Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Chapter 42: Si Naga Kecil Dornamus


__ADS_3

Aku mengingatnya. Naga ini adalah salah satu magical beast milik Kakek, satu-satunya magical yang saat ini adalah yang paling kuat, Raja Dari Kegelapan Dunia Ini, yaitu Dornamus.




Ku melihat Dornamus termenung, terlihat dari ekspresi wajah yang mengandung rasa perasaan sedih dan juga kecewa. Ya, aku tahu apa yang dia rasakan saat ini itu berlaku pada diriku juga, bedanya dengan diriku. Aku tidak bertemu dengannya lebih dari ribuan tahun, hitungan satu tahun di duniaku sama saja ratusan tahun di dunia ini.



Bahkan kehilangan diriku masih terhitung beberapa hari saja, dan dalam beberapa bulan seluruh teman sekelas ku akan bernasib sama tapi berbeda sedikit dengan kejadianku. Hal ini tentu sudah direncanakan oleh kerajaan Winsdom untuk memanggil mereka agar mengalahkan Raja Iblis di dunia ini.



Cerita kami layak sebagai kisah fantasi pada umumnya, dan aku beharap untuk tidak menjadi terlalu mencolok dalam perjalanan menjadi kuatnya mereka untuk mengalahkan Raja Iblis. Benua yang keberadaannya tidak diketahui, bangsa manusia masih mencari keberadaan bangsa yang berbahaya itu.



Kembali ke waktu sekarang, tampak Dornamus mulai membuka mulutnya untuk berbicara. Aku sudah menunggu dia untuk berbicara, "Jadi kau cucu dari pria itu ... Bagaimana keadaannya? Apa dia sehat? Dimana dia berada sekarang?" Pertanyaan berturut-turut yang sedikit menyakiti hatiku. Aku bisa tahu dia sangat rindu dengan Kakekku, selama ratusan tahun terjebak di tempat ini pasti sangat kesepian.



Bagi naga seperti dia yang masih sangat kecil bagi ras mereka, yaitu Ras Naga. Dornamus terbilang masih belia, usianya seusia Amira jika dalam wujud manusia.



Wujudnya yang saat ini sangat menyeramkan, dan ukuran yang mencengangkan itu sudah membuat banyak orang ketakutan ketika melihatnya. "Maaf saja, Kakekku sudah tiada ratusan tahun yang lalu. Dan aku baru menemukan peninggalannya di pulau terpencil beberapa tahun yang lalu, sekarang aku mewariskan seluruh milik Kakekku.



Aku juga akan mencari sisa-sisa peninggalan miliknya untuk ku simpan, anda pasti tahu jika Kakekku adalah Pahlawan dari dunia lain. Itu juga sama halnya denganku, disaat aku membaca buku jurnal Kakek, disaat itu juga aku mengetahui tentang kamu dan akan mengetahui siapa saja rekan Kakek yang masih hidup"



Aku serius dengan kata-kata ku. Aku ingin mengumpulkan seluruh harta peninggalan Kakek, agar kenangan tentang dirinya selalu ku ingat jika aku merindukannya. Bisa juga kalau hal ini benar-benar terjadi, aku ingin membawa harta kenangan Kakek ke duniaku sebelumnya agar Nenek kerinduannya terobati.



Tampak kulihat ekspresi wajah Dornamus menjadi kesal dan marah, apa yang terjadi kepadanya? Kenapa dia tiba-tiba marah? "Kenapa ekspresi mu menjadi seperti itu? Apa ada yang salah telah perkataan ku?"



"Ya, ada yang salah dengan perkataan mu! Pria itu tidak menepati janjinya, dia sudah mengurungku selama ratusan tahun di tempat gelap yang kosong ini!! Tidak ada siapapun yang ada di sini bersamaku! Aku ... Sangat ... Membencinya!"



Kenapa dia menjadi membenci Kakek, bukan kah seharusnya dia sangat sedih? Tapi dari alasannya aku bisa mengerti ... Namun, suara bocah milik siapa itu? Apa pendengaran ku sudah rusak?

__ADS_1



\>Puff!



Asap tebal seketika menutupi tubuh Dornamus, matanya bersinar dalam asap itu. Mata khas Naga yang menatap tajam diriku, aura mencekam itu mereda dan energi sihir milik Dornamus bertambah kuat.



"Nak, sekarang kita harus pergi dari sini. Aku ingin melihat makam milik Kakekmu itu," Dornamus menjentikkan jarinya dan ruangan yang awalnya sangat gelap dan dipenuhi asap di sekitarku menghilang.



Kami langsung muncul di aula Paviliun yang sudah hancur lebur, mayat-mayat dari para tamu berhamburan sana-sini. Pemandangan ini sudah biasa bagiku, bahkan lebih dari ini aku akan tetap merasa biasa.



