DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 20


__ADS_3

.


Kakashi yang masih berlari bersama pakun tiba-tiba terguyur hujan saat hujan turun dengan derasnya.


"hujan. Apa baunya hilang?" Tanya Kakashi.


"tidak masalah. Kita sudah sampai." Jawab Pakun.


ZWUSHHH TAP


Kakashi berhasil mendarat di lembah tersebut.


"apa aku terlambat?" Tanya Kakashi. Tetapi Kakashi berhasil menemukan Sasuke yang tergelatak tak sadarkan diri. Pakun yang melihat hitai-ate di sebelah kepala Sasuke langsung mencium baunya.


"ini milik Naruto." Ucap Pakun.


"Naruto? Tapi kemana dia? Bukannya misinya membawa Sasuke pulang kedesa?" Tanya Kakashi heran.


"sepertinya sudah terjadi pertarungan hebat disini antara Sasuke melawan Naruto." Ucap Pakun.


Seketika Kakashi mengedarkan pandangannya kesegala arah dan ia melihat banyak sekali kerusakan.


'apa ini bekas pertarungan Naruto dan Sasuke? Aku terlambat..tolong maafkan aku.' batin Kakashi.


Kakashi langsung mengambil hitai-ate Naruto dan memasukannya kedalam Saku, setelah itu Kakashi menggendong Sasuke. Kakashi melirik kebelakang, kearah hutan di belakangnya.


Kakashi seketika melompat dan akhirnya diam di tebing dekat lembah kematian sambil menggendong Sasuke.


"lembah kematian..adalah tempat dimana Sasuke dan Naruto bertarung..sungguh ironis." Ucap Pakun.


"ya..ketika aku melihat aliran air ini..aku seperti di hadapkan dengan pertarungan yang tidak pernah berakhir, sama seperti kisah dua patung manusia disini yang telah membangun desa konoha." Ucap Kakashi sambil melihat kedua patung besar di lembah tersebut.


'Naruto dan Sasuke, selama kalian berdua hidup pun kalian mungkin sama.' Batin Kakashi.


Di dalam Hutan dekat lembah kematian, Naruto berjalan gontai sambil memegang mata kanannya yang masih sakit. Seketika Naruto menghentikan langkahnya dan menoleh kearah lembah kematian.


Hujanpun telah berhenti dan perlahan cahaya matahari mulai muncul kembali, Naruto langsung melanjutkan perjalanannya yang barusan terhenti.


.


"hujannya..telah berhenti, kita akan mencari Naruto." Ucap Kakashi.


"karena hujan, aku tidak bisa melacak bau lagi, dan akan susah mencari Naruto." Ucap Pakun.


Kakashi hanya menangguk dan seketika ia langsung berjalan meninggalkan lembah kematian.


Tiba-tiba muncul seseorang dari bawah tanah, orang tersebut memiliki kulit dua warna yaitu setengah badannya hitam dan setengah badannya putih. Orang tersebut memakai jubbah hitam dengan corak awan berwarna merah.


"kita akan menceritakan ini kepada ketua, bukankah ini menarik? Dan aku ingin tahu reaksi Itachi saat mengetahui adiknya kalah." Ucap orang tersebut dan seketika orang tersebut masuk kembali ke dalam tanah.


.


.


.


.


Di rumah Sakit desa Konoha.


Terlihat Shikamaru yang mondar mandir di dalam rumah sakit.


'ketua macam apa aku ini? Aku tidak sanggup melindungi anggota kelompokku sendiri.' Rutuk Shikamaru dalam Hati.


Ayah Shikamaru yang melihat anaknya mondar-mandir hanya dia memperhatikan. Tiba-tiba keluar suster dari dalam ruangan. Seketika Shikamaru berlari kearah suster tersebut.


"bagaimana keadaan Chouji?" Tanya Shikamaru dengan nada Khawatir.


