Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 20


__ADS_3

"Iya Nek, aku makan yah" Ucap aku untuk meminta ijin makan, dan Nenek Lia mengangguk sebagai jawabannya. Aku mulai memakan makanan yang dibawa oleh para Maid, saat aku ingin menggigit daging yang sudah kupotong. Aku tiba-tiba saja mendengar suara Eve yang dari tadi sedang tertidur.


{Host Jangan Dimakan Itu Ada Obat Tidur!!}


Normal POV'


Perkataan dari Eve mengejutkan Satoru, dengan sigap Satoru langsung melempar garpu yang ingin dia gigit tadi. "Nenek Lia, apa maksudnya ini?!" Satoru bertanya dengan tegas, mendengar hal itu Nenek Lia sedikit terkejut.


"Hoho…kau bocah yang istimewa ternyata, kukira kau awalnya hanya bocah biasa saja. Tapi…berbeda dengan dugaanku itu" Nenek Lia sedikit tertawa, dia bersikap sangat tenang di hadapan Satoru.


"Memangnya kenapa jika aku bukan bocah biasa?" Satoru merasa sangat waspada dengan sekitarnya, dia sudah mengetahui banyak Maid yang ada di ruangannya saat ini. Tetapi tatapan matanya hanya tertuju kepada Nenek Lia. "Karena kau cocok untuk menjadi sesuatu yang berguna bagiku, bocah tampan dan juga cantik. Cocok sekali untuk kecantikanku ini"


Satoru terkejut mendengar perkataan dari mulut Nenek Lia, dia langsung mengeluarkan Kurowashi dan mengarahkannya kepada Nenek Lia, "Jangan macam-macam kepadaku dasar bau tanah!" Satoru tersenyum mengejek, dia menyebut Nenek Lia dengan sebutan Bau Tanah agar Nenek Lia terpancing amarah.


Dan betul saja, sesuai tebakan Satoru, Nenek Lia terlihat sangat marah di saat Satoru menyebutnya Bau Tanah. "Bunuh bocah itu, jangan biarkan dia kabur dari sini!!!!" Nenek Lia berteriak sangat kencang, Maid-maid yang bersembunyi keluar dari persembunyian mereka.


Puluhan Maid-maid Assassin, kecuali Maid Susie. Semuanya mengepung Satoru dari segala arah, dan setiap sudut ruangan. "Baiklah, mulai sekarang jangan percaya kepada siapapun" Gumam Satoru sangat kecil, hingga tidak terdengar sama sekali.


"Jika ini yang Bau Tanah minta, maka akan aku kabulkan. «Ice Magic, Ice Goddess Sorrow»" Suhu di ruangan itu perlahan merendah, butir-butiran es yang kecil jatuh dari langit-langit ruangan. Nenek Lia dan Maid-maid yang lain merasa merinding, kedinginan, dan juga ketakutan.


>Swussh!!!

__ADS_1


>Boom!


"*Sigh*… Sesuai yang kau minta, kau mati disini Dasar ****** Bau Tanah" Uap dingin keluar dari mulut Satoru, ruangan yang awalnya berwarna merah, bercahaya lilin, bersuhu hangat, menjadi ruangan dengan suhu yang sangat dingin, penuh dengan es, dan juga gelap.


Satoru mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Nenek Lia yang sudah menjadi patung es, wajah ketakutan dan mulut terbuka lebar itulah yang tergambar dari wajah Nenek Lia. Mata abu-abu milik Satoru menyala beberapa detik.


Mata yang menyala itu diakibatkan saat Satoru menggunakan sihir Es, jika dia menggunakan elemen lain maka mata Satoru akan menyala sesuai warna elemen yang dia gunakan. Kecuali Cahaya dan Kegelapan, Kegelapan akan berwarna ungu dan Cahaya akan berwarna emas.


"Sekarang aku harus bagaimana? Nenek bau tanah itu sepertinya sangat berpengaruh di daerah ini…aku harus pergi dari sini, tapi sebelum itu mari kita lihat rahasia apa yang ada di Mansion ini" Ucap Satoru.


Satoru berbalik dan berjalan mengarah pintu keluar, disaat itu juga Nenek Lia dan para Maid-maid tadi pecah seketika.


