeng anbunya.


"siapa dia?" Tanya naruto dengan nada serius.


"dia salah seorang legenda sannin desa konoha, dan mantan murid sandaime hokage, dia adalah…..orochimaru" jawab yamato.


"orochimaru?" Tanya ragu naruto tetapi dengan wajah serius.


"ya, dia adalah murid kesayangan sandaime hokage" jawab yamato dengan wajah datarnya.


"apa kau tau dia dimana sekarang?" Tanya naruto.


"aku tidak tahu, naruto-sama" jawab yamato.


"baiklah yamato, aku akan memerintahkanmu mencari tahu dimana orochimaru berada, kalau kau sudah tahu dimana cepat kasih tahu aku" ucap naruto dengan nada dingin.


"baik naruto-sama" jawab yamato.


"ugh" rintih naruto saat tiba-tiba naruto merasa sakit di matanya.


'sial, aku masih merasakan sakit akibat kemarin terlalu lama menggunakan mata mangekyou sharingan' batin naruto.


"kau baik-baik saja,naruto-sama?" Tanya yamato yang melihat naruto yang tengah kesakitan sambil


memegang kedua matanya.


"aku baik-baik saja yamato, sekarang kau boleh pergi" ucap naruto, yamato mengangguk dan segera memakai kembali topeng anbunya, sedetik kemudian yamato menghilang.


"sepertinya aku harus berbicara dengan kyuubi" gumam naruto, naruto pergi ke tempat tidurnya dan duduk bersila, setelah itu naruto menutup matanya.


MINDSCAPE


Naruto berjalan di sebuah lorong yang gelap dan hanya diterangi dengan cahaya dari lilin, setelah beberapa lama berjalan akhirnya naruto sudah sampai di gerbang besar dengan tulisan segel di tengah-tengahnya. Kyuubi yang melihat naruto berjalan kearahnya hanya menyeringai. Tiba-tiba chakra kyuubi berada di hadapan naruto, perlahan chakra tersebut menjadi sebuah gelembung dan membentuk wajah kyuubi secara perlahan.


"ada apa bocah? Sudah lama sekali kau tidak berkunjung kesini?" Tanya kyuubi.


"kenapa mataku terasa sangat sakit setelah menggunakan mata mangekyo sharingan? Tanya balik naruto.


"itu efek kalau kau menggunakan mata tersebut secara terus menerus dan kelamaan kau akan mengalami kebutaan bocah, lebih baik kau menggunakan mata eternal mangekyou sharingan" jawab kyuubi.


"baiklah kyuubi" ucap naruto, seketika naruto menghilang dari depan kyuubi.


Perlahan mata naruto terbuka kembali, setelah itu naruto berjalan kearah dapur.


"ternyata stok ramen ku habis, terpaksa aku harus pergi ke ichiraku" gumam naruto. Seketika narutopun menghilang dengan shunsinnya.


.


.


.


Di sebuah desa kecil.


Terlihat di salah satu rumah yang sederhana tercium bau masakan yang sangat enak. Di dalam rumah tersebut terdapat 4 orang, 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Terlihat salah satu wanita disana sedang memasak sarapan untuk ke tiga temannya yang sedang menunggu, tak butuh waktu lama wanita tersebut selesai memasak sarapan paginya.


"hinata-chan, utakata-kun, gaara-kun sarapan sudah siap" ucap seorang wanita yang tak lain adalah haku.


"ya" jawab utakata, sedangkan hinata dan gaara hanya diam saja. Terlihat gaara yang sedang memikirkan sesuatu.


'apakah ini yang namanya keluarga?' batin gaara.


Utakata dan hinatapun berjalan kearah meja makan, utakata yang melihat gaara hanya diam menghela nafas dan setelah ia berjalan menghampiri gaara.


"tenang saja, jangan kaku seperti itu anggap kami keluargamu sendiri walau kita baru mengenal beberapa hari" ucap utakata sambil menepuk pelan pundak gaara. Gaara yang mendengar ucapan utakata barusan kaget. Setelah itu gaara mengangguk.


"mari pergi kita sarapan" ucap utakata, gaara seketika berdiri dan berjalan bersama utakata kearah meja makan, di meja makan sudah ada haku dan hinata yang menunggu. Setelah itu mereka berempat makan dlam keheningan.


15 menit kemudian mereka berempatpun selesai memakan sarapannya, tapi tak berapa lama terdengar teriakan-teriakan dari penduduk desa.


