Debby'S Love Journey

Debby'S Love Journey
Ep 02


__ADS_3

malam ini jalanan tak terlalu ramai, mungkin karena sekarang sudah sangat larut dan beberapa saat lalu di guyur hujan yang cukup lebat hingga membuat udara cukup dingin.


Di sebuah gang sempit nan gelap seorang gadis cantik tengah mengatur nafasnya yang memburu. ia telah berlari 2 km jauhnya namun segerombolan pria berbadan besar itu terus saja mengejar nya.


Debby menyandarkan tubuh nya di dinding dengan nafas yang tersengal sengal. ia merasa tak sanggup lagi untuk berlari karena kakinya serasa akan patah jika terus di paksakan untuk berlari. namun, seperti nya keberuntungan Debby kali ini sedang diuji, tak butuh waktu lama terdengar lah banyak Suara derap langkah kaki yang mendekat. kali ini suaranya lebih banyak dari yang mengejarnya tadi dengan arah yang berlawanan.


"sial!! apa papah menambah pengawalnya lagi untuk mencari ku??" batinnya merasa gelisah."aku harus bersembunyi di mana jika seperti ini?? disini gelap sekali".


"Hachim.." akibat udara malam yang dingin membuat hidung nya memerah dan tak sengaja bersin yang membuat segerombolan pria berbadan besar di belakangnya mendekat.


"disana!"kode salah seorang pria berbaju hitam kepada rekannya. semuanya mengangguk seakan akan mengerti apa yang dikatakan rekannya.


mereka berjalan dengan perlahan lahan menuju kearah Debby yang tengah bersandar sembari menutup mata nya di balik tembok tersebut.


keringat dingin mengucur deras membasahi pipi Debby yang masih memerah. jantung nya mulai meronta ronta ingin keluar dari tempat nya. ia berharap akan ada seorang malaikat tak bersayap membantu nya saat ini.

__ADS_1


sedangkan segerombolan pria berbadan besar di belakangnya itu sudah cukup dekat dengan nya. di saat mereka ingin memastikan siapa di balik tembok itu datang lah seorang pria tampan yang mendekap tubuh Debby dengan erat.


seketika mata Debby terbuka lebar hingga tampaklah wajah tampan, hidung mancung, bibir tidak terlalu tebal itu. namun, wajahnya sangat lah asing baginya.


"hah siapa dia?? apakah dia yang dikirim tuhan untuk menyelamatkan ku??" batinnya tak percaya.


pria itu terlihat sangat kewalahan tetapi entah karena apa. keringat nya mengucur deras seperti sedang ada yang mengejarnya. pandangannya juga tak menentu seperti mencari sesuatu dan juga jantung nya berdegup cukup kencang seperti habis berlari puluhan meter.


"hei apakah ada di sana??" tanya seorang dari kejauhan."tidak ada! disini hanya ada sepasang anak muda yang sedang berkencan" ucap salah satu pengawal ayah Debby sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


pria itu sedikit menundukkan wajahnya, menatap wajah Debby dan di saat yang bersamaan Debby mendongak menatap lekat wajah pria misterius tersebut hingga terjadi kontak mata diantara mereka.


deg deg deg deg


"ada apa dengan jantung ku?? perasaan apakah ini" batin Debby.

__ADS_1


wajah nya seketika memerah. ia tak sanggup melihat pesona pria tampan di depannya."ekhem a.. apakah kau bisa melepaskan pelukan mu?? " ucap Debby gugup."tentu" jawab nya singkat dan langsung melepaskan dekapannya.


"aku hanya ingin menyelamatkan diri ku dari preman preman yang mengejar ku bukan ada maksud lain nya".


"ah ia aku mengerti, aku juga sebenarnya ingin berterimakasih pada mu karena telah membantu ku menghindari kejaran sekelompok pria berbadan besar itu".


pria itu hanya mengangguk lalu meninggalkan Debby sendiri di sana. "hei aku belum tahu siapa namamu??" teriak Debby sambil melambaikan tangannya.


"ck pria itu dingin sekali. pantas saja tadi banyak Suara derap langkah kaki ternyata dia sedang dikejar-kejar oleh preman, ku kira papah menambah pengawalnya lagi" gumam Debby melihat kepergian pria asing tersebut.


Debby menarik koper berukuran besar nya dan berlalu pergi meninggalkan gang sempit tersebut. ia berharap akan ada kos kosan yang akan menerimanya di malam seperti ini. jujur saja ia sudah sangat kedinginan di luar ruangan apalagi di jam yang sangat larut seperti ini.


setelah beberapa lama berkeliling akhirnya wanita kelahiran 2005 ini mendapatkan sebuah apartemen sederhana karena uang nya tak terlalu cukup jika harus membeli apartemen mewah.


Debby membuka pintu apartemennya dan merebahkan tubuhnya di kasurnya. ia sudah sangat mengantuk sekali dan perlahan matanya terpejam. ia tertidur sangat pulas tanpa menghiraukan keadaan nya yang sangat kotor akibat berlarian sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2