
Sejak empat tahun lalu, dia menjalani kehidupan normal di usianya yang masih sebelas tahun, tapi di saat usianya dua belas tahun. Satoru memilih untuk masuk kesebuah organisasi yang di balik bayang-bayang benua Arcania, Organisasi itu bernama Phantom.
1 Hour Later
Kembali ke cerita, "Misi telas selesai" Satoru menatap mayat wanita yang sudah tidak memiliki kulit di seluruh tubuhnya, dan juga beberapa bagian tubuh telah hilang dari wanita itu.
"Kau lama sekali…Satoru" Seorang gadis muncul secara tiba-tiba di belakang Satoru, gadis itu memiliki lekuk tubuh yang indah seperti sebuah gitar. Gunung yang besar, dan juga bokong yang menonjol disaat dia memakai pakaian ketat itu.
Memakai sebuah topeng kucing dibagian wajah atas, memiliki bibir yang indah dan begitu seksi, lipstik yang merah seperti darah, mata yang berwarna kuning seperti seorang kucing sesungguhnya. "Aku hanya bermain sebentar" Nada dingin, itulah yang keluar dari bibir indah Satoru.
"Oh~, tapi permainan apa yang kau maksud? Apa hal itu? Atau hal lain" Gadis itu berjalan menggunakan high heels, mendekati Satoru dan memeluknya dari belakang. Tangannya mengelus bidang dada Satoru yang lebar, Satoru hanya diam saja.
"Hentikan ini Rose!" Satoru berkata dengan nada normal, namun tegas. "Hihi~, aku hanya bercanda saja Ghost" Gadis itu berbisik kepada Satoru dengan nada yang menggoda, dan gadis itu adalah Rose, gadis yang pernah satu desa bersama Satoru. Entah bagaimana bisa dia bersama Satoru? Hanya akan tahu jika di waktu yang tepat.
Dan juga gadis yang dulunya polos, naif, bodoh, dan juga kekanakan. Menjelma menjadi seorang gadis yang cantik, licik, pintar, dan juga seksi dalam 4 tahun. Pokoknya ada sebuah kejadian yang menimpa mereka berdua yaitu, Satoru dan juga Rose.
"Apa kau sudah selesai bermain-mainnya?" Satoru bertanya kepada Rose yang masih memeluk Satoru. "Tentunya sudah, kau tahu kan jika ada suara teriakan dari arah yang berlawanan~" Nada bicara yang seksi, akan memikat semua kaum Adam, kecuali Satoru. Selama 4 tahun ini, dia sudah merubah kepribadiannya. Awal yang ceria, murah senyum, baik hati, menjadi orang yang dingin, tegas, membunuh tanpa pandang bulu.
"Baiklah jika sudah selesai, kau pergilah dulua. Aku akan membakar semua barang bukti" Satoru sedikit menatap kebelakang yang dimana masih ada Rose. "Baik, jangan lama-lama yah, aku sudah sangat lapar saat ini" Satoru hanya menjawab dengan 'Hm' doang. Rose kemudian melepas pelukannya, dan berjalan berbalik kemudian hilang dalam sekejap.
Dimana gadis yang polos itu sekarang, haaa…Satoru mengeluarkan Dark Flame miliknya. "«Flame Judgement»" Tangan yang diselimuti Api Hitam. Satoru mengibaskannya secara Horizontal.
>Byaaar!
__ADS_1
"Mari pulang" Dalam sekejap Satoru telah hilang dari tempat itu, dan muncul di sebuah gang kecil. Yang dimana disana sudah ada Rose yang menunggu dirinya, "Kenapa kau menungguku?" Tanya Satoru dengan dingin.
"Kita pulang bareng, sekalian juga beli bahan makanan. Soalnya bahan makanan sudah habis" Kini penampilan Rose sudah kembali normal, memakai pakaian normal ala abad pertengahan dengan style rambut buntut kuda. Sedangkan penampilan Satoru sendiri, hampir sama seperti Rose hanya saja dia memakai topeng bagian atas wajah.
