
Ding dong...
suara bel berbunyi membangun kan gadis cantik yang tengah tertidur pulas nya. bel itu terus saja berbunyi padahal hari ini sudah sangat larut, Debby sudah berpura-pura tidak menghiraukan nya namun, suara bel itu terus saja berbunyi.
"akh siapa yang memencet bel ku malam begini!" pekiknya merasa sangat terganggu.
Debby membuka pintu nya melihat ke kanan dan kiri, lorong itu tampak kosong tak ada seorang pun di sana. dingin sudah mulai terasa di tengkuknya, bulu kuduk nya berdiri. "dimana orang yang memencet bel nya" gumam debby bergidik ngeri.
"tidak mungkin langsung menghilang begitu saja".
Debby berbalik, masuk kembali ke dalam apartemen miliknya. suasana mendadak mencekam dingin menusuk ke kulit nya. angin bertiup sangat kencang hingga membuat gorden di dekatnya terombang ambing di bawanya.
sebuah kotak berwarna biru dengan pita berwarna merah terletak tak jauh dari nya, ia tak tahu dimana asalnya sebab tadi tidak ada kotak itu sebelum ia keluar yang jelas itu bukan miliknya. perlahan gadis itu mendekat ya! ia sangat penasaran sebenarnya apa yang berada di dalam kotak itu.
jari jemari nya perlahan menyentuhnya dengan sangat hati-hati ia mengangkat tutup dari kotak tersebut. matanya membulat sempurna ia berteriak histeris, ia sangat ketakutan mendapati apa yang sebenarnya yang berada di dalam kotak biru itu.
"Aaaaaaa......" Debby sangat syok di tambah lagi dengan suara petir di mana mana membuatnya menjadi semakin histeris.
Buliran air bening itu menetes deras membasahi jalanan kota. langit di hiasi petir yang menyambar serta suara gemuruh yang sangat besar terus mengagetkan Debby hingga tak terasa buliran bening di wajahnya juga ikut mengalir.
sebuah boneka kain yang ditusuk oleh paku dan banyak sekali darah di sekitarnya. tangan Debby mulai bergetar hebat keringat dingin mengucur deras membasahi pipinya, kotak itu terjatuh dari tangan debby kelantai. tubuhnya lemas saat matanya tertuju pada secarik kertas didalam nya yang tampak di tulis INI BARU PERMULAAN KAU AKAN BERAKHIR SEPERTI BONEKA INI!.
"hiks hiks s..siapa yang mengirimkan ini untuk ku hiks.." gadis itu terkulai lemas di lantai dengan suara gemuruh menghiasi ketakutannya.
__ADS_1
gadis itu tampak memeluk erat lututnya menangis sesegukan, ketakutan menjalar di sekujur tubuhnya ditambah lagi dengan bau menyengat dari darah menusuk hidung nya.
keesokan harinya gadis itu masih terjaga sepanjang malam memikirkan isi dari kotak itu sambil menangis, pikiran nya kemana mana ia tidak bisa mengendalikan diri sendiri untuk saat ini. matanya bengkak dan sedikit gelap karena kurang tidur.
tak terasa hari sudah siang. matahari kini sudah berada di atas kepala. di sekolah Debby saat ini sedang berlangsung sangat damai tanpa kehadirannya tak ada yang memperdulikan itu semuanya terfokus pada pelajaran. mungkin gadis itu sedang berlibur bersama keluarga nya atau semacamnya pikir mereka tak perduli.
"anak anak di mana Debby kenapa dia hari ini tidak datang? apa kalian tahu?" tanya guru itu yang sedari tadi melihat ke arah tempat duduk Debby yang kosong. "mungkin dia sedang bermalas malasan di rumah" jawab keyla mencoba memprovokasi guru tersebut.
"apa benar yang kau katakan keyla?" tanya nya kembali memastikan. "tentu saja, bukannya hanya dia seorang yang suka bermalas-malasan di kelas ini? di jam pelajaran saja dia tidur apalagi di rumah pasti ia akan melakukan hal yang sama" ucapnya enteng.
