DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 7


__ADS_3

.


.


.


"Namaku adalah Morino Ibiki. Aku yang akan mengawasi Ujian Chuunin


pertama kalian" Ucap seseorang berwajah paling seram yang memakai


mantel warna hitam.


"Pertama, kalian tidak akan duduk di kursi yang


kalian pilih. Aku yang akan menentukan kursi kalian." Lanjutnya.


Dan kemudian Ibiki mengatur posisi tempat duduk para murid. Setelah


beberapa menit, kini para peserta sudah duduk rapi di tempatnya


masing-masing.


"Kita sekarang akan memulai Test Ujian Chuunin pertama.


Kami akan membagikan kertas soal pada kalian." Ucapnya.


"Dengarkan aku baik-baik, Di ujian ini akan banyak peraturannya, aku


akan menulisnya di papan tulis saat aku menjelaskannya. Tidak ada


pertanyaan yang diperbolehkan, jadi, dengarkan baik-baik." Ucap Ibiki


mencoba mengintimidasi peserta ujian Chuunin.


"Peraturan pertama, kalian semua akan mendapatkan 10 poin. Soalnya ada 10, jadi setiap soal


mengandung 1 poin. Dasarnya, jika kau menjawab semua pertanyaan dengan


benar, kau tetap mendapatkan 10 poinmu. Misalnya saja kau salah tiga


soal, kau akan kehilangan 3 poin dan hanya mendapatkan 7 poin." Jelas Ibiki panjang lebar.


"Lalu peraturan kedua, ini adalah Team Test. Apakah kau akan lulus atau tidak itu tergantung dari poin yang kau dan timmu dapatkan jika digabung. Jadi maksudnya, setiap tim bertanding untuk mendapatkan hasil poin terbanyak. Dan hasil maksimal yang bisa satu tim dapat adalah 30 poin." Jelasnya lagi.


"Dan peraturan ketiga... Siapapun yang ketahuan melakukan aktifitas mencurigakan yang bisa dibilang men-con-tek oleh petugas keamanan ujian, akan dikurangi 2 poin.


Jadi, setiap kau ketahuan mencontek, namamu akan dicatat dan poin kalian dikurangi 2 point. Jadi, jika kalian ketahuan mencontek 5 kali, artinya poin kalian habis dan kalian akan gagal di tengah ujian dan


dipersilahkan keluar. Berhentilah menjadi pathetic dengan mencontek, berbanggalah menjadi Ninja." Jelasnya lagi dan langsung membuat suasana tegang di ruangan.


"Dan peraturan terakhir.. Kalian yang ketahuan mencontek 5 kali dan gagal di tengah ujian, dan yang pointnya belum cukup untuk lulus... Akan gagal bersama dua rekan setim kalian."


"A-APA?!" teriak semua orang yang sekarang berada dalam rungan.


"Ujiannya akan dilaksanakan selama satu jam. Dan... Mulai!" Ucap Ibiki dan semua petugas langsung membagikan soal, dan kini murid-murid tengah berkonsentrasi untuk mengerjakan soal.


15 menit kemudian...


'Soal macam apa ini..' Batin Naruto yang selama 15 menit hanya memandang soalnya dan tidak menjawab sama sekali. 'Soal pertama adalah Cryptogram.


Bah, aku tidak mengerti. Mari lanjut ke soal nomor dua,' Pikirnya dalam hati dan kini matanya tertuju pada soal nomor dua.


'Line B, Seen in the pictures, the greatest possible distance a shonobi can throw his


shuriken from a tree of 7 meters! For enemies who appear within the Circumference of The Shuriken's Range, explain the attack options using this distance. Show your work.' Naruto berpikir sejenak.


'Hm,pertanyaan ini tidak seharusnya ditanyakan kepada seorang Gennin. Pasti ada yang salah.' Pikir Naruto.


Iapun menghadap kebelakang untuk melihat Sasuke. Sasuke ikut memandangnya juga. Naruto memberi isyarat 'ada-yang-salah' ke Sasuke. Dan Sasuke mengangguk setuju.


Pertanyaan seperti ini memang tidak pantas ditanyakan pada seorang genin.


'Jadi Naruto menyadarinya juga ya?' Pikir Sasuke. Iapun memandang sekeleiling, semua murid tampak frustasi. Dan, kebetulah ia juga melihat murid yang sama sekali tidak frustasi dan malah lancar mengerjakan soalnya. 'Hm, kalau dilihat-lihat ada beberapa murid yang lancer mengerjakan soal. Memang aneh..' Pikir Sasuke. Iapun mengingat-ngingat kembali peraturan yang dijelaskan Ibiki. 'Oh! Tidak boleh ketahuan menyontek.


Jadi, jika tidak ketahuan tidak apa-apa, kan? Jadi begituya..' Batin Sasuke.


Kembali ke Naruto, Naruto memandang soal ujian dengan malas.


"STAP" Tiba-tiba saja sebuah kunai menancap di meja di depan Sasuke. Orang yang duduk di meja itu kesal.


"Hey! Apa-apaan ini?!" Teriaknya kesal kepada petugas yang melemparinya kunai.


"Kau ketahuan mencontek 5 kali. Kau dan timmu dipersilahkan keluar." Ucap petugas yang melempari kunai tadi.


"Darimana kau menyimpulkan bahwa aku mencontek 5 kali, hah?!" Gertaknya mencoba membela diri sendiri.


"Kami adalah Jounin, bodoh. Kami memerhatikanmu dan bisa menyimpulkan bahwa kau mencontek atau tidak." Jawab petugas itu tenang.


"Peserta nomor 45, Jikugoku Akane dan timnya, dipersilahkan keluar." Ucap Ibiki.


Dan dua rekan satu timnya pun berdiri dan pergi keluar.


'Ketahuan mencontek? Hm..' Pikir Naruto. 'Memang ada yang salah di ujian ini.' Pikirnya lagi.


