Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 26


__ADS_3

"Kau orang yang terlalu sadis Ghost, tapi aku menyukainya~" Rose mendekati Satoru dengan langkah seksi, dia menatap Satoru dengan tatapan menggoda dan genit. Satoru sama sekali tidak menatap ke arah Rose, dia hanya diam saja. "Bagaimana kalo giliran kita melakukan hal itu?" Rose berbisik dan menjilati leher indah Satoru.


"Hentikan itu Rose, kau belum sikat gigi" Mendengar hal itu Rose menjadi kesal, dia langsung mengetok kepala Satoru dengan kuat.


>Tok!!!!


Tapi Satoru tidak ada reaksi sama sekali, kepalanya menimbulkan sebuah benjolan. Dia sudah terbiasa di perlakukan seperti itu oleh Rose, karena dia memang tidak sengaja mengatakan hal-hal yang pedas.


"Ok cukup main-mainnya, ambil sedikit darah mereka dan mulai rafalkan sihirmu" Satoru menjauh dari Rose, karena dia tidak ingin menggangu proses penyamaran mereka. Sekalian juga berjaga-jaga jika ada yang datang, kalo ada yang datang tinggal bunuh saja terus bakar.


Beberapa saat kemudian proses penyamaran telah selesai, Satoru sekarang merasa sangat kesal kepada Rose. Karena…dia harus menyamar menjadi sang wanita yang baru saja melakukan hal tidak senonoh. Sedangkan Rose sendiri dia hanya bisa menahan tawa saat melihat Satoru yang menjadi wanita.


Walaupun menjadi wanita yang memiliki wajah biasa-biasa saja, tapi aura mempesona, berwibawa, dan juga penuh kharisma tidak hilang dari tubuh Satoru yang telah menyamar menjadi seorang wanita. Kalo Rose tentunya sifat genitnya tetap ada walaupun dia menjadi seorang pria, dia terus-menerus menggoda Satoru selama berjalan.


Saat memasuki ruangan pesta, Satoru memasang wajah dingin dan juga datar. Berbeda dengan Rose yang terus tersenyum normal, dan bersalaman dengan tamu lainnya. Satoru hanya diam saja, hingga matanya menangkap sesuatu yang mereka incar dari tadi pagi.


Satoru dan Rose sebenarnya sih sedang libur bekerja, tapi karena sang pemimpin yang memberikan misi secara tiba-tiba, jadilah seperti ini. Ok kembali ke ceritanya, Satoru telah melihat target mereka berdua. Tatapan terus menatap seorang wanita cantik menawan, dia berbicara dengan banyak orang disekitarnya. Wanita itu memiliki paras cantik, tubuh langsing, berambut coklat, dan licik dimata Satoru.

__ADS_1


Tapi tatapan wanita cantik itu tiba-tiba saja menangkap tatapan Satoru, dia merasa jika wanita atau Satoru menatap dirinya sedari tadi. Dia merasa bingung dengan tatapan wanita itu atau Satoru.


"Apa yang dari tadi kamu lihat?" Rose berbisik kepada Satoru yang tadi menatap seseorang, tapi dia tidak tahu sama sekali. "Aku menatap target kita, dia juga menatapku dengan tatapan aneh. Apa yang harus aku lakukan?" Satoru bertanya kepada Rose tentang rencana mereka selanjutnya.


Sebenarnya Satoru sudah memiliki rencana, tapi kali ini Rose yang memimpin misi mereka berdua karena permintaan sang pemimpin. "Hmm…? Coba kau goda dia dan mencari informasi, kalo sudah dapat langsung bunuh saja" Itu adalah rencana milik Rose, dan sesuai dengan rencana milik Satoru.


"Baiklah, aku akan mengikuti rencanamu. Tapi aku akan menambah satu hal dari rencana itu, aku akan menggodanya dengan tubuh asliku!" Satoru menatap ke arah Rose dengan kesal, kemudian dia pergi dari Rose berjalan sendirian tanpa ditemani. Satoru berjalan perlahan sehingga tanpa orang sadari, penampilan Satoru kembali normal dengan pakaian seorang Butler.


Kali ini dia akan menyamar menjadi seorang Butler di tempat ini, saat melewati seorang Butler yang seperti dirinya. Satoru mengambil minuman yang di bawa oleh Butler yang dia lewati, kini arah jalannya telah berubah menjadi arah sang target.


