
Kalo kalian bertanya kenapa Rose tidak ikut misi bersama Satoru? Itu karena, sekarang Rose menjadi pengganti Satoru sebagai salah satu anggota OSIS. Dan selama Satoru sakit, tugas miliknya menumpuk dan itu diberikan kepada Rose, sungguh nasib-nasib dalam benak Rose saat ini
Kembali ke Satoru, saat ini hari sudah menjadi malam. Sinar bulan yang indah, hembusan angin yang sejuk dimalam hari. Dan semburan darah dan genangan darah di atas tanah saat ini, "Kalian memang sangat menjijikkan!" Satoru memegang sebuah kepala dan berbicara kepada kepala itu dengan tatapan yang merendahkan.
Tatapan beralih kepada seorang gadis yang ketakutan melihat Satoru, penampilannya yang kotor, baju rusak, wajah dan badan penuh lebam, dan sangat kurus. "Jangan takut, aku tidak akan membunuhmu. Kecuali kau menggangguku saat ini, jadi pergilah dari sini hidup bebas diluar sana"
Satoru berbalik dan hendak pergi, tapi gadis kecil yang berusia 5 tahun itu memegang ujung baju Satoru. Tangannya yang terus bergetar ketakutan, tapi memiliki keberanian untuk memegang baju Satoru. "To... long, jang..an… tinggal..kan a.aku, hiks…hiks!"
Satoru menatap gadis kecil dihadapannya, dia jongkok dihadapan gadis kecil itu untuk setara dengan tingginya. Satoru menatap wajah kotor dan penuh bekas pukulan pada pipinya, tapi Satoru tahu jika gadis kecil dihadapannya ini sangat imut kalo dirawat dengan baik. Tiba-tiba saja, ingatan Satoru di kehidupan sebelumnya tentang dirinya yang dikira Pedofil oleh ibu-ibu setempat karena ingin memberikan permen kepada sang adik.
Mengingat hal itu Satoru hanya bisa tersenyum canggung, tapi dia kembali menjadi normal saat mendengar tangisan si gadis kecil di depannya. Saat ini Satoru memakai topeng tengkorak yang hanya menutup bagian atas wajahnya, dia membelai rambut si gadis kecil dengan lembut dan tersenyum hangat kepada sang gadis kecil.
Sang gadis kecil menjadi terpesona dan malu-malu saat melihat senyuman hangat Satoru. Sentuhan tangan kekar Satoru membuat gadis kecil itu merasa nyaman dan hangat, dia mengingat sesuatu yang mirip dengan sentuhan tangan itu. Dia tanpa sadar berkata, "Kakak" Perkataan itu membuat Satoru terhentak sedikit, dan menatap iba si gadis kecil.
Entah kenapa dia seperti terikat dengan si gadis kecil di hadapannya ini, dan memiliki hubungan dengannya. Seperti melihat sang adik dari kehidupan masa lalunya, dan juga sang Almarhum Ibunya yang sudah meninggal. Memiliki wajah yang sama seperti adik dan juga sang ibu, "Tenanglah, kakak ada disini" Kata-kata itu tanpa sadar terkeluar dari bibir lembut Satoru.
__ADS_1
Aku akan mengadopsi anak kecil ini, sepertinya aku terlalu rindu kepada Amira (adik Satoru) dan Ibu. Satoru menghela nafas dan berdiri, kemudian dia berbalik untuk mengambil sesuatu untuk gadis kecil tersebut. Tapi gadis kecil itu menahan Satoru dengan memeluk kakinya dari belakang, Satoru sudah mengira hal ini. Gadis kecil yang ada di bawahnya ini mengira jika Satoru akan meninggalkannya, tapi itu tidak lah benar, Satoru hanya akan mengambilkan sebuah makanan dan juga minuman untuk dirinya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, karena mulai sekarang kamu adalah adikku. Apa kau mengerti?" Satoru berbicara dengan wajah dingin normalnya, karena dia sudah terbiasa dengan wajah dinginnya itu dan seperti sudah menyatu dengan dirinya. Gadis kecil dihadapannya menganggukkan kepalanya sambil menunduk, Satoru merasa sangat imut kepada gadis kecil itu.