'Tunggu..' Naruto mencoba mengingat-negingat perkataan Ibiki.


'Berhentilah menjadi pathetic dengan mencontek. Berbanggalah menjadi ninja.. Hm.. Oh! Aku tahu! Ujian Chuunin ini adalah test untuk melihat kemampuan kita dalam mengumpulkan informasi.


Jadi, maksudnya kita harus mengambil informasi, infromasi itu adalah jawaban soal ini dari salah satu murid pintar, lalu kita harus mengambil informasi itu tanpa ketahuan oleh pengawas.


Heh, tak kusangka tesnya seperti ini.' Naruto menyeringai.


Beberapa menit kemudian..


"Nomor 105, kau gagal."


"Nomor 76 dan timnya, silakan keluar. Kalian gagal."


"Nomor 91 gagal."


"Nomor 63 silakan berdiri dan keluar."


"Nomor 46 gagal."


"88, gagal."


"101 gagal."


"Nomor 27 gagal."


Dan seterusnya...


Setelah beberapa menit, kini tersisa 100 tim dari 200 peserta. Dan kini, sudah 45 menit sejak tes dimulai. Dan saatnya untuk pertanyaan ke-10.


"Sekarang, sebelum kita memulai pertanyaan ke-10, aku akan mengumumkan peraturan tambahan untuk pertanyaan ini." Ucap Ibiki.


"Pertama, untuk pertanyaan nomor 10, kalian harus memutuskan untuk memilih menjawab atau


tidak." Jelasnya.


"Memilih?! Apa yang terjadi kalau kita memlih tidak?!" Tanya salah seorang peserta.


"Jika kau memilih tidak.. Poinmu akan dikurangi sampai nol dan kau gagal beserta rekan satu timmu." Ucap Ibiki dengan nada dingin.


"Dan, yang terakhir, jika kau memilih untuk menjawab dan jawabanmu salah.. kau akan


gagal dan tidak akan pernah bisa mengikuti ujian Chuunin lagi." Lanjutnya dengan nada yang lebih dingin.


Semua muridpun terdiam dan takut.


"Kalian tidak beruntung karena tahun ini adalah tahunku untuk mengawasi ujian ini." Ucap Ibiki dengan seringaian di wajahnya.


"Tapi, aku akan memberi kalian sebuah penawaran." Ia memberi jeda sedikit pada


perkataannya,


"Kalian yang tidak percaya diri bisa memilih tidak dan bisa mencoba lagi tahun depan." Ucapnya memberi ketegangan pada peserta.


'Sepertinya aku mulai tahu apa arti dari ujian ini..' Batin naruto.


'Yah, dia Morino Ibiki. Tidak heran kalau dia membuat mentalku dan semua peserta jadi tertekan.' Lanjutnya. Ia mendengus.


'Yah.. Sebenarnya aku sudah tahu dari awal bahwa ujian ini dimaksudkan untuk mengetes skill


kita dalam mengumpulkan informasi. Tetapi karena ada satu orang pengawas dari klan Yamanaka yang mengawasiku, terpaksa pura-pura aku berakting bahwa aku frustasi. Sial.' Batinnya.


'Yah, aku tidak mempunyai ninjutsu untuk mengumpulkan informasi. Mau bagaimana lagi.' naruto mengangkat bahunya sebentar dan kemudian menurunkannya lagi.


"Jadi mari kita mulai." Ucap Ibiki.


"Untuk yang tidak ingin menerima, silakan angkat tangan dan pergi bersama rekan satu tim kalian." Lanjutnya.


Beberapa detik kemudian, sekitar 20 tim tereleminasi karena seseorang dari mereka mengatakan tidak dan kini hanya tersisa beberapa tim yang jumlahnya 78.


"Apakah kalian yakin?" Tanya Ibiki mencoba mengintimidasi.


"Aku sangat sangat yakin." Jawab naruto dengan santai.


"Walaupun aku menjadi Genin selamanya, tidak apa. Toh, ranking bukan segalanya. Jika aku gagal dan menjadi genin selamanya, aku akan menjadi Hokage dan akan menjadi Genin pertama yang menjadi Hokage. Ingat itu!" Ucap naruto dengan semangat. Dan ucapan naruto itu sukses membuat para peserta tersenyum dan semangat juga.


'naruto sebenarnya mana sikapmu yang asli?... kadang kau sangat dingin dan kadang kau ceria, hmm sepertinya ada yang aneh dan ada yang sedang direncanakannya selama ini. ' Batin Sasuke.


'Hm.. Anak yang menarik. Ia membuat peserta lain menjadi semangat 78 orang. Lebih dari yang kuharapkan.' Pikir Ibiki.


"Kau sangat yakin, nak. Aku tanya lagi, apakah kau yakin? Ini kesempatan terakhirmu untuk keluar." Ucap Ibiki mencoba mengintimidasi naruto.


"Aku sangat sangat yakin." Jawab naruto dengan seringaian di wajahnya. Ibiki tersenyum. Ia kemudian melihat ke peserta yang lain.


"Untuk ke 78 peserta, selamat. Kalian lulus ujian Chuunin pertama." Ucapnya dan tentunya membuat para peserta kaget.


"A-apa? Bagaimana dengan pertanyaan ke 10?" Tanya Sakura dengan pandangan heran.


"Tidak ada yang seperti itu. Yah, atau bisa kau bilang pilihan yang tadi adalah petanyaan ke 10." Jawab Ibiki dengan senyuman di wajahnya.


"Hey! Lalu, apa gunanya kita menjawab pertanyaan 1 sampai 9?! Sama sekali tidak berguna!" Teriak salah satu peserta kesal.


"Untuk mengetes kemampuan mengumpulkan informasi kita." Jawab sasuke.


"Mengumpulkan informasi?" Tanya peserta lainnya.


