Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 16


__ADS_3

Debby nampaknya sangat senang hari ini walaupun lututnya masih memar dan sedikit perih namun, semua itu tidak menjadi penghalang untuk kesenangan nya yang telah berhasil membungkam mulut keyla, musuhnya sedari kelas sepuluh.


gadis itu melirik sinis ke arah Debby yang tersenyum mengejek pada nya. ia mendengus kesal, tidak akan ku biarkan kau menang lain kali pikirnya kesal atas perlakuan Debby.


tak lama guru killer itu datang juga, ya siapa lagi jika bukan pak budi. "selamat pagi anak anak!" sapa nya tegas.


"pagi pak" jawab mereka serentak.


"baiklah karena hari sudah siang saya hanya akan membacakan nilai nilai ulangan harian yang telah kalian kerjakan Minggu lalu".


semua siswa bersorak riang. mereka benar benar tidak sabar untuk mendengar siapakah yang akan mendapatkan nilai paling besar setelah David.


"baiklah mulai dari yang terbesar dengan nilai sempurna yaitu seratus. kalian semua pasti sudah tahu yaitu David Beckham".


semua siswa kembali barsorak memberikan tepuk tangan nya.


"untuk David pertahankan nilai mu ini saya selaku guru mata pelajaran sejarah bangga padamu" ucapnya memberikan lembar jawaban milik David.


"untuk yang kedua dengan nilai 87 yakni keyla Fanhotman" pak Budi kembali memberikan lembar jawaban yang kali ini. untuk keyla.


gadis itu maju ke depan mengambil secarik kertas itu dengan tersenyum angkuh sembari melirik ke arah Debby yang masih memberikan ekspresi yang biasa saja.


"ada apa dengan nya?? apakah dia tak iri pada ku??" gumamnya kesal yang melihat tingkah Debby biasa saja sedangkan siswa lainnya memberikan tepuk tangan nya.

__ADS_1


kembali ke pak budi, ia kembali membacakan siapa nilai tertinggi selanjutnya yang ternyata jatuh ke pada suci satu geng dengan keyla dan di susul murid-murid lainnya sampai akhir.


"baiklah kalian sudah mengetahui semua nilai kalian. saya senang diantara kalian tidak ada yang di bawah KKM. kerja kalian sangat bagus" ucapnya sambil membereskan meja nya. namun, siapa sangka pak budi secara tidak sengaja menjatuhkan spidol miliknya kelantai.


pria itu menundukkan kepalanya mengambil spidol miliknya yang sekarang sudah berada di lantai. akan tetapi ia melihat sebuah kertas, tampaknya kertas itu tanpa sengaja terbawa angin dan terjatuh di bawah meja. dengan segera ia mengambil nya dan membacakannya.


"maaf anak anak seperti nya saya tertinggal satu orang" ucapnya sambil membenarkan kacamata nya.


kali ini semua orang menatap heran pasalnya nama mereka semua sudah di sebutkan masing-masing kecuali satu orang. Mereka semua saling menatap dan mengalihkan pandangannya ke arah Debby yang masih bersikap biasa saja. mereka juga sempat penasaran karena nilainya belum di sebutkan. apakah akan naik atau masih tetap sama pikir mereka bimbang.


"baiklah ini adalah milik Debby ia mendapatkan nilai..." pak budi menatap nilai itu tak bisa diartikan.


"Debby kamu mendapatkan nilai nol untuk pelajaran saya!. kamu harus banyak belajar lagi dan menggembleng ketinggalan kamu" ucapnya dengan nada kesal.


gadis itu hanya bisa menggaruk tengkuknya saja untuk saat ini. di pandang nya satu persatu wajah teman sekelas nya itu, mereka hanya menatap sinis padanya kecuali David yang tampak tak perduli.


"ck kenapa mereka menatapku seperti itu? bukankah sudah biasa jika aku mendapatkan nilai sebegitu" batinnya tak bersalah.


"Debby kamu harus banyak belajar dan harus bisa mengimbangi semua yang ada di sini jika tidak kamu akan di pindahkan ke kelas IPS!!".


bagai di sambar petir di siang bolong, hatinya tak rela jika harus di pindahkan. Debby menggeleng cepat ia tidak ingin dan tidak mau pindah pikirnya. gadis itu menggigit jarinya ia harus sebisa mungkin tetap bertahan di kelas ini. bagaimana pun juga ia sangat bekerja keras sebelumnya untuk masuk ke kelas yang sangat di unggulkan ini.


setelah jam istirahat telah berbunyi pak budi keluar dari kelas yang di susul oleh siswa yang ingin ke kantin dan hanya menyisahkan beberapa orang saja di sana.

__ADS_1


"ekhem sepertinya akan ada yang di hempas keluar ni dari kelas ini" sindir keyla sinis.


Debby diam, ia tak ambil pusing dengan wanita itu. Ia tahu jika gadis itu tengah menyindirnya namun, saat ini lebih baik memilih untuk bagaimana caranya agar ia bisa membalikkan citranya dan meningkatkan kemampuan belajar nya lagi dari pada harus beradu mulut dengan kaleng rombeng di depannya. jujur saja sudah satu semester ia lalui dengan bermalas malasan, mungkin sudah seharusnya ia bangkit dari keterpurukan nya.


"lihatlah! dia hanya bisa membisu setelah dapat peringatan itu" ucap suci pada keyla.


"benar dia pasti kena mental hahaha".


"tapi menurutku itu lebih baik, setidaknya sainganku tersingkirkan sedikit demi sedikit".


kedua orang itu akhirnya pergi dari sana meninggalkan Debby sendiri. gadis itu masih bergulat dengan pikirannya, dan beberapa saat kemudian tersadar. perutnya mukai keroncongan minta di isi, ingin rasanya ia pergi ke kantin akan tetapi ia saat ini tak membawa uang sama sekali. ia hanya memiliki uang selembar seratus ribu saja dan di tinggalkan di apartemennya sebagai uang jaga jaga.


"aku akan menahan rasa lapar ini" gumamnya.


Di perpustakaan sekolah, semua orang di sana menatap buku mereka masing masing tak terkecuali Debby. ya Debby ia pergi ke perpustakaan untuk mencari materi pelajaran untuk memulai semuanya dari awal.


"apa kata dunia jika aku di tendang dari kelas ku" gumam debby horor mengingat ayahnya pasti akan sangat marah padanya.


di barisan rak buku itu terlihat seseorang memandang ke arah Debby sangat kesal. ia terlihat mengepalkan tangannya hingga uratnya terlihat sangat jelas.


"tak ku sangka dia akan kesini untuk belajar" gerutunya kesal. seseorang itu menarik sudut bibirnya menyeringai.


" aku tidak akan membiarkan mu kembali seperti dulu! lebih unggul dari ku. aku akan menghalangi semua usaha mu" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2