''ARGHHHHHH"


"TOLONGGGG"


Mereka berempat seketika berlari kearah pintu dan melihat kejadian di luar, dan ternyata segerombolan perampok sedang menyerang desa kecil ini untuk mengambil harta-harta dari penduduk desa ini.


Mereka berempat berlari keluar dan terlihat beberapa orang warga yang mati dengan darah berceceran dimana-mana.


'1,2,3,4,5…20, ada 20 orang perampok ternyata' batin utakata. Seketika utakata melirik kearah hinata, haku dan gaara. Mereka bertigapun mengangguk dan segera berlari kearah perampok-perampok tersebut.


"jumlah musuh 20 orang, masing-masing lawan 5 orang, apa bisa dipahami?" ucap utakata. Hinata, haku dan gaara pun mengangguk tanda mengerti.


"sekarang berpencar" perintah utakata, dan seketika mereka berempatpun berpencar.


BRAKK


5 orang perampok bertubuh kekar membuka pintu salah satu rumah dengan kasar, kelima perampok tersebut membawa pedang besar di tangan kanan mereka. Di dalam rumah tersebut terdapat seorang pria yang sedang berdiri ketakutan melihat kelima perampok tersebut.


"SERAHKAN SEMUA BARANG BERHARGAMU" gertak seorang perampok tersebut kepada salah satu penduduk desa di depannya.


"a-aku tidak punya a-apa-apa" jawab orang tersebut ketakutan.


CRASHHH


"ARGHHHHHH" teriak orang tersebut kesakitan saat tangannya di tebas dengan pedang besar milik salah satu perampok di depannya.


"CEPAT BERIKAN, SEBELUM KU BUNUH" teriak seorang perampok tersebut.


"b-baik" jawab orang tersebut dengan wajah yang menahan sakit akibat tebasan dari perampok tersebut, seketika orang tersebut mengambil sesuatu di sebuah lemari di belakangnya dan menyerahkannya kepada perampok di hadapannya.


"hanya segini? Jangan coba kau bohongi kami" ucap seorang perapok Nampak kesal kepada orang yang di hadapannya.


"SERAHKAN SEMUANYA" teriak perampok tersebut sambil mencekik leher orang tersebut.


"uhuk.. kalau ku serahkan..uhuk semuanya pada kalian..aku tidak punya apa-apa lagi" jawab orang tersebut.

__ADS_1


"banyak bicara kau" ucap perampok tersebut kesal.


"ARGHHHHHH" teriak warga tersebut saat badannya di tusuk menggunakan pedang besar milik perampok tersebut, darah segar mengalir dari luka tersebut.


BRUKKK


Perampok tersebut menjatuhkan orang tak bernyawa tersebut. Setelah itu kelima perampok tersebut berjalan keluar rumah orang tersebut.


Utakata yang baru saja melihat pembunuhan di depannya Nampak geram ke pada kelima perampok di depannya.


"hey kau serahkan semua barang berhargamu" ucap salah satu perampok sambil menunjuk utakata.


Utakata yang mendengar itu seketika membuat handseal.


"Suiton: Hōmatsu no Jutsu"


Utakata Meniupkan puluhan gelembung kearah kelima perampok tersebut, terlihat perampok tersebut keheranan karena utakata meniupkan gelembung-gelemung.


"apa ini? Kau ingin melawan kami dengan ini?" Tanya orang tersebut meremehkan. Utakata yang mendengar itu menyeringai dan seketika utakata menjentikan jarinya.


DHUAR DHUAR DHUARR BRAKK


Kelima perampok tersebut terpental kebelakang dan menapbrak rumah warga dibelakangya.


"arghhhh, sialan kau" ucap salah satu perampok tersebut sambil mencoba berdiri. Seketika orang tersebut berlari kearah utakata dengan pedang besar di tangan kanannya.


"MATI KAU" teriak orang tersebut sambil mengayunkan pedangnya kearah utakata.


TRANKK


Utakatapun dapat menahan pedang tersebut dengan kunai, perampok tersebut menggeram kesal dan kembali menyerang utakata dengan bertubi-tubi.


TRANK TRANK TRANK TRANK TRANK


Suara benda tajam beradu, utakata Nampak sedikit kewalahan menahan serangan perampok di depannya yang bertubi-tubi. Utakata mundur beberapa langkah dan dengan cepat membuat handseal.


