
.
Di desa Konoha, tepatnya di mansion clan Hyuuga. Sang ketua clan Hyuuga tengah memandang photo yang sedang di pegangnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Hinata, maafkan Ayah yang selalu bertindak keras terhadapmu. Ayah sangat menyesali perbuatan Ayah dulu terhadapmu, kembalilah Hinata Ayah sudah sangat merindukanmu. Kau sudah sangat lama pergi dari rumah." Ucap Hyuuga Hiashi yang merupakan Ayah dari Hinata Hyuuga, tak terasa ketua clan Hyuuga tersebut menitikan air matanya. Tak jauh dari sana Hyuuga Neji hanya memandang sekilas Hyuuga Hiashi lalu ia mengalihkan pandangannya ke langit.
"Hinata, maafkan kelakuanku dan kelakuan Ayahmu dulu yang terlalu keras terhadapmu. Kau tahu Hinata, Ayahmu sungguh sangat menyesali perbuatannya dulu dan dia juga sudah sangat merindukanmu." Gumam Neji sambil melihat kearah langit yang sudah beranjak senja.
Di Desa Sunagakure.
Di ruangan Kazekage, seorang pria berambut merah sedang melihat kearah luar dengan pandangan kosong.
"Gaara, maafkan Ayah. Ayah Akui Ayah adalah Ayah yang tidak punya hati,saat kau sendirian tidak ada satupun orang yang ingin menemanimu karena takut dengan bjiuu di dalam tubuhmu ,ayah bukannya datang menemanimu tapi Ayah malah membuat kau semakin sedih. Maafkan Ayah yang mencoba membunuhmu. " Ucap Ayah Gaara atau Yondaime Kazekage. Di belakang Yondaime Kazekage, Temari sudah menitikan air matanya saat mengingat masa lalunya dimana ia selalu tidak ada di saat Gaara kesepian karena di benci oleh seluruh penduduk desa. Sedangkan Kaknkuro hanya menundukan kepalanya menahan air mata yang akan keluar dari kedua matanya.
'maafkan aku Gaara.' Batin Mereka berdua.
.
.
.
.
.
pagi harinya.
Di markas Naruto.
Naruto yang sudah menggunakan baju yang seperti biasa ia pakai dan tak lupa memaki jubbah Akatsukinya. Hari ini Naruto dan anggotanya akan menyerang desa Kirigakure karena kemarin Naruto dan semua anggotanya beristirahat di markas seharian untuk memulihkan chakra dan stamina. Ia langsung berjalan menuruni tangga, di ruangan yang biasa di pakai berkumpul masih belum ada satu orangpun. Naruto mengalihkan pandangannya ke dapur saat mendengar suara dari arah dapur. Ia berjalan kearah dapur dengan wajah stoicnya.
"pagi Karin-chan." sapa Naruto dengan wajah stoicnya saat melihat Karin yang sedang berada di dapur.
"Na..Naruto-kun… pagi Naruto-kun." Ucap Karin, wajah Karin seketika memerah saat melihat penampilan Naruto.
__ADS_1
'seperti biasa Naruto-kun selalu keren.' Batin Karin.
"Naruto-kun." Ucap Karin dengan wajah yang tambah merah.
"hn?"
CUP
Karin lalu mencium bibir Naruto singkat, setelah itu Karin pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya karena hari ini Naruto dan anggotanya akan ke desa Kirigakure. Naruto hanya memasang wajah stoicnya seperti biasa seakan barusan tak terjadi apa-apa,ia lalu berjalan kearah ruangan yang selalu di pakai untuk berkumpul.
Di ruangan tersebut sudah berkumpul semua anggota Naruto.
"Naruto, kenapa kau muncul dari arah dapur?" Tanya Utakata heran saat melihat Naruto muncul dari arah dapur.
"hn, tadi aku hanya ingin minum." Jawab Naruto santai.
"pagi Naruto-kun." Sapa Hinata, Haku, Karin dan Mei Terumi sedangkan anggota lainnya hanya tersenyum kearah Naruto.
