
Beberapa saat kemudian, Satoru telah selesai dengan ritualnya, begitu juga Rose. Kini mereka akan pergi menuju sebuah tempat yang dimana mereka akan belajar sihir, sejarah, dan hal lainnya. Satoru dan Rose di tempat yang bernama Akademik ini berperan sebagai seorang murid biasa-biasa saja dengan tingkat sihir normal.
Sesampainya di kelas mereka berdua, sudah ada banyak sekali murid yang seumuran dengan Satoru dan juga Rose. Di saat masuk kedalam kelas, banyak yang menatap Satoru dengan tatapan benci dan juga iri.
Dikelas yang dimasuki oleh Satoru adalah kelas elite dengan tingkat Soul Core yang tinggi, di Akademik ini Soul Core adalah yang paling utama. Bukan kekuatan, jadi di kelas ini Satoru sebenarnya hanya mengantar Rose saja tidak ada hal lain.
Di Akademik, Satoru menurunkan tingkat Soul Core miliknya menjadi Solid Grey. Dia akan menutupi identitas aslinya yang seorang Assassin. Satoru menyamar sebagai anak miskin yang berhasil memasuki Akademik Elite Ibukota Niachaten, dan Rose adalah teman masa kecilnya yang memiliki bakat sihir yang luar biasa, dan mereka masuk bersama-sama.
Itulah alasan mereka untuk menutupi identitas diri mereka berdua. Rose yang baru masuk ke Akademik ini sudah langsung menjadi salah satu gadis primadona Akademik, dan Satoru bisa dibilang seperti NPC jika dibandingkan dengan mereka yang kaya dan juga tampan cantik.
Bagi murid-murid yang ada dikelas Rose ataupun Satoru. Satoru adalah murid yang dirumorkan memiliki wajah rusak dibagian wajah atas, ada juga yang bilang jika wajahnya terkena kutukan, sebuah penyakit, dan lain sebagainya. Tapi Satoru hanya mencuekkan hal itu, dia bodo amat apa yang dibicarakan oleh murid-murid yang ada disekitarnya.
Jika ada yang penasaran apa tingkat Soul Core milik Satoru sekarang? Sekarang Soul Core Satoru ada diwarna Black Orange Core. Dan itu adalah Soul Core Satoru yang sebenarnya, selama 2 tahun dia terus berlatih dan meningkatkan kapasitas mana miliknya. Hitungan untuk kapasitas Magic Energy milik Satoru jika dalam game adalah 5.000.000 Magic Energy.
Sebenarnya kapasitas di Soul Core Orange itu…sekitar 650.000 Magic Energy saja, tapi karena Satoru adalah orang yang istimewa dan memiliki Eve sang AI jadi dia memiliki kapasitas tambahan.
__ADS_1
Walaupun dia ada Eve, Satoru bekerja keras tanpa bantuan sang System. Hingga sekarang dia mematikan Eve lagi, karena ingin fokus ke dalam pekerjaannya dan juga pembelajarannya. Sebenarnya Eve tidak mati saat dimatikan oleh Satoru, dia hanya tertidur sambil mengawasi Satoru dalam tidurnya.
Hal-hal yang terjadi pada Satoru yang sering dia sembunyikan, akan diketahui oleh Eve yang selalu bersama dirinya yang ada di dalam tubuh dan jiwanya itu. Ok kembali kecerita, Satoru memasuki Akademik ini karena permintaan seseorang.
Yaitu, Kepala Akademik atau Pemilik Akademik ini meminta Satoru dan Rose masuk ke dalam Akademik miliknya. Dan Kepala Akademik ini, meminta Satoru dan Rose untuk merasakan bagaimana menjadi seorang remaja pada umumnya, kalo Rose tentu dia sudah merasakannya.
