Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 28


__ADS_3

gadis itu saat ini sedang bergelut dengan tumpukan kertas di depannya bersama seorang pemuda tampan yang mengawasinya. "ck aku benar-benar tidak mengerti tentang ini" ucap Debby prustasi sebab sudah hampir satu jam ia mengerjakan soal dari David namun ia tak menemukan hasilnya.


rambutnya yang tergerai indah sebelumnya kini telah menjadi acak acakan yang menambah kesan imut setiap orang yang melihatnya begitupun David. ingin rasanya ia mencubit pipi gadis di depannya ini namun, rasa gengsi yang menggerogoti nya lebih besar dari pada keinginan nya hingga ia mengurungkan niatnya.


"kau harus mempelajari tehnik dasar terlebih dahulu! aku memiliki beberapa rangkuman di apartemen ku. jika kau ingin meminjam nya aku bisa meminjamkan" timpal pemuda itu terkekeh.


"baiklah" Debby meletakkan pulpen di tangannya dan melihat ke arah jam yang melingkar erat di tangannya. ternyata satu jam sudah ia bergelut dengan tumpukan kertas nya, kini sudah saatnya ia memasakkan adonan tadi.


gadis itu berdiri berjalan menuju ke arah kompor listrik yang berada di agak pojok ruangan. ia memanaskan teflon yang akan digunakan untuk mencetak adonan martabak.


di satu sisi ia juga menambahkan semacam soda kue dan beking powder kedalam mangkuk kecil yang telah berisikan air, kemudian ia mencampurkan nya pada adonan yang semula ia tutup.


Debby kembali mengaduk adonan dengan keterampilan nya. rambutnya yang tergerai acak acakan tertiup angin dan menyebabkan rambut nya menusuk nusuk matanya. namun tiba-tiba seseorang dari belakang nya membantunya untuk mengikatkan rambutnya agar tidak bertebaran yang sontak saja membuat Debby kaget dan menghentikan kegiatannya.


gadis itu menoleh menatap lekat wajah pria tampan di belakangnya ya! siapa lagi jika bukan David. tatapan keduanya saling beradu. manik manik matanya saling mengunci, jarak di antara mereka berdua pun sangat dekat hingga deru nafas diantaranya dapat saling mereka rasakan.

__ADS_1


semenit, dua menit, tiga menit pun berlalu namun tatapan mereka berdua tak teralihkan sedikitpun. detak jantung merekapun mungkin sudah serasa ingin keluar dari tempatnya. hingga sebuah bau hangit menerpa Indra penciuman mereka dan Debby pun tersadar akan teflon nya yang sudah mengeluarkan asap.


"Aaaaa... bagai mana ini?!" ucapnya panik saat ketika melihat teflon nya sudah mengeluarkan api. beruntung David yang sigap langsung mematikan kompor dan menaruh teflon tersebut di wastafel.


"bodoh" david menyentil kening Debby yang membuat sang empunya mengerucutkan bibirnya tidak senang. "apa apaan dengan bibir mu itu?" cemooh nya seraya menarik hidung Debby.


entah ada angin apa yang jelas menurut nya mempermainkan Debby adalah hal yang menyenangkan apa lagi melihat wajah nya yang cemberut dan terkesan lucu membuat nya tambah lebih suka menjahilinya.


"jangan sentuh hidung ku" gadis itu menepis tangan David yang membuat sang empunya terkekeh geli dan tersenyum semar.


martabak manis kreasi Debby akhirnya telah selesai. ia menghidangkan nya pada David dengan perasaan yang masih sama. kini David kembali menjahili Debby yang pura pura tak mengerti dengan apa yang di lakukan Debby dan menyerngitkan alisnya.


"kau cobalah!" ketusnya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Pemuda itu kini beraksi lagi dengan seakan akan tak tertarik, David kini hanya memandangi dua loyang martabak dengan beraneka toping didepannya tak selera.


"kenapa kau memandangnya seperti itu?" cemberut Debby. "apa kau tidak menginginkan nya?" imbuhnya ada rasa kekecewaan di hatinya.

__ADS_1


David tersenyum samar kemudian ia mulai mengambil potongan martabak manis di depan nya dan memakannya. saat potongan itu masuk ke dalam mulutnya hanya satu kata yang ada di benaknya yakni lezat sama seperti yang pernah di buatkan ibunya semasa SMP. namun ia hanya menampilkan ekspresi wajah datar guna mengerjai Debby kembali yang berbinar penuh harap memandang ke arah nya.


"bagaimana?" tanya Debby semangat. "tidak enak" bagaikan diiris pisau, hatinya kini menahan sakit. ia kira ini akan berhasil namun ternyata gagal dan harus belajar lagi. gadis itu menundukkan kepalanya ia tak berani menatap, padahal ia sudah sangat berusaha agar hasilnya baik.


"aku hanya bercanda, ini enak sekali bahkan ini sangat mirip dengan yang pernah ibu ku buatkan untuk ku" David tersenyum menampilkan lesung pipi di wajahnya yang membuatnya sangat manis.


"angin apa yang membuat nya mencair" gumam Debby menatap heran sekaligus kagum ternyata pemuda itu sangat pas dengan kriteria nya. tinggi, tampan, putih, dan terlebih lagi memiliki lesung pipi di wajahnya. tanpa aba-aba Debby mendekatkan diri dan sedikit berjinjit.


CUP


satu kecupan manis mendarat di wajah pemuda itu. Debby yang menyadari bahwa ia telah mencium nya, ia seketika memundurkan wajahnya.


pemuda itu terpaku dengan keadaan mulut yang terbuka dan sepotong martabak yang baru saja mendarat di mulutnya. sedangkan Debby hanya bisa menahan malu menundukkan kepalanya.


godaan pria di depannya ini memang bisa membuatnya tidak bisa mengendalikan diri. "m.. maaf" cicitnya menyadarkan David dari keterkejutan nya.

__ADS_1


"hmmz" David menetralkan kembali ekspresi wajah nya menjadi datar.


__ADS_2