"Drowning Bubble Technique"


Utakata Menembakkan gelembung,seketika gelembung tersebut berhasil menjebak kepala perampok di depannya, terlihat perampok tersebut meronta-ronta karena perampok tersebut tidak dapat bernafas. Utakata yang melihat pedang besar milik perampok yang tergeletak seketika langsung mengambil pedang tersebut.


CRASHHH


"ARGHHHHH" teriak perampok saat utakata menebas tubuhnya hingga terbelah dua, seketika perampok itu tewas dengan darah mengalir di lukanya tersebut. Keempat perampok yang melihat temannya di bunuh sangat marah terlihat dari raut wajahnya.


"SIALAN KAU" teriak kedua perampok sambil berlari kearah utakata dengan senjata di tangannya masing-masing.


TRANK TRANK TRANK TRANK TRANK


Utakata dapat menahan semua serangan yang di lancarkan oleh kedua perampok tersebut, walaupun utakata baru pertama kali menggunakan pedang tetapi utakata lumayan handal menggunakannya. Seketika kedua perampok tersebut menyerang dari samping kanan dan kiri utakata, utakata yang mendapat serangan dari dua arah sangat kewalahan.


TRANK CRASHH


"arghhhh" pedang yang berada di tangan utakata terpental kebelakang dan utakatapun terluka akibat tubuhnya terkena serangan dari perampok tersebut. Utakata seketika melompak kebelakang dan membuat handseal.


"Blinding Bubbles Technique"


'jutsu ini akan membutakan perampok tersebut' batin utakata.


Utakata Meniupkan gelembung ke arah kedua perampok di depannya, seketika gelembung itu pecah di dekat kedua perampok di depannya dan mengeluarkan bubuk merah yang dapat membutakan.


"ARGHHHHHH" teriak kedua perampok tersebut saat bubuk merah mengenai mata mereka berdua.


BRUKKK


Utakata yang melihat itu segera mengambil pedangnya yang sempat terlepas dan berlari kearah kedua orang yang Nampak sangat kesakitan.


CRASHHH CRASHHH


"ARGHHHHHHH" teriak kedua perampok tersebut kesakitan saat utakata menebas kepala kedua perampok titu secara bersamaan hingga terputus.


BRUKKK


Kedua tubuh tanpa nyawa tersebut seketika ambruk dengan darah mengalir.


Kedua perampok lainnya segera berlari kearah utakata sambil membawa pedang pesar di kedua tangan mereka masing-masing, utakata yang melihat itu segera membuat handseal.


"Ink Bubble Explosion"


utakata Membuat gelembung besar ke arah kedua perampok yang sedang berlari kearahnya,lalu tiba-tiba kedua perampok itu masuk kedalam gelembung tersebut dan seketika muncul cairan hitam di dalamnya,yang digunakan untuk membunuh kedua perampok tersebut tanpa adanya bekas serangan.


"sebaiknya aku pergi ke tempat mereka bertiga" gumam utakata, seketika utakatapun menghilang dengan shunsinnya.


Di tempat haku.


Haku sekarang sedang di kelilingi oleh kelima perampok, kelima perampok tersebut menyeringai kejam kearah haku.


"serahkan harta yang kau punya sekarang, sebelum kau kubunuh oleh kami" ucap salah seorang perampok dengan seringainya. Haku yang melihat seringai dari kelima perampok yang mengelilinginya seketika tersenyum tipis dan langsung membuat handseal.


"Makyo Hyōshō" ucap haku, haku menggunakan Tekhnik yang di Turunkan Dari Klan Yuki, Kubah 21 Cermin yang tidak mencerminkan apa-apa kecuali Haku, haku dapat berpindah dari cermin ke cermin lainnya secepat cahaya dan menyerang target secara bebas. Kelima perampok tersebut kaget karena mereka di sudah di kelilingi kubah 21 cermin yang terbuat dari es.


CRASHHH


"ARGHHHHHH" teriak satu orang perampok saat punggunya terkena jarum yang di lemparkan haku, seketika perampok tersebut ambruk, satu orang perampok maju kearah haku dengan palu besar di tangan kanannya.


TRANKK


Perampok tersebut mencoba merusak cermin dengan haku di dalamnya, tetapi perampok tersebut gagal karena haku sudah terlebih dahulu berpindah tempat.


"SIALAN KAU" teriak perampok tersebut kesal karena serangannya tidak berhasil mengenai haku.


Haku seketika membuat handseal di dalam cermin tersebut.


