Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 29


__ADS_3

"Dia adalah Kazuki Satoru a.k.a Ghost, Assassin yang paling dicari oleh seluruh benua ini, seorang pemuda berdarah dingin, kejam, tidak pernah mengampuni lawannya, dan…banyak yang berkata jika dia adalah penerus dari Pahlawan Leroisius" Perkataan yang mengejutkan Jessica, kali ini dia sudah menyinggung seorang buronan tingkat benua yaitu, Kazuki Satoru a.k.a Ghost.


"Dan dia tidak pernah mengampuni targetnya yang berjenis seperti dirimu yaitu, wanita atau gadis. Namun dia hanya berbaik hati kepada rekannya yang selama ini menemaninya saat melakukan misi. Jadi jangan pernah menyinggungnya jika tidak ingin terbunuh dengan sadis olehnya!" Setelah berbicara panjang lebar Evan pergi meninggalkan Jessica yang bergetar ketakutan.


Tentunya dia mengenal Assassin Terkenal yang bernama Ghost itu, seorang Assassin yang membunuh dengan penyiksaan yang brutal. Pria dan Wanita, dia tidak membedakannya sama sekali, dia tetap membunuh walaupun targetnya seorang wanita.


Kembali ke sisi Satoru, dia berjalan menuju lapangan Akademik, disana sudah ada banyak murid Akademik yang berkumpul. Karena hari ini Akademik mereka akan mengadakan sebuah perlombaan yaitu, Pemburuan Beast, Penaklukan Dungeon, dan Pertarungan Antar Akademik dari kerajaan lain.


Satoru bertemu dengan Rose saat ingin berkumpul dengan murid lainnya, mereka berdua berdiri di tengah-tengah kerumunan murid Akademik yang masih dalam pembuatan barisan. "Kenapa kau lama sekali tadi?" Tanya Rose menggembungkan pipinya yang membuatnya terlihat imut, Satoru hanya menatapnya dengan datar. "Aku sedang memberi tahu Evan tentang misi kita"


Jawab Satoru tentang pertanyaan Rose tadi, Rose menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti. Kemudian dia mengobrol dengan temannya sekelasnya yang ada di sampingnya, beberapa saat menunggu akhirnya Kepala Akademik yang bernama William Afton telah berdiri di atas panggung.


Seorang pria paru baya berusia sembilan puluh tahun itu adalah orang yang memasukkan Satoru dan Rose. Pria yang memiliki penampilan muda yang akan menipu semua orang dengan penampilannya itu, penampilan yang seperti anak berusia 17 tahun itu membuat Satoru sedikit kesal dengan penampilannya itu.


"Dasar tua bangka! Pamer penampilan terus!" Satoru hanya bisa menatap kesal kepada Kakek tua yang berada di atas panggung, sedangkan yang ditatap hanya bisa tertawa kecil karena menyadari siapa yang menatap dirinya dengan kekesalan yang besar. "Halo semuanya, terima kasih telah berkumpul di lapangan Akademik!"


Suara keras tanpa sebuah Mic, itu karena aliran pita suara bisa di nyaringkan jika ditambah Magic Energy. Kalo Satoru sendiri yang ingin hemat Magic Energy, membuat sebuah Mic sendiri. Sungguh dia akan merubah teknologi di dunia ini jika dia mempublikasikan teknologinya itu.

__ADS_1


"Hari ini saya mengumpulkan semua murid dan juga guru-guru yang saya hormati, saya ingin mengumumkan jika Hari Nasional Kerajaan Arsipia telah dimulai. Dan Akademik ini akan mengadakan perlombaan yaitu adalah Pemburuan Beast, Penaklukan Dungeon, dan Pertarungan Antar Akademik dari kerajaan lain" Selama berpidato Satoru hanya mendengarkan, sama dengan halnya Rose.


Pidato telah selesai dan hari Nasional telah dimulai pagi ini, berbalik ke sisi Satoru yang sekarang menyiapkan dirinya bersama anggota OSIS untuk mengawasi kegiatan-kegiatan hari Nasional ini. Namun Satoru hanya sementara saja melakukan kegiatan mengawas itu, dia akan mengikuti perlombaan dan diikuti oleh Rose.


