Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 30


__ADS_3

Kembali ke cerita, saat aku masuk ke dalam gedung Guild ini. Semua tatapan tertuju padaku, seperti biasa aku menghiraukan tatapan-tatapan itu dan terus berjalan menuju meja resepsionis Guild ini.


Aku juga melihat beberapa murid yang sama seperti diriku mendaftarkan diri mereka ke Guild utama di Kota ini. Aku mengantri menunggu giliranku, masih banyak murid yang berbaris untuk mendaftar.


Karena aku adalah orang yang sabar, aku dengan menunggu antrian dengan sedikit hiburan dari teknologi buatanku sendiri. Beberapa saat kemudian giliranku telah tiba, aku berjalan mendekati wanita Resepsionis yang merupakan Ras…Elf.


Ini adalah pertama kalinya aku melihat seorang Elf, tapi tujuanku bukan lah melihat seorang Elf, melainkan mendaftarkan diriku ini sebagai petualang. "Permisi Kakak,…umm, saya ingin mendaftar sebagai petualang, tapi bagaimana?" Aku sedikit gugup saat berbicara tadi, karena ini adalah kali pertama aku berbicara dengan Ras yang berbeda dariku.


"Oh, kau ingin mendaftar sebagai Petualang?" Mendengar hal itu aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban dari pertanyaannya itu, "Kalau begitu ikuti aku" Aku hanya menurut dan mengikuti wanita Elf itu dari belakang. Wanita Elf itu membawaku ketempat yang rahasia menurutku.


Wanita Elf itu berdiri di hadapan sebuah pintu besi yang terbuat dari logam biasa dengan gagang emas berbentuk kepala singa yang menganga. Dia membuka pintu itu, cahaya matahari sedikit menyilaukan mataku. Kini pandanganku menjadi normal dan melihat sebuah Gladiator yang tidak terlalu besar, di tempat kursi penonton ada beberapa orang yang membawa senjata, tidak sedikit jumlah mereka


*Note : Gladiator Adalah Arena Pertempuran Yang Berada Di Spanyol Dan Juga Italia, Kalo Salah Komen Yah


"Nah, sekarang kamu duduk di tempat yang kosong, dan tunggu giliran mu untuk uji coba kekuatan milikmu dan peringkatmu" Elf itu memberi tahuku jika aku harus duduk pintar dan menunggu giliranku untuk uji kekuatan ini. Aku duduk di tempat kosong dan jauu dari orang-orang.


Aku mengamati pertarungan yang sedang berlangsung depan mataku, pertarungan antara Penguji dan Peserta. Penguji disini terdapat 2 orang yang berbeda jenis penyihir yaitu, Artjurer dan Konjurir. Dan yang bertarung adalah Artjurer, kekuatan yang dimiliki oleh Penguji itu lebih lemah dari pesertanya, tapi aku bisa melihat jika dia lebih berpengalaman.


Sudah berjam-jam uji coba kekuatan ini berlangsung, kebanyakan dari peserta yang ada disini mendapatkan Ranking C dan sedikit yang mendapatkan Ranking B hanya 1 orang saja yang mendapatkan Ranking B. Sekarang pertarungan peserta yang menggunakan tongkat sihir yang panjang berwarna putih, dan sebuah Crystal berwarna merah di atas tongkat itu.

__ADS_1


Muka terlihat arogan, sombong, dan jelek yang paling utama. Tapi jika dilihat-lihat dengan teliti pemuda itu sangat terlatih dan peralatannya jangan ditanya lagi, mewah! Dia sepertinya anak orang kaya, pantas saja wajahnya penuh dengan sifat arogan dan kesombongan.


"Cepat! Dimana pengujinya? Kalian sudah membuang waktuku saja, langsung saja beri aku Ranking A dan ujian ini sudah selesai!" Cih! Sifat yang paling kubenci, sangat sombong, kesombongannya melebihi semua korban yang kubunuh. Ingin sekali kubunuh.


Namun, pemuda itu 1 tingkat di bawahku, terlihat dari aura Core miliknya. Jika dia berada di Soul Core Purple, jadi mudah saja membunuh dia. Cukup bahas pemuda itu! Mari kita lihat apa yang pemuda itu bisa lakukan.


Seorang wanita berpenampilan seperti penyihir yang ada di duniaku sebelumnya yang menggunakan topi runcing dan juga gaun panjang berwarna ungu tua senada dengan topi miliknya. Dia…kayaknya Penguji dari pihak Konjurir, mari kita lihat seberapa ahli pemuda dan penguji itu.


