Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 27


__ADS_3

Tatapan Satoru berbeda dari sebelumnya, tatapan menggoda. 2 jari Satoru menelusuri tubuh wanita itu turun dan menurun hingga bagian sensitif wanita itu, Satoru memasukkan jarinya dan memainkannya dengan lihai. Wanita itu merasa nikmat dengan permainan tangan Satoru, dia terus mendesah dengan kuat.


10 Minutes Later


"Teruskan~, ahh~…kau sangat hebat sekali ahh~" Wanita itu terus mendesah sangat keras, Satoru hanya bisa tersenyum tipis, karena gerakan dari tangan dan jarinya membuat wanita itu gila. "Apa anda ingin pelayanan istimewanya?" Satoru membisik secara sensual dan juga menggoda.


"Yah~, berikan aku itu~…aku ingin dirimu!~" Wanita itu sekarang menggila, mereka baru bermain 10 menitan tapi wanita itu sudah tergila-gila dengan gerakan tangan dan jari Satoru yang profesional. Kegiatan ini sering dilakukan oleh Satoru jika targetnya adalah seorang wanita.


Sehari yang lalu juga sama, misinya itu menjadi Gigolo sang wanita yang Satoru bunuh kemarin. Dan sekarang dia harus melayani targetnya yang merupakan seorang wanita jug, jadi dia benar-benar ahli dalam hal seperti ini jika berurusan dengan wanita.


Jari-jarinya yang lincah dalam memainkan hak sensitif seorang wanita, akan sangat memuaskan wanita manapun. Di usianya yang masih 15 tahun dan dalam beberapa bulan lagi akan berusia 16 tahun, sudah sangat ahli dalam bidang dewasa ini.


"«Mind Infection»" Tangan Satoru mengeluarkan cahaya berwarna bening dan sedikit berwarna hitam. Sihir itu adalah sihir dari Magic Core Darkness, sihir yang mengendalikan pikiran seseorang yang akan menjadi tergila-gila kepada sang pengguna. Apapun rahasia yang dimiliki oleh korban sihir itu, akan dia beri tahu kepada sang pelaku milik sihir.


Sihir ini jarang digunakan oleh Satoru, kecuali dimisi yang seperti ini. Sihir ini sangat berguna baginya jika berurusan dengan wanita yang menjadi target misinya. "Nyonya, apa kau bisa memberi tahu semua rahasia anda?" Satoru masih memainkan jarinya, dan juga dua gunung kembar milik wanita itu.

__ADS_1


"Aku~…akan memberi ahh~…tahu semuanya, aku keluar!!~" Wanita berteriak di campur *******, dia sudah mencapai ******* puluhan kali. Satoru sendiri sangat tahan dengan cobaan yang ada dihadapannya, dia sama sekali tidak tergoda, bukan berarti dia berbelok yah! Dia masih normal.


Disela-sela bermainnya antara Satoru dan wanita yang menjadi targetnya, sang wanita memberi tahu semua rahasianya. Kebanyakan rahasia-rahasia yang tidak penting, hingga beberapa saat kemudian Satoru telah mendapatkan apa yang dia mau. "Permainan ini telah selesai, selamat tinggal"


>Tak!


>Fyuuur!


Api hitam menggerogoti tubuh wanita itu dari dalam tubuhnya, api hitam itu Satoru tanamkan saat bermain tadi. Wanita itu saat terbakar tidak berteriak kesakitan, malahan tertawa seperti orang gila, itu adalah salah satu efek sihir milik Satoru tadi. Hukuman yang diberikan kepada korban, maka itu akan dianggap berkah baginya.


Satoru berjalan menuju kamar mandi karena ingin mencuci tangannya yang penuh cairan dari dalam tubuh wanita itu, di saat-saat mencuci tangannya di wastafel. Rose datang dari arah pintu, Satoru yang menyadari keberadaan Rose hanya diam saja dan fokus membersihkan tangannya.


