
Dia juga menyukai Kakekku, tapi cintanya tertolak. Pfft, aku hampir saja tertawa, padahal dari ciri-cirinya Roh itu sangat cantik melebihi Nenekku. Tapi cinta milik Kakek kepada Nenekku tidak pernah pudar sama sekali, walaupun dia sering bertemu gadis cantik yang di atas Nenekku.
Sungguh kasihan sekali Roh itu, tapi yah kalo aku ketemu dia gimana yah? Terus ngomong gitu, apa aku mati atau masih hidup. Wah, aku membayangkannya saja sudah mengerikan sekali, ok sampai sini buku ensiklopedia tentang dunia ini.
The Next Day
Hari baru telah tiba, aku yang saat ini sedang melakukan rutinitasku sehari-hari yaitu olahraga pagi. Olahraga pagi ini tidak biasa, aku harus melakukan Push Up di atas paku-paku yang tajam, Sit Up dengan sebuah balok besi yang memiliki berat 120 kg di badanku, mengayunkan Kurowashi sebanyak 20.000, dan berlari ke seluruh pulau sebanyak 20 kali.
Kegiatan itu terus kulakukan selama tiga tahun terakhir ini, dan hal itu sedikit meningkatkan Postur tubuhku, Kekuatan serang, Kecepatan dalam menyerang, dan juga Tangkisan yang kuat jika terserang serangan berat. Aku hampir melupakan sesuatu, selama ini Eve sedang kumatikan terlebih dahulu.
Untuk memfokuskan diriku yang berlatih, aku sama sekali tidak ingin ada seseorang yang mengganggu latihanku. Bahkan jika itu Eve akan kumatikan dulu dia sementara seperti sebuah Komputer.
Siang harinya aku melakukan perburuan di hutan Leros, kenapa aku melakukan perburuan? Karena aku ingin cadangan makanan di Goa. Makanan milik Kakek selama ini kusimpan di cincin penyimpanan, dan juga bahan-bahan makanan Kakek sangatlah langka. Hanya dirinya saja yang mempunyai bahan-bahan dari dunia lain.
Buruan yang selalu kuincar adalah Ikan di laut, Horn Bear, Tiger Lion, dan Rabbit Tornado. Semua Beast itu bisa dimakan dagingnya, daging mereka seperti daging ayam dan daging sapi.
Ikan-ikan dekat pulau Leros adalah ikan-ikan yang memiliki tubuh besar dengan kecepatan berenang 200 km/jam. Aku sangat kesusahan saat menangkap kawanan Ikan yang disebut Dragon Fish.
>Uwaaa!!!
Tanpa kusadari aku tiba-tiba saja terbang dari kapal rakitan milikku. "Dasar ikan sialan!! Susah-susah aku membuat kapal itu, tapi....Ahkk!!!" Aku langsung membekukan permukaan laut disekitar pulau saja, jika sepenuhnya aku malah akan pingsan atau mati kehabisan Energi Sihir.
"Haha, rasakan itu!!" Kepala dari ikan yang menghancurkan kapal rakitanku terlihat, dan dia juga terlihat ingin menerjang diriku ini. "Sepertinya aku akan memakan sebuah Sushi" Sebuah Katana biasa ku keluarkan dari cincin penyimpanan, dan menebas tubuh Dragon Fish yang membeku "Lightning Magic, Lightning Strike" Kuda-kuda seorang Samurai kulakukan, dengan gerakan cepat.
>Bzzzz!!!
__ADS_1
Aku memotong Dragon Fish dengan rapi, bagian kepala ku buang dan juga bagian ekor. Hanya bagian badan saja yang ingin kuambil, karena daging dari Dragon Fish mirip seperti ikan Salmon dan juga ikan Tuna.
Aku mengambil daging Dragon Fish dan pergi kembali menuju pinggir pantai, seketika permukaan laut yang tadi ku bekukan kembali menjadi sempurna. Dan sekarang aku tinggal mencari Beast yang tersisa dalam list yang kutulis sebelum berburu.
The Next Day
"Hooaaam~, Apa sudah pagi?" Ucapku dan bangun dari kasurku dan membuka jen---. Oh iya kan aku tinggal dalam Goa, kok baru ingat. Dasar pikun diriku ini, masih muda tapi sudah pikun. Aku pergi keluar dari Goa untuk memastikan keadaan apa matahari sudah terbit atau belum? Karena Kakekku belum membuat sebuah Jam, jadi belum tahu waktu jam yang sebenarnya.