"keadaannya sekarang sedang..kritis dan sekarang aku akan memanggil Nona Tsunade. Permisi" ucap suster tersebut sambil pergi dari hadapan Shikamaru. Shikamaru yang mendengar itupun mematung seketika. Chouza selaku ayah Chouji mendekati kearah Shikamaru dan menepuk pundaknya.


"tenang saja Shikamaru, anak ku itu kuat." Ucap Chouza berusaha menenangkan.


Shikamaru masih diam tidak bergeming. Tiba-tiba ia melihat Hokage kelima atau Tsunade sedang berjalan kerahnya.


"Shikamaru, dari data yang ku periksa barusan aku kecewa padamu, kau tidak bisa menjaga anggota kelompokmu. Neji dan Chouji mereka berdua sedang dalam kritis untung saja Anbu yang kukirimkan cepat membawa mereka berdua ke desa, Kiba mengalami kekurangan darah karena dia terlau banyak kehilangan darah, sedangkan Lee dan Shino mereka berdua hanya mengalami luka kecil, dan Naruto masih belum ke desa. Ini akan menjadi catatanmu dan berdo'alah agar temanmu selamat." Ucap Tsunade seketika masuk ke ruangan dimana Chouji di rawat.


Air mata yang Shikamaru coba tahan akhirnya mengalir, tubuhnya bergetar hebat.


"aku seharusnya tidak menjadi..hiks..ketua..hiks..sungguh..hiks..aku tidak bisa..hiks..diandalkan." gumam Shikamaru di sela tangisnya. Shukaku yang dari tadi diam memperhatikan anaknya langsung berjalan kearah Shikamaru dan memegang pundaknya.


"ini cacatan buatmu Shikamaru, kau harus belajar dari kesalahanmu ini agar kejadian ini tidak terulang." Ucap Shukaku. Shikamaru langsung mengusap air matanya dan berjalan meninggalkan rumah sakit.


'Naruto, semoga saja kau berhasil membawa Sasuke kembali ke desa konoha.' Batin Shikamaru.


Shikamaru yang hendak pulang ke rumahnya mengurungkan niatnya saat melihat Kakashi menggendong Sasuke.


'Sasuke?' batin Shikamaru.

__ADS_1


"Kakashi-sensei tunggu." Ucap Shikamaru. Tetapi Kakashi masih saja melanjutkan perjalanannya kearah rumah Sakit. Shikamarupun langsung mengikuti Kakashi di belakangnya.


Tsunade yang berusaja akan pergi keruangan Neji di kagetkan oleh Kakashi yang menggendong Sasuke.


"Sasuke? Kakashi, mana Naruto?" Tanya Tsunade.


"tolong dia terlebih dahulu akan ke jelaskan nanti." Jawab Kakashi. Tsunade hanya mengangguk mendengar perkataan Kakashi dan menyuruhnya membawa Sasuke ke ruangan yang kosong.


Tsunadepun langsung memeriksa keadaan Sasuke.


"sepertinya dia hanya kehabisan Chakra dan beberapa luka di tubuhnya yang cukup dalam." Ucap Tsunade. Kakashi yang mendengar itu menghembuskan nafasnya lega.


"jadi Kakashi dimana Naruto?" Tanya Tsunade. Kakashipun langsung menjelaskan tentang kejadian tadi, dari di temukannya Sasuke yang sudah tidak sadarkan diri, menemukan hitai-ate milik Naruto.


"..dan perkiraanku Sasuke dan Naruto bertarung. Akan tetapi lebih jelasnya lagi kita tanyakan saja pada Sasuke kalau dia sudah bangun." Ucap Kakashi. Tsunade yang mendengar itu memijit kepalanya yang sedikit pusing.


.


.


.


Esok Harinya.


Setelah seharian Naruto berjalan, akhrinya ia sudah sampai di markasnya.


BRAKK


Naruto membukanya dengan cara mendobraknya karena tubuhnya yang sudah sangat kelelahan.


