Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 19


__ADS_3

Maka dia akan menjadi manusia yang penuh dengan sifat kejahatan, dan tidak peduli dengan kebaikan lagi. Karena dia tidak percaya lagi dengan namanya kebaikan, dunia ini luas dan penuh dengan tipu muslihat. Dan semua hal itu terjadi pada diriku ini.


Kok tiba-tiba aja suasana jadi tegangnya saat aku mikir gituan? Aneh sekali diriku ini, apa aku memiliki kepribadian ganda? Jika iya, itu bagus dong, entah kenapa aku menyukai jika aku memiliki kepribadian ganda. Tapi bagi orang lain pasti itu adalah sakit jiwa.


Aku kelupaan soal Nenek tua yang di depanku. Aku mengembalikan kesadaran ku, aku menatap Nenek itu yang juga menatap diriku dengan tanda tanya di atas kepalanya. Apa ini dunia kartun? Sungguh aneh.


"Nak, kenapa kau diam saja dari tadi?" Nenek itu bertanya kepadaku, "Aku hanya kepikiran sesuatu pribadi saja" Jawabku untuk pertanyaan itu. Nenek itu berdiri setelah berjongkok di hadapanku, aku menatap Nenek itu bingung.


"Ayo ikut Nenek, kau pasti lapar bukan?" Dia menawarkan diriku yang orang asing untuk makan bersama dirinya itu? Apa dia tidak waras? Aku ini orang asing loh, Nenek tidak serius bukan? Aku sedikit gugup.


"Kenapa kau diam saja? Ayo Nenek belikan kamu makanan" Ajak Nenek itu lagi kepadaku, dan aku bertanya kepadanya "Apa Nenek tidak apa-apa mengajak orang asing untuk makan bersama?" Dari penampilan Nenek itu, sudah terlihat sangat mewah dan juga sedikit berkilau.


"Tidak apa-apa, bagiku kau hanya seorang bocah yang terdampar, dan bukan orang asing" Aku sedikit tertegun dengan ucapan Nenek tua itu. Nek, apa kau serius? Aku bukan seorang bocah…yah sebenarnya hanya tubuhku saja yang bocah, tapi jiwanya ini seorang Pria Dewasa berusia 27 tahun.


"Jadi jangan sungkan untuk makan bersamaku, aku juga merasa lapar sekalian aku mengajakmu" Ucapan Nenek itu…aku tidak bisa berkata-kata lagi, aku hanya akan menurut dan juga bangun dari tanah pantai yang sudah basah ini. "Tapi sebelum itu, kau harus membersihkan dirimu yang kotor itu"

__ADS_1


Eh? Kenapa harus mandi? Aku tidak ingin hal itu, kejadian di kehidupanku yang sebelumnya sudah membuatku sangat trauma dengan yang namanya gadis dan wanita. Hanya karena wajah tampanku, mereka sudah sangat gila seperti seorang monyet yang ingin meminta makanan.


Haaaa…aku hanya bisa menuruti perkataan Nenek itu, dan aku mengikuti dia ke suatu tempat. Selang beberapa saat kemudian, kami berdua telah sampai di sebuah rum-tidak ini adalah Istana!!! Sangat besar!!.


"In_ini tempat apa Nenek?!" Aku bertanya dengan ekspresi yang syok dan dengan mulut yang sedikit terbuka karena terkejut. "Ini rumah Nenek, bukan rumah sih tapi Mansion" Jadi ini yang namanya Mansion, sebuah rumah khusus Konglomerat Tinggi, rumah yang hampir sebesar Istana kerajaan.


Aku sih belum pernah lihat Istana Kerajaan, tapi ini adalah pertama kalinya aku melihat bangunan besar di dunia ini, rumah yang sangat indah dan juga elegan. "Ayo kita masuk Nak, disana kau akan di mandikan oleh Maid yang ada disini" Ha!? Apa aku tidak salah dengar? Dimandikan, bukannya itu sama saja memperlihatkan Harta Berharga milikku.