The Next Day


"Perlihatkan saja seluruh kekuatanmu Rose, jangan sampai terlihat lemah nanti. Dan jangan terlalu dekat-dekat denganku" Dengan dinginnya Satoru berkata seperti itu kepada Rose, tapi Rose sudah terbiasa jadi b saja. "Baik Satoru~" Rose melewati Satoru dan berbisik dengan nada sensual.


Haaa…gadis itu... Satoru yang telah selesai bersiap dengan pakaian sekolah dan dilapisi armor biasa, dan juga pedang andalannya Kurowashi yang memiliki tinggi setara dengan Satoru. Pedang satunya ini bisa memanjang sesuai tinggi pemilik pedangnya, jadi setiap Satoru tingginya bertambah maka pedangnya juga akan sama.


Pedang yang dibawa oleh Satoru menjadi pusat perhatian, mereka semua tidak pernah melihat pedang sepanjang itu. Mereka mengira jika pedang itu sangat berat karena panjangnya, yah memang berat itu bagi mereka, tapi tidak dengan Satoru. Malahan pedang miliknya itu sangatlah ringan sekali, seperti mengangkat sebuah kertas.


Fisik yang sering terlatih merubah segala penampilan maupun fisik Satoru, dari perubahan suara, tinggi, otot, dan ketampanan tentunya. Oke kambeli ke cerita, William yang sudah selesai melihat-lihat murid-muridnya itu, ingin memulai pidatonya.


"Kalau begitu baiklah. Selamat pagi anak-anak dan guru-guru di Akademik ini, hari ini sangat cerah bukan? Sangat cocok untuk hari Nasional dan juga Perlombaan kita ini. Jadi semua murid yang ada disini, saya ingin menyampaikan bahwa… Perlombaan hari Nasional telah dimulai!!" Berpidato yang cuku sebentar bagi semua orang, tapi dari pidato itu banyak orang yang semangat untuk mendapatkan pengalaman dalam hal bertarung.


POV' Kazuki Satoru

__ADS_1


Pidato yang sangat singkat bagiku, apa yang terjadi dengan Pak Tua Bangka itu? Sungguh aneh, dari tadi melihat ke arahku terus. Apa ada hal aneh dengan diriku? Bodoh amat lah dengan Pak Tua itu.


Sepertinya semua orang yang ada disini sangat bersemangat dengan perlombaan ini, bagiku sih ini buang-buang waktu saja. Tapi…sudahlah aku ingin mencari monster kuat untuk mengisi Core Elemen yang baru.


Api ku kini sudah berubah warna menjadi merah darah, dan juga Core Elemen Ruang sudah terbuka. Sisa apa lagi? Nanti saja aku tanya kepada Eve, yang sekarang harus kulakukan adalah berlomba hari Nasional.


Namun, disaat aku ingin pergi dari tempat ini, Pak Tua Bangka itu kembali berkata dengan tenang tapi terdengar tegas. "Jika kalian sudah berpartisipasi ke dalam lomba ini, kalian harus mendaftar sebagai Petualang terlebih dahulu!!" Dasar Pak Tua Bangka, Bau Tanah!! Apa yang dia mau? Dan…dan kenapa dia berkata seperti itu sambil menatapku?!


Pasti ada yang tidak beres dengan Pak Tua itu, aku harus bertanya kepadanya nanti. Tapi sebelum bertanya, kayaknya apa yang dia katakan sesuai apa yang ingin aku lakukan. Oke, ayo ke Guild terlebih dahulu.


25 Minutes Later



Lumayan besar juga gedung ini, tapi kayaknya lebih besar Mansion milikku, hehe... Waktunya mendaftar menjadi petualang. Aku berjalan dengan tenang dan melewati orang-orang yang sedang mengobrol ataupun melihat-lihat saja.


Omong-omong, Kerajaan Arsipia adalah kerajaan di atas langit. Makanya Guild ini terbang dan juga Ibu Kota Niachaten juga kota terbang dan juga sangat besar. Seperti ini penampakan Ibu Kota Niachaten, silahkan dilihat.

__ADS_1



Seperti itulah Ibu Kota Niachaten, Kerajaan Arsipia. Sungguh besar dan megah bukan? Aku saja yang baru pertama kali datang terkagum-kagum dalam hati, aku bertanya-tanya siapa yang membangun kota itu? Hingga megah dan bisa terbang seperti itu, jika yang membuat dan menciptakan kota ini aku ingin meminta rancangannya, siapa tahu rumahku akan terbang juga?


__ADS_2