Karena dia memiliki ketampanan yang sangat tidak normal, jadi jika ada yang melihatnya tentu akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. "Baiklah ayo kita beli, beruntung besok kita libur bekerja dan juga kita harus bangun pagi sekali" Satoru melewati Rose dan keluar dari gang tersebut.
Rose hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sifat Satoru yang menurutnya sangat misterius, sejak pertama kali bertemu juga seperti itu. Walaupun ini lebih ke arah sangat misterius, dari pada sebelumnya yang mudah tersenyum. "Hei tunggu aku!"
Rose segera menyusul Satoru yang sudah sangat jauh dari dirinya, selama 4 tahun juga mereka sangat dekat. Seperti sebuah lem, itu juga ada alasan diantara mereka berdua, sehingga mereka begitu sangat dekat.
Keesokan harinya, disebuah asrama campuran antara laki-laki dan juga gadis. Salah satu kamar tersebut ada sebuah remaja laki-laki yang memiliki wajah tampan, tapi harus tertutup oleh sebuah topeng dan ada juga seorang gadis cantik jelita sedang tidur di sebelahnya dengan memeluk aret tangan remaja laki-laki itu.
Mata remaja laki-laki itu terbuka perlahan akibat sinar sang inti solar dunia. Matanya yang berwarna abu-abu mengerjap, kemudian dia bangun secara perlahan. Dia melihat keseluruh arah ruangan yang ada di kamarnya asramanya tersebut.
>Squish! Squish!
"Hmm…apa benda kenyal ini?" Dia, remaja laki-laki itu adalah Kazuki Satoru, sang MC. Nyawanya yang masih terkumpul tidak mengetahui benda apa yang dia sentuh, Apa ini squishy?. Itulah yang ada di benaknya sekarang.
Secara tiba-tiba kesadaran milik Satoru menjadi pulih seketika, saat mendengar suara bernada indah dan juga penuh nafsu.
>Ahh~
Pandangannya langsung mengarah ke suara itu, wajah tampan Satoru seketika menjadi memerah seperti stroberi. Yang dia sentuh adalah gunung kembar milik Rose yang besar itu, gunung kembar yang dimana ujung puncaknya hampir terlihat.
__ADS_1
"Ahh~, Satoru terus remas itu! Goyangkan terus pinggulmu. Kau sangat buas! Ahh~" Rose terus mengiggau dengan nada yang seksi, hanya saja Satoru yang mendengar itu ingin sekali mimisan dan juga teriak. "Bangun woi!!! Jangan ngigau terus!" Satoru berteriak tepat di telinga Rose.
>Bruk!
"Ahkk!! Satoru apa yang kau lakukan?! Apa kau ingin membuat jantungan?" Rose merasa kesal kepada pasangan kamarnya tersebut, karena sudah membangunkan dirinya dari dunia mimpi yang indah baginya. Tapi tidak dengan Satoru, dia hanya menatap Rose dengan datar.
"Biarkan saja, jika kau jantungan maka disetiap misi akan menjadi lebih lancar dari sebelumnya" Satoru menjawab dengan santai saja, dia turun dari ranjangnya dan berjalan santai menuju kamar mandi. "Kau mendoakan aku!?" Rose langsung menjadi marah saat Satoru berkata seperti itu.
"Hanya candaan, jangan dibawa serius. Cepatlah siap-siap kita sebentar lagi akan masuk kelas" Satoru telah masuk ke kamar mandi dan melakukan ritualnya tersebut. Sedangkan Rose menyiapkan barang-barang milik Satoru dan juga barang-barang miliknya.
Beberapa saat kemudian, Satoru telah selesai dengan ritualnya, begitu juga Rose. Kini mereka akan pergi menuju sebuah tempat yang dimana mereka akan belajar sihir, sejarah, dan hal lainnya. Satoru dan Rose di tempat yang bernama Akademik ini berperan sebagai seorang murid biasa-biasa saja dengan tingkat sihir normal.
Nama : Rose Vanessa
Umur : 13 Tahun
Soul Core : Solid Purple
Familiar : Not Yet
Spirit : Not Yet
__ADS_1
Titel : Satoru's Comrade, Girl Who Like Satoru Secretly, Sexy Girl, The Girl Who Dare To Flirt With Satoru