DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 36


__ADS_3

JRASHHHH


Topeng mahluk tersebut hancur dan seketika mahluk tersebut mencair. Naruto lalu berjalan kearah anggota timnya.


"kalian semua baik-baik saja?" Tanya Naruto kepada seluruh anggota timnya.


"kami baik-baik saja." Jawab mereka semua kecuali Karin. Naruto lalu melihat kearah Karin.


"Gaara bawa Karin kebelakan, aku akan urus Kakuzu. Dan maaf aku baru membantu kalian." Ucap Naruto. Gaara mengangguk dan langsung membawa Karin.


Kakuzu yang melihat ketiga mahluk bertopeng buatannya hancur menggeram kesal. Ia langsung berlari kearah Naruto dan mencoba menghantamkan pukulannya kearah Naruto.


BRAKKK


Pukulan Kakuzu dapat di tahan dengan mudah oleh Susano'o Naruto, Susano'o Naruto langsung menusuk perut Kakuzu dengan katana besarnya.


JRASHHH


"ARGHHHHHH." Teriak Kakuzu saat katana Susano'o Naruto menusuk perutnya. Naruto yangmelihat itu memfokuskan chakranya pada tangan kananya. Perlahan muncul sebuah rasengan yang lama kelamaan rasengan itu seperti sebuah shuriken.


"Fuuton RashenShuriken."


Naruto melemparkan rasengan yang berbentuk shuriken tersebut kearah Kakuzu.


DHUARRRRRRR


"ARGHHHHHHHHH."


Rasengan Naruto meledak saat terkena Kakuzu, dan terbentuk jarum-jarum yang menusuk tubuh Kakuzu hingga ke selnya. Perlahan terlihatlah tubuh Kakuzu yang tergeletak di tanah dengan tubuh yang sudah tidak dapat di kenali. Semua anggota Naruto memandang takjub kearah Naruto. Perlahan Susano'o Naruto menghilang bersama matanya yang kembali normal.


"arghh." Rintih Naruto sambil memegang tangan Kanannya.


"Naruto-kun."


"Naruto." Ucap semua anggota Naruto sambil menghampiri Naruto yang sedang memegang tangan kanannya.


"Naruto-kun baik-baik saja?" Tanya Haku.


"aku baik-baik saja Haku-chan, tanganku hanya terkilir. Karin-chan tolong obati. Dan Utakata, Gaara bersihkan mereka berdua." Ucap Naruto sambil melirik kearah tubuh Kakuzu dan Hidan.


"baik." Jawab Gaara dan Utakata. Mereka berdua lalu berjalan kearah tubuh Hidan dan Kakuzu.


"Sabaku Taisō." Gaara lalu mengubur Hidan di dalam pasir, Gaara menyentuh permukaan pasir dengan telapak tangannya dan menekan Hidan yang terkubur di dalam pasir dengan kuat sehingga hancur berkeping-keping. Utakata lalu membuat handseal dengan cepat.

__ADS_1


"Ink Bubble Explosion."


Utakata membuat gelembung besar kearah Kakuzu, setelah itu tubuh Kakuzu masuk ke dalam gelembung besar buatan Utakata. Perlahan muncul cairan hitam di dalam gelembungnya.


CTRASHH


Gelembung tersebut hancur dan tubuh Kakuzupun hilang.


"sebaiknya, kita pergi ke markas." Ucap Kimimaro. Naruto dan anggota timnya langsung menghilang dengan shunsinnya. Tak jauh dari sana ada beberapa anbu yang tengah melihat pertarungan Naruto.


.


.


.


.


Di desa Konoha.


Pemakaman Asuma di mulai, beberapa ninja desa Konoha masih tidak percaya atas kematian Asuma Sarutobi seperti Kurenai dan Konohamaru.


"hiks..paman Asuma..hiks..hiks." ucap Konohamaru di sela tangisnya.


"ibunya bilang dia sudah pergi." Jawab Ino.


Perlahan orang-orang meninggalkan pemakaman Asuma, walau berat hati Kurenai meninggalkan pemakaman tersebut karena hari mulai menjelang malam.


Di gedung Hokage.


Tsunade sedang beristirahat setelah barusan pulang dari pemakan.


ZWUSHHH TAP


"Hokage-sama." Ucap beberapa orang anbu yang baru saja datang.


"ada berita penting apa?" Tanya Tsunade dengan wajah serius.


"dua anggota Akatsuki yang membunuh Asuma Sarutobi telah di bunuh." Ucap salah satu anbu tersebut.


"APA?! siapa yang telah membunuhnya?" Tanya Tsunade.


"oleh beberapa orang Hokage-sama, salah satunya berambut kuning panjang yang mirip seperti Yondaime-hokage." Jawab anbu tersebut.

__ADS_1


'apa Naruto yang telah membunuhnya?' batin Tsunade.


"coba jelaskan apa yang telah kalian lihat!" perintah Tsunade. Anbu tersebut lalu menceritakannya.


"baik, kalian boleh pergi tetapi kalian panggil Shikamaru, Ino dan chouji besok pagi." Ucap Tsunade. Anbu tersebut mengangguk dan langsung menghilang.


'aku masih tidak mengerti apa tujuan Naruto, sebenarnya apa yang dia rencanakan?' batin Tsunade.


"Jiraiya, kapan kau akan kembali." Gumam Tsunade.


Esok paginya.


Tok Tok Tok


"masuk!" ucap Tsunade. Lalu orang yang mengetuk pintu tersebut masuk dan munculah Shikamaru, Ino dan Chouji.


"ada apa Hokage-sama memanggil kami pagi-pagi begini?" Tanya Shikamaru sambil menguap.


"aku tahu yang kalian rencanakan saat ini, kalian akan balas dendam pada kedua anggota Akatsuki yang membunuh Asuma,benarkan?" Tanya Tsunade. Shikamaru yang barusan menguappun berubah menjadi serius.


"ya, kami bertiga akan membalaskan dendam. Kami sudah merencanakan strateginya." Ucap Shikamaru.


"lebih baik kalian batalkan." Ucap Tsunade.


"apa? kenapa harus di batalkan Hokage-sama?" Tanya Shikamaru geram.


"percuma, karena kedua anggota akatsuki tersebut sudah di bunuh." Jawab Tsunade.


"APA? tapi siapa yang telah membunuhnya? Mereka berdua sangat kuat." Tanya Shikamaru tidak percaya.


"dari laporan anbu semalam, kemungkinan Naruto dan kelompoknya yang telah membunuhnya." Jawab Tsunade. Keadaan di ruangan tersebut menjadi hening setelah Tsunade menjawab pertanyaan Shikamaru.


"N-Naruto."


"Naruto-kun."


'kenapa Naruto membunuh Hidan dan Kakuzu? Apa maksudnya ini?' batin Shikamaru.


"aku juga tidak tahu apa maksud Naruto membunuh anggota Akatsuki." Ucap Tsunade seakan bisa membaca pikiran Shikamaru.


"kalian bertiga silahkan keluar." Ucap Tsunade. Shikamaru, Ino, dan Chouji lalu pergi keluar gedung Hokage.


.

__ADS_1


__ADS_2