
"tapi setidaknya ayah bisa membuat nya tersingkir dari kelas ku kan yah?" ujar keyla kekeuh akan niatnya.
Veron menghela nafas meredam amarahnya, ia memang tidak bisa terlalu marah padanya karena hanya dirinya lah harta terpenting dalam hidup nya saat ini. ia akan melakukan apa pun dan bagaimana pun caranya agar bisa membahagiakan keyla.
"baiklah ayah akan melakukan beberapa tes untuknya tiga hari lagi, jika dia tidak datang ataupun tidak bisa menjawab pertanyaan sesuai dengan target akan ayah pindahkan sesuai keinginan mu".
"benarkah ayah?" ucap Keyla berbinar seketika mendengar jawaban sang ayah. "ayah memang yang terbaik" sambungnya lagi seraya memeluk erat ayahnya.
veron tersenyum samar, hatinya menghangat saat anaknya merasa bahagia. tangan nya mulai mengelus rambut coklat anak remaja nya.
"apa pun untuk mu akan ayah lakukan asalkan kau bahagia" batinnya.
Keyla perlahan melepaskan pelukan nya, ia melihat ke arah handphone miliknya yang sudah tak berbentuk lagi. ada rasa penyesalan di hatinya seharusnya ia tak meluapkan emosi nya pada handphone baru nya yang bahkan harganya hampir menyamai satu buah motor mewah.
"ayah rusak" rengekannya dengan wajah yang memelas.
"CK kau selalu saja begitu, lain kali kau harus bisa menghargai barang yang kau punya. ayah tak selalu memiliki uang ada kalanya kita sulit" ujar Veron menghela nafas.
dengan pekerjaannya sebagai kepala sekolah ia tidak selalu cukup membiayai kemauan sang anak yang selalu saja meminta barang barang branded padanya. kadang kala ia harus menyelundupkan sebagian uang donasi sekolah hanya untuk memenuhi keinginan putrinya.
"ayah keyla mau di beliin lagi" ujarnya sembari mengerucut kan bibir nya. "pakai dulu handphone mu yang lama, nanti jika ayah sudah gajian pasti akan ayah belikan lagi".
__ADS_1
Keyla menggeleng, ia tidak mau di katakan dan di ejek oleh teman teman satu gengnya karena selama ini ia suka sekali memamerkan kemewahan dan kegelamoran nya. bagaimana bisa ia memakai barang lamanya pasti banyak yang akan mencemooh nya pikirnya.
"aku tidak mau yah, aku ingin handphone keluaran yang paling terbaru! jika tidak aku akan pergi meninggalkan rumah ini" ancamannya.
lagi lagi Veron menghela nafas nya dan mengiyakan kemauan sang anak nya itu. Keyla adalah anak satu-satunya dengan istri tercinta nya sebelum ia meninggal kan dirinya untuk selama lamanya sama seperti Debby namun, Keyla terlahir dari keluarga yang menengah tak sekaya Debby.
sebenarnya keyla dan Debby pernah menjalin persahabatan saat ia duduk di bangku sekolah menengah pertama namun, persahabatan mereka berdua kandas karena Debby lebih segala-galanya dari keyla.
Dulunya Debby adalah seorang murid pindahan dari luar negeri. ia memulai hari pertama di SMP Scarlett sangatlah baik semua orang menerimanya dengan senang. ia menjadi siswa terpopuler di sana bersama dengan keyla yang menjadi sahabat pertama nya.
SMA Scarlett adalah sekolah gabungan antara SD SMP dan SMA namun, semua memiliki gedungnya masing-masing. di sana juga terdapat banyak gedung dengan lantai yang menjulang tinggi dan fasilitas yang disediakan oleh sekolah juga sangat lengkap.
lebih dari tiga ribu peserta didik yang di terima di sana setiap tahunnya. mereka juga tidaklah mudah untuk masuk ke sekolah tersebut, banyak rangkaian kegiatan yang harus dilakukan agar di terima dan di nyatakan sebagai siswa nantinya.
ketidak mampuan keyla bersaing dengan Debby membutakan matanya. ia menggelap dan membenci Debby, pujian dan perhatian yang pernah tertuju pada nya sebelumnya kini berubah menjadi kepada Debby.
di suatu waktu saat kenaikan kelas dan pembagian raport lagi lagi keyla kalah bersaing dengan Debby. wanita itu menjadi juara umum setiap tahunnya.
"dasar keparat! kenapa kau harus datang aku benci padamu!" teriak keyla menghancurkan barang barang yang ada dikamar miliknya setelah ia mengetahui jika juara umum di sekolah nya bukan untuk nya melainkan Debby.
"kenapa kau selalu saja jadi yang pertama! kedatangan mu merenggut segalanya dari ku!".
__ADS_1
air matanya mengalir sangat deras, tangannya penuh dengan luka. dirinya sangat prustasi di buatnya. ia sudah sangat bekerja keras untuk menjadi yang terbaik tapi apa? nyatanya semua sia sia. harapannya hancur seketika hanya karena satu penghalang saja yakni Debby.
"keyla apa yang sedang kau lakukan nak?" lirih veron melihat darah yang terus bercucuran di tangan anaknya dan juga kamar yang sangat berantakan. ada rasa tidak tega di hatinya saat melihat keyla kecil yang menjadi seperti orang yang kesurupan hanya karena tujuannya tidak tercapai.
"ayah dia merenggut segalanya dari ku" tutur keyla yang masih menangis.
"di dunia ini persaingan adalah hal yang biasa nak, kau tak selalu bisa menjadi yang kau mau. tapi yang terpenting kau sudah berusaha".
"tidak ini semua salah dirinya yang muncul di kehidupan ku! " teriaknya histeris.
Veron yang tidak tega langsung memeluk keyla. " jangan seperti ini nak, ayah juga bersedih atas mu" tutur Veron dengan nada bergetar.
"ayah hiks.... kau harus membantu ku untuk mewujudkan semua kemauan ku hiks..."
"baiklah ayah berjanji. ayah akan melakukan apapun untuk mu kelak apapun caranya".
Keyla mengangguk setelah itu ia membenamkan wajahnya di dada bidang ayahnya. tak lama suara dengkuran halus terdengar di telinga pria itu.
veron meletakkan putrinya di tempat tidurnya, kemudian ia pergi untuk mengambil sebuah kotak yang berisikan perlengkapan p3k. dengan penuh hati hati Veron meraih tangan putri kesayangannya itu, membersihkan darah bekas luka nya hingga sang empu tidak terusik sedikit pun.
"ayah akan mewujudkan semua impian yang ingin kau tuju, ayah berjanji demi ibu mu" tekat Veron dengan kuat.
__ADS_1
setelah semua luka itu di perban, Veron menarik selimut di sisi ranjang menutupi seluruh tubuh anaknya sampai menutupi dadanya. tak lupa veron juga mendaratkan ciuman di kening putrinya.