Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 08


__ADS_3

suara langkah kaki terdengar menggema. ia menuruni anak tangga itu menuju kearah mereka yang berada di lantai bawah. ia terganggu akibat Suara berisik sebelumnya dan memutuskan untuk mengecek apakah yang terjadi. "sayang ada apa kenapa di sini ribut sekali??" tanya pria itu dingin.


"ini semua ulah anak buah mu itu!! mereka semua tidak becus melaksanakan tugas mereka !!"


"sayang! jangan terlalu terburu-buru kita harus sedikit bermain main terlebih dahulu dengan mereka. setelah itu kita akan memulai semuanya dengan baik dan menghancurkan Lewis dengan sekali sentuhan" ucapnya menyunggingkan senyum licik nya.


"ck aku sudah tidak sanggup lagi untuk berpura-pura baik padanya!!" ucap Belinda dengan kesal.


ya! wanita itu adalah Belinda. ia mendekati Lewis hanya ingin merampas kekayaan nya saja. cinta?? tidak ia tidak mencintai Lewis ia hanya haus akan hartanya. di dalam kamus nya, cinta yang ia miliki sudah ia berikan semua nya pada pria didepannya.


"kuharap kau bisa bersabar sedikit. aku tidak ingin ada kesalahan dengan rencana yang ku buat seperti selama ini" ucapnya meyakinkan.

__ADS_1


Di sisi lain.


"kenapa kau mengikuti ku?? bukankah kita sudah tidak di kejar mereka lagi??" tanya Debby pada David yang mengikuti nya sedari tadi sampai ke depan pintu apartemennya.


"ohh, aku tahu pasti kau ingin mampir ke apartemen ku bukan??" ujar nya dengan percaya diri. "tidak!" jawab david singkat dan pergi ke pintu depan yang berlawanan dengan apartemen milik Debby. ia mengeluarkan sebuah kunci dari saku celananya dan membuka pintu tersebut.


"apa aku dan dia bertetangga ??" gumamnya sambil mengarahkan jari telunjuknya pada pria yang telah menghilang dari balik pintu itu.


pada malam harinya. suasana saat ini sangat membosankan bagi Debby. ia hanya bisa menikmati acara televisi saja. tak ada handphone, tak ada laptop, dan tidak bisa keluar dari apartemen miliknya. rasanya dunianya kini hilang separuh dari dirinya.


Debby menopang dagunya dengan sebelah tangan nya. jenuh ia benar itulah yang dirasakan nya, ia sudah beberapa jam duduk termenung di depan televisi dengan film yang menurut nya sangat membosankan.

__ADS_1


ia tidak bisa bebas kemanapun ia mau sekarang, karena ulah siapa lagi? jika bukan karena ulah anak buah ayahnya yang terus menerus mengejarnya.


biasanya di jam jam segini Debby akan berada di luar rumahnya. ia akan nongkrong bersama sama dengan teman-teman nya di cafe atau mall.


"huh aku lapar sekali " Debby berjalan menuju ke arah kulkas mini milik nya. "ck kenapa di sini tidak ada makanan sedikit pun. bahkan untuk sebungkus mie instan pun aku tak memiliki nya" gerutunya dengan kesal melihat kulkas nya yang kosong melompong.


"haruskah aku ke luar untuk mencari makanan?? tapi aku tidak mau jika si tua bangka itu menemukan ku lagi" ucapnya lesu.


ia menutup pintu itu dan kembali termenung di sofa tadi. tiba-tiba saja, terlintas sebuah ide di benak nya. ia pergi ke luar apartemennya dan mengetuk pintu tetangganya yang untung saja di respon oleh sang pemilik nya.


pintu itu perlahan lahan terbuka. seorang pria tampan nan tinggi itu terpampang jelas di depan wajahnya. pesonanya sangat lah luar biasa, hingga membuat wanita itu terpaku memandang ke arah nya.

__ADS_1


__ADS_2