Tunggu! Kenapa aku bisa berada di sini yah? Oh benar! Gadis Roh itu, aku harus menemukannya dan membawa dia ke habitat dari dia yang sebenarnya. Beberapa saat aku menemukan gadis Roh itu, dan dia tampak memeluk kedua lututnya dengan tubuh bergetaran. "Hei Nak! Apa kau baik-baik saja?"



Dengan pelan ku melihat dia menatap arahku, dan begitu juga tubuhnya menjadi ambruk. Wajahnya yang pucat itu, menandakan dirinya trauma melihat mayat-mayat di dekatnya. Sepertinya para kelompok itu tidak mengincar dia, itu sangat beruntung untukku.




Layaknya bocah pada umumnya, dia bertanya banyak kepadaku tentang hal baru yang dia lihat. Dia pasti lebih kesepian dari pada diriku di dunia gelap seperti itu, aku hanya puluhan tahun tetapi dia ratusan tahun itu mental yang sangat kuat untuk bocah seperti dia. Aku tersenyum melihat tingkahnya, namun, belum saatnya bersenang-senang. Aku harus menaruh gadis Roh ini ke penginapan tempat aku menginap.



Aku baru ingat, kalau aku ingin bertemu dengan Sonya. Perempuan itu tinggal dimana yah? Aku memfokuskan pikiran ku untuk menghubungkan cincin yang kutinggal kan pada Sonya.



...



...



...


__ADS_1


Ketemu! Ternyata dia tinggal tidak jauh dariku, sebuah toko bunga yah? Sepertinya dia tidak menggunakan banyak uang yang ku tinggalkan. "Dornamus, aku ingin menemui seseorang, apa kamu ingin ikut denganku?" Bocah Dornamus menatap dengan cepat ke arahku, matanya tampak berbinar-binar kembali. Hehe ... Dia mirip dengan Amira.



"Baiklah ayo, **Recall**" Aku menyentuh pundak Dornamus, tubuh kami memasuki bayangan di bawahku. Aku sudah berganti posisi dengan pasukan bayangan milikku, kini dia yang akan menjaga gadis Roh itu.



Aku muncul bersama Dornamus dalam beberapa detik dan jarak kami dengan Sonya tidak jauh. Perempuan itu masih sangat cantik seperti sebelumnya. Dia ternyata sangat suka bersenandung, hatinya pasti sedang gembira. Apa yang sedang dia senangi?



**POV' Sonya**...



Aku hari ini sangat senang sekali, banyak pelanggan yang sudah membeli bunga milikku. Uang dari peninggalannya sangat berguna untuk ini, kuharap jika kami bertemu kembali aku bisa mengembalikan apa yang dia beri.



Disaat aku merapikan bunga-bunga milikku, seseorang menepuk pundak ku. Ku lihat dia adalah seorang pria yang selama ini menjadi tetanggaku, apa yang dia bawa di tangannya? Nama pria ini adalah Mike, dia petani bunga dekat dengan rumahku. Aku selalu berlangganan jika ingin membeli bunga kepadanya, dan hasil penjualan ku selalu aku bagi menjadi dua untuk dia.



"Kak Mike, kenapa kamu mengejutkan diriku? Bisa saja aku jantungan. Aku ini masih muda, tidak ingin mati dengan cepat. Bahkan ... (Aku belum bertemu dengannya)" Aku menjadi teringat saat malam itu. Itu sedikit membuatku sedih, tapi aku tahu dia akan selalu mengawasi diriku dengan cincin peninggalannya.



Aku selalu merasa diawasi oleh seseorang dari kejauhan, dan tatapan yang mengawasi diriku memiliki perasaan yang serupa pada malam itu. "Sonya, hei ... Sonya" Suara Kak Mike tiba-tiba membuatku tersadar kembali.



Kulihat ekspresi bingung darinya, aku hanya bisa membalas dengan tersenyum canggung. "Oh iya kenapa Kakak datang kesini?" dan Kak Mike membalas perkataan ku. "Aku kesini untuk menyatakan sesuatu padamu,"



Tiba-tiba saja aku merasakan perasaan tidak enak dengan kelanjutan apa yang dikatakan Kak Mike. "Sonya, selama 4 bulan ini kita sudah kenal dekat bahkan sangat dekat. Jadi aku ingin mengatakan kalau aku ..." Tangan Kak Mike perlahan terangkat dan mengarah ke wajahku, aku menjadi gugup seketika.



\>Grap!



"Jangan berani-berani mengatakan itu, dan jangan pernah menyentuh dirinya! Karena perempuan ini adalah milikku!"


__ADS_1


Tangan Kak Mike ditahan oleh seseorang, dan perkataan itu, suara itu! ... Apa jangan-jangan? Aku menatap ke samping ku, wajah yang tampan tanpa lecet, ukiran indah yang sangat rapi mulus, mata abu-abu yang berkilauan. Dia ... Kembali


__ADS_2