Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Chapter 41 : Salah Satu Peninggalan Kakek


__ADS_3

"So... Sonya" Gumam lirih Satoru dengan tatapan sendu dan teduh di balik jubah itu.




"Maaf, anda ngomong apa? Saya tidak mendengarnya..." Sonya bertanya dengan mendekati dirinya kepada Satoru agar lebih mendengar apa yang barusan di katakan oleh Satoru.



Satoru menjadi gugup saat di dekati oleh gadis yang pertama kali membuat Satoru terpesona dan tergila-gila, namun ia sadar kalau sekarang ia ada misi yang harus diselesaikan. Baginya kejadian ini terlalu cepat, seharusnya Sonya berada di tempat yang jauh.



Tetapi Satoru tidak menyangka jika Sonya ada di kota ini. Satoru sendiri mengetahui semua sisi gelap setiap kota yang ada di Kerajaan Winsdom, kehidupan Sonya bisa saja terkena bahaya karena kecantikannya yang murni tanpa riasan.



"Tidak ada, saya tadi hanya berkata **Maaf** kepada anda. Kalau begitu ini belanjaan anda, saya pergi terlebih dahulu, selamat tinggal" Satoru pergi dari hadapan Sonya yang tak bergeming di tempatnya.



Perempuan itu merasakan perasaan yang tidak asing, sebuah perasaan yang sangat akrab dan juga begitu dalam. Satoru yang termenung dalam berjalan menuju tujuannya. "**Lindungi dia diam-diam, jangan ada siapapun yang menyakitinya. Kalau ada ... Bunuh mereka dengan kejam dan bantai orang-orang yang terhubung**!"



Seekor prajurit bayangan dengan cepat memasuki bayangan Sonya. Satoru menghela nafasnya, ia berpikir akan menemui sebentar perempuan itu sekedar menyapa atau memeriksa keadaannya.



"Secepatnya aku harus menyelesaikan misi ini"



Malam hari sudah tiba, Satoru yang siap untuk mendatangi pelelangan yang baru pertama kali ia datangi. Penampilan yang serupa saat 4 bulan yang lalu, Satoru seperti bangsawan besar yang berwibawa. "Silahkan masuk, Tuan" Dikarenakan penampilannya Satoru dengan mudah memasuki Paviliun tersebut.



"Semoga ada barang yang menarik perhatianku selain roh itu" Senyuman yang mempesona menarik perhatian tamu-tamu kaum wanita yang menatap ke arah Satoru. Pakaian bangsawan yang mewah dengan topeng terpajang di wajah tampannya seperti misteri tersembunyi.



Setelah ia mendapatkan tempat duduk pilihannya, acaranya telah dimulai. Pembawa acara yang juga memakai sebuah topeng untuk menutupi identitasnya, memberi salam kepada hadirin dan bercakap basa-basi terlebih dahulu sebelum memasuki topik utama. "Hadirin semuanya!! Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh kita semua!



Barang-barang penuh misteri yang telah dibeli oleh Paviliun kami akan membuat semua orang akan takjub malam ini! Jadi persiapkan uang kalian!


Karena malam ini adalah malam yang paling istimewa!"



Satoru menjadi sedikit tertarik dengan apa perkataan host barusan. Kali ini dalam benaknya ia berpikir akan mendapatkan sebuah jackpot. "Mari kita lihat ... Apa saja yang kalian miliki Paviliun Moniyan?"



**POV' Satoru**

__ADS_1



Acara sudah dimulai. Malam ini sepertinya akan menjadi malam yang panjang, aku melihat dua gadis dengan pakaian yang terbuka membawa gerobak yang tertutup. Aku penasaran ... Barang pertama kali ini akan seperti apa? Apa itu sebuah senjata atau item yang bagus?



Penutup yang menutupi gerobak itu ditarik yang kulihat sebuah orb berwarna merah terang seperti inti kekuatan magical beast. Apakah memang inti magical beast? Aku tidak tahu ... Namun, itu memancarkan energi sihir yang lumayan kuat dan aura panas yang tidak terlalu kuat.



"Barang pertama yang akan dilelang kali ini adalah sebuah Inti kekuatan buatan milik Professor terkenal dari Kerajaan Red. Professor tersebut menemukan sebuah item yang mirip seperti inti magical beast yang biasa kita gunakan, tetapi Professor itu membuat item ini untuk menjaga kelestarian magical beast dari kepunahan. Kita tahu bahwa sekarang magical beast peningkatan dari keberadaan mereka menurun.



