
Debby berpikir sangat keras. ia tak tahu harus berbuat apa karena jawaban untuk pertanyaan pertanyaan ini cukup sulit, ditambah lagi dengan ia yang tidak belajar sebelumnya menambah kepalanya seakan-akan ingin meledak.
tak terasa menit terakhir telah tiba. dimana semua lembar jawaban harus dikumpulkan. sudah hampir semua nya telah mengumpulkan jawabannya. kini hanya tersisa beberapa orang saja.
david? dia jangan di tanya, walaupun ia murid baru, akan tetapi ia adalah siswa yang pertama kalinya mengumpulkan jawabannya dan membuat seulas senyum pak Budi yang sangar itu terukir di wajahnya.
awalnya Debby dan semua siswa tidak percaya bahwa david bisa mengerjakan soal dengan secepat itu. bagaimana tidak 50 soal pilihan ganda dengan 5 esai, mampu ia selesaikan dengan hitungan menit saja. itupun jawabannya tidak ada yang salah satupun. tidak masuk di akal pasti ada kecurangan pikir mereka.
ya bagi murid biasa memang tidak masuk akal tapi bagi David itu mungkin, karena ia memiliki IQ yang tinggi dan tak hanya itu ia telah beberapa kali memenangkan challenge cup internasional sejak ia SMP. jadi itu mungkin saja karena ia memang sangat jenius.
setelah beberapa kali di berikan pertanyaan yang sulit oleh pak budi terhadap nya barulah semua siswa percaya jika David tidak melakukan kecurangan dan mereka bisa berkonsentrasi kembali pada soal mereka.
detik kini berubah menjadi menit, menit pun sudah berubah menjadi jam, tak terasa 3 jam pelajaran telah berlalu kini akhirnya jam istirahat telah tiba. semua siswa berhamburan keluar kelas nya menuju ke kantin sekolah untuk mengisi perutnya yang lapar dan juga mengerjakan rutinitas lainnya.
disisi lain, Debby masih berada di dalam kelasnya. ia masih menghadapi soal-soal rumit yang diberikan oleh pak budi di detik detik terakhir nya.
"kenapa soal ini sulit sekali? bahkan setengah nya saja belum ku selesaikan!" gerutu nya frustasi.
__ADS_1
"baiklah anak-anak karena sudah waktunya jam istirahat, silahkan kumpulkan tugas kalian! selesai tidak selesai harus di kumpulkan!".
"ck menyebalkan sekali" dengan tergesa gesa dan tanpa pikir panjang Debby langsung menulis Jawaban dengan asal asalan. ia tidak memikirkan lagi benar atau tidaknya jawaban yang ia tulis, yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar soalnya bisa segera di selesaikan dengan hitungan detik.
setelah beberapa saat berlalu akhirnya wanita cantik itu mengumpulkan jawabannya."semoga saja semuanya jawaban ku ada yang benar" ucap Debby pasrah sambil menyerahkan kertas ulangan nya.
kantin hari ini cukup ramai tak jarang banyak sekali siswa harus mengantri membeli makanan disana. apalagi untuk membeli semangkuk bakso dan sepiring nasi uduk buk tuti, jajanan yang paling di gemari siswa siswi SMA Scarlett. bahkan mereka rela mengantri Sangat panjang untuk mendapatkan seporsi makanan itu. menurut mereka jajanan tersebut selain enak juga sangat lengkap dalam penyajian nya itulah mengapa kebanyakan siswa siswi rela mengantri demi makanan tersebut.
tak jarang siswa siswi di buat kecewa oleh nya, karena sang penjual telah kehabisan stok. mau tidak mau mereka harus membeli jajanan yang lainnya dan menunggu hari esok untuk mendapatkan yang mereka mau.
sedangkan siswa lainnya sedang sibuk dengan pesanan nya, di meja paling pojok kanan terlihat seorang wanita cantik tengah menikmati makanan nya yang baru saja ia pesan yaitu seporsi nasi uduk kesukaannya dengan di temani salah seorang sahabatnya.
"by jangan terlalu cepat makannya enggak baik nanti tersedak baru tahu rasa loh" ujar cellsy memperingati. "aku sangat lapar jangan mengganggu ku!".
cellsy hanya terkekeh kecil mendapati tanggapan Debby yang masih makan dengan lahap nya. "kau tahu aku tadi malam kabur dari rumah ku dan juga tadi pagi aku kesiangan dan tak sempat untuk sarapan. untung saja bapak mata empat itu tidak jadi menghukum ku" sambung Debby sembari meletakkan sendok nya.
"uhuk.." cellsy yang sedang meminum jus pun tersedak karena kejujuran sahabatnya itu. ia tidak menyangka bahwa Debby akan senekat ini pergi meninggalkan rumah nya. padahal ia tahu bahwa ayahnya sangat menyayangi nya walaupun sikap wanita di depannya ini sangat nakal dan keras kepala.
__ADS_1
"apakah kau bercanda??" pekik cellsy tak percaya. "tidak " jawab Debby santai sambil memasukkan kembali sesendok makanan nya itu kedalam mulutnya.
"papah memaksa ku untuk menerima calon istri barunya, tapi aku tidak sudi!" Debby memasukkan sendok terakhir makanan nya dan langsung meminum jus jeruk di depannya sampai kandas."kau ini ada ada saja. aku yakin pasti om Lewis akan memerintahkan seluruh bawahan nya untuk mencari mu!".
"biarkan saja aku tidak peduli dengan itu. lagi pula kemarin aku bisa lolos dari mereka" jawab Debby acuh. "kau ini ia kemarin kau bisa lolos!! tapi yang kupikirkan adalah sekarang bodoh!!".
setelah di pikir pikir apa yang di katakan cellsy ada benarnya. apa lagi sekolahan tempatnya saat ini berpijak, ayahnya lah donatur terbesar nya.
"biarkan saja jika tertangkap toh dia ayah ku. kenapa aku harus takut padanya" jawabnya enteng dan pergi dari sana. cellsy yang masih disana pun tak bisa berkata apa-apa toh pikiran nya memang benar untuk apa dipermasalahkan.
di tempat lain yang jauh, seorang pria dewasa yang sudah berkepala empat itu tengah mengotak atik laptop nya memeriksa laporan keadaan perusahaannya sembari menyesap segelas kopi di sampingnya.
"kenapa seperti ada yang janggal dengan laporan ini??" batinnya.
namun belum sempat ia meneliti lebih lanjut laporan tersebut seseorang mengetuk pintu ruang nya."masuk!!" teriaknya dari dalam.
"bagaimana apakah kalian sudah menemukan anak nakal itu??!" tanya pria tersebut pada bawahannya yang baru saja datang dengan tegas. "belum tuan! tapi kami yakin nona muda sekarang berada di sekolah nya tuan" jawab pria berbadan kekar itu.
__ADS_1
"jika begitu tunggu apa lagi cepat bawa dia pulang!!"sergah nya dengan nada yang lantang. "baik tuan!" para bawahannya akhirnya pergi meninggalkan pria tersebut di sana.