DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 30


__ADS_3

Di sebuah desa kecil.


Dua orang yang memakai jubbah hitam dengan corak awan merah sedang membawa seorang wanita yang sekarat di punggung salah satu orang memakai cadar di wajahnya.


"sialan ketua itu, aku jadi tidak bisa mempersembahkan mayat yang banyak bagi dewa Jashin. Maafkanlah hambamu ini dewa Jashin." Ucap Hidan sambil mencium kalungnya. Kakuzu hanya melirik kearah Hidan yang sedang mengumpat kesal.


"Hidan berhentilah mengoceh, dan jangan sebut nama dewa anehmu itu di depanku." Ucap Kakuzu. Hidan yang barusan mendengar ucapan Kakuzu geram dan dengan cepat mengambil sabit di belakangnya.


"akan ku bunuh kau Kakuzu karena telah menghina dewa Jashin." Ucap Hidan sambil melesatkan sabit besarnya kearah Kakuzu.


TRANKKK


Kakuzu dengan mudahnya menahan serangan Hidan dengan satu tangannya yang sudah mengeras.


"simpan tenagamu Hidan, sebentar lagi kita akan sampai di markas dan kita akan melakukan penyegelan." Ucap Kakuzu kembali berjalan meninggalkan Hidan.


"Tsk sialan, suatu hari akan kubunuh kau Kakuzu." Ucap Hidan sambil berjalan kearah Kakuzu di depannya.


Tak berapa lama Hidan dan Kakuzu sudah sampai di markas Akatsuki.


"Hidan senpai, Kakuzu senpai bagaimana misinya?" Tanya Tobi dengan nada kekanak-kanakannya.


"diam kau Tobi." Jawab Hidan. Sedangkan Kakuzu berjalan dan meletakan mayat wanita tersebut.


"kita lakukan penyegelannya." Ucap sang ketua Akatsuki.


Beberapa jam kemudian Akatsukipun sudah melalukan penyegelannya.


BRUKK


Tubuh tak bernyawa itu langsung jatuh ke tanah. Dan setelah itu anggota-anggota Akatsuki menghilang dan hanya menyisakan Kakuzu dan Hidan. Kakuzu berjalan keluar markas meninggalkan Hidan.


"hey Kakuzu mau kemana kau?" Tanya Hidan sambil berlari kearah Kakuzu.


"aku akan pergi ke suatu tempat." Jawab Kakuzu.


"kau sungguh tidak mau istirahat Kakuzu. Aku masih lelah." Ucap Hidan.


"kalau kau tidak mau ikut tidak apa-apa." jawab Kakuzu.


"iyah-iyah aku akan ikut. Dan semoga saja disana banyak musuh untuk aku jadikan persembahan dewa Jashin. Itu- HEY KAKUZU KAU INI TIDAK SABARAN." Ucap Hidan sambil berlari kearah Kakuzu yang sudah berjalan cukup jauh.


.


.


.


.


Ke esokan harinya Di markas Naruto.


Naruto dan kelompoknya sedang berbincang-bincang di ruang tengah.


"Naruto, kapan kita akan bergerak untuk menghancurkan kelima desa besar? Terutama desa Sunagakure?" Tanya Gaara dengan nada datarnya.


"hn, aku sudah tidak sabar ingin menghancurkan desa Kirigakure." Ucap Utakata sambil tersenyum tipis.


"hn, sebentar lagi. Aku sedang mencari satu orang anggota lagi. Aku sudah memerintahkan Itachi dan Yamato untuk mencari orang tersebut." Jawab Naruto datar.


"anggota baru? Siapa orangnya Naruto-kun?" Tanya Hinata.


"hn,rahasia." Jawab Naruto sekenanya.


"ayolah Naruto-kun sejak kapan Naruto-kun menyembunyikan sesuatu dari kami semua." Ucap Haku. Semua anggota Naruto mengangguk membenarkan ucapan Haku barusan.

__ADS_1


"bicaralah pada kami Naruto, aku sudah menganggapmu sebagai keluargaku sendiri. Seharusnya kau bicara." Ucap Gaara dengan wajah datarnya menatap Naruto.


TAP


Sebelum Naruto menjawab, tiba-tiba muncul seorang Itachi muncul di hadapan Naruto dan yang lainnya.


"maaf mengganggu kalian semua." Ucap Itachi.


"sudahlah Itachi, kau juga bagian dari kami. Jangan seformal itu. Duduklah dulu" Jawab Utakata Ramah.


"kau Yakinkan orangnya berada disana? Kemarin aku sedang malas kesana." Tanya Naruto setelah Itachi duduk


"ya aku yakin Naruto-sama, dia orangnya." Jawab Itachi.


"jangan seformal itu Itachi, kau sudah kuanggap keluarga bagiku." Ucap Naruto sambil tersenyum tipis. Sifat Naruto inilah yang membuat semua anggota Naruto menghormati Naruto. Tidak ada batasan antara ketua dan anggota tim.


"dimana dia sekarang Itachi? Apa dia pergi lagi?" Tanya Naruto.


"dia sekarang berada di perbatasan Negara api dan sebaiknya kau cepat sebelum dia pergi." Ucap Itachi.


"baik, terima kasih atas informasinya Itachi."


Itachi mengangguk lalu ia berpamitan kepada semua orang disana.


