Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 10


__ADS_3

Pagi ini Debby bangun lebih pagi. seperti nya ia sangat bersemangat sekali hari ini, bahkan ia rela bangun subuh demi cepat untuk bersiap.


saat ini Debby tengah menyisir rambutnya di depan sebuah cermin. ia tersenyum gemas mengingat kejadian semalam bahwa dia hari ini boleh datang lagi ke rumah tetangga nya itu untuk sarapan. ia bukan suka makan gratis, akan tetapi ia merasa senang saat bertemu dengan pria tampan nan dingin tersebut.


"Aaaaaa... aku sangat senang hari ini " teriaknya tiba-tiba.


gadis itu membiarkan rambutnya tergerai indah dengan poni depannya yang tipis. tak lupa ia memoles sedikit wajahnya dengan hiasan yang natural. setelah itu, ia melihat kearah jam nya yang melingkar erat di tangan kirinya. saat ini telah menunjukkan pukul setengah enam pagi. "kenapa lama sekali untuk siang ??" gerutu nya yang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan David.


sepuluh menit, dua puluh menit, tiga puluh menit, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Debby berlari menuju ke arah pintu itu, dirinya memegang handel pintu tersebut dan membukanya perlahan lahan.


setelah sampai tepat di depan pintu apartemen temannya itu, Debby memencet bel yang berada di samping pintu coklat tua tersebut. tak lama seorang pria tampan dengan pakaian seragam sekolah nya muncul di depan nya. ia mempersilakan wanita cantik itu masuk kedalam apartemen miliknya.


kali ini Debby bisa mengontrol dirinya. tidak seperti sebelumnya, ia selalu saja salah tingkah dan linglung saat bertemu dengan nya. saat pertama kalinya ia memasuki ruangan itu, pandangannya beredar menyapu habis ke seluruh penjuru ruangan. ternyata apartemen tetangga nya tersebut cukup besar dan juga mewah berbeda dengan miliknya yang kecil dan hanya memiliki satu ruangan.


Debby berdecak kagum dengan interior ruangan yang cukup mewah dan juga elegan tersebut. kemarin ia tak begitu memperhatikan kondisi ruangan tersebut karena ia terlalu fokus pada wajah david dan membuatnya berakhir malu. untung saja pria itu berbaik hati padanya mengundangnya untuk sarapan bersama pagi ini.


di meja makan telah tersaji banyak sekali makanan. Debby sempat saja tergoda untuk mencoba nya langsung namun, untung nya ia bisa mengontrol dirinya dan menahan hasratnya untuk mencobanya sebelum pemiliknya memberikan izin.


"ayo makan!" ucapnya dingin.


Debby mengangguk dan duduk di bangku depan David. kini, mereka berdua makan sangat tenang hingga hanya suara dentingan sendok saja yang terdengar memenuhi ruangan tersebut.


"makanan ini sangat enak sekali aku menyukainya" batinnya merasakan sendok pertama makanan yang pria itu buat.

__ADS_1


setelah usai mereka berdua melihat jam yang ternyata masih memiliki banyak waktu untuk mereka melakukan aktivitas lain sebelum waktu masuk tiba. mereka berdua akhirnya membereskan meja makan bersama sama.


keheningan menghiasi keduanya. tak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka. Debby melirik ke arah David, ia ingin sekali menghilangkan keheningan ini tapi ia tidak tahu harus bagaimana. gadis itu menghela nafasnya perlahan. "emm seperti nya kita berdua belum berkenalan dengan benar ya??" tanyanya yang hanya di tanggapi deheman dari pria itu. "jika begitu mari kita berkenalan! nama ku Debby" ia mengulurkan tangannya ke arah David yang masih sibuk mencuci piring tersebut.


"ya!" David meletakkan piring yang sudah di cuci itu di rak. ia mencuci tangan nya dan melepaskan celemek yang melekat pada dirinya serta mengambil beberapa lembar tisu. ia mengelap tangan nya yang basah, setelah itu ia membuang tisu tersebut ke kotak sampah tanpa menghiraukan debby.


"hei katakan siapa nama mu?? bukankah begitu cara orang berkenalan?".


"bukankah kau tahu nama ku??" sergahnya dingin. "t...tidak aku tidak tahu nama mu!!" pekiknya merasa kesal. "David" ucapnya singkat dan berlalu pergi.


Debby menghela nafasnya berat. ia harus banyak bersabar dan harus banyak memahami pria dingin itu. ia melangkahkan kakinya ke luar menyusul pria itu. Debby mensejajarkan langkahnya pada david yang berada di sampingnya saat ini.