"Ti-tidak Nek, a-aku bisa mandi sendiri kok" Aku menolak untuk dimandikan!! Aku sebagai Pria Dewasa tidak ingin Hartanya dilihat oleh orang asing, karena itu akan boleh dilihat oleh pasanganku sendiri.


10 Minutes Later


Aku bisa melihat tatapan nafsu dari para Maid-maid itu, tapi tertahankan dengan baik untuk menjaga image mereka, dan nama baik Nyonya mereka tentunya. Setelah dipakaikan pakaian yang sederhana bagiku, aku berjalan menyelusuri lorong yang di pimpin oleh Maid Susie.


Pelayan berkacamata, bermuka tegas, gunung besar, dan juga seorang Assassin tentunya. Setiap Maid yang ada disini adalah seorang Assassin, aku bisa mengetahui hal itu karena…senjata mereka yang terlihat jelas di sela-sela pakaian yang tidak tertutup.

__ADS_1


Sesaat kemudian aku telah sampai di ruang makan yang mewah, disana sudah terlihat Nenek Lia yang sedang menunggu diriku. Aku mendekati Nenek Lia dan duduk di sampingnya, "?!" Tiba-tiba aku merasa jika seseorang baru saja merasa terkejut, aku melihat ke orang itu dan itu adalah Maid Susie.


Dia terlihat terkejut dari ekspresi wajahnya itu, berbeda dengan wajah dingin dan datar sebelumnya. Aku merasa sedikit bingung dengan ekspresinya itu, apa yang dia kejutkan? Sudahlah, pasti ada hal lain yang membuat dia terkejut.


"Kau terlihat sangat tampan Kazuki" Nenek Lia memujiku dengan senyuman yang lembut di wajahnya. Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil, aku sudah terbiasa di puji seperti itu oleh Nenek-nenek atau Ibu-ibu di dunia ini atau dunia sebelumnya.


>Prok! Prok!


"Siapkan makanan!" Tepukan tangan di lakukan oleh Nenek Lia, dia memanggil para Maid yang membawa makanan-makanan yang sepertinya sudah disiapkan olehnya. Pintu yang baru saja kumasuki bersama Maid Susie terbuka lebar, dan memperlihatkan 15 wanita berpakaian pelayan membawa gerobak yang kutebak isinya adalah makanan.


Bukankah ini terlalu mewah, harus seperti ini kah jika orang kaya sedang makan. Selama seumur hidupku aku tidak pernah dilayani seperti ini, di kehidupanku sebelumnya aku hidup mandiri di sebuah rumah sederhana yang cukup untuk 3 orang saja. Tapi sekarang ini, makanan yang cukup untuk puluhan orang disediakan hanya untuk 2 orang saja.


Nek Lia, apa kau makan sebanyak ini? Tapi tidak pernah gemuk, sungguh apa perawatan yang dilakukan Nenek ini? Aku sedikit penasaran, tapi yang namanya orang kaya pasti ada rahasianya dalam hal merawat tubuh bukan? Aku memang kayak, tapi aku jarang merawat tubuhku karena aku hanya hidup mandiri dengan uang secukupnya.


"Mari kita makan Nak Kazuki, Nenek sudah siapkan saat kau mandi tadi dan banyak yang banyak agar kau tumbuh dengan baik, dari yang aku lihat kau sangat kekurangan nutrisi" Yah aku memang jarang makan sih, tapi soal kurus itu tidak sama sekali. Malah penuh dengan otot, hanya tertutup dengan pakaian saja. Hanya para Maid yang memandikan aku mengetahuinya.

__ADS_1


"Iya Nek, aku makan yah" Ucap aku untuk meminta ijin makan, dan Nenek Lia mengangguk sebagai jawabannya. Aku mulai memakan makanan yang dibawa oleh para Maid, saat aku ingin menggigit daging yang sudah kupotong. Aku tiba-tiba saja mendengar suara Eve yang dari tadi sedang tertidur.


{Host Jangan Dimakan Itu Ada Obat Tidur!!}


__ADS_2