Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 18


__ADS_3

Dia menambahkan para Beast-beast lautan lainnya, sungguh dia ingin aku mati memang. Tapi itu akan membawa mereka menuju kematian yang indah di tangan seorang Kazuki Satoru!.


Half An Hour Later


"Hahaha!!!, aku kalah_-" Dasar Eve sialan! Seberapa banyak kau mengirim para Beast-beast itu? Baru sepuluh menit membantai, langsung datang lagi. Dikiranya aku robot gitu, nggak punya stamina? Aku ini manusia normal, dengan darah manusia murni, memiliki jantung, tulang...yah tulang.


{Bagaimana Host Hukumannya, Apa Menyenangkan?}


Ya itu sangat menyenangkan sekali!! Hingga aku ingin mati berpuluh-puluhan kali! Sigh... Dasar kau penipu Eve, aku kira semua ini beneran, ternyata hanya hologram biasa. Tapi kenapa kau bisa membuat hal itu Eve? Apa itu salah satu upgrade milikmu?


{Iya Host, Itu Salah Satu Fungsi Baru Milik Saya, Yang Disebut Hologram Core World. Sebuah Dunia Hologram Yang Ada Di Magic Core Milik Anda, Di Tempat Itu Anda Bisa Berlatih, Dan Melakukan Apa Saja Sesuka Hati Anda, Apapun Hal Itu Kecuali Wanita}


Janc*k, aku kira bakal bisa. Dahlah aku ingin keluar dari dunia ini! Dan sekalian juga dimana letak ku selama aku bertarung tadi?.


{Proses Pengeluaran Pemilik HCW Dimulai Dari 3…2…1…Pengeluaran Telah Selesai}


Aku kembali ke dunia luar, dan melihat sekeliling. Mataku menangkap suatu hal yang membuat mataku melebar, "I_tu-itu mobil Supra!!! Canda, itu benua Arcania kok" Iya, benua Arcania telah terlihat di pandanganku.


Aku bisa melihat kapal-kapal sedang ingin berlabuh disana, kapal-kapal di abad 17 terlihat menakjubkan. Aku harus berlabuh disana juga, tapi…bagaimana bisa aku berlabuh dengan Night Shark ini? Kapal ini sangat mencolok, Eve, apa kau memiliki saran?


{Masukkan Dalam Ke Dalam Cincin Penyimpanan, Dan Pura-pura Mengambang Di Lautan. Nanti Anda Akan Dikira Manusia Yang Mengalami Kecelakaan Di Laut, Mudah Bukan Host?}

__ADS_1


Itu lumayan juga, tapi bagaimana dengan topengku ini? Wajahku yang tampan akan terekspos oleh publik di luar Desa Lily. Kau tahu kan, Eve? Jika wajah tampanku ini adalah yang paling tampan jika ada di benua ini atau benua lainnya.


{Anda Benar, Bagaimana Kalo Anda Memake Up Wajah Anda Menjadi Jelek, Agar Ketampanan Host Tidak Terekspos Oleh Publik}


Itu bisa dicoba, tapi aku merasa jika diriku jelek. Maka akan mencoret nama baik ketampanan milikku ini, aku sungguh tidak ingin hal itu.


{Anda Sangat Menjijikkan Host, Sangat Najis, Dan Juga Lebay Seperti Bencong_-}


Ugh!...itu perkataan yang sangat tajam, mulut gadis itu memang mengerikan sekali. Pantas jika sudah jadi emak-emak akan menjadi Ratunya Gosip. Bahkan di duniaku sebelumnya Nenekku pintar sekali dalam hal mengroasting orang-orang yang membuat dia kesal. Mulutnya setajam silet, hingga sekali ucapan saja kau akan menjadi sekarat.


Ok kembali kecerita, aku merusak wajahku yang tampan dengan arang hitam dan juga tanah. Hasilnya wajahku seperti gembel yang gila di pinggir jalan, sungguh diriku ini menyedihkan.


Aku turun dari Night Shark Dan memasukkan kapal itu ke dalam Storage Ring untuk kusimpan, dan aku perlahan berbaring di atas permukaan laut. Juga mendorong tubuhku menggunakan sihir Air agar mengarah ke arah pantai pelabuhan kapal kota Benisvilla, sebuah kota lautan yang indah dan juga nelayan.


