
"Saya ingin menginap selama 1 bulan saja, sekalian juga makan pagi, siang, dan malam" Satoru mengeluarkan lima puluh koin Niken dalam sebuah kantong biasa, dan memberikannya kepada si Pria
"Ini kuncinya, kamarmu ada di lantai 3 bagian ujung kiri dekat tangga menuju lantai empat" Pria itu memberikan sebuah kunci kamar kepada Satoru, tanpa basa-basi Satoru mengambil dan langsung pergi menuju lanati tiga.
Sesampainya di kamar barunya, Satoru langsung membuka topengnya dan juga pakaiannya, "Sangat menggerahkan, aku harus mandi dan pergi berkeliling sementara di desa ini" Satoru berjalan menuju kamar mandi yang sudah tersedia di dalam kamarnya itu.
1 Hours Later
Selama satu jam itu, Satoru melakukan hal yang normal. Dia membaca buku, melihat pemandangan orang-orang dari jendela, tidur sejenak, dan akhirnya pergi kelantai bawah untuk makan sesuatu. Satoru yang sudah sampai di lantai bawah dengan santai memilih tempat duduk.
"Permisi, aku ingin memesan makanan!" Satoru mengangkat tangannya, dan memanggil pelayan yang juga pemilik Penginapan ini. "Iya, anda mau pesan apa Tuan?" Seorang gadis mendatangi Satoru dan bertanya kepadanya.
"Aku ingin memesan makanan khusus makan siang saja, dan segelas air putih" Satoru hanya memesan makanan yang sesuai waktu saat ini, gadis itu kemudian pergi dari Satoru untuk mengambil pesanan milik Satoru.
Beberapa saat kemudian, gadis itu datang kembali membawa mapan yang diatasnya ada sebuah piring kayu dan juga gelas kayu. "Ini pesanan anda Tuan, silahkan dinikmati" Gadis itu menaruh pesanan Satoru, dan kembali bekerja.
Makanan yang dipesan oleh Satoru adalah Steak daging, kacang hijau yang di rebus, dan juga kentang tumbuk, minumannya…yah air putih seperti yang dia pesan tadi. Karena merasa sangat lapar, Satoru makan dengan normal, jika dia cepat-cepat dan juga lahap, dia akan dianggap aneh.
__ADS_1
Satoru makan dengan membuka sediki topengnya untuk menyendoknya ke dalam mulut, pemandangan itu tentu dilihat orang-orang. Banyak yang melihat Satoru dengan tatapan penasaran, ada juga yang merasa…?
Tapi yang pasti, semua orang yang ada di dalam tempat ini sangat penasaran dengan Satoru. Sedangkan Satoru sendiri tidak mempedulikan tatapan-tatapan semua orang, dia hanya ingin makan tenang. Kulit mulus dan putih porselen, itu tentunya terlihat oleh pengunjung laki-laki ataupun wanita, mereka melihat sedikit kulit Satoru hanya bisa menatap dengan terpesona, nafsu, dan juga iri.
Kulit yang sebagus crystal, walaupun terkena kotoran akan tetap terlihat cantik. Kulit mulus itu hanya dimiliki oleh Satoru saja, bahkan Ras Malaikat, Iblis, dan juga Phoenix akan merasa iri. *Di Novel Ini Ras Iblis Memiliki Ketampanan Yang Sangat Tidak Manusiawi, Mereka Memiliki Kulit Putih Mulus Seperti Manusia Tapi Lebih Indah, Mereka Memiliki Tanduk Di Kepala Mereka Yang Menambah Kesan Keren, Dan Mereka Tentunya Termasuk Ras Dengan Populasi Yang Dimana Semua Warganya Sangatlah Tampan Dan Juga Cantik
Ok kembali ke cerita, Satoru yang telah menyelesaikan makan siangnya, memilih pergi dari penginapan dan pergi menuju suatu tempat. Tempat itu adalah rumah si Rose gadis yang pernah mmembantu Satoru, Satoru ingin ke rumah Rose karena ingin menanyakan sesuatu.