"Ya, benar." Ucap Ibiki. "Pertama, ketika peraturannya diberikan, kesuksesan di tes ini berdasarkan kemampuan sebuah tim. Itu membuat tekanan untuk kalian agar tidak macam-macam, atau kesalahan yang kalian buat akan membuat rekan setim kalian tertimpa juga." Jelasnya.


"Tetapi, pertanyaan di test ini sama sekali bukan tipe yang seorang genin dapat menjawabnya. Karena itu, kau membuat kita berpikir untuk mencontek." Sela shikamaru.


"Benar. Karena itu, aku membuat kalian berpikir seperti, aku harus mendapat poin. Aku harus mencontek. Jadi, pada dasarnya test ini dibuat agar kalian mencontek. Untuk target mencontek, kita sudah menyiapkan dua atau tiga orang Chuunin untuk berbaur bersama peserta lainnya." Ucapnya.


"Dan, kalian yang mencontek dengan cara yang sangat bodoh, tentunya gagal." Ibiki membuka ikatan di hitai-ate di kepalanya.


"Karena terkadang, informasi itu lebih penting daripada nyawa kita sendiri." Ucapnya sambil memperlihatkan bekas luka yang sangat parah di kepalanya dan membuat seluruh peserta bergidik ngeri.


"Jika musuh menemukan kita, tidak ada jaminan kalau informasi yang diberikan akurat." Ucap Ibiki sambil kembali memakai hitai-ate yang menutupi bagian tas kepalanya.


"Aku ingin kalian mengingat ini, Jika kau mendapatkan informasi yang penting di tanganmu, itu bisa menjadi senjata yang kuat untuk temanmu dan desamu." Jelasnya.


"Kalian telah menuntaskan ujian Chuunin pertama dengan baik. Aku memberi selamat pada kalian dan


semoga beruntung di tes Ujian Chuunin kedua." Ucapnya lagi.


Dan beberapa detik kemudian, seseorang masuk lewat jendela Dan, muncullah seorang wanita berambut hitam keunguan.


"Namaku adalah Mitarashi Anko dan aku adalah pengawas ujian Chuunin kedua!"


"ayo kalian semua ikuti aku" lanjut anko.


Semua murid yang ada di kelas mengikuti anko dari belakang, dan beberapa menit kemudia mereka semua sampai di tepi hutan yang sangat menyeramkan.


"Area 44, Hutan ini bisa dibilang hutam kematian." Ucap pengawas tes Ujian Chuunin kedua, Anko Mitarashi dengan penuh seringai.


"Kalian bisa melihatnya nanti di dalam kenapa hutan ini dipanggil hutan kematian." Lanjutnya masih dengan seringai yang terpampang di wajahnya.


Semua muridpun bergidik ngeri, terkecuali naruto,hinata,sasuke dan gaara.


naruto memandang hutan ini dengan tatapan malas.


"hah aku tidak takut dengan hutan ini" gumam naruto pelan. 'karena aku sering berlatih disini' batin naruto.


Akan tetapi ucapan naruto dapat di dengar oleh anko.


"Hoo nak, kau sama sekali tidak takut sepertinya." Ucap Anko sambil memandang naruto. naruto balas menatapnya dengan tatapan malas.


"Untuk apa takut, hm?" Ucap naruto disertai pandangan menyebalkannya itu.

__ADS_1


"Walaupun kau anak dari Hokage sekalipun, aku tidak bisa menjamin kau masih akan hidup setelah tes selesai," Anko menyeringai kemudian merogohkan sakunya dan melempar kunai ke arah naruto.


Dengan reflek, naruto dapat menghindar lemparan kunai Anko tanpa mengeluarkan kedua tangannya dari saku jaketnya.


"Reflek yang bagus." Ucap Anko yang melihat reaksi naruto.


"Baiklah, akan kujelaskan testnya," Ucap Anko, setelah itu ia mengeluarkan secarik kertas dari sakunya. "Tapi sebelumnya, kalian harus menandatangi kesepakatan ini. Karena akan ada kematian nanti. Hehehe..." Lanjut Anko dengan cengirannya. Para pesertapun hanya sweatdrop dan menandatangi kesepakatan itu.


"Baiklah," Anko menarik nafasnya.


"Jumlah kalian ada 78 jadi pasti ada 26 tim. Kalian akan bekerja dengan kelompok kalian." Ucapnya.


"Sebelumnya, aku akan jelaskan tentang Area 44 atau bisa dibilang Hutan Kematian ini." Anko menjelaskan.


"Ada 44 pintu gerbang disini. Lalu, di tengah hutan sana ada sungai dan sebuah menara. Dari menara ke gerbang kira-kira 10 kilometer." Jelas Anko setelah itu ia mengeluarkan dua buah gulungan.


"Satu tim akan mendapatkan salah satu gulungan ini. Gulungan Surga dan gulungan Bumi. Jadi, 13 Tim akan mendapatkan gulungan Surga dan 13 lainnya akan mendapatkan gulungan bumi. Tugas kalian adalah mendapatkan kedua gulungan dengan cara mengambilnya dari tim lain dalam cara apapun, termasuk bertarung. Dan," Anko memberi jeda sedikit,


"Tidak ada peraturan. Kalian dipersilahkan saling membunuh." Ucapnya dengan seringai di wajahnya. Dan sekali lagi, para murid dibuat bergidik ngeri.


"Setelah mendapatkan kedua gulungan, kalian harus ke menara itu dan menunggu tim lain. Waktu kalian 5 hari."


'Jadi secara otomatis ujian ini hanya menyisakan 13 Tim.' Pikir sasuke.


'Entah kenapa aku merasa pengawas ujian ini menyeramkan..' Batin kiba sambil menatap Anko dengan pandangan ketakutan.


Dan, para peserta dan timnya pun berjalan ke salah satu dari dua pondok untuk menerima gulungan itu. Naruto, mendapat gulungan bumi. Dan merekapun kini berjalan ke gerbang nomor 22 dan menunggu disitu sampai gerbang itu dibuka oleh pengawasnya.