"hn pagi Hinata-chan, Haku-chan, Karin-chan dan Mei-chan." Balas Naruto sambil tersenyum tipis kearah anggotanya. Naruto lalu duduk di tengah-tengah Hinata dan Mei Terumi. Sedangkan Karin dan Haku merengut sebal karena tidak bisa berdekatan dengan dan Mei Terumi langsung memeluk kedua lengan Naruto, Naruto hanya diam dengan wajah stoicnya seakan tak terganggu oleh Hinata dan Mei Terumi. Haku dan Karin yang melihat itu semakin cemburu, tanpa mereka sadari mereka berdua memeluk lengan kedua anggota Naruto lainnya. Haku memeluk lengan Utakata dan Karin memeluk lengan Gaara.
CUP
Semua anggota menatap tak percaya kepada Mei Terumi karena mencium pipi kanan Naruto barusan. Hinata, Karin dan Haku menatap Mei Terumi dengan pandangan tajam.
"apa? aku kan hanya mencium pipi Naruto-kun." Ucap Mei Terumi saat Hinata, Haku dan Karin menatap tajam kearah dirinya. Hinata yang cemburu langsung mencium pipi kiri Naruto.
CUP
Hinata memberikan senyuman kearah Karin dan Haku yang tampak sangat cemburu.
"HINATA-CHAN, MEI-CHAN AWAS KALIAN BERDUA." Teriak Karin dan Haku, sedangkan Hinata dan Mei Terumi hanya tersenyum.
"Haku-chan, Karin-chan bukannya kau juga sedang memeluk lengan seseorang?" Tanya Guren sambil tersenyum kearah mereka berdua. Haku dan Karin lalu mengalihkan pandangannya pada tangannya yang tengah memeluk Utakata dan Gaara. Utakata dan Gaara hanya tersenyum tipis.
"U..Utakata-kun."
__ADS_1
"Ga..Gaara-kun."
'tampan sekali.' Batin mereka berdua saat melihat Utakata dan Gaara tersenyum ramah.
Seketika mereka melepas pelukannya dan wajah Haku bersama Karin memerah.
"Guren-chan, Guren-chan juga nampaknya kelihatan nyaman memeluk tangan Kimimaro-kun?" Tanya Hinata.
"eh?"
Guren lalu melepaskan pelukannya pada lengan Kimimaro, lalu muncul semburat merah di wajah mereka berdua. Naruto yang melihat keakraban anggotanya hanya tersenyum tipis. Sedangkan Hinata dan Mei Terumi masih bergelayut manja di kedua lengan Naruto.
"HINATA-CHAN, MEI-CHAN LEPASKAN PELUKAN KALIAN BERDUA DARI LENGAN NARUTO-KUN!" teriak Haku dan Karin saat melihat Hinata dan Mei Terumi yang masih bergelayut manja pada Naruto.
"Naruto, lerai mereka." Ucap Gaara.
"hah." Naruto menghela nafasnya. Haku langsung membuat handseal, tetapi ia urungkan saat merasakan hawa membunuh yang cukup pekat. Keempat kunoichi tersebut menoleh kearah Naruto dan langsung duduk seperti semula.
"ma..maaf Naruto-kun." Ucap keempat kunoichi tersebut.
"hn, sudahlah tidak apa-apa." balas Naruto sambil tersenyum tipis. Naruto lalu mengedarkan pandangannya seperti mencari sesuatu.
"dia belum datang, Itachi?" Tanya Naruto kepada Itachi.
"maksudmu Konan?, mungkin nanti siang dia akan kesini. " jawab Itachi.
"hn, sebaiknya kita pergi." Ucap Naruto dengan nada datarnya. Dan di jawab anggukan kepala oleh semua anggota Akatsuki atau tim Naruto.
ZWUSHHH
Naruto bersama anggotanya langsung pergi menggunakan shunsinnya.
.
.
__ADS_1