
"Jadi, fans Rose lagi? Apa kalian tidak ada capek-capeknya menggangguku? Aku malas meladeni kalian" Dengan malasnya dia berkata seperti itu, dan berjalan mendekati beberapa remaja laki-laki yang dimana mereka adalah Fans nya Rose.
"Tentu saja kami akan terus mengganggumu, karena kau sudah dekat-dekat dengan Nona Rose yang indah!!" Salah satu remaja berteriak kepada Satoru dengan kesal, sedangkan Satoru sendiri melihatnya seperti melihat seekor lebah. "Bukan aku yang dekat-dekat, tapi dia sendiri yang mau"
Satoru sangat malas meladeni mereka berlima orang tersebut, dia sudah sangat lelah dengan aktifitasnya saat ini. Walaupun lemah dimata orang lain, Satoru sebenarnya adalah seorang OSIS yang diangkat dari kepintarannya. Yah…jadi, Satoru menukar kekuatan dengan kepintaran, dia ingin melatih hal itu dan pastinya akan berguna di masa depan.
Jika disuatu saat di bertarung dengan lawan yang kuat, dia akan menggunakan kepintarannya untuk melawan musuhnya tersebut. Kekuatan dan Kepintaran jika digabungkan akan menjadi sesuatu yang susah dihentikan ataupun dilawan. Karena jika dia sudah kuat maka tidak ada yang berani, jika kau pintar dalam segala hal maka tidak akan yang berani mencari masalah.
Di dunia ini, Satoru ingin berlatih kepintaran dalam hal militer seperti, Taktik, Formasi, dan juga jebakan. Disini dia akan menjadi penerus sang Almarhum Kakek untuk menjadi seseorang yang ditakutkan dalam segala hal. Dalam sejarah keluarga Kazuki, Kakek Kazuki Miyamura adalah orang yang paling cerdas di keluarganya tersebut.
Tidak ada yang bisa menandinginya, kecuali sang Rival Kakek. Tapi Rival Kakek sudah meninggal seperti sang Kakek, hanya saja Rivalnya lebih cepat dari pada Kakek Miyamura. Ok kembali ke cerita, "Jadi apa yang akan kalian lakukan sekarang? Apa masih ingin menggangguku?"
Beberapa saat kemudian, "Kalian sudah tahu sekarang, jika menggangguku, nanti DIA akan memukul kalian semua" Satoru berbicara kepada kelima murid yang sudah terkapar, dia menatap rendah kelima murid itu. Dibelakang Satoru terdapat Rose yang terlihat sangat marah, tapi bukan kepada Satoru melainkan kelima murid tadi.
Rose memukul hingga babak belur kelima murid itu, tadi saat ingin bertengkar antara Satoru dan kelima murid tadi. Satoru merasakan keberadaan Rose yang mendekat, dan disaat itu Satoru memukul dirinya sendiri tepat di bagian wajah. Kalian pasti tahu kan apa yang selanjutnya? Yap, Rose melihat hal itu langsung memukul telak kelima murid itu.
__ADS_1
Itulah kenapa Satoru menatap dengan ejekan di matanya itu, dan juga sebenarnya dia malas membuang tenaganya sendiri jika bermasalah dengan murid-murid Akademik. Baginya murid-murid Akademik hanya kroco-kroco semut, walaupun ada murid yang setara dengan Satoru dalam hal…Soul Core, tapi tentang sihir, kekuatan, kepintaran, ketampanan atau kecantikan, masih menang Satoru.
"Sudah, mari kita kembali Rose. Hari ini kita harus ke rumah Bangsawan Lewis" Ucap Satoru berbalik mengarah Rose, dan berjalan melewatinya. "Baik!…awas kalian mengganggu Satoru kembali, maka aku tidak segan-segan membunuh kalian!" Disaat berkata 'Baik!' sifat Rose sangat ceria, tapi saat berbalik dan melihat kelima murid itu dia menjadi dingin.