"Hutan ini.. menyeramkan." Gumam sakura dengan pandangan horror pada hutan di depanya itu.


"Memang menyeramkan. Aku juga ikut test di hutan ini waktu ikut test Ujian Chuunin bersama kalian." Ucap penjaga gerbang tersebut dengan ramah.


"Hn." Balas Naruto pada penjaga gerbang Area 44 dengan dingin karena ia orang Konoha yang notabene naruto benci.


Dan bunyi belpun berdering, penjaga gerbang itu membuka pintunya, Naruto, Sasuke dan sakura langsung melesat kedalam.


"baiklah. Membunuh tidak apa-apa kan?" Ucap Naruto dengan nada santai.


"hn terserah kau saja" jawab sasuke


Kini naruto, sasuke dan Sakura masih berjalan tak tentu di hutan kematian. Mereka sedang mencari Tim dengan gulungan Surga karena mereka mempunyai gulungan Bumi. Sampai akhirnya, tiba-tiba saja mereka diserang oleh Tim yang dilihat dari pelindung kepalanya, berasal dari Otogakure.


"Fufufu..bocah kyuubi. Aku penasaran denganmu," Ucap seseorang lelaki yang memakai perban putih di sekujur kepalanya dan sebuah 'benda' di tangan kanannya.


"Sepertinya kau mempunyai gulungan Bumi. Kebetulan sekali." Ucap seseorang di samping laki-laki tadi dengan nada meremehkan.


"Cepat selesaikan ini. Aku tak ingin berlama-lama." Ujar satu-satunya perempuan dalam kelompok itu.


"Aku memang berencana langsung menghabisinya. Sepertinya aku harus minta maaf pada Hokage." Jawab salah satu dari mereka dengan nada meremehkan.


Narutopun memandang tajam Tim yang ada di depannya. Naruto langsung saja membuat handseal, "kage bunshin no jutsu" Naruto pun membuat 2 bunshin.


Sementara itu, 2 orang ninja otogakure, dan Kini memandang klon Naruto masih dengan tatapan yang sama. "Jumlah tidak akan berarti bagi kami." Ucap salah satu dari mereka meremehkan.


2 Klon narutopun langsung mengarah ke mereka bertiga. Mereka bertiga terlihat tenang-tenang saja. Salah satu orang ninja otogakure merentangkan kedua tangannya,


"Zankuuha!" Ucapnya dan kemudian dari telapak tangannya keluar gelombang supersonic, yang membuat beberapa klon Naruto menghilang.


Sementara Para Trio dari Oto itu melawan Klon naruto. Naruto, Sakura dan sasuke bersembunyi. Setelah 2 bunshin naruto menghilang semua, kini para Trio itu mulai mencari naruto.


"Kabur, huh? Pecundang." Ejek salah satu dari mereka.


Sementara itu, di balik semak-semak, sasuke pun membuat handseal.


"katon gokakyou no jutsu" ucap sasuke.


Sasuke pun menyemburkan api yang lumayan besar pada mereka bertiga. Ninja otogakure tak tinggal diam, ia merentangkan tangannya ke arah api tersebut.


"Zankuuha!" Ucapnya dan jutsu sasuke pun tertahan oleh salah satu ninja otogakure.


Naruto pun muncul dari belakang sambil membawa pedang kusanaginya.


ZRASHHH


"ARGHHHHHHHH" teriak salah seorang ninja otogakure kesakitan saat naruto memotong lehernya dan kepalanya pun terlempar.


Seketika tubuh ninja otogakure yang sudah tidak berkepala itu pun ambruk dengan darah yang keluar dari lehernya.


'A-APA! dia di kalahkan hanya dengan satu kali serangan dari bocah kyuubi tersebut...tak akan ku maafkan' Batin temannya.


Temannyapun membuat gelombang suara super tinggi dan membuat tanah di sekelilingnya retak.


Tanpa basa-basi, orang tersebut langsung mengayunkan tangannya ke naruto, naruto bisa menghindar.


"!" naruto kaget. Kupingnya terasa sakit padahal ia bisa menghindari serangannya, akibatnyapun narutopun jatuh tersungkur.


Sementara itu, Sakura dan sasuke mengahmpiri naruto.


"aku baik-baik saja, tadi aku hanya mereasakan sakit di telingaku" ucap naruto. Sasuke pun membuat handseal.


"Katon: Hosenka no Jutsu " ucap sasuke.


Sasuke melemparkan sepuluh shuriken,kemudian memancarkan serangkaian bola api kecil. Shuriken tersebut sudah terlapisi elemen api dari sasuke, shuriken tersebut mengarah kearah perempuan dari tim otogakure.


Kunoichi yang melihat itu kaget, diapun mencoba menghindar tetapi serangan sasuke berhasil melukai tangan kanannya, darah pun keluar dari tangan kanannya.


temannyapun langsung melesat kearah naruto, dan ingin mengayunkan tangannya lagi, sebelum dapat mengayunkan tangannya, naruto menangkap tangan ninja otogakure tersebut, kemudian mematahkannya,


"ARGHHHHHH" teriak ninja otogakure kesakitan saat naruto mematahkan tangannya. Kemudian naruto melemparnya. Orang tersebut terlempar ke atas, naruto membuat handseal,


" Kusanagi no Tsurugi: Chidorigatana" Ucapnya.


dan seketika pedang kusanagi naruto dialiri chakra raiton.


'Dia bisa mengendlikan dua elemen?!' Batin ninja amegakure tersebut kaget.


JLEBBBB


"ARGHHHHHHH" teriak ninja amegakure saat naruto menusuk jantungnya dengan pedang kusanagi yang sudah teraliri chakra elemen petir tersebut.