"terimakasih kau mau bersedekah makanan pagi mu untuk ku".


"apa ini?? " tanyanya sambil mengambil paper bag coklat tersebut. "bekal makan siang" ucapnya singkat dan berlalu pergi meninggalkan Debby yang masih berdiri di lorong apartemen tersebut.


seulas senyum di bibir nya terukir jelas di wajah oval debby. "walaupun dingin dia sangat lah baik" gumamnya menyusul kepergian David.


SMA Scarlett. kini suasana di sekolah masih sangat riuh dikarenakan bel masuk masih beberapa menit lagi. Debby tengah asik duduk sendirian di kelasnya sambil memandang ke arah bekal makan siang yang diberikan oleh David padanya.


gadis itu menopang dagunya dengan sebelah tangan nya. ia tersenyum manis memandang bekal tersebut, entah kenapa ada rasa senang yang menjalar di hatinya saat pria dingin itu baik keadaannya padahal ia baru saja tiga hari berkenalan dengan nya.


tak lama bel masuk telah berbunyi, membuyarkan lamunan debby. semua siswa berhamburan memasuki kelas mereka masing masing. kini kelas yang semula sepi menjadi sangat ramai di penuhi murid kelas 11 IPS 1 dan di susul oleh guru mata pelajaran pertama hari ini. mereka duduk di bangku mereka masing-masing.

__ADS_1


pagi ini sebelum pelajaran dimulai semua siswa di persilahkan untuk berdoa sesuai dengan agama mereka masing masing. setelah itu barulah pelajaran bisa di mulai, sudah ketentuan dari pihak sekolah jika sebelum belajar harus membaca doa terlebih dahulu. pelajaran pertama hari ini adalah ekonomi pelajaran yang sangat sangat debby tak mengerti sama sekali.


"siti!" bisik debby pada teman sekelasnya yang duduk di bangku paling belakang yang lebih tepatnya berada pad di belakang david. "ada apa by?? apa ada yang bisa saya bantu??" ucapnya pelan.


Debby mengangguk, beranjak dari tempat duduknya Tanpa sepengetahuan gurunya dan berjalan menuju bangku paling belakang tempat duduk siti. "kita tukeran tempat! " ucapnya pelan "tapikan by..." ucapan siti terpotong sebab dirinya sudah di tarik berdiri oleh Debby dan di gantikan oleh nya, yang mau tidak mau ia harus pindah tempat duduk.


David yang memperhatikannya sejak tadi hanya menatap dingin dan datar. seperti nya ia kurang menyukai tingkah Debby yang memaksa.


Debby membuka bukunya dan menaruhnya tegak di depannya yang membuatnya terlihat seolah-olah sedang membaca. ia menelungkup kan wajah nya serta memejamkan matanya. pelajaran berjalan dengan hikmah dan baik tanpa ada yang memperhatikan debby.


kini sampai lah ke sesi tanya jawab. semua orang menutup bukunya dan menetapkan pandangan nya ke depan kecuali debby yang masih stay di alam mimpinya.


"baik anak-anak apakah buku kalian sudah di tutup??" tanya bu desi selaku guru mata pelajaran ekonomi seusai menjelaskan panjang lebar.


"sudah bu!" jawab mereka serentak. "baiklah mulai dari yang pertama kamu!" bu desi menunjuk ke arah suci.


"s...saya bu??" ucapnya sembari menunjuk dirinya sendiri. "ia kamu! siapa lagi kalau bukan kamu?". "hehehehe" suci hanya bisa pasrah dengan senyum lebarnya. "apakah kamu siap ??" tanya bu desi meyakinkan. "sebenarnya saya tidak siap bu! saya masih bingung sama yang ibu jelas kan barusan" suci menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"ck kalian ini! kan saya sudah bilang jika tidak mengerti itu bertanya bukan malah diem aja!".


"baiklah saya akan melemparkan pertanyaan saya ini pada yang sudah mengerti!" bu desi mengedarkan pandangannya menyapu bersih seluruh penjuru ruangan. "itu yang tidur di jam mata pelajaran saya itu siapa??" sergah bu desi menunjuk Debby yang masih tertidur pulas.


"Debby bu!" ucap mereka bersamaan. " ck kebiasaan " bu desi menghampiri debby yang sepertinya tidak terganggu sama sekali dengan suara berisik yang di timbulkan teman sekelas itu.

__ADS_1


"au.... au...au.. sakit buk!" ucap debby meringis kesakitan sebab telinga nya di tari sangat kencang.


__ADS_2