Keluar dari ruangan itu, kini dihadapan Satoru terlihat lorong gelap dan mencekam di sepanjang jalan. Hanya ada sinar bulan yang bersinar dari kaca jendela. Tatapan mata Satoru menjadi dingin, kewaspadaan semakin menjadi.


"Keluar kalian semua bajingan!" Teriakan Satoru menggema di sepanjang lorong, cahaya-cahaya kecil muncul di balik bayang-bayang lorong di depan Satoru. Sedangkan Satoru sendiri berdiri sendirian di depan pintu.


Kedua tangannya dimasukkan kedalam kantong celana, kini matanya menyala dengan warna yang berbeda dari sebelumnya yaitu, merah yang melambangkan Api. Satu tangan dia keluarkan dari kantong, api yang tidak terlalu besar menyelimuti tangannya tersebut.


Senyuman lebar dan menakutkan terlihat di wajah Satoru, itu bagi dirinya, tapi bagi orang lain itu mempesona dan terkesan keren. "Mari kita mulai pembantaian di bawah sinar bulan ini!!" Cahaya-cahaya kecil dari kegelapan itu telah keluar.


Memperlihatkan semacam makhluk yang jelek, menjijikkan, dan juga menyeramkan. "Undead, Werewolf, Goblin, dan Mutan. Sepertinya kalian bocah-bocah yang menjadi bahan eksperimen atau tumbal ****** Tua itu"

__ADS_1


"Aku sebenarnya tidak peduli sih, tapi karena ada kalian disini maka aku tidak akan sungkan untuk membantai kroco-kroco seperti kalian" Kini kedua tangan Satoru sudah dia keluarkan, elemen di tangan kanan yaitu Api dan yang kiri adalah Es.


Dalam hal ini, cahaya dari mata Satoru menjadi 2 bagian yang berbeda, warna itu adalah Merah, dan juga Biru keputih-putihan. "Jocelyn, Erika mari kita membantai" Kedua nama itu adalah nama dari Elemen Core Satoru.


Sang Api Jocelyn, Sang Air Maria, Sang Angin Freya, Sang Tanah Natalia, Sang Petir Rafaela, Sang Kegelapan Lilith, Sang Es Erika, dan terakhir adalah Sang Cahaya Josephine. Nama-nama itu Satoru berikan kepada Elemen Core miliknya, saat masih berada di pulau Leros.


Setiap Elemen Core itu telah Satoru masukkan kedalam senjata-senjata favorite miliknya. 2 Desert Eagle yaitu Jocelyn dan Maria, Busur Panah yaitu Freya, Tombak yaitu Natalia, Cakar dan Cambukan yaitu Rafaela, 2 Katana yaitu Lilith dan Josephine, dan terakhir adalah All Fire Gun yaitu Erika.


Jadi Satoru sekarang menggunakan 2 Desert Eagle tapi berbeda Elemen Core, karena Erika bisa memasuki semua Senjata Api, jadi dia bisa bertukar tempat dengan Maria. "«Ice Magic, Ice Thorn Shot»"


Satoru menembak satu tembakan dari Erika, sebuah peluru yang terlapis es meluncur menuju arah para makhluk-makhluk eksperimen itu.


>Crassssh!


Peluru itu tiba-tiba pecah dan menjadi duri-duri es yang besar berwarna hitam bening. Makhluk-makhluk eksperimen yang berada didekat peluru yang ditembakkan Satoru menjadi tertusuk dan tertahan di dinding-dinding.


"«Fire Magic, Black Flame Explosion»" Tembakan selanjutnya adalah Jocelyn. Peluru yang keluar adalah peluru yang diselimuti oleh Api berwarna Hitam. Api yang digabungkan oleh Lilith, dan menjadi Api Kegelapan yang berwarna hitam dan keunguan.


Tembakan itu langsung melebarkan jalan yang ada di lorong, makhluk-makhluk eksperimen itu berteriak kesakitan. Api Hitam yang tidak pernah padam adalah Api Penghakiman yang berasal dari Neraka. Pelepasan dosa, dan juga penyiksaan bagi manusia-manusia berdosa harus dihukum dengan Api Hitam itu.


"Jadi jangan berharap jika api itu padam, karena hanya aku yang bisa memadamkannya" Nada suara yang begitu dingin, mata yang bersinar ungu. Api Hitam yang sudah menjelar keseluruh Mansion. "Semoga tenang di alam sana"

__ADS_1


__ADS_2