Ninja amegakure tersebut pun mati seketika, dengan segera naruto melemparkan ninja amegakure tersebut kearah badan temannya yang tadi sudah tewas.


Sakura yang melihat itu hanya bisa menelan ludah. 'sangat s-sadis sekali' pikir sakura.


Sasuke yang melihat naruto dengan mudah mengalahkan dua orang musuh, hanya mendecih tidak suka.


'dobe, kekuatanmu meningkat pesat setelah misi pertama beberapa hari yang lalu, walaupun sekarang aku sudah menganggapmu sebagai teman tetapi aku merasa aku sudah tertinggal olehmu,dobe' pikir sasuke.


Narutopun melemparkan pedang kusanaginya yang masih teraliri chakra elemen petir kearah kunoichi amegakuretersebut yang sedang bergidik ngeri melihat temannya mati dengan sadis.


JLEBBB


"ARGGGHHHH" teriak kunoichi tersebut saat pedang naruto membelah dua kepalanya, seketika tubuhnya pun ambruk.


naruto mendekat kearah kunoichi tersebut untuk mengambil pedang kusanagimya dan mengambil gulungan Surga.


naruto,sasuke dan Sakurapun pergi secepatnya dari sana. naruto melompati dahan-dahan pohon sambil memegang kupingnya yang sakit.


"naruto-kun, kau tidak apa-apa?" Tanya Sakura khawatir.


"Ah tidak.. Kupingku hanya sedikit sakit karena serangan tadi.." Jawab Naruto.


"Lebih baik kita istirahat dulu." Sela Sasuke yang juga khawatir pada keadaan naruto.


"tidak usah.." Ucap naruto cepat.


"Harus, naruto-kun. Lagipula kita sudah mendapat dua gulungan dan sebentar lagi menjelang tengah malam.." Ucap Sakura. narutopun mendengus pasrah dan istirahat.


Sebelum tim 7 beristirahat tiba-tiba muncul seorang wanita memakai hitai-ate otogakure.


"otogakure lagi" ucap sasuke, tapi tiba-tiba wanita tersebut memanjangkan lehernya dan,


GREKK


"arghh" erang sasuke saat wanita itu menggigit sasuke tiba-tiba, naruto dan sakura kaget melihat sasuke tiba-tiba tergigit oleh wanita tersebut, tubuh sasuke pun kesakitan dan seketika ambruk, tak berapa lama munculah tanda seperti 3 tomoe sharingan.


'akhirnya aku sudah memberinya segel kutukan, aku sangat tertarik pada mata sharingan' batin wanita tersebut.


"kau akan pergi ketempatku nanti" ucap wanita tersebut dan seketika wanita tersebut masuk kembali ke dalam tanah.


Naruto yang baru saja akan menyerang wanita tersebut menjadi tidak jadi karena wanita tersebut kabur.


'pergi ketempatku nanti? Maksud wanita itu apa?' batin naruto.


"N-Naruto-kun tolong sasuke-kun, tolong bawa dia dari tempat ini" ucap sakura sambil memeluk naruto erat.


Naruto pun membawa sasuke yang sedang pingsan ke bawah pohon yang besar dan rindang.


"biar aku saja naruto-kun, buat apa ada anggota wanita di tim kalau hanya menyusahkan saja, aku juga ingin membantumu naruto-kun, sasuke-kun, aku tidak mau menjadi beban kalian berdua" ucap sakura.


"baiklah, aku akan berjaga-jaga di luar" jawab naruto.


.


.


Sementara itu, kiba, Shino dan hinata kini sedang berhadapan dengan 3


ninja dari Kusagakure. Mereka masih tampak belum memulai pertarungan.


"Kalian punya gulungan surga. Cepat serahkan pada kami jika kalian tidak mau mati." Gertak orang yang paling depan, sepertinya pemimpin mereka.


"Coba saja kalau bisa bunuh kami." Ucap hinata enteng. hinata menutup matanya perlahan, kemudian membukanya , 'byakugan' Batinnya.


Urat mata hinata muncul di bagian sisi di kedua mata hinata, hinata pun menatap tajam pada laki-laki yang tadi menggertaknya, orang itu menelan ludah saat di tatap dengan tajam oleh hinata.


"Hakke Rokujuuyonshou" ucap hinata.


Pertama hinata memukul 2 kali, lalu 4, 8, 16, 32, dan terakhir 64 kali. Hinata menutup 64 tenketsu orang tersebut, sehingga aliran chakra pada orang tersebut terhenti dan membuat orang tersebut tidak bisa menggunakan jutsu lagi.


"heh bicara mu saja yang besar, sekarang kau tidak akan bisa menggunakan jutsu lagi" ucap hinata sambil meneyeringai menyeramkan.


Hinata pun berjalan mendekati orang tersebut sambil tersenyum manis. Hinata merogoh sakunya,


"ucapkan selamat tinggal pada temanmu" ucap hinata sambil tersenyum, dan hinata pun menempelkan kertas peledak pada kepala orang tersebut.


Hinata pun berjalan kearah kiba dan shino.


DHUARRRR


Ledakan pun terjadi, darah berceceran dimana-mana, tubuh orang tersebut pun sudah tidak berbentuk.


'kenapa dengan hinata-chan? Mana hinata-chan yang dulu kami kenal?' pikir kiba.


Dua orang musuh pun bergidik ngeri saat ketuanya mati dengan mudah oleh seorang hinata.


"tinggal dua orang lagi" ucap hinata.


"shino-kun, kiba-kun, apa kalian akan melawan dua orang itu?" Tanya hinata sambil menunjuk dua orang tersebut, dua orang tersebut menelan ludah.


"ti-tidak silahkan saja kamu lawan hinata-chan" jawab kiba terbata-bata karena takut(?).


"silahkan saja hinata" jawab shino datar.


Hinata pun membuat handseal,


"jutsu controlling flower: flower explosive death" ucap hinata.


