Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 33


__ADS_3

Kali ini Satoru harus bersungguh-sungguh untuk menjalankan misi, dan juga berhati-hati. Karena sang adik Amira, adalah mangsa segar bagi penjual budak, wajahnya yang imut itu membuat siapa saja akan melakukan apa saja kepada Amira yang imut itu. Tapi bagi Satoru, Amira memang imut, tapi bagaimana saat dia dewasa nanti, apa dia akan menjadi cantik? Tentu saja. Dan Satoru menebak jika Amira akan menjadi gadis yang tangguh, dan juga penuh dengan pantang menyerah. Matanya saja terlihat penuh intimidasi bukankah begitu?


"Ayo Mira, kita cari penginapan terlebih dahulu. Hari sudah mau malam" Satoru menggandeng tangan Amira sedikit erat, karena dia menyadari satu hal yaitu, tatapan para hewan buas yang ingin menerkam Satoru dan juga Amira.


Kalo dimata semua orang yang memandang Satoru dan jug Amira, bagi mereka Satoru dan Amira adalah sebuah permata yang langkah. Postur tubuh Satoru yang terlihat bagus dan indah, mata abu-abu yang langka dan juga tajam, kulit putih mulus porselen. Sedangkan Amira, bermata abu-abu seperti Satoru, berambut tidak terlalu pirang, wajah yang imut dan juga cantik. Mereka berdua tentunya menjadi mangsa oleh para hewan buas (Penjual Budak).


"Hiraukan tatapan mereka semua Mira, Kakak akan melindungimu" Satoru berbisik kepada Amira, tatapan masih mengarah ke depan dan juga wajah dinginnya yang membuat orang sekita menjadi mengigil. Entah kenapa Amira bisa menahan suhu tubuh Satoru? Itu karena Satoru sudah memberikan sebuah sarung tangan kepada Amira untuk menahan rasa dingin dari tubuhnya itu.


"Baik Kakak" Amira menjawab dengan datar, tapi Satoru sadar kalo Amira sekarang sangat gemetaran akibat tatapan semua orang. Beberapa saat berjalan, akhirnya mereka berdua telah menemukan sebuah penginapan dan Satoru membuka pintu itu duluan.


Disaat dia masuk, sebuah pemandangan banyak orang yang makan, minum, dan juga mabuk-mabukan di sore hari seperti ini, pikir Satoru. Dia baru sadar juga kalo ini adalah kota perbudakan, perjudian, dan juga acara lelang yang ada di mana-mana.


"Ada yang bisa saya bantu Adik Kecil?" Seorang wanita dengan gunung kembar yang besar mendekati Satoru, tatapan yang menggoda sudah terlihat di matanya. Satoru hanya memasang wajah dingin dan berkata dengan datar, "Aku ingin menginap disini bersama Adikku ini, apa ada kamar yang kosong?"


"Oh~, kau ingin menginap. Tentu saja ada kamar kosong, ingin berapa lama kau menginap?" Wanita itu bertanya dengan mengedipkan salah satu matanya dengan genit, Satoru menebak jika wanita di depannya adalah seorang wanita malam di penginapan ini. Dan penginapan ini seperti sebuah Love Hotel di kehidupan Satoru yang sebelumnya.

__ADS_1


"Aku ingin menginap seminggu disini, berapa harganya?" Tanpa basa-basi, Satoru memilih untuk memesan sebuah kamar tanpa banyak bicara. Dia mengeluarkan 10 Gold Niken, dihadapan si wanita. "Apa ini cukup untuk seminggu?" Satoru bertanya kepada wanita itu yang sudah melihat isi uang Satoru.


"Iya, ini sudah sangat cukup! Ini kunci anda, kamar anda ada di ruangan VIP di lantai 2" Setelah mengambil kuncinya, Satoru menarik Amira dengan lembut menuju kamar mereka berdua. Selama berjalan menuju kamar, Satoru memberikan sebuah Headset kepada Amira untuk tidak mendengarkan suara yang tidak senonoh di sore hari seperti ini.


Sesampainya di kamar milik Satoru dan Amira, mereka berdua langsung berebah di atas kasur karena merasa lelah. Itu hanya Satoru sih yang merasa lelah, sedangkan Amira sendiri sudah tertidur sejak melompat ke atas kasur yang empuk ini.


Satoru bangkit dari kasur dan merubah penampilannya dengan Dark Magic. Pakaiannya telah berubah menjadi pakaian Assassin yang sering dia gunakan, dengan sebuah kain yang melilit lehernya yang tidak terlalu ketat. Satoru mengeluarkan sebuah belati yang dia beri naman Yami dan Shiro.


