
Hantaman antara naga api putih dan jug naga api hitam memborbardir seluruh arena, hembusan angin dan juga ledakan besar dirasakan oleh semua orang yang ada di Guild ini, bahkan sang Guild Master merasakan tekanan sihir yang besar juga ledakan itu. "Siapa yang mengeluarkan sihir tingkat tinggi ini?!" Ucap sang Guild Master terkejut.
Guild Master buru-buru meninggalkan kanto miliknya, dia berlari menuju arena pertarungan untuk pendaftaran seorang petualang. Sesampainya disana dia melihat pemandangan dimana semua arena hancur setengah. Arena yang sudah dilapisi oleh Magic Energy tingkat tinggi hancur begitu parah akibat hantaman tadi.
Di tengah-tengah Arena masih ada Satoru yang terengah-engah saat bernafas, dia tersujud sambil melihat ke atas langit. Tangannya yang tadi menahan serangan milik pemuda tadi menjadi terbakar gosong, regenerasi miliknya melambat. Rasa sakit yang dia tahan sama sekali tidak berguna, sedangkan pemuda tadi telah pingsan akibat terlalu memaksakan diri.
"Hei nak apa kau baik-baik saja?!" Guild Master yang melihat keadaan kritis Satoru berniat menolongnya, tapi sebelum menyentuh Satoru. Satoru telah hilang dari tempat itu, sangat cepat itulah perkataan yang ada dibenak Guild Master. Disisi Satoru yang menghilang tadi, dia telah dibawa oleh seorang gadis cantik seusia dengan dirinya.
"Bertahanlah Satoru, kita akan segera sampai!" Gadis itu adalah Rose yang berniat mendaftarkan diri menjadi petualang seperti Satoru, tetapi saat ingin mendaftar dia mendengar sebuah ledakan dan membuat firasatnya buruk seketika. Dia berlari dengan cepat menuju arena pendaftaran, dan telah menemukan Satoru terluka sangat parah, Rose dengan cepat menghilang dari tempatnya dan membawa pergi Satoru.
"R...Ros…e, a…Ahkk! apa kah itu kau?" Satoru yang bertanya dengan lemah, memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Luka bakar yang sepanjang tangan hingga pundak, rasa sakit yang pedih yang belum pernah dia rasakan selama ini. Saat itu, api hitam miliknya hanya setengah saja yang berhasil menutupi tangannya Satoru, dan keburu terkena ledakan sihir tingkat tinggi tadi.
"Shhtt…diamlah Satoru, jangan banyak bicara. Kau sedang terluka, tidurlah terlebih dahulu, pasti sangat lelah yah?" Satoru hanya mengangguk saja, dirinya memang lelah karena sihir miliknya tadi sudah menguras 1.000.000 Magic Energy, sihir yang dikeluarkan tadi memang menguras besar Magic Energy nya. Tapi kelemahan sihir tadi adalah pengeluarannya yang sangat lambat, dan itulah akibat terjadinya luka itu.
__ADS_1
Beberapa menit berlari dengan kecepatan yang sudah sampai batas Rose miliki, tempat penyembuhan yang ada di sebuah gedung di bawah kerajaan Arsipia. Gedung itu adalah markas organisasi Phantom yang sangat dicari-cari oleh seluruh kerajaan yang ada di benua Arcania, tapi markas ini hanyalah cabang dan belum tahu dimana yang pusat berada.
>Brak!!
"Lucas!! Dimana kamu?" Rose menendang pintu sebuah ruangan dengan keras, wajahnya yang terlihat panik sepanjang perjalanan kemari dan keringat yang selalu membasahi wajah cantiknya. "Kenapa sih teriak-teriak? Aku saja selal__" Perkataan seorang pemuda pirang terputus saat melihat Satoru yang kritis di gendongan Rose, "Ya Dewa, apa yang terjadi padanya?"