Dan seketia muncul bunga-bunga yang mengelilingi hinata, hinata pun mengarahkan telapak tangannya kearah dua orang musuhnya, bunga itu pun seketika melesat kearah dua orang tersebut, dua orang tersebut hanya memandang heran pada bunga yang mengelilingi tubuh mereka, dan hinata pun mengepalkan tangannya, seketika tubuh dua orang musuh sudah tertempel bunga-bunga yang tadi mengelilingi mereka.


Dan seketika bunga-bunga yang tadi menempel pada dua orang musuh itu berubah menjadi kertas peledak.


"dead" gumam hinata.


DHUARRR


"ARGHHHH" teriak kedua orang tersebut, dan tubuh mereka pun hancur seketika dan darah pun berceceran dimana-mana.


Shino dan kiba sangat kaget karena hinata mempunyai jutsu baru.


"h-hinata-chan bagaimana kau bisa mengendalikan bunga?" Tanya kiba gugup.


"itu rahasia" jawab hinata singkat.


Shino hanya diam dan memikirkan kejadian barusan,


'ada yang aneh dengan hinata, dari cara berpakaian, kekuatan dan bahkan sekarang hinata bisa mengendalian bunga, akan kuselediki nanti' batin kiba.


"ada apa shino-kun?" Tanya hinata.


"tidak ada" jawab shino seperti biasa.

__ADS_1


kibapun mengambil gulungan itu, "Ayo kita pergi, shino, hinata-chan" Ucap kiba.


.


Sementara itu, keadaan Tim Guy, alias Neji, Lee dan Tenten kini sedang duduk beristirahat.


"Malam hari. Musuh akan istirahat, sesuai rencana, kita akan menyerang mereka pada malam hari." Ucap Neji, kemudian ia menancapkan kunainya di tanah.


"Kita mencari sebuah tim yang lengah, jika sudah menemukannya, jangan menyerang dulu. Kita bertemu lagi di sini." Lanjutnya. Mereka beritga berdiri.


"Bubar." Dan semuanya pun langsung berpencar.


Neji kini melompati dahan-dahan pohon, mencari sebuah tim. Iapun menemukan sebuah Tim yang memakai pelindung kepala amegakure yang sedang beristirahat. Iapun memakai Byakugan untuk mendeteksi apakah mereka mempunyai gulungan yang ia incar atau tidak.


"Mereka telah berhasil mendapatkan keduanya ya. Lumayan hebat juga mereka." Neji menyeringai.


Iapun kemudian kembali melesat ke tempat yang dijanjikan setelah 30 menit.


Dan disana ia menemukan Lee, dan kemudian Tenten yang beberapa menit kemudian muncul.


"Aku sudah menemukan Tim yang kita cari." Ucap Neji dengan senyuman di wajahnya. Lee dan Tentenpun juga ikut senyum dan kemudian Neji dan Timnya mengarah ke tempat Tim amegakure.


Mereka sampai disana, tanpa rencana, mereka langsung menyerang, Salah satu orang menyadari ada yang sedang mengincar mereka.


"kalian semua hati-hati" ucap orang tersebut yang diketahui ketua timnya.


"Serahkan gulungan kalian. Aku tahu kalian sedang dalam keadaan yang buruk." Ucap Neji sambil menyeringai.


Ninja amegakure tersebut mengambil kunai dari sakunya masing-masing dan mereka pun melemparkan kunai tersebut .


Tenten mensummon gulungan dan langsung menyerang kunai-kunai itu dengan ratusan senjata dan akhirnya senjata tenten mengarah pada ketiga ninja amegakure tersebut. Salah seorang ninja amegakure melakukan handseal.


"Suiton: Suijinheki" ucap salah seorang ninja amegakure.


Ninja amegakure membuat dinding air dan kunai-kunai tersebut tertahan oleh dinding air tesebut.


Lee dengan kecepatan yang sangat cepat menuju ke arah ninja amegakure dan langsung menendang Salah satu ninja tersebut sampai terpental.


"Uhuk.." Salah satu ninja amegakure yang terkena tendangan dari rock lee mengeluarkan darah.


Teman satu tim ninja amegakure tersebut hanya bisa diam melihat satu temannya dikalahkan dengan satu temannya pun maju untuk menghadapi neji.


"Kau ingin dapat gulungan, huh? Lewati aku terlebih dahulu" Ucap Anak tersebut . Kepalanya


kemudian menoleh pada teman satu timnya


" jaga gulungannya." Perintah Anak tersebut dan disambut oleh anggukan kecil oleh temannya.


"Sudahlah. Kau sudah lemah. Jangan memaksa atau kau mati." Ucap Neji Meremehkan


"Huh, baiklah." Anak tersebut membuat handseal, sebelum selesai, Lee sudah


muncul di hadapannya dan menendang perutnya, anak itupun terlempar menabrak


pohon dan megeluarkan darah dari mulutnya.


"Ahk..." ninja amegakure itu merintis kesakitan. Ia mencoba berdiri lagi, kemudian melempar Shuriken ke arah Lee, dan betapa terkejutnya ia ketika Lee berhasil menangkap Shuriken itu.


Anak tersebut mencoba berdiri sekuat tenaga.


"Hakke Rokujuuyonshou" ucap neji.


neji menekan tenketsu ninja amegakure tersebut dengan 126 pukulan. Pertama neji memukul 2 kali, lalu 4, 8, 16, 32, dan terakhir 64 kali. Jurus ini menutup 64 tenketsu ninja amegakure tersebut, sehingga aliran chakra pada anak tersebut terhenti dan membuatnya tidak bisa menggunakan jutsu lagi.


Anak tersebut ambruk seketika setelah mendapat serangan dari neji.


"uhuk..uhuk.." anak tersebut mengeluarkan darah dari dari mulutnya.


Neji pun mengambil gulungan dari ninja amegakure dan segera pergi bersama lee dan tenten.


.


