Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 25


__ADS_3

beruntung saja seorang datang memutar hendel pintu dari luar yang langsung di sadari oleh sesosok itu. dengan segera ia pergi meninggalkan Debby yang masih tergeletak di lantai.


namun anehnya saat sesosok itu pergi ke balkon ia hilang begitu saja di sana. tak ada jejak sedikit pun yang tertinggal seperti kemarin. darah yang berceceran di lantai tadi juga sudah tidak ada lagi entah pergi kemana.


Debby yang tengah tergeletak di lantai tak sadarkan diri, dengan terpaksa David membopongnya dan meletakkan nya di atas kasur.kejadian tadi benar benar bersih tanpa jejak hingga tak menimbulkan kecurigaan sedikit pun.


tak lama setelah itu Debby sadar. ia membuka matanya melihat ke sekeliling dan hanya ada David di sampingnya. "kau sudah bangun?" ucap pemuda itu dingin ya! tidak perlu di ragukan lagi pria itu memang selalu saja begitu.


"hmmz" deheman singkat keluar dari mulut nya. tampak aura ketakutan keluar dari pancaran matanya.


"kau tahu aku tadi melihat seorang bertopeng menghampiri ku dengan membawa sebuah pisau dan sekujur tubuhnya penuh dengan darah" ucapnya sambil cengo menatap nanar ke arah pelapon. David menyerngitkan alisnya tak percaya.


jika benar benar ada orang yang seperti itu pasti ia akan meninggalkan jejaknya. walaupun hanya setetes saja. "mungkin halusinasi mu saja" serkas nya dingin.


Debby menggeleng cepat. "aku melihatnya sendiri dengan mata kepala ku sendiri. dia berdiri tepat di depan mataku".

__ADS_1


"kau takut?" tanya David memastikan. "entahlah aku hanya syok melihat nya" bantah Debby menutupi nya. "lalu kenapa kau pingsan??" tanyanya lebih memastikan.


"a..aku belum makan dua hari ini" cicit nya dengan suara kecil. David terkekeh sudah jelas bahwa di matanya terlihat ia ketakutan namun, dirinya menyangkal bahwa ia tidak takut dan berusaha untuk tegar.


"mandilah" Debby mengerutkan keningnya. ia tidak tahu kenapa pemuda itu menyuruhnya mandi padahal ia mengatakan lapar apa dia salah dengar pikirnya. "bau badan" ucap David santai dan berlalu duduk di sofa ruangan yang sama.


Debby mendelik kaget. ia mengendus badannya terutama di bagian ketiak. tiba-tiba saja mukanya memerah menahan malu. belum ada sejarah nya badan nya yang cantik ini bau akan tetapi, baru kali ini badannya ini mengeluarkan bau kecut.


"apa karena ini? dia meninggalkan ku tadi" gumamnya seraya menutupi wajahnya yang memerah sebab tingkah nya tadi yang langsung memeluk pemuda tampan itu dengan bau badan yang keluar dari tubuhnya.


"ekhem" david berdehem. " mandilah!" ucapnya kedua kalinya dengan dingin. "ahh baiklah" gadis itu beranjak dari tempat tidur nya dan langsung berlari ke kamar mandi nya. lagi lagi sikap debby ini mengundang kekeh han David yang melihatnya.


"kenapa kita kesini?" tanya Debby sedikit tidak percaya karena ia sangat tahu bahwa makanan dan minuman di sini sangat mahal untuk Kantong nya sekarang. satu porsi minuman di sini saja sama dengan harga bahan makannya untuk dua hari kedepan.


"makan" David menarik tangan Debby hendak memasuki cafe tersebut. "emmz David" ucapnya ragu dan menghentikan langkah David. "hmmz" David menoleh kearah Debby.

__ADS_1


"di dekat sini ada warung bakso yang sangat enak, aku ingin makan di sana saja". "terlebih lagi harganya terjangkau oleh kantong ku" gumamnya. "baiklah" pemuda itu tampak menurut pada debby.


Debby memang lah anak konglomerat namun kepribadiannya yang bisa menyesuaikan diri dan tidak mudah mengambil pusing sesuatu berdasarkan kasta itu membuat nya mudah berbaur dengan lingkungan sekitarnya.


Di warung bang Udin, tempatnya sekarang mereka berpijak. Debby tampak antusias memesan makanan di sana, ia seperti lupa dengan ketakutan nya yang saat ini menggerogotinya.


"bang Debby pesen baksonya 2 porsi sama es teh manis dua juga ya bang" ucap Debby yang sudah sangat mengenal bang Udin. "siap neng" Jawab si penjual seraya tersenyum lebar melihat Debby.


"Debby duduknya di pojokan situ ya bang". gadis itu berjalan dengan santainya tampak seperti tak ada beban sedikit pun dari dirinya menghampiri pemuda tampan yang sedang memperhatikan nya sedari tadi.


"emmz tunggu sebentar lagi" ucapnya tersenyum manis. pemuda itu hanya mengangguk mengiyakan ucapan Debby. "kau tidak keberatan kan? jika aku mengajak mu makan di warung seperti ini?" ucap Debby agak menyesal melihat ekspresi wajah david yang selalu datar.


"tidak" Debby mengangguk lucu. "gadis ini aneh tadi ia seperti orang yang sangat ketakutan tapi sekarang mengapa dia cepat sekali berubah" batin David heran.


Di waktu yang sama. "neng Debby silahkan di nikmati " ucap bang Udin mengantarkan pesanan Debby tadi. "terimakasih bang" sahutnya. "neng Debby seperti nya sudah cukup jarang mampir ke sini neng??" lanjut bang Udin. "biasa sibuk" tuturnya sambil tertawa.

__ADS_1


pria itu tampak mengangguk menyadari seorang pemuda bersama dengan Debby saat ini. "pasti lagi sibuk sama pacarnya ya neng?" godanya yang sontak saja membuat Debby membuka matanya lebar lebar, sedangkan sang empunya sudah pergi untuk melayani pembeli yang lain.


"mmz tolong di maklumi saja dia memang seperti itu" ucap Debby bersemu merah. "hmmz" David tak masalah ia menyantap makanan di depannya.


__ADS_2