Tangan dan tubuh yang berlumuran darah walaupun terhalang pakaian, itulah keadaan Rose si Kucing Naka rekan Satoru. Saat ini dia telanjang tanpa pakaian, tanpa sehelai benang pakaian ketatnya tadi. "Satoru ayo mandi bareng, kita sudah lama tidak mandi bareng. Kau juga sangat bau akibat cairan wanita itu"


"Apa kau sengaja mengotori pakaianku?" Satoru berbalik ke arah menatap Rose yang tanpa busana berdiri memeluk dirinya. "Iya dan tidak, tidak karena kau memang bau karena cairan wanita itu, iya karena aku memang ingin mandi bareng. Sekalian juga mandi gratis di rumah seorang Bangsawan"

__ADS_1


"Haaa~, kau ini…baiklah jika itu yang kau mau, akan kubuat kau seperti wanita tadi" Satoru menggendong Rose ala pengantin baru, dan berjalan menuju bak mandi yang berada di dekat mereka. Satoru menurunkan Rose di dalam sana, tapi sebelum itu dirinya dulu yang duduk.


Dan Rose duduk di pangkuan Satoru, kini tubuh mereka telah menyatu. Berbeda dengan yang dulu, tubuh Rose yang sangat kurus dan juga masih papan_- sudah meningkat menjadi tubuh seorang wanita dewasa yang berisi. Awalnya Satoru sama sekali tidak peduli hal itu, tapi kali ini dia akan bermain-main dulu sebentar bersama Rose.


Dia sudah cukup lelah dengan permintaan mesum Rose, yang akhirnya dia kabulkan malam ini. Kali ini dia hanya akan bermain tangan saja, tidak lebih dari itu. Karena baginya masih belum legal, usia mereka saja masih sangat muda dan belum cukup umur untuk melakukan hal itu. Jadi dia ingin Rose merasakan apa yang dirasakan oleh wanita yang pernah Satoru permainkan saat misi.


"Apa kau sipa untuk absen besok?" Satoru berbisik ke telinga Rose, tubuh mereka yang sudah bersentuhan sangat membuat Rose sangat malu. Dimana sifat mesumnya tadi? Itu hanya hal belaka saja, dia seperti itu hanya candaan di saat kebersamaan bersama Satoru. Tapi kini berbeda dia sangat malu, padahal dia tidak bersentuhan seintim ini.


Mereka berdua paling hanya berpegangan tangan, beda rasa dengan yang saat ini. Rose sangat, sangat, dan sangat malu terhadap suara dan nada bicara Satoru yang begitu menggoda bagi siapa yang mendengar, suara yang begitu dewasa, dan sedikit berat. Tentu itu adalah hal yang tidak biasa bagi remaja tiga belas tahun itu.


"I've been granting your wish all along…Rose~" Bahasa yang tidak pernah Rose dengar, tapi di telinganya itu sangatlah seksi.


*Note : Skip Saja, Malas Gw Buat Ginian, Walaupun Ada Genre Ecchi Tapi Jangan Sampai Yang Hard Juga


The Next Day

__ADS_1


Perlahan-lahan Satoru terbangun dari tidurnya, dia terbangun akibat inti alam semesta yang begitu bersinar terang. Pandangannya menyapu seluruh ruangan dan akhirnya mendarat kepada Rose yang tertidur di sampingnya tanpa busana, entah kenapa dia tidur tanpa busana? pikir Satoru.


Semalam telah melakukan hal yang diminta Rose selama ini. Rose tertidur setelah keluar puluhan kali, dia menggendong Rose yang tanpa busana dan dia tutupi dengan Jubahnya. Dia sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu, mengingat dia pernah berjanji kepada kedua orang tuanya Rose sebelum akhirnya meninggal. Mereka meminta Satoru menjaga dan merawat Rose dengan baik saat itulah kedua orang tua Rose menghembuskan nafas terakhir.


__ADS_2