"NARUTO-KUN"


"NARUTO-SAMA"


Teriak semua anggota kelompok Naruto yang melihat Naruto ambruk di depan pintu dengan luka di seluruh tubuhnya dan baju yang compang-camping. Kelima anggota atau bawahan Narutopun berlari kearah Naruto.


"apa kau baik-baik saja Naruto-kun?" Tanya Haku dan Hinata secara bersamaan.


"Hinata-chan, Haku-chan aku baik-"


Sebelum menyelesaikan ucapannya Naruto langsung tak sadarkan diri. Wajah Naruto sangat pucat dan di bawah matanya masih terlihat bekas semuapun langsung membawa Naruto ke kamarnya, Haku dan Hinatapun seketika merawat Naruto. Utakata, Gaara dan Kimimaro beranjak pergi dari kamar Naruto menuju ruang tengah.


Mereka berduapun duduk di kursi di ruangan tersebut, tampak keheningan terjadi di antara mereka. Tiba-tiba Utakata memecahkan keheningan.


"Kimimaro karena kau yang terakhir bersama Naruto, saat terakhir Naruto sedang apa?" Tanya Utakata.


"tapi aku belum pernah melihat Naruto bertarung sampai separah itu semenjak aku menjadi anggota tim Naruto. Apa anak bernama Sasuke itu hebat?" Tanya Utakata.


"yah dia memang cukup hebat, aku pernah bertarung dengannya saat ujian Chuunin." Jawab Gaara yang sedari tadi diam.


"aku tidak tahu kalau anak bernama Sasuke itu hebat atau tidak, tetapi mantan atasanku yaitu Orochimaru ingin sekali mendapatkan anak bernama Sasuke itu." Ucap Kimimaro.


"hn, seperti itu yah. Dan teman-teman sepertinya ada tikus yang mendengar percakapan kita, kita bereskan." ucap Utakata. Seketika ketiga Anbu Konoha yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Utakata, Gaara dan Kimimaro dari atap markas mereka mencoba melarikan diri akan tetapi pergerakan mereka di tahan oleh pasir.


'sial! Pasir ini menghentikan pergerakanku, aku terlambat bergerak.' batin salah seorang Anbu.


ZWUSHH TAP


Utakata, Kimimaro dan Gaarapun telah sampai di atap markas mereka, mereka melihat ketiga Anbu yang tidak bergerak karena pasir Gaara.


"wah wah ternyata kalian tikusnya itu, dan oh kalian ternyata dari desa Konoha. Apa yang kau inginkan?" Tanya Utakata. Ketiga Anbu tersebut diam tak menjawan pertanyaan darinya.


"ternyata kalian ingin memakai cara kekerasan, Gaara." Ucap Utakata sambil melirik kearah Gaara yang di sampingnya. Gaarapun seketika mengangguk.


"Sabaku Kyū."


Seketika salah seorang Anbu tubuhnya sudah di selimuti pasir tebal.


"sekarang kalian jawab pertanyaanku atau temanmu itu akan hancur berkeping-keping." Ucap Utakata.


"sialan kau!" geram seorang anbu yang memakai topeng anjing.


'sial pasir ini menahan tangan dan kaki ku agar aku tidak bisa kemana-mana.' Batin salah satu anbu.


Utakata yang melihat Anbu-Anbu di depannya hanya diam menjadi geram.


"Gaara, lakukan." Ucap Utakata, Gaarapun menganggukan kepalanya.


"Sabaku Sōsō"


Gaaralangsung meledakan Anbu yang diselimuti pasir hingga hancur. Darahpun berceceran dimana-mana bahkan mengenai ke topeng salah satu Anbu di sampingnya.


"cepat katakan, kalian tidak ingin mati seperti temanmu kan." Ucap Utakata yang sudah geram dengan kedua anbu di depannya.


"Kimimaro." Ucap Utakata sambil melirik Kimimaro. Kimimropun mengangguk.


