
"kenapa kau selalu saja membaca buku itu??" tanyanya jengah melihat banyak sekali baris huruf dalam buku yang kini David pegang.
gadis itu memutar bola matanya malas sebab ia sudah beberapa kali mengajak pria itu mengobrol namun, hasil nya nihil pria itu hanya fokus pada buku yang sangat tebal itu.
"ck kau mendengar suara ku tidak??" pekik Debby yang merasa bosan.
David mengangguk lalu kembali terfokus pada bacaan nya, yang tentu saja membuat Debby Sangat kesal dan membalikkan tubuhnya membelakangi David. ia baru saja beberapa saat lalu mengagumi nya namun, kini kekaguman nya menjadi buyar akan sikapnya yang lebih mementingkan bukunya daripada seseorang yang tengah berbicara padanya.
kesal, ya gadis itu cukup kesal ia menggerutu di balik selimut nya. "untuk apa di sini jika hanya mendiami ku!!".
"aku akan pulang!" ucap pria di belakangnya yang masih fokus pada bacaannya. seperti nya ia mendengar apa yang Debby gerutu kan untuk nya." ehh" Debby berbalik, ia tidak mau jika harus terbaring sendiri di kasur. setidaknya jika pria itu ada di dekatnya itu lebih baik dari pada harus sendiri.
"jangan!!" sergahnya tak rela. David menaikkan satu alisnya bukankah Gadis ini tak menginginkan nya, pikirnya. "a...aku tadi hanya bercanda. aku mohon temani aku untuk seharian ini" ucapnya memelas.
__ADS_1
"hmmz" pria itu kembali duduk di bangku sebelah Debby dengan pandangan yang masih sama.
"terimakasih" ucapnya sambil memejamkan matanya dan setelah itu ia terlelap di balik selimutnya.
David meletakkan bukunya melihat ke arah wajah yang menyejukkan itu. bulu mata lentik bibir merah sensual membuatnya seakan akan ingin menyentuhnya. "cantik" gumamnya sambil memandang kagum ke arah Debby.
"siapa yang cantik??" tanya gadis itu yang tiba-tiba membuka matanya dan sontak saja membuat sang empunya gelagapan mengalihkan pandangannya. pria itu membuka bukunya kembali seolah olah ia sedang fokus membaca.
" kenapa kau tertawa?? apa yang lucu?" tanya david yang mulai menormalkan kembali kegugupan nya.
"apakah kau sedang membaca?" Debby menyerngitkan alisnya mendapati pria di depannya yang sudah berwajah datar kembali. "hmmz" jawabnya singkat.
"tapi aku tidak yakin jika kau sedang membaca!" ledeknya.
__ADS_1
"apa maksudmu??" ucapnya dingin.
"lihat buku mu" Debby menunjuk ke arah buku yang berada di genggaman David dengan dagunya.
David menatap ke arah bukunya yang ternyata terbalik. "ah i..ini cara terbaru agar lebih mudah di mengerti" ucapnya menyembunyikan rasa malunya.
gadis itu hanya mengangguk seolah ia mempercayai ucapan David. "untuk apa kau selalu membaca buku itu? sepertinya tidak menarik sama sekali" Debby menopang dagunya menatap wajah pria itu.
"untuk mu tidak menarik tapi bagiku cukup menarik".
tampaknya hari ini David berbicara lebih banyak dari biasanya pada debby tak seperti sebelumnya hanya melontarkan beberapa kata saja dan setelah itu terdiam cukup lama atau ia langsung pergi begitu saja. Debby sempat berpikir bahwa pria ini pelit dengan kata kata sangking iritnya ia dengan suara nya. padahal mengeluarkan suara itu tidak membutuhkan biaya apapun.
"ya aku tahu tuan master" Debby menarik selimut nya setinggi dada nya ia tak mau lagi berbicara ia sudah sangat mengantuk. untuk kedua kalinya ia terpejam dan benar benar tertidur lelap.
__ADS_1