Pemuda banci itu bernama Lucas, dia tampan, atletis, banci, dan juga lentur. Seorang penyihir Dersorer Penyembuhan, dia ketua tim medis di organisasi Phantom ini. Dan Satoru juga Rose sangat akrab dengannya, walaupun Satoru dingin kepadanya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, saat aku ingin mendaftar sebagai member Guild tadi. Aku mendengar sebuah ledakan di tempat Guild itu, dan disaat sudah sampai di tempat kejadian, aku sudah melihat Ghost dalam keadaan seperti ini!" Rose menjelaskan hal yang terjadi dengan panik, dia merasa sangat khawatir dengan keadaan Satoru yang begitu parah. Apalagi bagian lengan kirinya yang kini menjadi hancur, "Apakah kau bisa menyembuhkannya?!"
"Baiklah terima kasih atas bantuannya Lucas" Rose sangat-sangat berterima kasih kepada Lucas, baginya Lucas temannya yang kedua yang sudah begitu baik kepadanya, walaupun bersifat banci sih. "Kalau begitu, kau keluar dulu dari sini. Aku akan membungkus tangannya dan menyembuhkan tangannya agar dia bisa sedikit tidak merasakan rasa sakit saat beraktivitas"
Rose hanya mengangguk saja, dia sebenarnya ingin menemani Satoru berobat. Tapi karena ini demi kesehatannya, jadi dia hanya bisa menurut saja. Semoga kau cepat sembuh, Satoru. Rose berdoa kepada Dewa/Dewi untuk keselamatan dan juga kesehatan Satoru.
__ADS_1
2 Months Later
Dua bulan sudah lewat dengan kejadian saat itu, tangan kiri Satoru telah terbungkus oleh kain yang mengobati tangannya secara perlahan. Tapi dia tetap melakukan kegiatannya seperti biasa, kadang Rose melarangnya untuk bekerja atau bersekolah. Karena sifatnya yang sekarang sangat keras kepala, jadi Satoru diperbolehkan oleh Rose.
"Jadi misi kali ini apa… Pemimpin?" Satoru berdiri di depan seorang pria paruh baya yang membelakanginya. Pria paruh baya itu berbalik, wajahnya yang sudah terlihat sangat tua, memiliki luka di wajahnya, dan dia juga sudah buta di kedua matanya. Tapi kekuatannya itu tidak dapat diremehkan, walau dia sudah sakit-sakitan dan juga buta tetap dia kuat seperti saat dia muda.
"Bunuh Bangsawan Riften, mereka sudah melakukan korupsi, dan juga pembunuhan berencana terhadap William Afton" Pria paruh baya yang bernama Jack Warlock itu memerintahkan Satoru untuk membunuh target barunya, "Dimana lokasi mereka Kakek Buta?"
Mulutnya kali ini sangat tidak mudah terkontrol, Satoru sendiri linglung dengan mulutnya. Sejak kapan mulutnya berbicara begitu kasar kepada seseorang tunanetra di hadapannya itu, pikir Satoru.
"Lokasi mereka ada di kota budak, Inshifia. Pergilah dan bunuh siapa saja yang ada didekatnya, keluarga ataupun kerabat bunuh mereka semua" Setelah berkata seperti itu, Satoru memlih pergi untuk menjalankan misinya. Organisasi Phantom tidak pernah terikat apapun, Raja sekalipun tidak akan berani berurusan dengan Organisasi yang satu ini.
"Haaa…kayaknya sekalian aku ingin menenangkan diri di kota itu" Satoru menghela nafas panjang, karena 2 bulan ini dia banyak sekali pekerjaan. Dan baru saja kemarin dia berulang tahun, dan hari ini sudah di beri misi yang merepotkan baginya. Sepertinya Satoru kali ini akan absen untuk ijin tidak masuk ke Akademik, dan dia bantu oleh Rose.
__ADS_1
Kalo kalian bertanya kenapa Rose tidak ikut misi bersama Satoru? Itu karena, sekarang Rose menjadi pengganti Satoru sebagai salah satu anggota OSIS. Dan selama Satoru sakit, tugas miliknya menumpuk dan itu diberikan kepada Rose, sungguh nasib-nasib dalam benak Rose saat ini