Darkness Inside Me

Darkness Inside Me
Episode. 21


__ADS_3

"Jadi jangan berharap jika api itu padam, karena hanya aku yang bisa memadamkannya" Nada suara yang begitu dingin, mata yang bersinar ungu. Api Hitam yang sudah menjelar keseluruh Mansion. "Semoga tenang di alam sana"


>Byaaar!!


>Brakk!!!


Api hitam membakar seluruh Mansion secara perlahan seperti hewan Rayap, keberadaan Satoru telah menghilang di saat pembantaian tadi. Menghilang bagaikan ditelan kegelapan (Memang sudah ditelan sih), api hitam membesar dan orang-orang disekitar merasa panik.


Mereka mencoba memadamkan api hitam, tapi itu tidak akan pernah bisa mereka lakukan. Api hitam hanya akan mati jika sang pemilik api tersebut ingin mematikannya, banyak Konjurir Elemen Core Air mencoba memadamkan api hitam itu dengan sihir terkuat mereka.


Mata ungu yang bersinar di dalam kegelapan, mengawasi semua hal itu. "Sepertinya sudah cukup untuk menghilangkan petunjuk" Orang itu atau bocah itu adalah Kazuki Satoru sang MC. Dia mengawasi pemandangan itu dari kejauhan di dalam gang kecil yang gelap.


"«Flame Off»" Satoru mematikan api miliknya yang ada di Mansion Nenek Lia, di saat itu juga dia menghilang kembali, menggunakan sebuah topeng tengkorak dan jubah hitam berkerudung. ****** Tua itu pasti bukan orang biasa, aku harus pergi dari kota ini sebelum mereka mencari tahu!.


A Few Days Later


Berita kebakaran di kota Benolia kota dengan julukan Kota Lautan Arcania, menyebar luas di seluruh benua, kebakaran yang menyebabkan kematian Lia Arkham sang wanita tua paling cantik itu sangat mengejutkan semua orang. Bahkan sang Raja dan bangsawan-bangsawan yang berasal dari ibukota merasa sedih atas kepergian wanita itu.

__ADS_1


Sang Raja tentu mencari kebenaran tentang insiden kebakaran itu, dia menyerahkan seluruh Dersorer tipe Deteksi untuk mencari hal yang janggal dalam kebakaran itu. Pencarian dan pemeriksaan terus terjadi hingga hari ini, dan hari ini juga Satoru sang MC sudah berada di sebuah desa kecil.


>Bruk!


"A_ir…A_air!" Dan inilah keadaan MC kita, terkapar di depan pintu masuk desa yang ingin dia kunjungi. Sungguh malang sekali nasibnya, dia hampir kelupaan jika selama di lautan dan di perjalanan, Satoru lupa mencari atau mengambil sebuah air untuk perjalanannya.


Beberapa saat kemudian, seorang gadis muda berambut pirang, bermata hijau zamrud, masih bocah tentunya, sedang berjalan sambil bernyanyi menuju desa tempat tinggalnya. Tapi di saat sudah sampai di gerbang pintu masuk desa, dia melihat seseorang terkapar di depannya.


Dengan sigap dia mendekati orang itu dan memeriksa keadaannya, di saat membalikkan badan orang itu, dia terkejut dengan topeng yang digunakan orang itu yang dikiranya wajah dari orang itu. Tapi beberapa saat memperhatikan ternyata hanya sebuah topeng, gadis itu menggoyangkan tubuh orang itu untuk membangunnya.


Tapi tidak ada tanggapan sama sekali, gadis itu menambah daya goyangannya tersebut lebih kuat, masih tidak ada tanggapan. Pada akhirnya dia mencoba memanggil orang yang tertidur atau pingsan itu, awal-awal pelan karena malu dan di akhiri dengan teriakan yang kencang karena kesal.


"Ah!…maaf" Orang itu adalah Satoru, dia tiba-tiba saja terbangun dan mencekik gadis itu. Itu karena Satoru memiliki insting hewan buas, jadi sangat sensitif, tapi…karena tadi dia kehausan insting miliknya melemah.


