Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 28


__ADS_3

Semalam telah melakukan hal yang diminta Rose selama ini. Rose tertidur setelah keluar puluhan kali, dia menggendong Rose yang tanpa busana dan dia tutupi dengan Jubahnya. Dia sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu, mengingat dia pernah berjanji kepada kedua orang tuanya Rose sebelum akhirnya meninggal. Mereka meminta Satoru menjaga dan merawat Rose dengan baik saat itulah kedua orang tua Rose menghembuskan nafas terakhir.


Hari ini aku ingin beristirahat sementara dulu, aku sudah sangat lelah!!!. Satoru memang merasa sangat kelelahan, dia ingin sekali beristirahat di rumah tersembunyi miliknya seharian disana. Tapi karena hari ini adalah hari penting di Akademik, dan juga dia adalah orang OSIS di Akademik jadi harus hadir.


"Oi!…Rose bangun! Hari ini kita ada hal penting!" Satoru terus menggoyangkan tubuh Rose yang masih tertidur, kedua gunung yang besar itu berboing-boing saat di goyangkan. Satoru hanya bisa menatap hal itu dengan datar, dia ingin sekali menapok benda itu.


"Ah sudahlah, aku harus cepat-cepat sebelum aku dibangunkan oleh Kakek Tua itu" Satoru turun dari ranjangnya, dan bergegas dengan cepat. Karena hari ini adalah hari dimana semua murid Akademik akan melakukan ekspedisi ke dalam Dungeon. Jadi sebegai seorang OSIS yang memiliki pangkat tinggi di Akademik, jadi dia harus hadir juga.


Beberapa saat setelah bersiap-siap, Rose telah bangun disaat Satoru memakai baju khusus seorang OSIS. Rose hanya bisa menatap Satoru yang bersiap-siap, sambil menopang kepalanya di kasur dan berbaring mengarah ke samping. "Memangnya jam berepa kegiatannya dimulai?" Tanya Rose.


"Kegiatannya akan dimulai sebentar lagi, cepat sana siap-siap. Kau seorang murid yang teladan maunya memberikan pelajaran yang baik kepada murid-murid yang lainnya" Dengan sedikit banyak bicara dia kepada Rose, akhirnya pergi dari Asramanya. "Aku pergi duluan!"


Satoru berjalan dengan santai, sambil mendengarkan sebuah musik di earphone. Banyak murid yang bertanya-tanya kepada diri mereka sendiri saat melihat benda aneh yang dimiliki oleh Satoru. Tapi Satoru menghiraukan setiap pertanyaan itu dengan dingin dan juga tatapan tajam yang menyeramkan bagi semua orang.


Akhirnya Satoru telah sampai di ruangan OSIS, Satoru membuka pintu ruangan itu dan sudah melihat beberapa orang yang duduk di meja panjang. Di salah satu kursi ada yang kosong, Satoru berjalan menghiraukan semua orang yang ada di ruangan itu dan kemudian dia duduk di kursi kosong itu.


"Ketua ada dimana?" Satoru bertanya kepada seluruh orang yang ada di ruangan ini, tapi pandangannya hanya fokus ke handphone miliknya. Di dalam handphone itu dia memainkan sebuah game RPG open world yang memiliki kisah yang sangat panjang dan rumid, karena Satoru lah yang membuat game itu sendiri.

__ADS_1


"Ketua sedang dalam perjalanan bersama Wakil Ketua Jessica" Seorang remaja laki-laki seumuran dengan Satoru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dia memiliki badan besar dan kecil, berambut pirang, dan muka garang. Sesuai wajahnya dia adalah orang yang mudah emosian dan juga suka berkelahi.


Tapi jika dia bertemu Satoru entah kenapa dia merasa takut dan menjadi penurut saja, sedangkan suasana disini sangatlah canggung. Berbeda dengan Satoru yang menikmati suasana ini, karena sangat menenangkan baginya.


>Cklek!


"Maaf aku terlambat semuanya, tadi ada masalah di tengah jalan" Remaja laki-laki masuk ke ruangan yang sekarang ada Satoru dan orang lain, dia datang bersama seorang gadis cantik di belakangnya. Remaja laki-laki itu terlihat sangat berantakan, sama seperti gadis itu.


"Kau lama sekali Evan" Tatapan Satoru mengalihkan tatapannya kepada remaja yang bernama Evan itu, sedangkan yang dilihat itu menjadi sedikit merinding. "Maaf, kan tadi sudah aku bilang jika ada masalah ditengah jalan"


"Ok baiklah mari kita mulai rapat ini" Evan duduk di kursi miliknya, dan dia terlihat serius saat berkata seperti itu. Gadis yang ada disampingnya Jessica sang Wakil Ketua berdiri di samping Evan.


