
sore harinya, Debby terkapar di lantai apartemen miliknya wajahnya merah padam di sertai dengan keringat yang mengucur deras membasahi pipinya. kakinya tak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya. tangan nya terlentang dengan kedua kaki terbuka lebar, pandangannya menuju ke langit-langit ruangan tersebut, ia saat ini benar benar tengah merebahkan diri nya di lantai.
perlahan matanya mulai redup dan akhirnya terpejam di lantai tersebut, ia tertidur tanpa menggunakan alas apapun bahkan seragam sekolah nya pun masih melekat di tubuhnya.
ia sangat kelelahan hari ini sebab beberapa jam yang lalu, tepatnya di sekolah. Debby yang ketahuan kabur dari hukumannya pun di berikan hukuman tambahan yakni mengepel seluruh lantai yang ada di sekolah tersebut sampai jam pulang tiba jika tidak guru BK itu akan menelpon ayahnya. sebenarnya gadis itu tahu jika ayah nya tidak akan datang karena alasan sibuk akan tetapi, ia akan memerintahkan kepada bawahannya agar menjemput Debby.
Dengan segala keterpaksaan Debby ?akhirnya melaksanakan hukuman nya yang langsung di awasi oleh ibu Rika sampai bel pulang tiba.
__ADS_1
"sudah sudah sekarang kamu boleh pulang! mangkanya lain kali jangan kabur kaburan seperti tadi!!" ucap bu Rika pada Debby yang masih mengepel lantai dan berlalu pergi.
gadis itu mendengus kesal, ia melemparkan pel yang di pegang nya ke sembarang arah. marah, ya dia sangat marah ia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya dan di tambah lagi dengan penghinaan teman seangkatannya saat jam istirahat ke dua yang kurang suka padanya menambah rasa kekesalannya meluap.
ingin rasanya ia mencekik leher namun, ia masih teringat akan guru BK yang terus mengawasi nya. ia tidak mau memperpanjang masa hukuman nya ia lebih memilih diam dan meluapkan nya pada lantai.
Debby melangkah kan kaki jenjangnya ke arah kelas yang sudah mulai sepi itu. di kelasnya sekarang tidak ada seorang pun kecuali dirinya. ia meraih ranselnya dan melihat bekal makan siang miliknya di bawah meja itu yang ternyata sudah mulai basi.
__ADS_1
satu kilometer lebih ia tempuh dengan berjalan kaki guna menghemat pengeluaran nya dan saat sesampainya di apartemen miliknya ia langsung tepar di lantai yang untung saja bersih tanpa memperdulikan keadaan nya yang masih memakai seragam sekolah. ia tertidur sangat pulas di sana dengan pintu yang masih terbuka.
tak terasa malam pun tiba, gadis cantik itu masih tertidur di sana dengan keadaan yang sama. seorang pria tampan tak sengaja melihat ke arah hadis itu, dengan segera ia menghampiri nya.
badannya menggigil hebat, keringat nya terus mengucur deras membasahi tubuhnya. pria itu dengan segera meletakkan barang bawaannya dan langsung menggendong gadis itu, memindahkan nya ke atas kasur.
"wanita ceroboh" celetuk nya sembari menempelkan tangannya ke kening gadis itu. gadis itu menggigil hebat keringat terus bercucuran. sesekali ia mengigau menyebutkan ibunya agar tidak pergi meninggalkan nya sembari terisak.
__ADS_1
"mah! mamah jangan tinggalin Debby hiks.... hiks... Debby mau sama mamah hiks... hiks... mah!".
pria itu melihat kearah nya dengan iba. ia tak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan nya, saat ini ia hanya bisa mengompresnya saja untuk menurunkan demamnya sementara waktu. ia melihat kearah kotak bekal makanan yang ia berikan tadi pagi tengah berada di lantai.