
ia tak merasakan sakit sedikit pun. padahal ia sudah pasrah akan nasibnya yang sekarang. "apakah aku sudah mati??" gumam nya namun masih bisa di dengar oleh seseorang yang memeluk nya.
Debby membuka matanya perlahan. ia melihat sekelilingnya yang sangat ramai, kendaraan yang berlalu lalang dan beberapa orang tengah berbisik menyaksikan kejadian itu di pinggir jalan. ia melihat kearah mobil hitam yang ingin menabrak nya tadi ternyata telah berlalu pergi.
"aku ternyata masih hidup" teriaknya antusias." siapa yang mengatakan jika kau telah meninggal??" tanya seseorang tersebut dengan nada dingin nya.
Debby mendongak kan wajah nya melihat sosok yang memeluk nya. ia tau bau ini, ini adalah bau seseorang yang membuat jantung nya menggebu-gebu setiap ia berdekatan.
"k..kau??" ucapnya terbata bata." hmmz" jawabnya singkat. "t.. terima kasih" ujar Debby sembari tersenyum menatap wajah pria tampan itu.
"nona!! apakah nona terluka??" teriak Ferdo yang berusaha menerobos jalan itu. "astaga aku melupakan orang itu!" Debby melepaskan pelukan nya secara paksa dan menarik tangan pria tersebut pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Di suatu tempat." kenapa kau menarik ku??" tanya david dingin.
ya pria itu adalah david, lebih tepatnya David Beckham teman sekelas Debby. "ma.. maaf aku hanya menghindari mereka agar tidak tertangkap".
David menaikkan satu alisnya menandakan bahwa ia butuh penjelasan yang lebih detail." ah kau tak perlu tahu tentang itu. ngomong ngomong terimakasih telah menolong ku untuk kedua kalinya".
David mengangguk, ia mengerti dan tak ingin tahu lebih dalam lagi tentang wanita di depannya ini. ia menoleh ke kanan kirinya ternyata mereka berdua telah berada jauh dari orang orang tadi dan tampak nya mereka tak mengejar mereka lagi.
David hanya melihat sekilas dan pergi dari sana tanpa sepengetahuan Debby. setelah beberapa lama, rasa letih yang dialami wanita cantik itu telah berkurang. ia beranjak dari tempatnya dan mencari sosok pria yang telah menolongnya tadi yang ternyata sudah tak ada.
"jahat sekali dia. tega teganya meninggal kan ku sendiri di sini" gerutu Debby cemberut dan duduk kembali.
__ADS_1
tak lama, seseorang mengulurkan tangannya memberikan sebotol air mineral pada Debby. " hah" Debby mendongak menatap lekat wajah seseorang yang tengah memberikan nya sebotol air mineral tersebut.
"David?? i..ini buat aku??" tanya Debby ragu. "hmmz" jawabnya singkat.
Di sisi lain, di ruangan yang cukup besar itu tampaklah beberapa orang tengah berbicara dengan serius nya. "maaf bos saya telah gagal dalam misi saya bos" ucap pria berbadan besar itu pada seorang wanita cantik di depannya.
wanita itu tampak nya cukup kesal dengan laporan tak memuaskan tersebut. ia menggebrak meja kaca didepannya hingga pecah. "apa!! bagaimana bisa kalian gagal!!" bentak nya.
"maaf bos! sebenarnya gadis itu di selamat kan oleh seorang pria seumurannya bos" ucapnya sambil menunduk.
"payah!! sebenarnya apa yang kalian bisa!! menambrak bocah tengil seperti itu saja kalian tak bisa!!"
__ADS_1
"mahal mahal saya menggaji kalian!! menabrak satu bocah saja kau tak bisa!! jangan melihat uang saja yang kalian bisa!. pokoknya saya tidak mau tahu besok pagi saya harus mendapatkan informasi jika anak itu celaka!!" ucap wanita itu penuh dengan penekanan.