Belati yang sudah dia beri Magic Core Darkness dan juga Flame. Satoru sudah selesai berpakaian dan bersiap-siap, dia ingin keluar dari kamarnya tapi sebelum itu dia berjalan ke arah Amira dan mencium keningnya. "Tidur yang tenang Amira, Kakak akan segera kembali"


"Bagus, sekarang masuk ke dalam bayangannya, dan selalu waspada" Setelah berkata seperti itu, bayangan tadi memasuki bayangan Amira dan Satoru pun juga menghilang bagaikan tidak ada siapapun yang berada disana. Disisi Satoru yang baru saja menghilang, dia berlari dengan cepat di atas bangunan-bangunan di kota ini. Dia berlari menuju rumah Bordir yang dimana targetnya sekarang berada, awalnya dia ingin ke hutan tempat targetnya, tapi ada perubahan tempat yang diberi tahu oleh Jack (Pemimpin Phantom).


Sesampainya di rumah Bordir tersebut, Satoru memilih mengganti pakaiannya yang menjadi pakaian seorang Bangsawan. Pakaian yang berwarna hitam dengan jubah yang selaras dengan warna pakaiannya dan juga sebuah sarung tangan yang menutup tangan kirinya.


__ADS_1


*Note : Gitulah, Aku Juga Kurang Bisa Dalam Hal Seperti Memberi Tahu Ciri-ciri Sesuatu Seperti Pakaian, Senjata, Atau Apapun Itu Tapi Demi Kalian Aku Usahakan Untuk Memberi Detail Tentang Hal-hal Seperti Tadi.


Wajah dingin yang tertutup oleh sebuah topeng, tubuh atletis yang indah, mata abu-abu yang langka, rambut ala Korea yang mengkilap di bawah sinar bulan. Satoru berjalan dengan santai memasuki rumah khusus wanita malam itu, pemandangan yang tidak senonoh sudah terlihat disaat Satoru baru memasuki rumah itu.


"Permisi Tuan, ada yang bisa saya bantu untuk Anda" Seorang pria gemuk dan terlihat jelek mendekati Satoru dengan menggesek-gesekkan kedua tangannya. "Aku butuh sebuah hiburan, aku memesan sebuah ruangan VIP dan bawakan juga buah-buahan dan anggur untuk kuminum" Satoru berkata dengan dingin kepada pria gemuk itu. Dan pria gemuk itu tentu terlihat sangat senang.


"Ini uangnya" Satoru melempar sebuah kantong dengan isi 200 Gold Niken kepada pria gemuk itu, dan pria itu sangat terkejut dengan isi kantong yang dia dapat. Sebuah keberuntungan telah datang kepadanya.


Satoru berjalan menuju ruangan yang sudah dia pesan, banyak wanita-wanita yang menggoda dirinya dan menempelkan tubuhnya kepada Satoru. Tapi Satoru sama sekali tidak tergoda, dia tetap memasang wajah dingin dan terus berjalan menuju ruangannya.


Sampai di ruangan, Satoru masuk dan sebuah ruangan yang mewah sudah terpampang di depan Satoru. Satoru melempar jubahnya dengan sembarangan, dia membuka 2 kancing yang ada di bajunya dan duduk di kursi yang sudah tersedia di ruangan itu.


Buah dan anggur sudah ada di meja samping Satoru. Satoru menuang anggur merah di gelasnya, di hadapannya sekarang ada seorang gadis yang berusia sekitar 16 tahun yang seusia dengan Satoru menggunakan sebuah cadar. Memakai pakaian yang tipis, beberapa gelang dan kalung emas ada di pergelangan tangan dan juga kaki.


Gadis itu mulai menari di hadapan Satoru, gerakan indah yang dipadu dengan cahaya lampu kamar membuat gadis itu sedikit berkilauan. Rambutnya yang pirang emas dan matanya yang merah Ruby Crystal, sangat mempesona, itulah pikir Satoru.

__ADS_1


Satoru bangkit dari duduknya dan mendekati gadis yang pendek darinya itu, dia menari bersama gadis itu. Bergerak dengan indah, dan diakhiri dengan sebuah pelukan dan juga nafas yang terengah-engah. Wajah mereka sangat dekat hingga bisa merasakan nafas satu sama lain, aroma yang harum tercium di hidung si gadis. Aroma harum tubuh Satoru sangat memikat dirinya, tatapan tajam menatap ke mata merah Ruby tersebut. "Kau sangat cantik" Satu ciuman mendarat di bibir si gadis.


__ADS_2