Dan untuk meningkatkan kekuatan kita, hal itu tidak cukup. Jadi, Professor Cunningham telah membuat item ini dengan terjangkau dan item yang dilelang oleh Paviliun kami saat ini adalah item sempurna milik Professor Cunningham. Harga dimulai dari 200 Gold Niken!"



"250..."



"315..."



"400..."






Item itu tidak terlalu berguna bagiku. Dan ilmuan gila itu ternyata berhasil membuat barang ciptaan milikku dengan sempurna, walaupun aura dari item itu tidak terlalu kuat. Tapi itu cukup membuat seseorang yang baru saja membangkitkan kekuatan mereka bisa naik tingkatan dengan cepat tanpa hambatan.



Item itu terjual kepada seorang bangsawan yang duduk di kelas VIP No. 09 yang membeli item itu dengan harga 690 Gold Niken. Itu terbilang cukup banyak, apakah mereka bangsawan besar? Aku tidak peduli.



Barang kedua mulai di perlihatkan dan itu adalah item defense khusus Artjurer dan sebuah magic item khusu Konjurir. Yah itu item yang lumayan, tapi tidak terlalu menarik perhatianku.



Waktu berlalu begitu cepat. Barang kedua puluh telah muncul, dan kali ini ... Barang itu sangat menarik perhatianku. Sebuah senjata yang sangat aku kenal, senjata yang berasal dari duniaku yang sebelumnya dan lambang dari senjata itu.



"Lambang keluarga Kazuki ... Jangan bilang!!"



Senjata milik Kakek! Aku harus mendapatkan senjata itu. Tidak peduli aku harus berebutan dengan bangsawan-bangsawan rendahan itu, yang paling penting senjata itu jatuh di tangan yang tepat.

__ADS_1



Tanpa basa-basi aku menawarkan harga tertinggi untuk Katana yang berukuran normal layaknya Katana biasa, memiliki corak naga pada sarung senjata tersebut. Aku tahu itu bukan terbuat dari bahan biasa, dan aura kuat yang tersegel dari Katana itu, aku yakin itu aura milik Kakek.



"1 Juta Gold Niken!!!!"



Suaraku begitu kencang menyebutkan harga yang ku tawarkan. Kuharap mereka tidak ada yang berani menawar, jika sudah begini aku akan mudah mendapatkan senjata peninggalan Kakek. Suasana yang sunyi, aku sadar jika uang yang ku keluarkan sangat besar. Tetapi itu tidak seberharga senjata milik Kakek.



\>Boom!!!



Ledakan yang terjadi mengejutkan diriku, sekelompok yang berjumlah ratusan muncul dan mengepung kami. Senjata milik Kakek kulihat telah diambil, aku segera secepat kilat mengambil senjata itu.



\>Srek!!



Aku membelah secara vertikal tubuh orang yang mencoba mencuri barang incaran ku. Satu orang di dekatnya menyerang diriku dengan pedang pendek, aku menghindari serangan itu dan menendang dengan kuat tubuh orang itu.



Ia terlempar kuat akibat tendangan ku. Kakek, aku meminjam senjatamu ini. Maafkan aku jika senjata ini langsung bersimbah darah!



\>Sring!!



\>Rooaaaarrrr!!!!!



Raungan kuat setelah aku melepas sarung Katana milik Kakek ku. Naga hitam dengan aura petir hitam yang mencekam disekelilingnya, mata Naga yang berwarna kuning yang mendominasi itu menatapku. Aku memperhatikan sekitarku, dan semuanya gelap dan bukan lagi di Paviliun.



"Nak. Siapa kamu? Dan bagaimana bisa kamu membuka segel senjata yang mengurungku ini? Hanya orang itu yang seharusnya bisa membuka segel ini"



Apa Naga ini membicarakan Kakekku? Sepertinya iya. Aku harus membalas apa tentang pertanyaan? Aku gugup sekali, ayo Satoru tenangkan terlebih dahulu dirimu. Auranya begitu kuat!



"Aku adalah Kazuki Satoru. Kenapa aku bisa membuka segel dari senjata ini? Karena aku adalah cucu dari orang yang kau maksud, yaitu Kazuki Miyamura. Kau tahu dia bukan? Dornamus"


__ADS_1


Aku mengingatnya. Naga ini adalah salah satu magical beast milik Kakek, satu-satunya magical yang saat ini adalah yang paling kuat, Raja Dari Kegelapan Dunia Ini, yaitu Dornamus.


__ADS_2