"benar tidak teman teman?" sambungnya lagi sambil menunjukkan senyuman anehnya. "bisa jadi"jawab mereka bersama sama setuju.
"ck anak itu harus di apakan agar dia bisa jera" geram guru tersebut. "Bu mungkin dia harus di pindahkan ke kelas lain disini dia selalu saja membuat kekacauan. karena dia kelas kita jadi tercoreng" ujar suci ikut memprovokasi guru itu yang tak lain adalah Ibu Dita wali kelas mereka.
"hmmz baiklah jika itu mau kalian saya akan mengusulkan nya pada kepala sekolah nanti nya".
"oh ia ibu sampai lupa menyampaikan informasi penting ini, bahwa setelah rapat dengan dewan guru kemarin di kelas ini akan ada yang akan mengikuti ajang challenge cup internasional untuk mewakili sekolah kita".
"acara nya akan di lakukan satu bulan mendatang".
"kira kira siapakah yang akan menjadi perwakilan sekolah kita? "tanya mereka pada teman sebangkunya yang membuat ruangan tersebut sangat lah berisik. "ia benar jika melihat dari tahun lalu Debby lah yang mengikuti ajang lomba sperti ini itupun hanya bisa sampai tingkat provinsi tidak lebih dan hanya bisa mendapatkan mendali perak " ucapnya teman sebelah nya.
"semuanya harap tenang! disini tidak ada yang jualan terong kenapa kalian sangat ribut!".
__ADS_1
"bu apakah Debby yang akan mewakili sekolah kita? atau keyla bu?" tanya salah satu siswi yang sudah sangat penasaran.
"tidak mungkin Debby ikut serta dalam ajang ini. lihatlah saja nilai nya yang sangat mengkhawatirkan seperti kemarin" jawab siswa lainnya.
"ia benar aku yakin pasti yang akan di pilih adalah keyla". keributan terus saja berlanjut semua orang sibuk dengan pilihan mereka masing masing hingga akhirnya bel istirahat berbunyi.
"baiklah anak-anak saya akhiri semuanya sampai di sini, kalian silahkan istirahat" ucap ibu Dita sedikit kesal.
"yah tapikan bu! kita belum tahu siapa yang telah terpilih" gerutu mereka bersama-sama. "akan di umumkan langsung di forum sekolah sore ini" timpal bu Dita dan berlalu pergi.
semua orang di buat kecewa olehnya, tak ada cara lain selain menunggu."hei jangan kecewa seperti itu aku tahu siapa yang akan ikut dalam ajang itu" kata keyla sombong.
"benarkah?".
gadis itu mengangguk dan membuat semua orang berkerumun di depannya ingin mengetahui siapakah yang terpilih itu. "siapa?" tanya mereka serentak.
"tentu saja aku, coba siapa lagi kalau bukan aku. disini nilai ku lah yang paling besar di antara kalian semua" ucapnya dengan percaya diri.
disisi lain, mata elang itu tak henti hentinya memandang jijik pada Keyla. menurut nya perempuan itu sangat lah percaya diri dan juga sangat sombong, ia tidak menyukainya.
ia juga sangat berambisi sekali untuk semua yang ia mau pikirnya mengingat kejadian di perpustakaan waktu itu. "jangan sombong! di atas langit masih ada langit!" dingin David membuat mereka terdiam.
"sial! aku ternyata melupakan dirinya yang seorang siswa pertukaran yang tentu sangat lah pintar" batin keyla.
__ADS_1
mereka semua seperti ciut pada David karena auranya sangat lah mencekam dan juga dingin. benar saja selama seminggu ini tak ada satupun siswa di sana yang bisa berteman dengan nya. pria itu jarang sekali bicara. sekalinya berbicara ia akan mengeluarkan auranya yang sangat dingin hingga membuat semua orang bergidik ngeri.
laki laki itu berjalan dengan gayanya yang cool menuju ke perpustakaan sekolah. sepanjang jalan semua orang terpanah memandang ke arah nya, tak jarang banyak siswa perempuan yang berteriak histeris namun, tak bisa mendekati nya karena takut.