
"Kau juga tahu bukan, kalo Ratu Duri Rose, itu sangat takut kepada Kazuki Satoru itu. Bahkan aku pernah di pukul oleh Rose karena ingin memukul Kazuki Satoru, terus saat Rose menghukum aku dan temanku yang lain. Kazuki Satoru sempat tersenyum kepada Rose, bagiku itu hal yang biasa saja, tapi saat aku lihat ke arah Rose dia sangat ketakutan bahkan gemetaran" Christian menceritakan pengalamannya tentang bagaimana dirinya pernah bertemu dengan Kazuki Satoru.
"Hei hei!! Jangan mengobrol terus, sana kembali ketempat kalian" Ucap tegas seorang remaja laki-laki yang berjalan menuju mereka berdua.
"Ba-baik Ketua!!" Sigap Christian dan Leon secara bersamaa, dan pergi dari tempat yang awalnya mereka disuruh.
Orang yang menyuruh mereka berdua pergi tadi adalah Evan, yang awalnya hanya jalan-jalan santai saja hingga dia mendengar pembicaraan kedua orang tadi yaitu Christian dan juga Leon. Jadi dia datangi kedua orang itu dan menghentikan pembicaraan mereka berdua.
"Haaa~…mereka itu, membicarakan orang yang sangat berbahaya, jika saja dia mendengar ada pembicaraan mereka tadi. Aku sama sekali tidak bisa membantu ataupun menolong mereka" Ucap Evan menghela nafas panjang, dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Bicara tentang tuh anak, dimana dia sekarang yah?" Batin Evan dengan bingung, dia awalnya memang jalan-jalan sendiri. Hingga akhirnya kepikiran untuk mencari Satoru.
"Apa kau membicarakan aku?" Tanya Satoru tiba-tiba muncul di samping Evan, penampilan kali ini sangat berbeda. Satoru sekarang memiliki rambut yang sedikit panjang, dan dia ikat ponytail, dan dia memakai sebuah syal berwarna hitam di lehernya, juga dia tidak memakai topeng kali ini. Jadi wajah tampannya telah diperlihatkannya.
*Note : Omong-omong Saya Lupa Memperlihatkan Pakaian Sekolahnya Satoru Dan Inilah Pakaiannya
*Note : Jadi Seperti Itulah, Pakaian Khusu Laki Dan Juga Wanita
"Astaga Dewa!! Huh! Kau mengageti ku saja, apa kau ingin aku mendapatkan penyakit jantung?" Ujar Evan dengan kesal memegang dadanya yang merasa jantungnya berdetak dengan cepat.
"Eh? Tumben kamu nggak pake topeng?" Ujar Evan merasa aneh dengan Satoru. Sial wajahnya sangat tampan!! Melebihi ras Iblis, Malaikat, dan Phoenix!
__ADS_1
"Oh ini, aku hanya ingin saja. Setiap hari make topeng panas tahu, sesekali nggak pake topeng juga nggak papa, kenapa protes? kalo aku lebih tampan" Ejek Satoru kepada Evan, kenyataannya Evan juga tampan. Malah tertampan di Akademi ini, tapi ini adalah pertama kalinya Evan melihat full wajah Satoru, jadi posisinya sebagai murid tertampan telah tergantikan.
*Note : Jika Ada Yang Merasa Kalo Di Episode Sebelumnya, Kalo Saya Memberi Tahu Kalo Satoru Bakal Membuka Topeng Masih Lama Bukan, Itu Topeng Milik Kakeknya Dan Dia Tidak Akan Melepaskannya, Kalo Yang Ini Dia Pake Topeng Khusu Bagian Atas Wajah Saja Ok, Dah Itu Saja
"…Huff~, ok jangan bahas yang nggak ada manfaatnya ini, sekarang karena kau sudah ada disini. Ayo ikut aku menuju perkumpulan antar guru juga murid OSIS" Ucap Evan serius kepada Satoru, terlihat jika hal itu adalah hal yang penting.
"Hmm" Balas Satoru dengan deheman, karena dia malas berucap kata-kata yang panjang baginya.
Satoru dan Evan berjalan berdampingan, selama berjalan menuju ke arah tujuan mereka berdua. Semua mata murid tertuju kepada kedua pemuda itu, bahkan dari Akademi lain juga menatap mereka. Dan berbagai julukan diberikan kepada kedua pemuda itu, semua murid Akademi Niachaten tentu mengenal Evan.