"Sensatsu Suishō " ucap haku, seketika Haku mengumpulkan air dari udara dan lingkungan sekitarnya menjadi seribu jarum panjang. Dia kemudian mengarahkannya kepada keempat perampok tersebut dengan kecepatan tinggi.


TRANK CRASHH CRASH CRASH CRASH


"ARGHHHHH"


"ARGHHHHHHH"


"ARGHHHH"


"ARGGHHHH"


Keempat perampok tersebut berteriak kesakitan saat jarum-jarum yang begitu banyak menancap di tubuh keempat perampok tersebut, walaupun beberapa perampok tadi mencoba menahannya tetap saja jarum-jarum tersebut berhasil mengenai mereka berempat, seketika keempat perampok tersebut ambruk dengan darah yang berceceran akibat luka tersebut.

__ADS_1


Haku yang melihat kelima perampok telah tewas segera menghilangkan kubah esnya.


'sebaiknya aku pergi ke tempat lain' batin haku, seketika haku berlari kedepan untuk mencari teman-temannya.


Di tempat hinata berada.


Hinata menatap tajam kearah perampok-perampok di depannya.


"hey gadis manis" ucap seorang perampok tersebut sambil tersenyum kearah hinata, hinata yang mendengar itu menatap tajam kearah perampok tersebut dengan byakugannya yang sudah aktif. Seketika hinata melesat kearah perampok tersebut.


"Hakke Rokujuuyonshou" ucap hinata, Dengan menggabungkan Byakugan dan Teknik Jyuuken, hinata menekan tenketsu perampok tersebut dengan 64 pukulan. Pertama hinata memukul 2 kali, lalu 4, 8, 16, 32, dan terakhir 64 kali. Jurus ini menutup 64 tenketsu perampok tersebut. Perampok tersebut terlempar kebelakang. Keempat perampok yang melihat temannya di serang secara tiba-tiba langsung berlari kearah hinata dengan senjata mereka masing-masing. Mereka berempat menyerang secara bersamaan kearah hinata.


"Kaiten " ucap hinata.


TRANKKK


Seketika perampok-perampok tersebut terpental kebelakang oleh jutsu hinata.


"ugh tak kusangka wanita tu seorang ninja" ucap perampok tersebut sambil menyeka darah dari ujung mulutnya. Seketika dua orang perampok berlari kearah hinata dengan senjata di tangan mereka masing-masing.


"hn kalian keras kepala ternyata" ucap hinata dengan seringai sadis di wajah cantiknya. Seketika hinata membuat handseal.


"jutsu controlling flower: flower dance of death" ucap hinata, seketika hinata berlari kearah dua orang perampok yang sedang berlari menuju kearahnya, hinata berlari mengitari dua orang perampok tersebut dan seketika muncul ratusan bunga di sekeliling perampok tersebut.


"ARGHHH"


"aRGHHHH"


Bunga-bunga tersebut menyayat-nyayat tubuh kedua perampok tersebut dengan cepat.


BRUKK


Kedua perampok tersebut seketika ambruk dengan luka sayatan yang sangat banyak, darah segar mengalir. Kedua perampok tersebutpun tewas. Seakan tak terima melihat temannya mati satu orang perampok lainnya melempar pedang besarnya sekuat tenaga kearah hinata yang jaraknya cukup dekat. Hinata yang melihat itu seketika membuat handseal.


"jutsu controlling flower: flower wall hard" ucap hinata, seketika muncul dinding bunga yang sangat kuat di depan hinata.


TRANK


Pedang besar tersebut terpental setelah mengenai dinding buatan hinata yang keras. Salah satu perampok yang barusan melempar pedangnya kearah hinata hanya mengumpat kesal karena serangannya tidak mengenai hinata.


"sekarang giliranku" ucap hinata, dan seketika hinata membuat handseal dengan cepat.


"jutsu controlling interest: flowers rain explosives"


Seketika muncul ratusan bunga di atas kedua perampok tersebut seperti hujan bunga.


"kau ingin menyerang kami dengan bunga? Hahahaha kau membuatku ingin tertawa" ucap seorang perampok tersebut menertawakan hinata.


"die" gumam hinata, seketika bunga-bunga tersebut berubah menjadi ratusan kertas peledak. Kedua perampok tersebut membelalakan matanya.