"Teshi Sendan"

__ADS_1


Seketika Kimimaro menembakan peluru yang muncul dari kesepuluh Jari tangannya kearah kedua Anbu di depannya.


"ARGHHHHHH"


"arghhhh"


BRUKK


Seketika satu Anbu ambruk setelah peluru tulang Kimimaro menembus kepala dan jantungnya. Satu anbu lainnya hanya mengalami luka kecil di tangan kirinya. Anbu tersebut memaksakan tangannya untuk membuat handseal.


"fuuton: shinku renppa"


Seketika di atas anbu tersebut muncul ratusan pedang angin yang mengarah kearah Utakata, Gaara dan Kimimaro.


"sial ternyata dia membuat handseal." Gumam Utakata.


Seketika Utakata membuat handseal.


"Protective Bubble Dome"


Utakata, Gaara dan Kimimaropun sudah berada dalam kubah gelembung yang kuat.


"Suna no Tate"


Seketika mereka bertiga di lapisi lagi dengan pasir milik Gaara.


DHUARR DHUARR DHUARR DHUARR


Ledadakan-ledakan yang lumayan besar terjadi akibat kedua jutsu yang saling bertabrakan. Anbu tersebut mencoba melarikan diri saat pasir di tubuhnya sudah tidak mengikatnya. Utakata yang melihat itupun membuat Handseal.


'tidak semudah itu kabur dari kami' batin Utakata.


"Ink Bubble Explosion"


Utakata Membuat gelembung besar ke arah Anbu dan langsung memasukan Anbu ke dalam gelembung tersebut,lalu tiba-tiba muncul cairan hitam di dalamnya.


CTRAHHH


Setelah itu gelembung Utakata pecah dan tidak ada apapun didalamnya.


"Gaara, lenyapkan mayat kedua Anbu konoha tersebut." Ucap Utakata dan di balas anggukan oleh Gaara.


ZWUSSHH TAP


Lalu tiba-tiba datang Haku dan Hinata di depan mereka bertiga. Hinata dan Haku langsung menatap mereka bertiga.


"ada apa ini? Kenapa banyak suara ledakan?" Tanya Haku.


"sepertinya sudah ada bekas pertarungan disini, dan lawannya Anbu Konoha." Ucap Hinata sambil melihat mayat anbu Konoha di depannya.


"benar, mereka mendengar pembicaraan kita dan nampaknya mereka mengikuti Naruto sampai kesini." Ucap Utakata.


"sebaiknya kita ke dalam lagi, dan Gaara bereskan mayat tersebut." Ucap Utakata, Gaarapun hanya menganggukan kepalanya. Dan setelah itu keempat teman atau keluarga baru bagi Gaara langsung pergi ke dalam rumahnya.


.


.


.


.


.


Di sebuah gedung yang sangat tinggi di sebuah desa yang nampaknya selalu hujan.


Terlihat dua orang, yang satu laki-laki berambut berwarna jingga dan satu lagi perempuan berambut biru. Tiba-tiba kedua orang tersebut merasakan Chakra di belakang mereka.


"ada apa Zetsu?" Tanya pria tersebut tanpa menoleh kebelakang.


"aku mempunyai berita baru,leader. Bocah yang bernama Uzumaki Naruto barusaja bertarung dengan adiknya Itachi dan tak kusangka dia bisa mengeluarkan Susano'o di saat usianya yang masih di bilang anak kecil." Ucap Zetsu hitam.


"sekarang dimana bocah Kyuubi tersebut? Apa masih di desa Konoha?" Tanya laki-laki tersebut.


"sepertinya anak tersebut sudah meninggalkan desa Konoha." Jawab Zetsu putih.


"bagus, kita akan lebih mudah menangkap bocah tersebut. Dan Zetsu cepat kumpulkan semua anggota kita akan mengadakan rapat.." laki-laki yang memiliki banyak tindikan di wajahnya tersebut menghela nafas dan menghembuskan nafasnya.


"…bilang kepada mereka kita akan memulai memburu para Bijuu"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2