POFF


"ayo pergi."


"baik"


Naruto dan semua anggotanyapun langsung pergi.


.


.


.


.


"hey Kakuzu kenapa kita ke kuil ini?" Tanya Hidan sambil menunjuk Kuil di depannya.


"sekali lagi kau merengek seperti bayi, akan ku bunuh kau." Ucap Kakuzu sambil melirik Hidan tajam.


"tsk, kau berlagak seperti bisa membunuhku." Ucap Hidan. Tangan kiri Kakuzu mengepal dan perlahan kulitnya berubah menjadi Hitam.


DHUARRR


Kakuzu dengan sekuat tenaga memukul pintu besar Kuil tersebut. Hidan dan Kakuzu langsung masuk ke dalam Kuil tersebut.


"penyusup, laporkan ini kepada Chiriku-sama."


"jubbah itu, ternyata rumor ini benar. Mereka adalah Akatsuki."


TAP TAP TAP


"Chiriku-sama ada penyusup." Ucap seorang biksu kepada orang yang berada di depannya.


"siapa mereka?" Tanya orang tersebut.


"mereka adalah Akatsuki Chiriku-sama." Ucap biksu tersebut. Orang yang di panggil Chiriku itu langsung berdiri.


"aku akan ke sana, yang lainnya akan membantuku." Ucap Chiriku sambil berjalan keluar.


TAP TAP TAP

__ADS_1


Chiriku berjalan kearah Kakuzu dan Hidan.


"sepertinya lagi-lagi kita mendapatkan orang yang berlagak sok pahlawan." Ucap Hidan sambil memperhatikan Chiriku.


"dia tidak terlihat seperti itu. Daftar sasaran Kita mengatakan bahwa kepalanya bernilai 30 juta ryou." Ucap Kakuzu.


"oi, jangan bilang kita akan menangkap orang ini untuk uang. Membunuh seorang biksu seperti tiket sekali jalan menuju neraka." Ucap Hidan sambil melirik Kakuzu di sampingnya.


"bahkan nerakapun menggunakan Uang. Aku akan baik-baik saja. Uang adalah segalanya." Ucap Kakuzu masih melihat Chiriku tajam.


"aku tidak tahu apa yang kalian inginkan disini, tapi pergilah sekarang!" perintah Chiriku.


"aku dengar ada sebuah kuil yang di huni oleh ninja biksu, pria 30 juta ryou itu adalah ninja elit yang bergabung dalam 12 ninja pelindung." Ucap Kakuzu.


"jadi dia tangguh atau gimana?" Tanya Hidan.


"jangan menganggap remeh. Kau akan mati." Ucap Kakuzu.


"tsk, coba saja." Ucap Hidan sambil berlari kearah Chiriku sambil membawa sabit besarnya.


Tiba-tiba tubuh Chiriku muncul patung budha dengan tangan yang sangat banyak.


"apa itu?" Tanya Kakuzu.


"siapa yang peduli? Teruskan saja." Ucap Hidan.


DHUAGHH DHUAGHH DHUAGHH DHUAGHHH


Kakuzu terhempas kebelakang setelah terkena pukulan yang tak terlihat. Hidan langsung mencoba menyerang dengan sabit besarnya.


DHUAGHH DHUAGHH DHUAGHH


Hidan seketika terlempar kebelakang. Chiriku lalu membuka matanya dan perlahan patung budha di tubuhnya menghilang.


"aku akan memberi kalian sebuah pemakaman." Ucap Chiriku.


"seperti yang aku mau saja di kubur oleh agama lain, dewa jashin akan menghukumku.. Oi, ******** ini bukan jinchuriki, benarkan? Artinya aku bisa mengikuti kitabku disini?" Tanya Hidan kepada Kakuzu.


"lakukan sesukamu. Tetapi, mayatnya bernilai sejumlah uang tunai. Pastikan dia masih bisa dikenali setelah kau selesai dengannya." Jawab Kakuzu.


TRANKK


"nyawa seseorang seharusnya tidak diperdagangkan untuk uang, brengsek. Kakuzu jangan mengganggu,aku akan membantainya." Ucap Hidan sambil berlari kearah Chiriku.


Pertarungan sengitpun terjadi antara Hidan dan Chiriku, sedangkan Kakuzu hanya diam menyaksikan pertarungan tersebut.


"ARGHHHHHH"


"ARGHHHHHHHH"


"ARGHHHHHHHH"


Kuil api hancur berantakan, dan biksu-biksu yang sudah tidak bernyawa berserakan dimana-mana. Kakuzu lalu membawa Chiriku yang sudah mati di punggunya.


"kita akan pergi ke tempat berikutnya setelah aku selesai berdoa." Ucap Hidan yang sedang terbaring di dalam lingkaran darah dengan senjata di perutnya menancap.


"tidak,kita harus pergi untuk menukarkan mayat ini, uang adalah yang pertama." Ucap Kakuzu.


"jujur saja, bisakah aku mengalahkan omong kosongmu suatu hari nanti? Sekali saja? Sudahlah kita pergi." Ucap Hidan sambil berdiri dan mencabut senjata yang menancap pada perutnya.


Kakuzu dan Hidanpun pergi meninggalkan kuil api yang sudah hancur tersebut.


.


.

__ADS_1


like komnt and share rate yah bantu biar semngt autornya


__ADS_2