DHUAR DHUAR DHUAR


"ARHHHHHHHHH"


"ARGHHHHHHHH"


Ledakan yang cukup besar terjadi akibat jutsu hinata, ledakan tersebut membuat lubang yang cukup besar, kedua perampok tersebut mati dengan tubuhnya yang hancur, darahpun berceceran dimana-mana. Hinata melihat seorang perampok yang masih sekarat akibat jutsu hinata, hinata mengambil satu kunai di dalam sakunya dan seketika hinata melemparkan kunai tersebut kearah perampok tersebut.


JLEBB


"ARGHHHHHHH" teriak perampok tersebut sangat kesakitan saat kunai tersebut menancap dengan pas di kepalanya, darah segar keluar dari luka tersebut seketika perampok tersebut tewas.


Hinata hanya memandang dengan wajah datar pemandangan di depannya, seketika hinata menghilang dengan sunsinnya.


Sedangkan di tempat gaara, terlihat gaara yag sedang bertarung dengan 5 perampok di depannya. Gaara langsung membuat handseal.


"Saikō Zettai Kōgeki: Shukaku no Hoko" ucap gaara, seketika gaara membuat Tombak terbuat dari pasir yang sangat keras. Gaara langsung melemparkannya kearah salah satu perampok yang sedikit lengah dengan kecepatan tinggi.


CRASHHHH


"ARGHHHHHHH" teriak perampok tersebut kesakitan, tombak gaara berhasil mengahncurkan salah satu kepala perampok tersebut.


BRUKKK


Tubuh tanpa kepala tersebut seketika ambruk dengan darah yang mengalir dari lehernya.


"SIALAN KAU BOCAH" teriak salah satu perampok, dan keempat orang perampok tersebut berlari kearah gaara.


CRASH CRASH CRASH


Gaara berhasil menahan semua serangan yang di lancarkan kearah gaara dengan pasir yang selalu melindunginya. Gaara melihat kearah perampok yang berada di depannya.


'ada 3? Mana satu orang lagi?' batin gaara.


Ketiga perampok yang melihat gaara yang sedang diam langsung mengayunkan senjatanya kearah gaara, gaara sedikit kaget karena diserang secara tiba-tiba.


CRASH CRASH CRASH


Gaara berhasil menahan serangan tersebut dengan pasirnya, tiba-tiba gaara dikejutkan oleh salah satu perampok yang sedang mengayunkan pedangnya kearah belakang gaara.


"jutsu controlling flower: flower wall hard" ucap seseorang, seketika munculah dinding keras yang terbuat dari bunga di belakang gaara.


TRANKK


Senjata milik perampok tersebut terpental kebelakang, perampok tersebut mengumpat kesal Karena serangannya berhasil di tahan.


"Ink Bubble Explosion" ucap seseorang,seketika muncul gelembung besar ke arah perampok tersebut ,perampok tersebut terjebak kedalam gelembung lalu tiba-tiba muncul cairan hitam di dalamnya. Dan seketika gelembung itu pecah dan perampok tersebut menghilang.


"kau baik-baik saja gaara?" Tanya seseorang yang datang secara tiba-tiba di depan gaara yang tak lain adalah utakata. Gaara sedikit kaget melihat utakata, haku dan hinata yang berada di depannya secara tiba-tiba.


"aku baik-baik saja dan terima kasih telah menolongku" ucap gaara.


"ini adalah tugas seorang teman, kita semua akan selalu membantumu disaat kesusahan" ucap utakata, gaara yang mendengar itu seketika tersenyum senang.


"terima kasih semua" ucap gaara, seketika gaara mengalihkan pandangannya kearah musuhnya yang berjumlah tinggal 3 orang lagi. Gaara langsung membuat handseal.


"Sabaku Kyū" ucap gaara, seketika ketiga perampok tersebut diselimuti dengan pasir. Gaara kembali membuat handseal.


"• Sabaku Sōsō " ucap gaara, Setelah menyelemuti ketiga perampok dengan pasir , Gaara langsung meledakan ketiga perampok yang diselimuti pasir hingga hancur.


DHUARRR


"ARGHHHHHHH" teriak ketiga orang perampok tersebut, seketika ketiga tubuh perampok tersebut hancur berkeping-keping, darahpun berceceran dimana-mana. Utakata, haku dan hinata yang melihat itu hanya diam seakan sudah terbiasa melihat adegan pembuhan sadis di depannya.


"kita pulang" ucap utakata. Hinata, haku dan gaarapun mengangguk dan sedetik kemudian keempat orang tersebut menghilang dengan sunsinnya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2