"Dasar orang aneh! Sudah ditolong malah di cekik" Gadis itu bergumam kesal, walaupun suaranya kecil tapi Satoru masih bisa mendengarnya. "Terima kasih sudah menyelamatkan diriku, walau hanya membangunkan saja"


"Eh? Kau mendengarnya!" Gadis itu terkejut dan bertanya kepada Satoru, "Iya aku bisa mendengar apa yang kau gumamkan, karena aku seorang Penyihir" Betul yang dikatakan Satoru, seorang penyihir, petarung, dan pembunuh memiliki Indra yang lebih sensitif dari manusia biasa. Jika dia manusia biasa tanpa Magic Energy terus melakukan latihan yang berat, dia akan memiliki insting yang lumayan.

__ADS_1


"Wow! Kau seorang Penyihir?" Gadis itu berbinar saat mendengar perkataan Satoru. Satoru hanya bisa tersenyum kecut saat melihat perubahan gadis yang ada dihadapannya, "I_iya, aku seorang Penyihir".


"Kamu Penyihir tipe apa?" Saat Satoru ingin menjawab, seorang pria paru baya datang dari arah yang bersamaan seperti gadis tadi. Pandangan Satoru memandang ke arah pria paru baya dan seorang wanita, dan beberapa orang juga.


"Rose, siapa orang itu?" Pria paru baya itu bertanya kepada gadis yang di hadapan Satoru, "Ayah, dia seorang pengembara yang berkunjung ke desa kita untuk beristirahat" Gadis yang bernama Rose itu menjawab asal pertanyaan sang Ayah. Satoru langsung memindahkan pendangannya kepada Rose.


Tahu dari mana gadis ini tujuanku? Asal menjawab pertanyaan, tapi memang itu tujuanku. Satoru hanya bisa memperhatikan interaksi antar anak dan Ayah itu, Satoru mengingat kejadian yang serupa dengan dirinya di masa lalu. Kejadian dimana dia menolong seseorang yang terkapar di depan gerbang Desa Lily.


Disaat itu, Satoru, ayah dan ibunya sedang bepergian ke kota lain untuk berlibur dan bersenang-senang bersama-sama. Tapi saat pulang ke desa, Satoru melihat seseorang terkapar seperti dirinya saat ini di depan gerbang Desa Lily. Satoru yang saat itu masih berusia 4 tahun dan masih bersifat naif, polos, sedikit bodoh karena dia ingin merasakan hidup bocah yang bahagia. Jadi dia menolong orang itu.


Dan kejadian sama terjadi saat itu, oke kembali ke cerita. Satoru telah diperbolehkan masuk ke dalam desa, dia disambut seperti orang-orang pada umumnya jika masuk ke dalam sebuah Hotel. Omong-omong tentang hotel, Satoru ingin mencari sebuah penginapan yang menurutnya nyaman.


Satoru meminta rekomendasi dari Rose si gadis tadi, tentang penginapan yang menurutnya nyaman dan ada tempat makan. Rose langsung memberi tahu itu kepada Satoru, dan mengantarkannya ke penginapan tersebut.


Di saat telah sampai di penginapan itu, Satoru masuk ke dalam dan terlihat sepi pengunjung di penginapan yang dia masuki. Karena penginapan yang dia masuki, termasuk sebuah Bar khusu malam hari, jadi hanya malam hari jika ingin penginapan ini menjadi rame pengunjung.


Di dalam penginapan ini hanya terlihat tiga orang saja yaitu, 1 pria dan 2 wanita/gadis. Sepertinya mereka pemilik penginapan ini?, pikir Satoru saat melihat ketiga orang itu. Satoru mendekati si pria karena sepertinya dia yang megurus dalam hal menginap.

__ADS_1


"Permisi Tuan, saya ingin menginap di sini" Satoru dengan sopan bertanya kepada si pria, dan si pria itu menjawab dengan nada ramah, "Jika anda ingin menginap satu malam itu dengan harga 1 koin Niken dan jika anda ingin menginap 1 bulan maka harganya 25 koin Niken"


"Saya ingin menginap selama 1 bulan saja, sekalian juga makan pagi, siang, dan malam" Satoru mengeluarkan lima puluh koin Niken dalam sebuah kantong biasa, dan memberikannya kepada si Pria


__ADS_2