
"SENSEI."
"hiks..hiks…hiks..hiks."
TES TES TES
Hujanpun turun dengan derasnya seakan menangisi kepergian Asuma.
"Dia meninggal sebagai seorang ninja sejati."ucap Shikamaru sambil berjalan keluar bangunan tersebut.
"aku benar-benar sangat membenci rokok,asapnya selalu membuat..air mataku mengalir." Ucap Shikamaru sambil menangis di bawah guyuran Hujan.
Sementara di tempat Hidan dan Kakuzu.
Shinobi-shinobi Konoha sudah tergeletak di tanah, darah-darah dari pertarungan tersebut bercampur dengan air hujan yang tengah mengguyur. Di atas sebuah bangunan terlihat beberapa orang tengah berdiri menyaksikan pertarungan kedua anggota Akatsuki tersebut.
"pertunjukan yang menarik,kalian berdua memang pantas menjadi anggota Akatsuki. Kemampuan kalian sangat hebat." Ucap seseorang dengan nada dinginnya. Hidan dan Kakuzu lalu mencari orang yang baru saja bicara tersebut, mereka berdua lalu menemukan beberapa Orang di atas bangunan tempat penukaran uang tersebut. Walaupun tidak jelas karena sedang hujan, Kakuzu dapat melihat salah seorang yang memiliki rambut pirang.
"sialan, SIAPA KALIAN SEMUA?" Tanya Hidan sambil memandang tajam kearah orang yang berdiri di atas bangunan tersebut.
'rambut kuning itu..' batin Kakuzu.
"Uzumaki Naruto, missing-nin dari Konoha dan juga Jinchuuriki Kyuubi. Kepalamu sangat berharga. Tak ku sangka kau berada disini." Ucap Kakuzu sambil menatap orang yang berambut pirang tersebut.
"aku akan membunuhmu, brengsek." Ucap Hidan.
"tsk,kau meremehkanku,Hidan." Ucap Naruto sambil tersenyum tipis.
"Dai Rasenringu"
DHUARRRRRR
Sebagian bangunan tersebut hancur seketika, Hidan dan Kakuzu langsung melompat kebelakang.
TAP
Naruto dan seluruh anggotanyapun muncul di hadapan Kakuzu dan Hidan.
"hey apa urusan kalian,sialan?" Tanya Hidan.
"karena kalian berdua anggota Akatsuki, aku akan membunuh kalian berdua." Ucap Naruto datar. Hidan yang mendengar itu mendecih tidak suka.
"cih, kau berlagak seperti mampu membunuhku saja. BRENGSEK!" ucap Hidan sambil berlari kearah Naruto dengan sabit besar di tangannya. Hidan lalu melemparkan sabit besar itu kearah Naruto. Naruto hanya memasang wajah datarnya, tak terbesit ketakutan sama sekali.
"Suna no Tate"
JRASHHH
__ADS_1
Sabit Hidan hanya mengenai dinding pasir di depan Naruto. Kakuzu lalu berlari kearah anggota tim Naruto, perlahan tangannya berubah menjadi hitam. Kakuzu mencoba menghantamkan pukulannya kearah Haku.
"Suiton: Hōmatsu no Jutsu"
Utakata meniupkan gelembung kearah Kakuzu, gelembung-gelembung tersebut lalu mengelili Kakuzu. Kakuzu yang melihat itu menghiraukan gelembung-gelembung yang mengelilinginya. Utakata lalu menjetikan jarinya.
DHUARR DHUARRR DHUARR DHUARR
"arghhhhh."
Tubuh Kakuzu langsung terhempas kebelakang saat gelembung-gelembung tersebut meledak. Haku dan Guren lalu membuat Handseal.
"Crystal Release: Crystal Lance."
"ice elements: a thousand spears of ice"
Haku dan Guren lalu melemparkan tombak yang terbuat dari Kristal dan Es tersebut kearah Hidan.
TRANKK TRANKK
Tombak-tombak tersebut dapat di tahan dengan mudah oleh Hidan dengan sabitnya.
"jutsu kalian itu terlalu lemah,pecundang." Ledek Hidan.
"perhatikan pertahananmu."
"arghhhhhh."
Rintih Hidan saat tangan kanannya terpotong oleh pedang tulang Kimimaro, ia lalu memegang tangan kanannya yang putus tersebut dan melompat kebelakang kearah Kakuzu.
"Kakuzu bantu aku!" perintah Hidan kepada Kakuzu yang berdiri di sampingnya. Perlahan di tangan Kakuzu muncul seperti tali berwarna hitam, perlahan tali berwarna Hitam tersebut menyatukan kembali tangan Hidan yang terputus tersebut.
"Kita harus membunuh Kakuzu terlebih dahulu, aku yang akan mengurus Hidan." Ucap Naruto.
"baik." Jawab mereka semua.
"hey Kakuzu, bolehkah aku membunuh bocah berambut kuning tersebut?" Tanya Hidan.
"jangan, dia seorang Jinchuuriki. Tapi kau boleh membuatnya sekarat asal masih bisa di kenali karena sesudah penyegelan aku akan menukarkan tubuhnya." Jawab Kakuzu.
"tsk, hanya ada uang saja di pikiranmu itu brengsek." Ucap Hidan lalu berlari kearah Naruto yang masih Stay cool.
TRANK TRANK TRANK
Hidan menyerang Naruto secara membabi buta dengan sabit yang sudah melekat pada kabel logam panjang, tetapi Naruto dapat menahannya dengan pedang kusanagi miliknya. Perlahan mata sharingan Naruto aktif. Hidan lalu melompat kebelakang, Naruto yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Crystal Release: Growing Crystal Thorns"
__ADS_1
Lalu muncul duri-duri panjang dari dalam tanah kearah Hidan. Guren yang melihat Naruto menggunakan jutsunya membelalakan matanya.
'd-dia bisa menggunakan jutsuku?' batin Guren.
TRANKK TRANKK JRASHH
Hidan menebas duri-duri Kristal tersebut dengan sabitnya, tetapi beberapa duri Kristal melukai tubuh Hidan. Kakuzu yang sedari tadi diam langsung berlari kearah anggota tim Naruto dan tangan kanannya sudah berwarna Hitam.
"jutsu controlling flower: flower wall hard."
BLARRR
Pukulan Kakuzupun dapat di tahan oleh dinding buatan Hinata. Kimimaro lalu berlari kearah Kakuzu dengan pedang yang terbuat dari tulang di tangan kanannya.
TRANK TRANKK
Serangan Kimimaro dapat di tahan dengan mudah oleh Kakuzu dengan tangannya.
"Saikō Zettai Kōgeki: Shukaku no Hoko." Gaara lalu melemparkan tombak dari pasir kearah Kakuzu.
JRASHHH
Tombak Gaara dengan mudahnya di tahan oleh Kakuzu.
"terlalu mudah." Ucap Kakuzu.
"benarkah?"
"element ice: ice sword."
"Shōton: Suishō Tō."
JRASHH JRASHH
"arghhhh."
Kedua pedang tersebut menusuk tubuh Kakuzu dari depan, darah segar perlahan keluar dari tubuh Kakuzu. Ia langsung melompat ke belakang.
TRANKK TRANK TRANKK
Naruto menahan serangan-demi serangan yang di lancarkan Hidan menggunakan sabut besarnya.
"membosankan." Ucap Naruto datar.
"tutup mulutmu,brengsek." Ucap Hidan sedikit berteriak. Naruto dengan cepat membuat handseal.
"Chidori Nagashi."
__ADS_1
"arghhhhhhhhh."