Tapi mereka tidak mengenal yang ada di samping pemuda itu, karena ini adalah mereka melihat pemuda yang lebih tampan dari Evan. Dari penampilan, dan juga wajah masih menang pemuda yang berada di samping Evan.
Disisi Evan dan Satoru, mereka hanya mencueki pandangan-pandangan tersebut, yang penting mereka sampai ke tujuan dan tidak terlambat.
"Apa kalian tidak mengenalnya?" Tanya balik Evan dengan ekspresi terkejut, karena dia saja langsung tahu jika itu Satoru saat bertemu tadi, walaupun tanpa topeng tetap dia kenal. Semua diruangan itu menggelengkan kepalanya secara bersamaan, kecuali Kepala Akademi karena dia sudah tahu dari awal.
"Haaa~,…baiklah akan aku kenalkan, dia adalah anggota OSIS kita yang bernama Kazuki Satoru murid dari kelas Ksatria 1-C" Ucap Evan bernada malas, dia sama sekali tidak mengerti dengan mata semua orang disini, kecuali Kepala Akademi tentunya karena dia tidak berani membicarakan Kepala Akademi.
>Haaaaa!!!!
Semua orang berteriak secara bersamaan, mereka terkejut bukan main. Selama ini mereka mengenal Satoru dari sebuah topeng saja, dan fokus kepada hal itu. Tapi mereka sampai lupa bagaimana wajah sebenarnya dari seorang Kazuki Satoru, hingga akhirnya di waktu yang sekarang ini mereka baru sadar.
"Salam kenal semuanya, aku……oh iya sudah dikenalin yah, baiklah aku duduk terlebih dahulu" Ucap Satoru tidak mempedulikan suasana yang hening, hanya ada suara langkah kaki miliknya saja.
__ADS_1
Satoru berjalan menuju kursi kosong yang sudah disiapkan untuk dirinya, kan dia salah satu anggota OSIS jadi disiapkan juga. Total anggota OSIS ada 6 orang termasuk Satoru, dan para guru berjumlah 9 orang termasuk Kepala Akademi sendiri.
"Jadi apa rapat kali ini Kepala Akademi William?" Tanya Evan yang telah duduk di kursinya, dan menjadi serius dalam sekejap.
"Jangan serius seperti itu Evan, rapat ini sebenarnya tidak penting, hanya pemilihan juri dan juga pengawas dalam perlombaan yang berlangsung selama 3 bulan ini" Ujar santai William sambil tersenyum kepada Evan.
"Terus? Siapa yang akan menjadi Juri dan juga Pengawas tersebut?" Tanya Evan sekali lagi setelah William berhenti berbicara.
"Kau, Kazuki Satoru, Jessica Tallina, dan Ken Krueger. Itu adalah nama-nama yang akan menjadi Pengawas dalam perlombaan Perburuan Beast di hutan timur Verleria" Jelas William memberi tahu nama-nama yang menjadi Pengawas.
"Dan yang menjadi Juri adalah Wilona Yasin, Jordan Feskis, dan aku William Afton. Ok itu saja tentang rapat ini, oh dan Kazuki Satoru tetaplah disini terlebih dahulu" Ucap William menyuruh semua orang keluar, kecuali Satoru.
Semua orang telah keluar dan tersisa William dan Satoru. Mereka berjarak tidak dekat dari kursi mereka masing-masing, Satoru hanya terfokus kepada gelasnya yang isinya…kosong.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan Pak Tua?" Ucap Satoru dengan dingin, matanya menyala dengan warna kuning.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin berkata kalo kau harus menang di lomba ini, kau tahu bukan? kalo perlombaan pertama adalah pertandingan antar Akademi di arena nanti?" Ujar William tersenyum kepada Satoru.
Perlahan cahaya di mata Satoru perlahan meredup, dan akhirnya menjadi tenang.
>Syuuff~~~!!
Seluruh jendela yang ada di dalam ruangan terbuka secara lebar dan paksa, hembusan angin yang kencang menerpa wajah kedua orang tersebut. Dan disaat itu juga, Satoru berkata kepada William...
__ADS_1
"Hem…tentu saja aku akan menang Pak Tua" Balas Satoru, dan saat itu juga Satoru menghilang dari tempat dimana dia duduk tadi.