Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 30


__ADS_3

Di bathtub, terlihat seorang gadis cantik tengah menikmati acara berendam nya. ia akui bahwa hari ini adalah hari yang sangat melelahkan sebab ia mengantarkan semua orderan martabak pada kastemernya dengan menggunakan tangan nya sendiri, karena itulah yang ia janjikan sebelumnya di acara siaran langsung nya.


tak banyak dari mereka yang meminta untuk berselfy karena parasnya yang cantik dan jugalah imut.


ia benar benar letih, ia juga tidak pernah membayangkan jika mencari uang itu akan semelelahkan ini. belum lagi ia harus bergelut dengan materi pelajaran nya sesudah ini, karena seseorang yang tengah menunggu nya di luar sebagai guru privat nya sangat kekeh untuk mengajarinya, siapa lagi kalau bukan David.


setelah beberapa saat Suara gedoran pintu terdengar sangat keras. tampaknya pemuda itu sudah tidak bisa menunggu nya lebih lama lagi.


"ia, sebentar!" teriaknya beranjak dari bathtub menyambar kimono yang tergantung di depannya. "berapa lama lagi kau akan berendam?" suara pemuda yang berada di luar dingin sampai ia ngeri mendengar nya.


sekali putar hendel pintu terbuka. Debby keluar dengan mengenakan kimono nya dan handuk kecil yang membalut rambutnya yang basah.


"kau ini! bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tidak ingin belajar hari ini! aku lelah" pekiknya. sedangkan David hanya memandang Debby datar tak memberikan ekspresi wajah nya sedikit pun.


"pemalas!" dinginnya dan berhasil menusuk ke telinga Debby membuat nya bungkam seketika. "emmz" Debby menghentakkan kakinya membuka lemari pakaiannya. ia memilih piyama tidurnya dan kembali pergi ke kamar mandi untuk ganti, tidak mungkin ia akan ganti di depan seorang pria langsung.


"aku ingin tidur, tapi kenapa kau terus mengekang ku untuk belajar" rengek debby bak anak kecil yang keinginan nya harus di turuti. benar saja siapa yang ingin belajar di jam segini? bahkan jam sudah menunjukkan seperempat malam.

__ADS_1


"materi dasar saja kau tidak mengerti bagaimana bisa kau tidur dengan nyenyak? sedangkan tes akan di lakukan dua hari lagi!".


Debby menggembungkan pipinya menatap David tajam. dirinya saja tidak begitu repot mengapa laki-laki di depannya ini sangat sewot sekali, pikirnya. David mendelik bukan karena takut namun ia gemas dengan tingkah Debby.


"jangan pasang wajah seperti itu! jika kau tak ingin aku gigit" ucap David mengalihkan pandangannya. "Ck menyebalkan sekali" gerutunya dalam hati.


sedangkan pemuda itu, ia mengeluarkan sebuah buku yang tidak terlalu tebal dan menaruh nya di depan David.


"ini adalah buku yang aku katakan tadi".


Debby yang masih kesal hanya bisa pasrah dan membuka buku di depannya dan mulai membaca.


pemuda itu sangat pemaksa sekali sebelum menyelesaikan satu soal yang di berikan nya tadi siang dia tidak mengizinkannya untuk tidur sedikit pun.


namun, yang namanya Debby, tetaplah debby. sekuat apapun seseorang mengekang nya, ia akan tetap melakukan hal yang ia suka. gadis itu kini sudah tertidur pulas dengan menelungkup kan kepalanya di atas meja. ia tak menghiraukan pemuda yang menggoncang kan tubuh nya sedari tadi dan tetap tak terjaga.


"ck gadis ini!" ucap David memutar bola matanya malas, kemudian ia kembali mencoel serta menutup hidung Debby berharap cara kedua ini berhasil namun, tak berhasil. gadis itu bukannya bangun malah tambah nyenyak dan membantalkan tangan David.

__ADS_1


di sebuah ruangan, seorang pria terngah berkutat dengan semua berkas nya yang tampak menumpuk di depannya.


diketahui bahwa ia baru saja pulang dari luar kota untuk menyelesaikan tugas nya sebab perusahaan cabangnya mengalami penurunan dan mau tidak mau ia harus menyelesaikannya jika tidak itu akan berdampak buruk pada perusahaan pusat.


walaupun hari sudah hampir menunjukkan pertengahan malam namun, ia masih harus di tuntut oleh pekerjaan nya.


"selamat malam tuan" ucap salah seorang yang baru saja muncul dari balik pintu itu. pria itu mengangguk dan fokus ke berkasnya kembali.


"bagaimana keadaannya?" tanya Lewis pada pengawal yang di tugas kan mengawasi putrinya. "dia baik baik saja tuan tapi," belum sempat kata kata nya terselesaikan Lewis sudah memotongnya.


"ada apa?!" ucapnya panik menatap tajam bawahannya. ia tidak mau jika insiden serupa seperti beberapa waktu lalu dimana anaknya hampir di tabrak mobil terulang lagi. mengingat banyak musuh yang ingin mengincar keluarga nya demi kekuasaan yang ia miliki sekarang.


"nona saat ini sedang dekat dengan seorang pemuda tuan" jelasnya. Lewis pun mengangguk ia mengerti. lagi pula anaknya sudah menginjak usia remaja pasti akan ada rasa tertarik dengan lawan jenis. asalkan anaknya tidak kelewatan batas ia akan memaklumi nya. bagaimana pun juga ia pernah muda dan mengalami percintaan yang singkat.


"dan juga dua hari ini nona tidak keluar dari apartemen miliknya. tapi tuan tenang saja sekarang nona sudah beraktivitas seperti biasa nya bahkan tadi nona ke pasar tradisional bersama teman laki-laki nya itu tuan".


"ah ya satu lagi nona kelihatan sangat senang dengan perhatian kecil temannya itu yang selalu datang memberikan makanan kepada nya" sambung seseorang tersebut.

__ADS_1


"baiklah, kau pantau terus anak itu jangan sampai terlewat sedikit pun" Lewis tegas. seseorang itu mengangguk dan berlalu pergi untuk kembali melakukan tugasnya lagi.


sebenarnya ada rasa khawatir menghantui pikiran nya pada putrinya, saat bawahan mengatakan bahwa putrinya dua hari ini tidak keluar apartemen.


__ADS_2