Setelah memastikan jika matahari sudah terbit, aku menyiapkan diriku untuk berolahraga pagi, seperti biasanya. Beberapa jam aku selesai berolahraga, aku membersihkan diriku dan membersihkan setiap ruangan juga satu-persatu lantai yang ada di dalam Goa ini.
Terus-menerus aku melakukan hal itu, dan sudah menjadi kebiasaan ku. Hari berganti Minggu dan Minggu berganti Bulan, sekarang aku sudah berulang tahun. Umurku yang kini sudah berusia 11 tahun, dan sebuah keputusan sudah kubuat untuk diriku.
Aku harus meninggalkan pulau ini, dan harus pergi menuju benua Arcania. Disana aku ingin menjadi seorang petualang untuk membangun sebuah status, dengan sebuah status yang besar. Orang-orang tidak akan mencari masalah dengan diriku, karena aku malas membuat masalah dan jika ada yang ingin membuat masalah....Maka aku tidak segan-segan membunuh dirinya.
Barang-barang sudah kusiapkan, dan yang akan kulakukan sekarang adalah membacakan doa untuk Almarhum Kakek untuk tenang disana. Dan aku juga mendoakan kedua orang tuaku yang meninggal di dunia ini untuk bahagia di alam sana, dan doakan anak kalian ini untuk ini untuk menjadi orang yang kuat dan bisa membanggakan diri kalian.
Setelah membacakan sebuah doa seperti layaknya orang Jepang, aku pergi ke ruangan penuh senjata rahasia yang disimpan oleh Kakekku. Ruangan ini baru saja aku temukan setelah membersihkan ruangan tahta milik Kakek, yang dimana ruangan ini berada di belakang singgasana milik Kakek.
Aku membuka pintu ruangan rahasia ini, dan aku merasa sedikit gugup karena aku baru saja menemukan sebuah ruangan rahasia. Aku mencoba mencari saklar lampu untuk menyalakan lampu di ruangan ini. Setelah menemukan saklar aku langsung menyalakan lampu di ruangan ini.
>Ceklek!
>Tak!
>Tak!
__ADS_1
>Tak! Tak! Tak!
"Wow! Kakek...Seberapa banyak tempat rahasia yang kau miliki?" Aku bergumam dengan diriku sendiri, ruangan rahasia ini mirip seperti pangkalan militer yang sama dengan abad 21. Ruangan militer ini di design seperti kantor cabang S.H.I.E.L.D yang ada di Jepang. *Note : Sebenarnya S.H.I.E.L.D Di Sini Tidak Ada Hubungannya Dengan MCU, Karena Ada Beberapa Film Yang Menyangkut Tentang Kelompok S.H.I.E.L.D.
Aku berkeliling dan melihat-lihat apa saja yang ada di ruangan ini. Banyak sekali senjata dari senjata-senjata yang dari awal tercipta dan hingga senjata yang ada pada abad 21 di duniaku.
Ruangan selanjutnya adalah ruangan ganti pakaian. Banyak pakaian khusus militer yang ada di duniaku, pajangan-pajangan lencana dari setiap pasukan milik Kakekku terlihat di dinding-dinding. Dan yang paling terakhir adalah lencana milik Kakekku, dan perlengkapan miliknya yang tersusun rapi di dalam sebuah kotak kaca.
Di dalam kotak kaca itu, terlihat lencana, pakaian, foto-foto, dan juga sebuah topeng tengkorak full di wajah. Topeng yang pernah kulihat di duniaku sebelumnya, topeng yang pernah di pakai Kakekku waktu muda.
Topeng ini pernah membuat takut para tentara-tentara musuh yang pernah menjadi musuh Kakek menjadi sangat ketakutan hanya dengan melihat topeng ini. Dan karena topeng ini dia mendapatkan panggilan The Ghost.
Aku membuka penutup dari kotak kaca itu dan mengambil topeng tengkorak itu dari kotak kaca. Aku menatap topeng itu dengan intens, ingatan-ingatan tentang Kakekku saat aku masih kecil terngiang-ngiang.
Aku memakai topeng tengkorak itu dan memakai Hoodie milikku yang berwarna hitam dan dengan tatapan dingin juga tekad yang besar, aku berkata kepada diriku sendiri, "Kali ini biarkan aku yang membuat nama Kakek menjadi berkibar, dan membuat semua orang yang mendengar nama Kakek menjadi ketakutan"
__ADS_1