30 Minutes Later


"Oke itu saja untuk rapat kali ini, silahkan keluar semua kecuali murid Kazuki Satoru" Semua orang keluar dari ruangan itu, dan tinggal Evan, Jessica, dan juga Satoru. Satoru masih fokus kepada game miliknya, dia sama sekali tidak mendengarkan perkataan Evan.


"Satoru, apa kau telah menyelesaikan misi yang diberi Pemimpin?" Evan bertanya dengan serius, dia menatap Satoru dengan tajam sekali. "Jangan menatapku seperti itu jika matamu ingin dijadikan makanan Orc!" Setelah mendengar itu tatapan Evan menjadi normal dan sedikit ketakutan. Dia tahu kekuatan asli Satoru, walaupun Core miliknya tiga kali di atas Satoru tapi dia tetap kalah melawannya.

__ADS_1


"Haaa…Aku sudah menyelesaikannya, berita tentang kematian Elizabeth Lewis akan segera tersebar, tunggu saja beritanya" Satoru berdiri dari duduknya dia berjalan menuju arah pintu, tapi dihalangi oleh Jessica. "Jangan lancang seperti itu kepada Ketua atau kepalamu akan aku gantung di depan garbang Akademik, dasar lemah!"


Seketika Evan menjadi panik ketika Jessica berbicara lancang seperti itu kepada Satoru, dia takut jika rekan barunya yang baru masuk ke Organisasi akan kena masalah. Apalagi jika Rose yang mengetahui hal ini, dia akan disiksa habis-habisan oleh Rose.


"Jessica, jangan seperti itu aku tak__" Satoru menahan Evan berbicara, dia menatap gadis yang ada di depannya dengan dingin dan tajam. Baru kali ini ada seorang pemula yang di organisasi tidak mengenal dirinya, ingin sekali dia diberi pelajaran. "Memangnya kenapa kalo aku berbicara seperti itu? Evan itu lemah, jika kau berkata aku lemah terus Evan itu apa?" Ugh!…kena telak di bagian hati, Evan merasa sangat sakit hati dengan perkataan Juniornya yang ada di Akademik atau Seniornya yang ada di Organisasi.


"Beraninya kau!!!" Jessica mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang miliknya, sebuah pedang Rapier dia arahkan kepada Satoru. Kecepatan menusuk itu di mata Satoru sangatlah lambat. Di saat ingin mendekati tenggorokan, Satoru menghilang dari pandangan Jessica dan muncul di sampingnya.


Tangan Satoru yang terlapis oleh Core Darkness, dia mencekik leher Jessica dan mengangkatnya ke atas udara. "Kau itu masih pendatang baru di Organisasi, jadi jangan sok jagoan dengan Seniormu sendiri. Dasar ******!" Satoru melempar Jessica dengan kuat, Jessica yang terlempar dengan kencang dan terhantam dinding dengan kuat mengakibatkan dinding itu menjadi retakan yang besar.


Satoru hanya menatap Jessica dengan tatapan dingin dan merendahkan, baginya wanita atau gadis hanyalah racun yang ada di dunia ini. Mereka bagaikan racun ular yang berbisa, berbisik kepada dengan licik, menjual tubuhnya demi kekayaan, kekuasaan, dan juga popularitas.


Dimata Satoru hanya Miya dan Rose yang baginya adalah bunga yang indah tapi berduri, dan jangan lupakan Eve gadis System AI yang selalu menemani Satoru sejak dalam bayi. Satoru pergi dari ruangan OSIS dan meninggalkan Jessica yang kesakitan dan juga Evan.


"Mulai sekarang jangan pernah meremehkan seseorang, beruntung kau tidak dibunuh olehnya. Jika itu terjadi, aku sama sekali tidak akan bisa menolongmu!" Evan membantu Jessica berdiri dan menegurnya dengan tegas, "Siapa dia sebenarnya?" Tanya Jessica menahan rasa sakit.


"Dia adalah Kazuki Satoru a.k.a Ghost, Assassin yang paling dicari oleh seluruh benua ini, seorang pemuda berdarah dingin, kejam, tidak pernah mengampuni lawannya, dan…katanya dia adalah penerus dari Pahlawan Leroisius" Perkataan yang mengejutkan Jessica, kali ini dia sudah menyinggung seorang buronan tingkat benua yaitu, Kazuki Satoru a.k.a Ghost.

__ADS_1


__ADS_2