Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 27


__ADS_3

"Bu beli bahan bahan ini bisa kan?" ujar seorang gadis cantik pada pedagang di pasar tradisional. "ini semuanya neng?" jawabannya ramah. "bener bu kira kira semua nya berapa ya?" ucap Debby sedikit ragu karena uangnya hanya tersisa tujuh puluh lima ribu di tangan nya.


"tenang atuh neng ini semua cuma lima puluh ribu aja" ibu ibu itu membungkus kan semua yang ada di daftar dan langsung memberikan nya pada debby. "terimakasih buk" Debby menyambut sekantong plastik berwarna hitam itu dan menggantikan nya dengan uang berwarna biru di tangannya.


ternyata tidak sia sia ia bangun pagi pagi buta dan pergi ke pasar tradisional untuk membeli semua bahan bahan untuk rencananya Tempo hari yang tertunda.


"aku akan membeli bahan makanan untuk dua hari kedepan" ucap Debby mendapati uang dua puluh lima ribu di tangan nya. setelah beberapa lama Debby akhirnya keluar dari gedung pasar tradisional itu dengan beberapa kantong plastik belanjaan nya.


Di apartemen, gadis cantik itu bergegas mengeluarkan belanjaannya dan menyusunnya dalam kulkas mini milik nya dan menyisahkan beberapa bahan saja di meja makan.

__ADS_1


"ada apa kau meminta ku kesini?" ucap seseorang pemuda yang tak lain adalah David. "emmz aku ingin kau mencoba resep buatan ku ini" ujarnya sembari tersenyum dan memakai celemek nya. "hmmz" lagi lagi pria itu bersikap dingin padanya.


"tunggu sebentar aku ada sesuatu untuk mu" david mengeluarkan handphone nya dan melihat kan nya pada Debby. "a..apa? ini di umumkan sudah satu hari yang lalu?" gadis itu terpaku setelah melihatnya. apa lagi kalau bukan pengumuman tentang tes yang menentukan nasibnya di forum sekolah.


banyak sekali siswa yang memberikan tanggapan negatif atasnya yang membuat nya menggeram menahan kesal hingga akhirnya tangannya mengepal kuat. kini ia bertekad kuat untuk mengubah semuanya, ia akan belajar dengan giat kali ini dan akan membungkam mulut mulut kutu busuk yang selalu mengejeknya.


"kau harus belajar dengan giat jika ingin tetap bertahan". "aku sebenarnya sudah berusaha tapi" belum sempat gadis itu melanjutkan kata-katanya David telah dulu memotong nya. "aku akan membantu".


"tak masalah apa pun yang kau mau asal aku bisa mempertahankan kelas ku, semuanya akan ku lakukan" gadis itu kini beralih mencicipi adonan yang ia buat apakah sudah pas apa belum. "kenapa kau langsung menyetujuinya?" serkas nya dingin.

__ADS_1


"apa kau tidak mencurigai ku?" David menyerngitkan alisnya mendapati Debby yang langsung menyetujuinya bahkan ia belum mengutarakan keinginannya. bagaimana jika dia menginginkan sesuatu yang aneh pikirnya " aish jika begitu aku akan berubah pikiran, aku akan memikirkannya dulu" ejeknya melihat ekspresi David.


"tapi" belum sempat kalimat nya terucap Debby sudah memotongnya terlebih dahulu. "ck kau ini! aku percaya padamu. kau orang yang baik mana bisa berbuat yang tidak-tidak pada ku, gadis yang tidak memiliki apa-apa".


Debby menutup adonan yang sedari tadi di olah nya dengan selembar kain serbet bersih dan meletakkan nya di atas meja menunggu nya hingga satu jam kedepan. kemudian ia mencuci tangan nya yang tadi sempat terkena tepung.


"apa yang sebenarnya kau buat?" David sedikit penasaran dengan apa yang akan di buat oleh gadis itu. "aku akan membuat martabak manis kreasi ku sendiri, jadi kau di sini akan menjadi juri ku mengenai hal ini".


pemuda itu mengangguk memperhatikan setiap gerak gerik Debby yang ke sana kemari mencari buku-buku nya agar david cepat mengajari nya sembari menunggu adonan yang tadi.

__ADS_1


"nah dapat" gadis itu duduk tepat di depan David sambil membawa semua buku yang berisikan pelajaran yang sulit menurutnya. "bukankah tinggal beberapa hari lagi untuk tes itu?". "hmmz" jawab nya singkat.


"jadi kau ajarkan tentang semua ini pada ku saat ini juga sembari menunggu adonan yang ku buat tadi jadi" Debby dengan penuh semangat meletakkan semua buku di tangannya ke depan David.


__ADS_2