
seulas senyum di bibirnya terukir jelas di wajah pria kaku tersebut. ia memeriksa bekal itu yang ternyata masih utuh. ia menggelengkan kepalanya tak percaya, ia kira bekal itu akan gadis itu buang sebab sudah hampir seharian penuh gadis itu belum juga kembali ke kelasnya.
"basi!" makanan itu tampaknya sudah mengeluarkan bau tak sedap dan Langsung membuat david tidak ragu untuk membuangnya.
ia berjalan menuju ke arah lemari es milik Debby. ia mengisikan barang bawaannya tadi kedalam sana, sungguh malang nasib gadis itu ternyata ia tidak memiliki persediaan makanan untuk nya besok sebab kondisi lemari es itu sangat kosong hanya ada air mineral di sana.
pria itu berbaik melihat keadaannya yang ternyata panasnya sudah agak menurun. ia terjaga sampai tengah malam buta, beruntung nya esok adalah hari weekend jadi ia bisa tidur sampai siang hari.
ia duduk tepat di samping kanan kasur gadis itu dengan sebuah buku di tangannya, itu cukup membantu nya untuk begadang malam ini. namun, tak di sangka setelah sekian lama membaca matanya mulai redup dan akhirnya terpejam. ia tertidur dengan posisi yang masih duduk dan bersandar di samping Debby.
__ADS_1
keesokan harinya, gadis itu merasakan sesuatu terasa di keningnya. tangannya menyentuh kain tersebut dan melihat ke sekelilingnya, ia cukup heran "bukankah aku tertidur di lantai kemarin? mengapa aku bisa di sini" pikirnya yang belum sadar dengan keberadaan David.
tenggorokannya terasa kering. gadis itu akhirnya memutuskan untuk bangun dari tidur nya, walaupun ia harus memaksakan diri karena tubuhnya masih lemas. namun, baru beberapa langkah gadis itu berjalan, kepalanya terasa sangat pusing. ia kembali terhuyung ke belakang. untung saja David sudah terbangun sedari tadi dan secara tak sengaja memperhatikan gerak gerik Debby yang memaksakan diri nya.
awalnya ia ingin menghentikan nya namun, lidahnya tercekat saat melihat gadis di depannya ini hendak tumbang. pria itu dengan segera bangkit dari tempat nya serta menangkap gadis itu dan langsung membopongnya ke atas kasur. "apa kau membutuhkan sesuatu??" tanyanya singkat.
"air" lirihnya pelan hingga hampir tak terdengar sama sekali. beruntung nya pria di depannya ini mengerti dan langsung menyodorkan segelas air padanya.
perlahan air itu mengalir membasahi tenggorokan nya yang terasa kering.
__ADS_1
"terimakasih kau selalu menjadi penolong ku" ucapnya sembari tersenyum menatap lekat wajah pria di depannya, ia tak tahu harus berbuat apa untuk membalas semua kebaikan nya yang selama ini di peruntukan untuk dirinya. untuk sekarang ia hanya mampu mengucapkan terima kasih atas perlakuan nya.
"aku adalah manusia bukan setan!" celetuk nya sembari meletakkan gelas di nakas dekat Debby.
Debby mengangkat satu alisnya. sebenarnya ia mengerti akan maksud perkataan pria itu namun, ia butuh penjelasan langsung keluar dari mulut pria dingin di depannya itu.
pria itu tampak menghela nafasnya, ia berkata. "aku tidak akan membiarkan seorang yang dalam kesulitan, selagi aku bisa membantu kenapa tidak ??".
gadis itu mengangguk mengerti. ia tahu sekarang sosok di depannya ini tidak suka basa basi dan bertele-tele.
__ADS_1
"aku akan memasak untuk mu" ujarnya berjalan menuju kulkas mini itu.
"ti..." ucapnya terpotong lidah tercekat saat melihat pria itu membuka kulkas yang sudah penuh dengan bahan makanan. dagunya terhempas ia tak mengerti bukankah kulkas itu kosong pikir nya beberapa saat lalu tersadar jika hanya dia dan pria itu disini, sudah sangat jelas jika pria itu yang telah mengisinya sebab tidak ada yang sebaik dirinya di sini.