Pesta ini sebenarnya adalah pesta topeng, jadi para tamu undangan ataupun pelayan harus menggunakan sebuah topeng yang menutupi bagian atas wajah saja. Kini disaat Satoru berjalan, dia menjadi pusat perhatian bagi semua tamu wanita, karena kharisma miliknya yang besar memanggil para kaum Hawa.


"Apa kau pelayan baru dirumah ini?" Wanita yang menjadi target Satoru bertanya kepadanya, "Iya Nyonya, saya adalah pelayan baru disini" Jawab Satoru masih menundukkan badannya.


"Berapa usiamu?" Wanita itu bertanya tentang usia Satoru. Sesuai dugaan Satoru, jika wanita yang ada di depannya ada menyukai lelaki muda yang subur. "Usia saya 17 tahun Nyonya" Dengan nada yang sedikit gugup Satoru menjawab, karena dia akan menjadi seorang remaja laki-laki polos saat ini.


"Perlihatkan wajahmu kepadaku" Wanita itu memerintah kepada Satoru untuk melepaskan topengnya, karena ingin melihat full wajah Satoru. Tapi Satoru menolak lembut dengan berkata, "Nyonya, ini adalah pesta topeng, jika anda ingin saya memperlihatkan wajah saya, saya akan memperlihatkannya setelah selesai pesta" Dengan lembutnya dia berkata seperti itu, ingin sekali Satoru muntah mendengar nada dan perkataannya sendiri.

__ADS_1


"Oh…baiklah, akan aku tunggu kamu di ruangan saya, kamu tahu kan?" Satoru menjawab dengan menganggukkan kepalanya, kemudian wanita itu meminta Satoru kembali bekerja.


After Party


Selesainya pesta topeng tadi, Satoru bertemu dengan Rose terlebih dahulu. "Hei Rose" Satoru mencari keberadaan Rose yang menghilang saat pesta telah selesai tadi. "Ada apa bocah tampanku?" Secara tiba-tiba Rose muncul di hadapan Satoru, dan membelai lembut wajah Satoru yang indah dan mulus itu.


"Misi kita akan dimulai" Satoru membiarkan Rose membelai wajahnya itu, karena itu memang kebiasaannya sejak mereka seperti ini. "Kapan akan dimulai?" Rose bertanya kepada Satoru.


"Disaat aku akan masuk ke kamar target kita, dan disitulah kau membantai semua yang ada disini, mengerti!?" Dengan tegas dia bekata kepada Rose, dan Rose mengangguk dengan mantap, setelah itu dia menghilang secara tiba-tiba lagi.


Setelah menghilangnya Rose, Satoru kembali ke dalam kediaman yang besar itu, dan berjalan menuju ruangan wanita yang menjadi targetnya itu. Sesampainya disana, Satoru mengetuk pintunya tersebut dan beberapa saat kemudian ada jawaban yang menyuruhnya masuk ke dalam.


"Saya masuk Nyonya" Satoru membuka pintu tersebut, dan di depannya sudah terlihat wanita itu memakai pakaian yang tipis. "Sesuai janjimu bocah, perlihatkanlah wajahmu itu" Dengan terpaksa Satoru membuka topengnya, karena ruangan sedikit gelap. Matanya bersinar dengan warna abu-abu, dan rambutnya yang hitam mengkilap itu.


"Kau sangat tampan juga bocah, mendekatlah kepadaku" Satoru hanya patuh saja dan mendekati wanita itu. Tapi saat sudah didekat wanita itu, Satoru tiba-tiba saja ditarik oleh wanita itu dan menjatuhkan Satoru di atas kasur king size.


"Malam ini kita akan bermain bocah, layani aku dengan baik" Wanita itu sangat terpesona dengan ketampanan Satoru. Satoru sendiri tersenyum tipis setipis kertas. Baginya hal ini sudah biasa terjadi, "Baiklah Nyonya, aku akan melayanimu"

__ADS_1


Posisi kedua orang itu tertukar, Satoru mengekang wanita itu dibawahnya. Satoru yang masih memakai sebuah sarung tangan khusus Butler, dia lepas dengan cara dia gigit. Jari-jari yang seperti jari-jari orang dewasa, Satoru melayani wanita itu dengan memainkan kedua gunung kembar, memutar puncaknya, menghisapnya dengan lembut.


Tatapan Satoru berbeda dari sebelumnya, tatapan menggoda. 2 jari Satoru menelusuri tubuh wanita itu turun dan menurun hingga bagian sensitif wanita itu, Satoru memasukkan jarinya dan memainkannya dengan lihai. Wanita itu merasa nikmat dengan permainan tangan Satoru, dia terus mendesah dengan kuat.


__ADS_2