"Huh!…seorang wanita lemah, sangat tidak cocok menjadi Penguji di ujian ini! Sebaiknya kau menjadi pemulung saja dasar rendahan!" Wuih! Mulutnya sangat pedas sekali, sangat ingin sekali di robek! Kalah-kalah mulutnya Miya dan Eve, 11 12 dengan mereka berdua. Sungguh mengerikan juga nih pemuda, aku ingin lihat keahliannya.


"Jangan sombong kau bocah! Mentang-mentang kau seorang bangsawan, aku sama sekali tidak takut!" Oh jadi pemuda itu Bangsawan, kukira dia hanya pemuda kaya doang. Tapi seorang bangsawan, pantas sikapnya sangat sombong dan arogan.


Oke sementara itu mari kita lihat pertandingan yang kelihatan akan seru jika ditonton bareng keluarga, aku menatap ke arah Arena dengan wajah yang dingin dibalik topengku ini. Aura disekitar menjadi panas, tapi karena tubuhku memiliki suhu dingin yang luar biasa, jadi aura panas ini sangat menggelikan.


Pemuda yang menjadi peserta yang akan bertarung mengambil gerakan kecil sebagai penyiapan untuk dirinya merafal atau meluncurkan serangan. Sedang sang penguji memasang perasaan waspada, karena dia tidak tahu seberapa kuat peserta yang akan di ujinya kali ini.


"«Fire Magic, Fire Tornado Suffering»" Pemuda itu ternyata tanpa rafalan melepaskan sebuah sihir api yang besar, 3 tornado api yang ukuran sedang saja tapi memiliki panas yang luar biasa. Penguji wanita itu merafalkan sebuah mantra, dan "«Earth Magic, Tormented Wall»"


Penguji wanita itu melepaskan sihir tanah, dan membuat sebuah dinding batu untuk menahan sihir milik pemuda tadi.

__ADS_1


>Boom!


Ledakan akibat benturan antara api dan tanah mengakibatkan debu angin yang kencang, Satoru mengamati dengan tenang tanpa merasakan debu yang kencang. Dirinya sudah melapisi tubuhnya dengan aliran Magic Energy, jadi tubuhnya tidak akan kotor sama sekali.


"Lumayan" Satoru tersenyum kecil melihat awal pertarungan ini, di awal-awal sudah mengeluarkan sihir tingkat menengah. Sangat terburu-buru sekali, inilah kenapa Satoru jika ingin bertarung dengan seseorang, dia harus bertarung dengan waktu yang lama agar tahu kemampuan sang musuh.


Tapi ini…sangat ceroboh sekali, debu-debu yang kencang itu mulai mereda. Penampakan antara seorang Pemuda yang masih menyiapkan sebuah mantra baru, sedangkan penguji tadi belum mengetahuinya karena terhalang dengan sihir dindingnya yang masih utuh tanpa retakan.


Karena penguji wanita itu sudah berpengalaman dalam bertarung, dia mengatahui hal tersebut dan segera melepaskan sihir miliknya. "«Earth Magic, Earth Arrow Thorns»" Tanah-tanah terangkat secara terpisah, perlahan membentuk sebuah duri. Duri-duri itu meluncur mengarah ke Pemuda yang masih merafalkan sihirnya, sihir tingkat rendah milik penguji wanita itu mengenai sang pemuda.


>Jleb!!


"Ahkkk!!!…Dasar rendahan! Beraninya kau melukai aku saat merafalkan sihirku, tidak akan ku maafkan!" Pemuda itu berteriak tidak karuan, dia sangat marah dengan pengujinya itu karena melukainya. Pemuda itu telah menyelesaikan rafalannya dan segera melepaskan sihirnya tersebut.


"«Fire Magic, Purgatory of the Dragon»" Pemuda itu berteriak menyebutkan nama sihirnya, naga api besar berwarna putih keluar dari Crystal tongkat pemuda itu. Hingga Crystal itu meretak dan pecah.


>Krak! Tass!!


Ini gawat! Pemuda gila itu! Apa dia ingin membunuh semua orang yang ada disini?!…

__ADS_1


"«Black Flame Magic, The Dragon Of Judgment»" Semoga tepat waktu!!. Satoru mengeluarkan mantranya, sebuah mantra yang dia alirkan ke arah tangannya. Api hitam menjalar di seluruh tangan kiri Satoru, tangannya yang berapi hitam itu membentuk sebuah naga api hitam.


Hantaman antara naga api putih dan jug naga api hitam memborbardir seluruh arena, hembusan angin dan juga ledakan besar dirasakan oleh semua orang yang ada di Guild ini, bahkan sang Guild Master merasakan tekanan sihir yang besar juga ledakan itu. "Siapa yang mengeluarkan sihir tingkat tinggi ini?!" Ucap sang Guild Master terkejut.


__ADS_2