1 Hours Later


Sial! Aku sudah menunggu selama satu jam, tapi tidak ada yang mencoba membangunkan diriku ini? Padahal waktu sebentar lagi akan malam, badanku juga sudah kesemutan, pegal-pegal, dan penuh pasir.


"Nak…nak…hei bangun" Aku mendengar suara wanita, akhirnya ada yang mencoba membangunkan diriku ini. Perlahan aku membuka mataku, mataku tertuju pada seorang Nenek Tua yang memiliki penampilan yang masih terlihat muda.


Aku sempat tidak bisa membedakan Tua ataupun Muda untuk wanita ini, yang pasti wanita itu sudah Tua karena sudah terlihat uban di rambutnya. Wajahnya cantik seperti salah satu Istri dari Presiden dari negara Asia tenggara yang berasal dari Jepang negaraku berasal.

__ADS_1


"Syukurlah kau telah bangun…Aku kira kau telah mati, karena tidak membuka matamu saat aku memperhatikan dirimu" Nenek itu menghela nafas lega, ternyata dia sedari tadi mengawasiku.


"A_aku ada dimana? dan kenapa aku ada disini?" Sekarang aku harus berpura-pura hilang ingatan, karena dengan hal itu cukup menguntungkan bagiku. Dan juga menipu orang dengan trik ini sangatlah ampuh.


{Trik Yang Bagus Host, Saya Memuji Anda👍. Tapi Wanita Itu Tidak Mudah Tertipu}


Eh? Aku melihat wanita tua itu tersenyum padaku, senyuman lembut dan hangat bagi orang-orang yang melihatnya. Tapi senyuman itu mengingatkan diriku kepada Ibuku yang memiliki senyum yang serupa. Ahh~, itu membuatku merinding!


"Anak muda, jangan berpura-pura seperti itu. Aku tahu kau itu hanya berpura-pura pingsan, dan juga lupa ingatan" Glek! Bulu kudukku berdiri seketika. "Hehe, Nenek aku...aku tadi hanya ingin mencari bantuan saja" Yah itu adalah kebenaran.


Aku ingin melihat jika orang yang berada di luar Desa Lily itu seperti apa sih? Bagaimana sifat mereka? Apa saling menolong? Baik hati? Apa saling peduli? Tapi itu sama sekali tidak ada, hanya yang kulihat tadi dengan sedikit mengintip. Tatapan cuek, dingin, merendahkan, kebohongan, dan juga jijik.


Itu yang kulihat di setiap orang yang melintas atau melakukan kegiatan mereka masing-masing, semua itu seperti yang dikatakan Kakek. Keturunan dari Pahlawan Arcan sama sekali tidak berubah, semuanya memiliki sifat yang menjijikkan.


Padahal leluhurnya susah-susah melawan makhluk kuat untuk kedamaian, tapi apa hasilnya? Para orang-orang yang sudah diselamatkan hanya bisa memasang senyuman palsu untuk sang Pahlawan. Mereka seperti seorang Koruptor yang memiliki wajah tebal untuk orang disekitarnya.


Aku membenci hal itu, karena sangat menjengkelkan. Orang-orang yang saling merendahkan hanya akan membuat diri mereka memiliki kehidupan yang menyedihkan di masa dimana mereka akan sadar diri terhadap diri mereka masing-masing.


Setiap manusia tentu ada yang baik dan ada juga yang jahat, tapi kebaikan akan selalu kalah dengan kejahatan. Kejahatan akan selalu meningkat daripada kebaikan, kebaikan mirip seperti kelinci biasa yang di pertarungkan dengan seorang Singa Hitam.


Manusia yang memiliki kebaikan murni sangatlah sedikit, seperti populasi yang hampir saja punah keberadaannya. Tapi manusia yang memiliki sifat baik yang sangat murni, akan sangat mudah dipermainkan oleh siapa saja, mudah tertipu, dan juga naif. Dan setelah semua hal yang terjadi kepada manusia baik itu.

__ADS_1


Maka dia akan menjadi manusia yang penuh dengan sifat kejahatan, dan tidak peduli dengan kebaikan lagi. Karena dia tidak percaya lagi dengan namanya kebaikan, dunia ini luas dan penuh dengan tipu muslihat. Dan semua hal itu terjadi pada diriku ini.


__ADS_2