Dormitory Room
"Apa kau sudah selesai siap-siapnya?" Satoru bertanya kepada Rose yang sedang mengganti pakaian di hadapannya, pakaian ketat berwarna hitam telah bersatu dengan tubuh indah Rose secara perlahan. Bagi laki-laki normal seperti Satoru tentu itu membuatnya sedikit terangsang.
"Sudah" Jawab Rose yang sudah selesai berpakaian, Satoru hanya menganggukkan kepalanya dan langsung memakai topeng milik Kakeknya. "Mari kita mulai misinya" Sifat dingin Satoru muncul disaat dia melakukan misi, dan sifat genitnya Rose juga sama. Tapi itu hanya kepada Satoru saja.
*Note : Seperti Itulah Kira-kira Pakaian Satoru, Dibagian Pinggangnya Ada Sebuah Pistol Miliknya Yang Tertutup Jubahnya
Oke kembali ke cerita lagi, Satoru dan Rose berada di sebuah bangunan dan menatap ke arah sebuah rumah yang sangat besar. Tatapan tajam dan dingin Satoru menatap sangat teliti rumah besar itu, banyak sekali orang, itulah yang ada di dalam benak Satoru.
__ADS_1
"Ghost…kau yakin misi kita adalah_" Perkataan Rose dipotong oleh Satoru secara tiba-tiba, karena Satoru mulai angkat bicara sebelum Rose. "Iya, kali ini kita akan menyamar, karena kali ini adalah penyamaran kini giliran mu berguna" Satoru berbicara kepada Rose tanpa menoleh sekalipun. Kenapa Satoru meminta Rose dimisi kali ini? Itu karena Rose ada seorang Dersorer dan juga Konjurir, sihir spesial miliknya adalah «Joker».
Sihir itu adalah sihir khusus dalam hal menyamar dalam jangka waktu sekitar 2 jam. Rose bisa dibilang adalah orang yang langka dalam hal tersebut, dia bisa menjadi Dersorer dan Konjurir sama seperti Satoru. Jadi mereka bisa menjadi rekan yang susah dilawan oleh siapapun, bahkan di organisasi Satoru dan Rose adalah orang yang dikagumi. Padahal mereka masih sangat muda.
"Sebelum memulai misi ini, kita culik dan bunuh salah satu tamu disana. Dan kita akan menyamar sebagai kedua orang tersebut, oke ayo pergi" Satoru dan Rose langsung menghilang dari tempat mereka berada. Dan mereka muncul di belakang Mansion yang menjadi targetnya itu.
Tepat sekali, sekarang ada 2 orang yang berbeda jenis kelamin sedang bermain-main di dekat taman belakang Mansion. Satoru dan Rose yang melihat itu menjadi jijik kepada kedua orang itu. Semua orang lagi berpesta, tapi kedua orang itu melakukan hal yang sangat dewasa. "Sungguh menjijikkan"
"Aku akan membunuh mereka" Satoru mencoba berjalan menuju kedua orang itu, tapi Rose menghentikan dirinya. "Tunggu, biarkan dulu mereka bermain, aku ingin melihat teknik-teknik yang dia gunakan, sekalian juga nanti kita akan melakukan itu nanti" Jelas Rose panjang lebar, Satoru hanya menatap Rose dengan datar. Sifat genitnya keluar di saat seperti ini, Satoru sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
A Few Moments Later
Akhirnya kedua orang itu telah selesai dengan kegiatan mereka, dan di saat itu juga. Kedua orang itu mati dengan keadaan telanjang, dada bolong, alat kelamin rusak, dan wajah yang sudah tanpa organ mata, hidung, mulut, dan juga kulit. "Terlalu menjijikkan" Ucap Satoru dengan jijik kepada kedua mayat yang ada di depannya.
"Kau orang yang terlalu sadis Ghost, tapi aku menyukainya~" Rose mendekati Satoru dengan langkah seksi, dia menatap Satoru dengan tatapan menggoda dan genit. Satoru sama sekali tidak menatap ke arah Rose, dia hanya diam saja. "Bagaimana kalo giliran kita melakukan hal itu?" Rose berbisik dan menjilati leher indah Satoru.
__ADS_1