DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 51


__ADS_3

Di desa Konoha.


Di sebuah lapangan yang luas, seorang shinobi konoha dengan rambut emo miliknya atau yang lebih dikenal dengan Uchiha Sasuke, tengah berlatih.


"Katon: Gōkakyū no Jutsu." Sasuke lalu menembakan bola api besar kearah pohon-pohon di depannya. Pohon-pohon tersebut hangus terbakar oleh jutsu tersebut. Lalu ia membuat handseal dengan cepat.


"Chidori Eisō."


TRAKKK


Chidori Sasuke lalu membelah pohon di depannya, perlahan chidori tersebut menghilang. Nafas Sasuke tersenggal-senggal, keringatnya bercucuran.


"seberapa jauh kekuatanmu, Dobe!? Aku merasa sudah sangat tertinggal jauh darimu. Kalau kekuatanku masih di bawah Naruto, aku tidak mungkin bisa membalas dendam pada Itachi." Ucap Sasuke entah pada siapa. Ia lalu mengedarkan pandangannya pada tempat latihan tersebut yang sudah hancur berantakan.


"cih, sialan kau Dobe. Aku pasti akan mengalahkanmu suatu hari nanti, dan membawamu pulang ke desa walaupun dengan cara membunuhmu." Ucap Sasuke. Sasuke lalu berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Di perpustakan desa Konoha.


Kamui,Omoi dan Samui yang di tugaskan Raikage untuk memberi surat kepada Hokage dan mencari data tentang Sasuke di Konoha. Tampak kedua orang tersebut sibuk membaca satu-persatu buku di perpustakaan tersebut.


"kita harus bergegas mengumpulkan data Naruto dan akatsuki atau selamanya kita akan disini!" ucap Kamui dengan nada membentak pada Omoi yang tengah asik duduk.


"bisakah kalian mengecilkan volume suaranya?" Tanya seorang penjaga perpustakaan tersebut sambil menatap kearah Kamui dan Omoi.


"ma-maaf kan kedua teman saya." Ucap Samui sambil membungkukan badannya. Penjaga perpustakaan tersebut hanya mengangguk dan pergi meninggalkan ketiga orang tersebut. Setelah dirasa cukup mereka bertiga lalu berjalan keluar perpustakaan desa konoha tersebut.


"akhirnya selesai,sial." Ucap Omoi.


"jika kalian seorang shinobi bersikplah lebih dewasa!" perintah Samui.


"apa yang Hokage-sama bilang tadi? Apa dia menyetujuinya?" Tanya Karui menghiraukan ucapan Samui barusan.


"ya, Hokage-sama telah menyetujuinya." Jawab Samui.


"kita harus segera bertemu Raikage-sama." Lalu mereka bertiga berjalan meninggalkan perpustakaan konoha tersebut.


"berhasil." Gumam seseorang.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Di reruntuhan desa Kirigakure.


Sekelompok orang berjalan kearah desa Kirigakure, tapi saat masuk ke dalam mereka semua membelalakan matanya saat melihat keadaan desa Kirigakure.


"apa yang terjadi dengan desa Kirigakure?" Tanya seseorang berambut biru dan satu mata yang ditutupi pelindung mata.


"ya, ada apa ini?" Jawab seseorang yang di sampingnya.


ZWUSHHH


Tiba-tiba beberapa anbu Kirigakure berdiri di hadapan orang-orang tersebut.


"apa yang telah terjadi disini?" Tanya pemuda berambut biru tersebut.


"Ao-san, kemarin desa ini telah di serang oleh Akatsuki, kami telah mengevakuasi warga saat penyerangan dimulai. Tetapi hari ini para penduduk desa telah kembali kesini untuk membangun rumah mereka kembali. Dan yang aku dengar sebelum desa Kirigakure di serang oleh Akatsuki, desa Kumogakure telah terlebih dahulu di hancurkan." Jawab anbu tersebut. Orang yang memiliki rambut biru yang bernama Ao tersebut kaget mendengarnya.


"sekarang dimana Yagura?" Tanya Ao.


"akhirnya Mizukage sialan itu mati." Ucap seorang di belakang Ao.


"sekarang bangunan di desa seperti gedung Mizukage sedang di bangun, tapi belum ada yang menjadi Mizukage. Shinobi-shinobi kita banyak yang tewas dalam penyerangan kemarin, hanya tingga sedikit sisa shinobi Kirigakure." Ucap Anbu tersebut.


"aku yang akan menjadi Mizukage selanjutnya." Ucap Ao. Orang-orang yang ada disana seketika mebulatkan matanya tidak percaya.


"kau tidak main-main kan, Ao-san?" Tanya salah seorang.


"aku tidak main-main dengan ucapanku, bukannya desa Kirigakure sedang membutuhkan Mizukage." Jawab Ao tegas.


"Ao-san, tapi bagaimana dengan Mei-san?" Tanya pemuda yang di punggungnya terdapat pedang.


"Chojuro, kita akan mencari Mei-san nanti, kepentingan desa harus di utamakan." Jawab Ao.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Di markas Naruto.


Naruto yang tengah asik mengobrol bersama anggotanya tiba-tiba merasakan chakra shinobi di atas atapnya.


"Naruto-kun." Ucap Hinata dan Karin.


"hn,aku tahu." Jawab Naruto dengan wajah stoicnya. Naruto lalu menatap kearah anggotanya, seakan tahu tatapan Naruto mereka seketika mengangguk. Naruto dan anggotanya langsung menghilang dalam shunsin.


ZWUSHH


"kemana mereka semu-"


KREKKKK


"ARGHHHHHHHH."


Ucapan orang tersebut terpotng saat Naruto mematahkan leher orang tersebut hingga tewas seketika. Kelima temannya langsung mundur kebelakang saat temannya tewas di hadapannya.


"siapa kalian?" Tanya Guren. Kelima orang di depannya yang memakai jubbah hitam dan memakai topeng hanya diam tak menjawab. Sedangkan Naruto hanya memasang wajah stoicnya.


'sepertinya aku pernah melihat pakaian ini..'batin Naruto.


"siapa yang menyuruh kalian memata-matai kami?" Tanya Kimimaro sambil menatap tajam kearah 5 orang di depannya. Kelima orang tersebut hanya diam.


ZWUSHHH JRASHHH


Dengan gerakan yang sangat cepat Naruto menusuk jantung salah satu dari mereka dengan pedang Kusanagi miliknya. Keempat orang temannya sangat kaget saat Naruto sudah berada di depan mereka dan menusukan pedangnya pada salah satu temannya.


'sejak kapan dia sudah berada di sini? Gerakannya sangat cepat.' Batin salah seorang dari keempat orang yang memakai topeng tersebut.


BRUKK


Tubuh tak bernyawa itupun ambruk di bawah kaki Naruto.


"aku tahu mereka-" "mereka semua adalah Anbu Root, mereka pasti suruhan Danzou, sialan." Ucapan Itachi terpotong oleh Naruto, Naruto tampak marah melihat keempat Anbu Root di depannya. Keempat Anbu Root tersebut seketika berencana kabur dari hadapan Naruto,tetapi pergerakan mereka di tahan oleh pasir milik Gaara.


"sialan." Gumam mereka berempa

__ADS_1


__ADS_2