Berbeda dengan Satoru, dia 6 tahun harus melakukan berbagai cobaan yang diberikan oleh Dewa. Kesialan, itulah yang sering terjadi kepada Satoru, dan juga sebuah Penyesalan yang baru saja datang ke dalam dirinya. 4 tahun lalu, dimana saat itu dia masih berada di desa tempat tinggal Rose. Baru 2 minggu dia tinggal disana, sudah disuguhi pemandangan pembantaian seluruh warga dan pengunjung desa tersebut.
Desa itu dibantai oleh sekumpulan monster dan juga seorang bandit-bandit. 1 Minggu pembantaian yang dilakukan oleh Beast-beast, dan 1 Minggu perampasan, pemerkosaan, pembantaian, dan perbudakan dilakukan oleh para bandit-bandit itu.
Hingga akhirnya dia diusir oleh warga desa, disaat itu juga Rose juga terusir karena mereka mengira Rose dan Satoru adalah satu kelompok. Padahal saat itu kedua orang tua Rose telah meninggal dunia, dan saat itulah sifat Satoru telah berubah, berbeda dengan Rose yang masih sama tapi sedikit perubahan saja.
Kembali ke cerita lagi, Satoru berjalan di lorong Akademik yang begitu besar. Selama berjalan banyak yang membicarakan dirinya, tapi pembicaraan itu hanya angin lewat bagi Satoru. Dia sama sekali peduli, dia saat ini hanya ingin pergi ke kelas, duduk di sana, memperhatikan guru, selesai belajar, istirahat, dan seterusnya.
Sampai di kelas, Satoru berjalan santai menuju tempat dia duduki. Dibagian sudut kelas disanalah dia duduk, bersama teman sebangku yang seorang gadis yang memiliki seperti Satoru. Setelah duduk disamping gadis itu, Satoru mengeluarkan sebuah earphone, karena dia selama ini membuat teknologi yang ada di dunia sebelumnya.
__ADS_1
Yaitu handphone, earphone, mesin cuci, kipas angin, kompor, sepeda, dan juga lampu listrik. Semua alat modern itu dia buat untuk dirinya sendiri dan alat itu juga ada di rumah mewah buatan Satoru, rumah rahasia yang hanya dirinya tahu. Rose ataupun rekan-rekan yang ada di organisasi tidak ada yang tahu, Satoru menbuat rumah itu untuk ketenangan dirinya di masa depan nanti.
After School
Satoru yang sudah selesai belajar memilih pulang sendirian, disepanjang jalan dia hanya mendengarkan sebuah lagu yang dia buat sendiri. Satoru mengcover sebuah lagu yang ada di dunia sebelumnya, dan merekamnya.
Satoru yang memiliki suara merdu dan indah, sangat cocok untuk semua jenis lagu. Tapi pilihan Satoru hanya pada Pop dan Rap.
Kebanyakan juga lagu miliknya berasal dari negeri Uncle Sam, dia sangat menyukai semua lagu yang terkenal disana. Terkadang dia bernyanyi sendiri jika ingin menenangkan dirinya, jadi bisa dibilang Menyanyi, Mengcover, Membuat lagu adalah hobi Satoru.
Aku tinggal saja anak itu, dia bisa jaga diri juga. Lorong Akademik disini sangat besar dan juga panjang. Selama berjalan juga Satoru mencurigai sesuatu, dia menajamkan Indra pendengarannya untuk merasakan jejak kaki. "Keluar kalian! Aku tahu kalian mengikuti diriku"
Satoru menghentikan jalan kakinya, dan menghela nafas panjang dengan malas. Tatapan penuh kemalasan dan juga lelah, menatap beberapa orang yang baru saja keluar dari persembunyian mereka masing-masing.
"Jadi, fans Rose lagi? Apa kalian tidak ada capek-capeknya menggangguku? Aku malas meladeni kalian" Dengan malasnya dia berkata seperti itu, dan berjalan mendekati beberapa remaja laki-laki yang dimana mereka adalah Fans nya Rose.
__ADS_1