
tak terasa waktu berlalu dengan cepat, sudah seminggu Debby pergi dari rumah nya. beberapa hari terakhir ini anak buah yang di perintahkan ayahnya juga tidak mengejarnya lagi, untuk sementara waktu hidupnya aman dari kejaran para bawahan ayahnya tersebut.
pagi ini Debby bersiap sangat lama hingga waktu menunjukkan pukul tujuh lebih empat puluh lima menit. butuh 40 menit untuk sampai ke sekolah dengan berjalan kaki. wanita itu tampaknya bangun kesiangan, tadi malam ia tidur terlambat karena terlalu asik menonton televisi hingga sampai larut.
"na..na..na..na.." Debby dengan santai nya bersenandung keluar dari apartemen miliknya menuju ke sekolah. sepertinya ia lupa bahwa hari ini adalah hari dimana pelajaran sejarah, ya sejarah yakni pelajaran yang di ajar oleh pak budi sang guru killer.
setelah sampai di SMA Scarlett, suasana di sana sangat hening. semua siswa siswi sudah berada di kelasnya masing-masing kecuali bagi murid yang sedang ada jam pelajaran olahraga yang memang di luar ruangan.
Debby yang melihat dari luar gerbang itupun langsung berteriak memanggil satpam agar mau membuka gerbang sekolah nya yang tertutup sangat rapat.
" pak cecep!!" teriaknya sudah beberapa kali.
tak lama seorang pria dewasa dengan seragam satpam itu datang menghampiri Debby. "non debby?? kenapa non selalu saja telat non??" ucap pak cecep yang sudah tahu jika itu Debby sebab dialah yang sering kali terlambat.
"aduh pak cecep cepetan bukain pintu nya Debby udah telat banget ni pak!" rengek debby.
"tidak bisa! non harus menuruti peraturan, jika terlambat tidak boleh masuk!" tegas pak cecep dan berlalu pergi ke posnya kembali.
"yah pak! pak! pak cecep!" teriaknya lagi namun, tidak ada sahutan.
__ADS_1
Debby menghentakkan kakinya. ia terpaksa harus memanjat pagar jika ia ingin masuk. ia kembali berjalan, menuju ke belakang sekolah, disana sudah ada tembok pagar yang sangat besar menanti kehadiran nya sebab ia kerap kali lewat sini ketika ia tidak di perbolehkan masuk.
Debby mencari tangga penghantarnya dan memasangkan ke tembok itu. dengan keberanian nya gadis itu menaiki tangga tersebut, saat ia sampai di atas ia beralih naik ke dahan pohon mangga agar ia bisa turun dengan selamat.
"Brukh" Debby tergelincir ia terjatuh dari pohon tersebut yang untungnya tidak terlalu tinggi hingga membuat lututnya memar.
"au.." gadis itu meringis, matanya berkaca-kaca. ia tak bisa menahan rasa sakit nya dan terduduk di sana untuk beberapa saat.
Di dalam kelas suasana sangat ramai di karenakan semua dewan guru saat ini sedang ada rapat tak terkecuali pak budi. semua orang di sana sangat ribut malakukan kegiatannya masing-masing. tak lama Debby datang dengan kaki yang terpincang-pincang dan bajunya sedikit kotor.
"ck drama macam apa ini??" batinnya.
Debby hanya diam tak menanggapi hal itu. ia melanjutkan langkahnya menuju bangku nya dengan langkah yang tertatih-tatih. akan tetapi saat ia akan sampai di kursi miliknya kaki Debby tersandung oleh kaki seorang di depannya yang sengaja ingin menghalangi jalan nya dan membuatnya tersungkur.
"hai semuanya lihatlah idola sekolah kita ternyata sudah bangkrut. dan lihatlah juga tampilan haha.. sudah seperti gembel".
semua orang menatap ke arah Debby jijik, banyak yang berbisik dengan keadaan Debby yang sekarang. biasanya ia akan selalu di antar dengan mobil mewahnya namun, akhir akhir ini lebih cenderung ke jalan kaki. mungkin yang di katakan seseorang itu benar pikir mereka kecuali David.
David yang menyaksikan kejadian itu tidak menanggapi nya sama sekali. ia tidak perduli dengan drama itu dan lebih memilih membaca buku tebalnya yang belum sempat ia selesaikan.
__ADS_1
"enggak sanggup ke laundry ya? sampai sampai bajunya kayak terasi gitu" ucapnya mengejek melihat tampilan Debby yang kumuh.
untuk saat ini Debby masih sabar dengan perlakuan yang membuat nya terpojok. ia sudah mengenal sosok wanita di depannya ini yakni keyla. Keyla Fanhotman ia adalah anak dari kepala sekolah SMA Scarlett. ia suka sekali mencari gara gara pada Debby sebab Debby selalu saja lebih unggul dari nya.
"eh sebentar sebentar" keyla berfikir sejenak." bukan bangkrut tapi lebih tepatnya di buang dari keluarganya ya hahaha.... kasian deh lo"
"cukup!!" ucap debby geram. ia mengira dengan diamnya keyla akan berhenti mengejeknya. gadis itu berdiri ia menatap keyla dengan tatapan tajam. ia tidak terima akan penghinaan ini, sudah cukup ia mengalah selama ini sampai sampai ia tak memiliki teman satu pun.
"apa masalahmu pada ku?? bukankah aku tak pernah mengurusi mu? jangan main-main dengan ku. aku tahu semua kartu mu" bisik nya membuat Keyla bungkam.
"ups sorry keceplosan" ucapnya santai dan berjalan menuju bangkunya.
"akh sial!! ternyata aku salah terlalu menganggap nya dengan remeh! di ternyata rubah " batin keyla bungkam dengan kata terakhir yang di lontarkan Debby padanya.
keyla duduk dengan kesal di bangku nya. moodnya hancur seketika, ia tak menyangka jika Debby tahu kartunya di luaran sana. ia kira Debby adalah wanita yang mudah di tindas namun, kenyataan tidak.
sedangkan semua siswa yang awalnya berbisik kini menjadi hening seketika. mereka penasaran tentang apa yang di bisikan oleh Debby hingga keyla terlihat tak bisa berkata apa-apa.
"key apa yang sebenarnya ia bisikan hingga membuat mu kesal seperti ini?? " ucap suci yang berada di dekatnya.
__ADS_1
"kau tak perlu tahu" ketusnya.