Satoru memang menyukai hal imut, sifat dan hobi dalam hal mengoleksi barang imut itu sudah ada pada dirinya dalam kehidupan sebelumnya. Saat di kehidupan sebelumnya, Satoru sempat mengoleksi boneka-boneka yang imut, dan memenuhi seluruh kamarnya.
Tapi sifat dan hobinya itu seperti masih ada dalam diri Satoru. Dan siapa yang tidak mau dengan hal-hal yang imut seperti gadis di depannya ini, semua pasti akan luluh dengan keimutan tersebut. "Dan namamu mulai sekarang Kazuki Amira, nama depanmu akan seperti diriku" Gadis itu yang sekarang bernama Amira hanya bisa mengangguk saja.
"Baiklah, ayo ikut aku. Aku akan membersihkan dirimu yang kotor ini, beruntung di dekat sini ada sungai jika tidak kau akan bau selama perjalananku" Mulut pedas Satoru beraksi kembali, dia menggulung lengan bajunya hingga ke siku-siku. Dia membawa gadis kecil itu kedekat sungai, dan langsung membuka gaun kecil yang menyatu di tubuhnya itu dengan cepat dan mulai memandikannya.
Beberapa saat kemudian, Amira telah selesai dimandikan oleh Satoru. Rambut pirang dan mata yang seperti Satoru yaitu abu-abu, dan wajah sedikit datar tanpa ekspresi membuat dirinya imut untuk pendapat orang-orang. Semua orang memiliki sisi imut masing-masing, contohnya seperti Miya yang memiliki wajah dingin dan datar. Tapi jika dia ketemu dengan hal yang menakjubkan akan membuat matanya berbinar walaupun wajahnya tetap dingin dan datar.
Kembali ke cerita, sekarang beberapa hari sudah berlalu. Satoru telah sampai ke tujuannya yang ditemani oleh gadis kecil yang statusnya sekarang adalah adik Satoru. Gadis itu hanya beberapa hari sudah sangat manja, ceria, dan juga lincah saat bersama Satoru. Satoru hanya bisa tersenyum dengan sifat sang adik yang sangat mirip dengan adiknya dari dunia lain.
Di depan gerbang masuk, Satoru menggunakan pakaian normal berlengan panjang untuk menutupi lukanya. Dia dan sang adik menyamar untuk bisa masuk ke dalam kota, karena jika dia memakai pakaian yang sering dia gunakan dalam misi itu akan membuat orang memasang curiga kepadanya.
__ADS_1
Jadi Satoru memutuskan untuk memakai pakaian biasa saja seperti warga-warga desa yang normal. Sang adik juga sama, dia memegang tangan Satoru untuk tidak lepas dari Satoru. Dan dia juga takut untuk tersesat, dan terpisah dari Satoru.
Setelah melewati antri yang panjang dan juga pemeriksaan, akhirnya Satoru dan Amira telah masuk ke dala. kota Inshifia. Kota yang dilihat dari luar adalah kota biasa saja dan indah, tapi jika dimasuki lebih dalam lagi kota ini adalah kota penuh perbudakan segala Ras termasuk Iblis.
Kali ini Satoru harus bersungguh-sungguh untuk menjalankan misi, dan juga berhati-hati. Karena sang adik Amira, adalah mangsa segar bagi penjual budak, wajahnya yang imut itu membuat siapa saja akan melakukan apa saja kepada Amira yang imut itu. Tapi bagi Satoru, Amira memang imut, tapi bagaimana saat dia dewasa nanti, apa dia akan menjadi cantik? Tentu saja. Dan Satoru menebak jika Amira akan menjadi gadis yang tangguh, dan juga penuh dengan pantang menyerah. Matanya saja terlihat penuh intimidasi bukankah begitu?
Nama : Kazuki Amira (Adik Satoru)
Usia : 5/6 Tahun (Mungkin)
Soul Core : Belum Bangkit
Familiar : Belum Ada
__ADS_1
Spirit : Rahasia
Title : The Sister Of The Alone Hero, The Queen of Intimidation, Secret Destiny