
canggung dan hening itu lah yang menghiasi keduanya saat ini. David yang mendapatkan serangan mendadak itu juga tidak bisa berkata apa-apa. ini adalah ciuman pertama yang ia terima dari gadis ini.
sebelumnya ia tak pernah sama sekali di cium oleh seorang pun kecuali ibunya, itupun dirinya masih sangat kecil. sebab David adalah anak yang mandiri sejak usia sembilan tahun ia sudah tidak tinggal lagi bersama orang tua nya.
bukan karena ia tidak mempunyai orang tua, akan tetapi sejak usia itu ia sudah tinggal di asrama sekolah nya. sebagai seorang anak laki-laki ayahnya menuntut nya agar bisa menjadi mandiri agar saat dewasa ia bisa siap mengemban tanggung jawab nya sebagai penerus perusahaan keluarganya.
"a..apa kau marah pada ku?" ujar Debby canggung. David menggeleng ia tidak marah. "emmz aku ingin pendapat dari mu, apakah martabak buatan ku ini akan laku jika di jual? aku tiba-tiba memiliki ide ini" ucapnya kembali berusaha mengalihkan perhatian.
"tentu, tapi kau harus membuat nya semenarik mungkin dan berbeda dari biasanya agar orang orang tertarik". gadis itu mengangguk mengerti ia memikirkan beberapa metode agar buatan nya ini memiliki daya tarik tersendiri.
"ehh apakah aku boleh meminjam handphone mu?" ucapnya semangat. David menyerahkan handphone nya pada debby. "apa yang ingin kau lakukan?".
"sebentar" gadis itu membuka media sosial David. ia terkejut ternyata ia memiliki banyak sekali penggemar melebihi dirinya. "wah pengikut mu ternyata melebihi pengikut ku" pujinya. tidak ada sahutan sama sekali. menurut David itu semua adalah hal yang tak penting maka ia tidak akan menjawab nya .
"baiklah aku akan memasukkan akun ku di sini dan mempromosikan produk ku ini pada penggemar ku" Debby menghidupkan kamera untuk live streaming tanpa menghiraukan pendapat sang pemilik nya terlebih dahulu. harus ia akui sudah setengah bulan ia tidak membuka media sosial miliknya sebab handphone nya saat ini berada di dalam genggaman ayahnya.
"hai semuanya apa kabar?" ucapnya imut mengarahkan kamera handphone ke arah nya. tidak membutuhkan waktu lama para pengikutnya sudah banyak sekali yang bermunculan menanyakan kabarnya yang sudah dua Minggu ini tidak muncul.
__ADS_1
dengan senyumnya yang manis Debby menjelaskan bahwa ia belakangan ini sedang sibuk dengan kegiatan sekolah nya yang tentu saja ia berbohong dan kemudian di lanjutkan dengan promosi ala ala khas dari nya untuk merayu agar pengikutnya tertarik dengan kreasi nya.
setelah lima belas menit akhirnya Debby mengakhiri siaran langsung nya dan memberikan handphone yang di genggaman nya ke David. ia sudah sangat puas ternyata banyak yang meminati hasil kreasi nya. tidak sia sia ia menjadi seorang yang memiliki banyak penggemar.
"bahan yang ku beli tadi sepertinya kurang untuk membuat semuanya" gumamnya menyentuh dagunya dengan jari telunjuk. "apakah perlu bantuan" tanya David sedikit khawatir karena orderan Debby sudah lebih dari 20 buah. ia takut jika gadis itu tidak bisa memenuhi nya.
sebenarnya pesanan hari ini cukup banyak, mungkin jika di hitung hitung lebih dari 100 orang yang telah memesan namun, karena Debby tidak mungkin membuat sebanyak itu sendirian, ia memutuskan untuk mengambil orderan yang paling dekat jaraknya dari apartemen miliknya.