Sesampainya di rumah si Rose, Satoru langsung bertemu dengan Rose yang terlihat baru saja membeli bahan-bahan makanan. "Hai, Rose" Satoru menyapa Rose yang ingin membuka pintu rumahnya, "Oh, hai juga…?"
"Ah! Aku lupa mengenalkan diriku tadi, namaku Satoru" Satoru dan Rose lupa mengenalkan diri mereka masing-masing saat bertemu, tapi karena Ayahnya Rose yang memanggil namanya, jadi Satoru langsung tahu namanya. Tapi dirinya sendiri lupa mengenalkan diri.
*Note : Sebenarnya Sih Di Episode Aku Singkat Saja, Satoru Nanti Akan Pergi Menuju Tempat Pembuatan Pakaian, Nanti Disitu Dia Ingin Membuat Pakaian Khusus Untuk Dirinya. Dan Juga Pakaian Untuk Pekerjaan Menjadi…Masih Rahasia Sebentar Lagi Akan Di Kasih Tahu Kok. Dan Disini Aku Time Skip 2 Tahun Yang Dimana Sudah Memulai Pekerjaannya.
4 Years Later
"Tolong…Kumohon jangan bunuh aku! A_aku akan membayarmu sebanyak yang kau minta!!!" Seorang wanita menjerit sangat keras, dia memohon kepada sesuatu yang berasal dari kegelapan.
__ADS_1
Ruangan yang gelap tanpa penerangan, memiliki suasana yang mencekam, suhu menjadi rendah, suara burung hantu terus terdengar, langkah kaki seseorang yang menambah kesan yang menyeramkan. Dalam bayang-bayang kegelapan sebuah 2 butir cahay bersinar berwarna ungu.
"Kumohon!!…tolong jang---!!!!!" Wanita itu terus menjerit hingga tanpa sadar lidah, lengan, dan juga kakinya sudah menghilang.
>Slab!
>Slab! Slab!
Wanita itu menjadi lebih takut, dia menatap ke arah 2 cahaya kecil yang ada dibalik bayang-bayang. Kedua cahaya itu hanya diam saja di tempat, wanita itu bukan merasa bingung melainkan sangat ketakutan.
"Memangnya siapa kau yang berhak memerintah ku, padahal nyawa sudah diujung tanduk, penampilan sangat kacau, pengawal-pengawal sudah mati, tempat tinggal sudah hancur, dan kau memerintah ku?" Orang itu ingin sekali tertawa kepada korbannya yang mental dan fisik sudah hancur juga rusak.
Orang itu keluar dari bayang-bayang kegelapan ruangan ini, di kedua tangan terlilit sebuah rantai yang dilapisi api berwarna hitam. Di genggaman tangannya itu terdapat lidah, lengan, dan juga kaki dari wanita itu.
Wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, tidak bisa berbicara karena lidah sudah hilang. Air mata terus meluncur dari sudut matanya itu, penampilan yang kacau seperti orang gila! Ingin sekali disiksa oleh siapapun. "Aaaah~…entah kenapa? Jika melihatmu menderita sangat melegakan dan juga menyenangkan"
"Yah…ya, itu karena kau memang pantas untuk menderita, kematian hanya keinginanmu saja dan itu tidak pantas. Tapi penyiksaan…oooh~, itu sangatlah pantas!" Tatapan penuh membunuh sudah terpampang di depan wajah wanita itu. "Jadi berteriak lah sepuas hatimu, karena malam ini adalah malam paling indah kita berdua"
__ADS_1
Orang itu adalah Kazuki Satoru, sang MC, yang sekarang mempunyai pekerjaan sebagai pembunuh bayaran dan juga seorang pelajar di sebuah Akademik di kota Niachaten, Ibukota kerajaan Arsika.
Sejak empat tahun lalu, dia menjalani kehidupan normal di usianya yang masih sebelas tahun, tapi di saat usianya dua belas tahun. Satoru memilih untuk masuk kesebuah organisasi yang di balik bayang-bayang benua Arcania, Organisasi itu bernama Phantom.