
malam itu di sebuah ruangan yang cukup mewah, telah terjadi pertikaian antara ayah dan anak nya. pasalnya malam itu tiba-tiba saja sang ayah membawa seorang wanita cantik kerumahnya untuk dikenalkan pada anak perempuan semata wayangnya. ia berencana menjadikan wanita itu sebagai pengganti ibu dari anak nya.
namun, apalah daya jika sang anak tetap Kekeuh pada pendiriannya bahwa di matanya ibunya tidak bisa di ganti kan pada siapapun. termasuk wanita yang bersama ayahnya sekarang.
"sayang kamu tak bisakah menghargai keputusan papah sedikit saja??" ucap pria dewasa itu yang tak lain adalah Lewis Hamilton seorang pengusaha sukses di kota Z sekaligus di negara nya pada anak semata wayangnya.
"gak bisa pah!! aku pokoknya gak setuju sama keputusan papah buat nikah lagi!! apa lagi papah nikahnya sama modelan ondel ondel Betawi kayak gini!" jawab nya sambil melipat kedua tangannya di dada dan dengan nada mengejeknya sambil melihat wanita yang bersama ayahnya dengan tatapan jengah.
"menjijikkan" lanjutnya lagi dengan kata yang penuh dengan penekanan.
"Debby!!" ya nama anak itu adalah Debby. Debby Ryana Lewis anak satu-satunya dari pasangan Lewis Hamilton dan Briana Margaretha. sebenarnya ia adalah anak yang baik dan juga pintar namun, karena kasus meninggalnya sang ibu satu tahun lalu menjadikannya pribadi yang pembangkang dan tidak bisa di atur.
"jaga bicara kamu!! lagian semua ini papa lakuin demi kebaikan kamu!!" bentak Lewis yang mulai kesal akan sifat semenamena Debby."papah bilang demi kebaikan?? tapi Debby gak mau pah!!".
"by!! stop bersifat ke kanak-kanakan papah udah muak sama kelakuan kamu yang semenamena kayak gini!!".
dengan tatapan matanya yang tajam Debby mendekati Belinda, wanita yang sedari tadi duduk di samping ayahnya. "tuan ingin menjadikan wanita seperti ini sebagai pengganti ibu saya??". Debby mengangkat wajah Belinda dengan satu jari telunjuknya dan tak lupa tersenyum mengejek. "heh gak sudi!!" Debby mendorong Belinda dengan keras hingga terbentur.
"Akh.." wanita itu hanya bisa meringis atas perlakuan Debby yang sangat tak sopan.
sontak saja perlakuan Debby ini mengundang amarah bagi Lewis. menurut nya perlakuan Debby saat ini memang sudah sangat melampaui batas. memanggil nya tuan bukan papah itu membuat dadanya sesak dan amarahnya tak tertahankan.suara tamparan keras memenuhi ruangan tersebut. bekas telapak tangan kanan Lewis membekas di wajah Debby dan menyebabkan kemerahan.
__ADS_1
"Debby!! siapa yang mengajarkan kamu seperti ini!! papah gak pernah didik kamu buat jadi anak yang kurang ajar seperti ini!!".
kepalanya tertunduk dengan kondisi tangannya yang memegang lebam di pipi kirinya. buliran air bening itu pun menetes membasahi pipinya yang masih terasa perih.hatinya bagaikan diiris dengan belati berkarat yang menimbulkan rasa perih di hatinya yang sangat mendalam. ia merasakan sesak yang sangat teramat baru kali ini ia di permalukan seperti ini.
tamparan ini akan selalu ia kenang, ini adalah hari bersejarah baginya. hari dimana ia ditampar untuk pertama kalinya oleh ayahnya sendiri demi wanita yang tak tau asal usulnya.
dengan tatapan mata yang berkilat, Debby pergi meninggalkan kedua orang itu di ruang tamu menuju kamarnya.
sedangkan masih di tempat yang sama, keduanya terdiam saling menatap.lewis yakin bahwa wanita di depannya ini adalah wanita yang baik dan bisa memberikan dampak yang baik pula bagi keluarga nya.
"mas kamu jangan terlalu kasar seperti itu pada Debby" ucap Belinda lembut menghilangkan keheningan diantara mereka sembari memegang tangan lewis."aku paham dia pasti syok dengan kedatangan ku. jikapun aku berada di posisi nya mungkin aku akan melakukan hal yang sama".
"ini memang pantas untuk nya jadi jangan hiraukan dia". " baiklah jika begitu" Belinda hanya bisa pasrah dengan keputusan Lewis yang memang sangat keras kepala.
sementara itu saat keduanya sedang berbincang bincang, terdengar lah suara langkah kaki yang menuruni tangga menuju ke arah mereka berdua yang tidak lain adalah Debby.
Debby menuruni tangga dengan membawa sebuah koper berukuran besar berisikan semua pakaiannya yang membuat Lewis dan Belinda sangat terkejut.Debby melangkah kan kaki nya melalui pasangan yang berada di depan nya dengan tatapan jengah.
"kamu mau kemana by??" ucap Lewis tegas."papa enggak usah peduli lagi sama Debby, Debby enggak butuh kepedulian papah" Jawab Debby acuh." Debby!! kamu kembali ke kamar kamu atau semua aset yang kamu punya papah sita!!" ancam Lewis.
Dengan cepat Debby membalikkan badannya dan langsung berjalan menuju ke arah lewis. ia meletakkan tasnya yang berisi kartu kredit, handphone, kunci mobil di atas meja."baik! ini aku kembalikan semua aset yang pernah aku beli pakai uang papah!" ucap Debby dan berlalu pergi meninggalkan kedua nya disana dengan keadaan yang masih tercengang.
__ADS_1
langkah Debby semakin besar dan perlahan punggungnya menghilang dari pandangan Belinda dan lewis."sialan aku kira dia akan tunduk ternyata akh ..." lewis mengacak rambutnya frustasi ia tak tahu harus apa dengan keadaan nya yang sekarang.
"maaf..." satu kata yang terlontar dari mulut Belinda yakni maaf. ia tak tahu harus bagaimana memang semua kejadian ini terjadi karena dirinya.
"untuk apa kau meminta maaf??" heran Lewis pada Belinda." aku tak seharusnya datang di kehidupan mu dan menghancurkan hubungan mu dan anak mu" jawab Belinda dengan nada menyesal.
Lewis menyerengitkan sebelah alisnya, ini bukan karena Belinda namun karena anaknya yang terlalu egois dan itu semua akibat ulahnya juga yang kurang mampu mendidik Debby pikirnya.
"ini bukan salah mu ini salahku jadi jangan menyalakan dirimu atas kejadian ini".
"baiklah aku percaya padamu" Belinda tersenyum lembut pada lewis yang tengah menggenggam tangan nya.
Lewis mengangguk dan setelah itu ia memanggil semua pengawalnya. ia memerintahkan kepada semua nya untuk mencari dimana keberadaan Debby saat ini.
"pengawal!!" teriak Lewis memenuhi ruangan tersebut. tak lama, sekitar 30 penjaga berbadan besar itu telah berbaris rapi di ruang itu.
"cepat cari anak nakal itu dan bawa kembali dia ke rumah ini!! bagaimana pun caranya!!".
"anak nakal?? apakah itu nona muda tuan??" tanya salah seorang dari mereka yang terlihat sangat kebingungan."benar! cari dia sampai dapat!".
"baik tuan!!" jawab mereka serentak dan berlalu pergi.
__ADS_1