.


Tiga hari kemudian...


Ujian Chuunin sudah hampir selesai, kini Tim Naruto sudah mengumpulkan kedua gulungan dan kini sudah berada di menara, mereka membuka gulungan itu. Dan tiba-tiba muncul seseorang dari balik asap.


"Yo." Sapa orang itu.


'Rambut berwarna perak dan melawan gravitasi.. seragam Jounin.. kakashi sensei? Kenapa dia ada disini?' Batin mereka semua.


"Kenapa kau ada disini kakashi sensei?" Tanya Sakura pada Kakashi.


"Aku memang telah disuruh untuk menyambut kalian. Dan, selamat, kalian sudah melewati tes ujian Chuunin ke dua." Ucap Kakashi. Sementara ketiga muridnya juga diam saja, tak terpancar.


"Haah.. Berbahagialah sedikit.." kakashi memandang muridnya itu malas.


"Dan, dua jam lagi tes ujian Chuunin ketiga akan dimulai. Bersiaplah. Sekarang kalian istirahat dulu. Ikuti aku." Ucap kakashi dan langsung berjalan ke sebuah ruangan bersama ketiga muridnya itu.


Kakashi mengambil nafas terlebih dahulu sebelum bicara.


"apa kalian telah tau kalau desa Sunagakure membawa Jinchuuriki ekor satu, Shukaku?" Tanya kakashi.


"jincuriki ekor satu?" Tanya Sasuke.


"ya di dalam tubuhnya ada bijuu dengan ekor satu" Ucap Kakashi. Naruto yang mendengar itu hanya menunduk saja.


"Ciri-cirinya? Dia pasti juga mengikuti ujian Chuunin, kan?" Tanya Sasuke.


"Ya. Berambut merah dengan tato 'Ai' di dahinya." Jawab kakashi. Naruto agak kaget.


"Orang itu.. aku pernah melihatnya." Ucap Naruto.


.


.


.


2 Jam Kemudian...


Tim Naruto kini tengah berbaris di hadapan Hokage bersama beberapa Tim lain yang lulus. Mereka kini tengah mendengar penjelasan Hokage tentang mengapa ujian Chuunin dilaksanakan. Sampai tiba-tiba saja seseorang dengan seragam Jounin muncul. Ia adalah wasit.


"Karena ujian Chuunin ini kelebihan peserta, adakah yang ingin mengundurkan diri? Tubuh kalian mungkin tidak akan kuat untuk pertandingan ini." Ucap Hayate.


Dan ada satu orang yang mengangkat tangannya. "Aku mengundurkan diri. Tubuhku terluka parah." Ucap lelaki berambut perak itu.


"Hm.. Kau Kabuto Yakushi dari Konohagakure kan? Baiklah. Silakan keluar." Ucap Hayate. Kabuto melangkah keluar.


"Ada lagi?" Tanya Hayate. Semuanya diam.


"Baiklah. Akan kujelaskan ujian Chuunin ketiga. Disini kalian bertarung satu lawan satu. Lalu, siapa lawan kalain ditentukan dari papan elektrik itu." Hayate menunjuk papan elektrik yang baru terbuka.


Papan elektrik itu menunjukan sebuah nama dua pserta yang akan bertarung satu lawan satu.


"Baiklah, pertandingan pertama, Akado Yoroi melawan uchiha sasuke." Ucap sang wasit, Hayate Gekko membacakan nama yang tertera di papan elektrik.


"Semuanya silakan naik ke atas selama pertandingan." Lanjutnya.


Dan kini tersisa Sasuke dan seseorang yang memakai hitai-ate amegakure dan memakai baju hitam serta kacamata hitam.


"Huh, hanya bocah konohagakure ya." Ejek Akado pada Sasuke. Sasuke hanya diam.


"Pertandingan, mulai!" Ucap sang wasit.


Dan kini mereka berdua hanya diam menyiapkan kuda-kudanya.


'Aku harus mengetahui kekuatannya dulu.' Batin Sasuke. Iapun langsung melesat ke arah Akado dengan taijutsu, Sasuke melakukan round-house kick dari kiri dan bisa diblok dengan mudah oleh Akado, tak menyiakan kesempatan, Akado mencengkram kaki Sasuke dan membantingnya, kemudian ia menindih


badan Sasuke dan mencengkram kepalanya.


Sasuke hanya bingung, kemudian ia sadar, 'Chakraku diserap olehnya!' batin Sasuke.


Akado menyeringai, "Ya benar. Kemampuanku adalah menyerap chakra." Ucapnya dengan seringai di wajahnya. Sasuke kemudian menendangnya sehingga ia terlempar.


Mengambil kesempatan, Sasuke melompat ke atas, kemudian membuat handseal,


"Katon : gokakyo no jutsu" Ucapnya dan dari mulutnya menyemburkan Api berskala sedang untuk menghantam tubuh Akado. iapun mencoba nekat untuk menyerap ninjutsu itu, dan akhirnya berhasil dan hanya sedkit api yang menghantam tubuhnya, ia jatuh tersungkur.


Melihat kesempatan, Sasuke melesat ke arahnya kemudian menendangnya, dengan susah payah, Akado berhasil memblok serangan Sasuke, tetapi ia terpental sedikit ke belakang.


Sasuke kemudian melemparkan dua shuriken ke arahnya, Akado siap menghindar, tetapi ternyata shuriken itu hanya melewati dirinya, dan ia semakin kaget ketika baru menyadari bahwa ada benang di shuriken itu, dan benang itu kini melilitnya. Ujung benang itu sudah digigit oleh Sasuke, kemudian ia membuat handseal,


"Katon: Ryuka no Jutsu!" Ucapnya dan kemudian dari mulutnya keluar api yang menyambar ke benang itu dan membakar tubuh Akado. Semuanya kaget karena tubuh Akado terbakar.


