Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 35


__ADS_3

Satoru pelan-pelan membuka pintu, dia tidak ingin membangunkan Amira yang sedang tertidur nyenyak. Dan saat melihat ke kasur, Amira masih tertidur dengan nyenyak dan dia juga mengigau tidak jelas. Satoru melepaskan seluruh pakaiannya, dan menggantinya dengan yang baru, kemudian tidur di sebelah Amira.


The Next Day


"..umm, sudah pagi?" Yang pertama kali bangun adalah Amira. Dia mengucek kedua matanya, tapi matanya terlihat masih mengantuk. Amira melihat ke sampingnya dan mendapatkan Satoru yang masih tertidur dengan tenang.


Amira mencoba membangunkan Satoru, tapi dia urungkan, karena dia bisa melihat kalo Satoru terlihat sangat kelelahan. Amira turun dari kasur, dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


2 menit membersihkan diri (Biasa Wanita, Kalo Yang Bocah) Amira telah menjadi bersih dan kinclong seperti berlian. Dia keluar dari kamar mandi, dan yang pertama dia lihat adalah Satoru yang sedang berolahraga.


Remaja laki-laki itu sudah banyak mengeluarkan keringat di tubuhnya, dia juga tidak menggunakan baju saat ini. Jadi tubuhnya yang tidak normal itu terekspos dan dilihat oleh Amira yang terdiam di tempatnya. "Huuff~,…Oh kau sudah selesai mandi, Amira?"


Satoru yang merasakan keberadaan Amira, langsung menengok ke arahnya, dan bertanya kepadanya. "I-iya Kakak, aku sudah selesai" Amira berbicara dengan gugup disaat kesadarannya telah kembali dari pikirannya. "Yaudah kalo begitu, Kakak akan mandi terlebih dahulu. Dan kau bersiap-siap lah, nanti kita akan jalan-jalan"


Satoru mengambil handuk yang ada di dekatnya, dia berjalan melewati Amira dan masuk ke kamar mandi. Tapi penciuman Amira mendapatkan sesuatu yang dia kenal, "Bau Wanita!" Wajah Amira tiba-tiba menjadi serius, karena dia tahu jika Kakaknya sangat tidak dekat dengan yang namanya WANITA.


Pertama kali dia bertemu dengan Satoru, sudah terlihat dari sikap, ekspresi, dan kelakuannya. Juga, salah satu penculik Amira adalah seorang wanita cantik, tapi lontong sate (Singkatin).


Wanita itu menggoda Satoru yang ingin menumpang kendaraan menuju kota yang saat ini sudah dia tujui. Bukannya diberi tumpangan, malah diberi setan yang selalu berbisik erotis di telinga setiap seorang pria. Beruntung sih, si Satoru tidak tergoda karena imannya yang luar biasa sangat besar.

__ADS_1


Dia tetap laki-laki normal yang menyukai seorang wanita, tapi karena dunia yang baru ini banyak wanita yang licik dan juga sangat-sangat lontong sate (Sama Seperti Tadi, Singkat Saja). Jadi wanita-wanita yang tersegel sangatlah langka sekali, paling yang tersegel itu wanita-wanita desa saja.


Mau tahu kenapa wanita-wanita di dunia ini kebanyakan sudah tidak tersegel? Yap betul, karena bajingan-bajingan bangsat!!!, sudah jelek!! mesum!! Ashu lagi!!. Plus, mereka sangat lemah!.


Dan profesi mereka sangatlah jelek yaitu Bandit, lemah? iya, main keroyok? iya, bajingan? iya juga. Jadi itulah alasan utama kenapa wanita-wanita di dunia ini sudah tidak tersegel.


Kesialan dan Keberuntungan Satoru datangnya kadang-kadang tidak tepat waktu. Keberuntungannya misalnya, tadi malam saat misi dia beruntung mendapatkan seorang wanita yang masih tersegel dan juga cantik, tapi kesialannya adalah dia harus menghabiskan banyak uang.


Padahal yah, kekayaan Satoru setara dengan kekayaan kerajaan tingkat menengah di dunia ini. Jadi kalo mau bayar tuh hutang kerajaan, sudah pasti lunas hingga ke akar-akarnya.