"benarkah?" David mengangguk, lagi pula hari ini ia tidak ada acara sama sekali atau free time. ia akan memanfaatkan waktu luang nya untuk membantu gadis cantik ini. "tapi bahan yang ku punya hanya cukup untuk dua buah saja aku tidak bisa membuat semuanya jika begini" keluhannya.
"beli" singkat David. gadis itu ragu ragu untuk menyatakannya tidak mungkin ia mengatakan jika ia tidak punya uang akan ia taruh di mana wajahnya saat ini. melihat Debby yang terdiam David seakan akan mengerti dengan apa yang terjadi. "aku akan meminjam kan mu modal bagaimana? hitung hitung investasi ku padamu".
kedua insan ini memutuskan untuk pergi ke pasar tradisional di mana Debby membeli bahan yang sebelumnya. walaupun terkesan tradisional namun, suasana di dalam gedung cukup bersih.
"mengapa ke sini bukankah di supermarket lebih enak" gerutu David pada Debby yang selalu menarik nya. "lebih irit dan mungkin juga bisa di tawar" jawabnya seraya terkekeh geli. "ayo" untuk kesekian kalinya Debby menarik tangan pemuda itu masuk ke dalam gadung tersebut.
Di dalam, Debby langsung pergi menuju ke tempat penjual yang ia temui pertama kali dan membeli bahan bahan yang akan di butuhkan. benar saja karena ia membeli dengan jumlah yang banyak ia mendapatkan harga miring yang tentu saja akan lebih menguntungkan bagi nya nanti.
__ADS_1
karena hari sudah semakin siang dan pesanan harus segera di antar, keduanya langsung memutuskan kembali ke apartemen Debby untuk membuat adonan nya terlebih dahulu.
"ck ternyata kau sangat nakal" Debby menaburkan tepung membalas David yang telah mencolek kan tepung di wajahnya. pasalnya saat Debby sedang asik membuat adonan dari martabak itu sendiri David dengan usilnya, ia mencolek kan tepung di wajahnya.
tak mau kalah dari Debby, david juga menaburkan lebih banyak lagi tepung pada gadis itu dan sontak saja membuat Debby mendelik tajam. gadis cantik itu tak mau kalah ia membalas kembali dan terjadi lah perang saling lempar tepung.
apartemen Debby yang semula bersih kini sudah sangat berantakan. tepung sudah berserakan di mana mana. mereka bermain kejar-kejaran seperti anak kecil dan saling menaburkan tepung hingga keduanya sudah putih di lumuri tepung.
"hei jangan lari! rasakan dulu pembalasan ku!" teriak Debby sambil mengejar David yang menjauh dari nya. "tidak semudah itu" ucap David menyeringai.
Debby dengan langkah yang lebar terus mendekat ke arah David dan tanpa ia sadari lantai di depannya menjadi sedikit licin akibat dari tepung yang mereka hambur kan, salah satu kakinya terpeleset dan membuat nya terjungkal ke belakang.
"Aaaa..." gadis itu hanya bisa menutup matanya dan mempersiapkan diri untuk menahan rasa sakit akibat benturan keras di tubuh nya nanti nya terutama di bagian kepala.
tepung yang berada di genggaman tangan nya terhambur ke atas menghujani kepala David yang menangkap gadis cantik itu.
"ehh kenapa tidak terasa sakit sama sekali?" gumamnya setelah beberapa saat. Debby membuka matanya perlahan lahan, ia kaget saat wajah pria tampan yang ia kejar sebelumnya kini telah berada dekat sekali dengan wajah nya. bahkan hampir tidak ada jarak sedikit pun.
__ADS_1
deru nafas keduanya saling menyapa, kontak mata kembali terjadi. detak jantung mereka berdegup sangat kencang. walaupun sebagian besar wajahnya tertutupi oleh tepung, semua itu tidak bisa menyembunyikan wajah Debby yang saat ini tengah memerah di buatnya.