Tetapi Akado hanya menerima luka bakar yang tidak terlalu parah. Akado mengerang kesakitan, memanfaatkan celah, Sasuke langsung melesat dan menendang dagu Akado ke atas, ketika di atas, tubuh Akado dicengkram dari belakang.


"Lotus!" Ucap Sasuke dan langsung membanting Akado.


Semuanya kaget, terutama Guru Guy dan Lee. "Itukan Lotus!" Ucap Guru Guy.


"Lee, apakah kau pernah melawan orang itu sebelumnya?" Tanya Guy pada Lee di sampingnya. Lee menggeleng.


"Bagaimana dia bisa mengcopy jurus Lee? Dan gerakannya jauh lebih sempurna daripada Lee..." Gumam Guy pelan.


'Gerakannya lebih sempurna dariku. Aku berlatih melakukan Lotus selama bertahun-tahun, tetapi dia bisa melakukannya dengan sempurna...' Pikir Lee yang agak cemburu melihat Sasuke.


"Pemenangnya uchiha sasuke." Ucap sang wasit.


"Kau hebat, sasuke-kun!" Seru Sakura. Sasuke hanya memandangnya sebentar dan kemudian duduk di sebelah sakura dan naruto.


Dan pertandingan selanjutnya, Shino Aburame melawan Zaku, Zaku yang sombong hanya tersenyum menyeringai ke arah Shino. Shino hanya mengintimidasi Zaku agar menyerah. Selanjutnya, Zakupun merentangkan tangannya dan membuat Zankuuha ke arah Shino. Shinopun terlempar. Dan kembali berdiri Shino kembali mengintimidasi Zaku ketika serangga penghancur ada di belakang Zaku. Shino menyuruh Zaku agar menyerah. Zaku menggeram kesal, ia merentangkan tangannya ke arah Shino dan serangga itu, melakukan Zankuuha, tetapi yang terjadi adalah kedua tangannya putus karena ada serangga Shino yang menyumbat lubang angin yang ada di telapak tangan Zaku. Shinopun menang.


"Pertandingan selanjutnya.." Ucap sang wasit, Hayate sambil melihat papan elektrik yang mengacak nama peserta. Dan akhirnya muncul dua nama peserta.


"Tsurugi Misumi melawan naruto uzumaki." Ucapnya.


"Akhirnya!" Seru Naruto senang.


Terdengar bisikan-bisikan di bangku penonton.


"heh bocah kyuubi, dia pasti di kalahkan dengan mudah"


"dia kan bodoh masa dia akan menjadi ninja"


Begitulah bisikan-bisakan dari bangku penonton, naruto menggeram arah saat mendengar perkataan penduduk konoha tersebut.


kini Naruto sedang berhadapan melawan Tsurugi Misumi. Mereka masih diam, menyiapkan kuda-kuda, kemudian Tsurugi langsung melesat ke arah Naruto, dan melilitkan dirinya ke Naruto. Naruto agak kaget.


"Untuk mendapatkan informasi, tubuhku sudah diubah menjadi lentur." Ucap Tsurugi sambil mengecangkan lilitannya pada Naruto.


"Menyerahlah kalau kau tak mau tulangmu patah." Lanjutnya.


Naruto hanya menyeringai dan kemudian menempelkan telapak tangannya ke kepala Tsurugi.


"Shinra Tensei." Ucapnya pelan dan tubuh Tsurugi langsung terpental dan menabrak dinding membuat dinding itu menjadi retak. Sementara Naruto hanya diam menyeringai.


'Jurus apa itu?!' Batin Tsurugi kaget. Sementara yang di ruangan itu juga sama kagetnya dengan Tsurugi ketika melihat Naruto memakai suatu jurus.


'Ia bisa membuat lawannya terpental tanpa menggunakan handseal. Jurus apa itu?' Kakashi bertanya dalam hati. Ia kemudian kembali memerhatikan pertandingan.


Naruto diam saja seolah menunggu serangan Tsurugi selanjutnya. Sementara itu, Tsurugi berdiri dengan susah payah akibat serangan Naruto. Ia kemudian melempar Shuriken dan membuat handseal,


"Tajuu Shuriken Kagebunshin!" Ucapnya dan kemudian Shuriken itu berubah menjadi ratusan dan bersiap menghantam tubuh Naruto.


Sementara itu Naruto hanya diam saja. 'Shinra Tensei.' Batinnya dan kemudian ratusan Shuriken itu terpental begitu saja. Tsurugi kembali kaget. Naruto hanya diam saja sambil memandang Tsurugi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Sudah berakhir." Ucapnya pelan dan kemudian merentangkan tangannya ke arah Tsurugi. 'Bansho Tenin.' Batinnya dan kemudian Tsurugi tertarik ke arahnya, Naruto mencekiknya, kemudian membantingnya, lalu membalikan tubuhnya di posisi tengkurap dan kemudian muncul besi hitam dari dalam jaketnya. Kemudian,


JLEBBBB


"ARGHHHHHHH" teriak tsurugi saat naruto menusuk jantungnya dengan besi hitam yang keluar dari dalam jaketnya.


"cukup naruto, pemenangnya uzumaki naruto" ucap sang wasit.


Dan, semua yang melihat itu hanya kaget melihat naruto mengalahkannya dengan mudah terutma hokage ke 3 dan kakashi yang sangat shock melihat kekuatan Naruto. Naruto hanya menyeringai ke Tsurugi .


"tak kusangka bocah kyuubi itu menang dengan mudah"


"ahk itu hanya lawannya saja yang lemah"


Naruto pun mendengar perkataan penduduk konoha, dan naruto hanya menunduk sambil menahan amarahnya.


'Kemampuan naruto sangat hebat. Dan dia masih Genin.' Batin Hokage ke-3 yang ada di sana.


Sementara Gaara hanya memandang tajam Naruto. 'Hebat juga. Dia akan kubunuh.' Pikir Gaara.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2