*Note : Kayak Elon Musk, Wkwkwk


Tanpa banyak mengobrol, mereka berdua makan dengan tenang di meja yang kosong. Selesai sarapan pagi, Satoru dan Amira, mereka pergi berjalan-jalan di kota Inshifia. Walaupun kota ini penuh dengan yang namanya perbudakan, tapi mereka juga memiliki sisi indahnya yaitu, keindahan kota dan juga alam mereka.


Satoru sendiri sempat berpikir seperti ini 'Ini tempat perbudakan atau wisata kota?' pikir Satoru. Tempat yang dia kunjungi tadi malam Rumah L*knat itu, sudah berubah menjadi rumah makan yang penuh dengan orang-orang ramah dan murah senyum.


*Note : Jadi Kota Ini Bisa Dibilang Adalah Kota Bunglon, Yang Bisa Berubah Kapan Saja. Don't Judge The Book By He's Cover


Satoru dan Amira berjalan mengelilingi kota dengan penuh tawa dan senyuman. Mereka kadang berhenti di sebuah warung kecil untuk lihat-lihat barang unik, dan juga makanan yang belum pernah mereka makan. Mereka terlihat cocok menjadi sepasang adik dan kakak.

__ADS_1


*Note : Skip!!


Beberapa di kota Inshifia, Satoru diberikan misi membunuh beberapa target yang berada di kota ini. Satoru juga merasa lega setelah mengetahui Sonya telah pergi dari rumah yang sering dia datangi untuk menjalani misinya.


Setelah menjalankan 10 misi dalam beberapa hari di kota yang sama, pada akhirnya Satoru telah kembali ke ibu kota Niachaten. Kembalinya Satoru yang membawa adiknya yaitu Amira mengejutkan Rose, kabarnya Rose selama kepergian Satoru? Dia sangat tersiksa! dia harus mengerjakan banyak berkas yang sama sekali dia tidak ketahui apa isinya.


Banyak kata-kata yang membuat otaknya terus berputar kanan kiri. Kata-kata yang penuh dengan hal-hal penting, tentang rapat antar guru Akademik, ujian Akademik, perlombaan, dan masih banyak lagi lah. Matanya saja sudah seperti panda, dan badannya sedikit mengempes.


Bagi Satoru itu adalah hal kecil, pekerjaan Satoru sebenarnya di OSIS itu adalah mencatat dan menandatangani hal-hal penting Akademik. Dan pekerjaan seperti itu sudah seperti hobi Satoru yang suka mencatat dan membaca sebuah berkas atau buku.


"Rose, kapan perlombaan akan dimulai?" Satoru bertanya kepada Rose yang sedang tertidur di atas meja yang banyak kertasnya. Tangan Rose mendorong sebuah kertas yang bertuliskan 'Jangan Ganggu Aku' Satoru yang membaca itu hanya bisa tersenyum masam.


"Apa segitu lelahnya kamu?" Satoru berjalan keluar dari kamar Asramanya bersama Rose, dia pergi menuju ruangan kepala Akademik karena ingin menjemput seseorang. Sesampainya disana, "Pak Tua, apa yang kau lakukan kepada adikku?" Dengan dinginnya dia berkata seperti itu kepada orang yang memiliki status tinggi di tempat yang sekarang dia injak.


Kepala Akademik William sedang merias wajah datar Amira dengan sebuah bedak dan juga sedikit lipstik merah. "Aku hanya merubahnya menjadi cantik" Santainya dia ngomong, pikir Satoru.


"Kau bukannya jadiin cantik, tapi malah bikin rusak wajah cantiknya bodoh! Coba lihat aja ekspresi datarnya itu, dia sangat tertekan karena ulahmu!" Tegas, itulah saat Satoru berkata kepada William. Dia tidak takut kepada siapapun yang memiliki status dan kekuatan yang ada di atasnya.


*Note : Beri Dukungan Terus Dan Juga Vote Kepada Saya Yah, Please🙏. Kalo Nggak Kau Terlalu Pelit Ashu🖕

__ADS_1


__ADS_2