
pagi ini, Debby sudah kembali ke sekolah seperti biasanya. kini ia berjalan di koridor beriringan dengan David yang berada di sampingnya.
memang pagi ini sedikit berbeda. ia berpapasan dengan David ketika keluar dari apartemen miliknya dan memutuskan untuk berangkat bersama sama ke sekolah.
semua mata tertuju pada nya. banyak siswa yang memberikan tatapan tajam terutama fans David. mereka tampak sangat mengerikan dengan mata berkilat yang terlihat seperti singa yang siap menerkam mangsanya dan melahapnya bulat bulat.
sedangkan David, ia hanya mengeluarkan hawa dingin nya yang membuat semua siswi enggan mendekat karena takut.
Debby hanya bisa terkikik tertawa mengejek. tak banyak dari mereka berbisik kesal karena Debby dekat dengan David.
"ternyata selama dua hari aku tidak sekolah, banyak perubahan yang terjadi pada siswi di sini" ucap Debby pada David.
"biarkan saja aku tidak peduli" acuh David tidak mau terlalu menanggapi.
sedangkan di sisi lain segerombolan wanita tengah menggeram kesal karena pria yang mereka agung agung kan dekat dengan seorang yang sama sekali tidak di sukai selama setahun ini karena citra nya yang buruk di kelasnya tidak sebanding dengan David.
"ck bagaimana bisa wanita itu berjalan bersama dengan pangeran kita" ucap salah seorang dari sekian banyak siswi di sana.
"benar, aku tidak setuju jika gadis bodoh itu dekat dengan pangeran sekolah kita" jawab siswi lainnya.
"lihat saja kelakuannya sangat angkuh, mentang-mentang anak dari keluarga papan atas bisa seenaknya saja menggait pria sesukanya".
"bahkan pacar sahabat nya sendiri ia tikung. aku jadi kasihan dengan nya".
"wah benarkah?" tanya seseorang memastikan. "ia benar, dulu ia dan Keyla bersahabat sangat dekat namun, suatu hari Keyla berpacaran dengan Irfan".
__ADS_1
"Irfan ketua tim basket di sekolah ini bukan?" sahut mereka. "ia benar sekali. ketika itu Debby juga dekat dengan Irfan dan menimbulkan rasa di antara keduanya".
"ck benar-benar tidak berperasaan. pantas saja Irfan selalu ingin dekat dengan Debby," cemooh nya. "hmmz dan suatu ketika Keyla tiba-tiba menemukan mereka sedang kencan berdua setelah itu Keyla merasa sangat kecewa dengan mereka berdua dan lebih memilih menjauh".
kira kira seperti itu lah cemooh siswi siswi yang tak suka dengan Debby yang begitu dekat dengan David dan masih banyak lagi.
sedangkan sang empunya hanya diam tak menggubris hujatan terhadap nya. ia pikir ini sudah biasa menjadi sarapan paginya setiap ia datang ke sekolah. namun di sisi lain seorang wanita cantik tengah memandang ke arah Debby tak percaya.
"kenapa bisa dia datang hari ini? bukankah dia sangat ketakutan kemarin malam" gumamnya seraya menatap Debby dengan sorotan matanya yang tajam siapa lagi kalau bukan Keyla.
"ck apa orang suruhan ku itu tidak melakukan tugasnya dengan baik?" gumamnya kesal.
Jam istirahat sekolah telah tiba. Debby saat ini yang tengah berada di toilet dan tak sengaja berpapasan dengan Keyla dan suci di luar. dengan senyum jahat nya Keyla memerintahkan seluruh siswi di dalam untuk keluar dan ia mengambil ember berisi air pel yang sangat kotor dan setelah itu mengguyurkan air tersebut kedalam toilet yang kini Debby berada.
"Aaaaa..." teriaknya kaget karena serangan tiba-tiba tersebut yang membuat seragamnya basah kuyup dan bau.
"hahaha ternyata salah orang ya! kasihan" ucapnya mengejek. Debby menyeringai menampilkan senyum licik nya pada kedua sejoli itu. memang benar Debby sebelumnya masuk ke toilet di samping nya itu akan tetapi ia keluar kembali dan masuk ke dalam toilet yang sekarang saat keduanya pergi mengusir siswi lain.
bukan namanya Debby jika mudah di tindas. ia sudah sangat tau apa yang akan di lakukan oleh keyla padanya maka dari itu ia menjebaknya balik. kemudian Debby tidak sengaja melihat ke ember yang berada di genggaman keyla ternyata masih berisi setengah air yang sangat kotor itu.
dengan sangat jahilnya Debby menendang kuat ember itu hingga membuat ember tersebut lepas dari genggaman keyla dan melambung tinggi. tak lupa air didalam nya mengguyur keduanya hingga basah kuyup.
"sial" umpatnya kesal. di sisi yang sama seseorang keluar dari toilet yang baru saja Keyla dan suci guyur dengan air. ia tertawa puas melihat orang yang menjahili nya mendapatkan karma.
"Keyla, Keyla asal kau tahu. aku tidak akan mengibarkan bendera perang jika kau tidak mengusik ketenangan ku" Debby melipat kedua tangannya di dada memandang kedua orang yang tengah meredam amarahnya.
__ADS_1
"dan satu lagi! aku tahu semua tentang apa yang kau rencanakan selama ini" Debby dengan angkuhnya menepuk nepuk pipi Keyla dan berlalu pergi. sedangkan empunya hanya bisa mengepalkan tangannya hingga uratnya terlihat sangat jelas.
"ternyata dia selama ini hanya tidak
sebodoh perkiraan ku" batinnya. "ini semua salah mu" ucap suci tidak tahan dengan bau badannya. "diam! bodoh!" pekik Keyla marah.
"jika bukan karena ketenaran yang kau punya aku tidak akan pernah sudi berteman dengan orang seperti mu" geram suci dalam hati.
"ayo pergi!" perintah nya. suci hanya bisa mengangguk pasrah mengikuti keyla pergi keruangan ayahnya.
di sisi lain Debby berjalan menuju kantin sekolah. ia duduk di depan seorang pria tampan yang tak lain adalah David.
"ada apa seperti nya kau sangat senang hari ini" tanya David sedikit dingin. " aku baru saja memberikan pelajaran untuk kucing garong yang berusaha mengganggu ku bagaimana aku tidak senang?" jawab nya dan langsung melahap makanan di depannya.
pemuda itu hanya berdehem singkat tak mau ikut campur urusan perempuan di depannya lebih jauh.
"panggilan atas nama Debby Ryana Lewis tolong silahkan pergi ke kantor sekarang!" sebuah pengumuman terdengar cukup keras mengagetkan Debby yang masih melahap makanan nya. hingga ia tersedak.
"uhuk uhuk" David langsung menyerahkan minuman di depannya pada Debby.
David menyerngitkan alisnya tak percaya. sebenarnya apa yang di lakukan oleh gadis ini hingga ia di panggil oleh kepala sekolah langsung. semula ia yang tak terlalu peduli kini ia sedikit penasaran.
"apa yang sebenarnya terjadi?".
"hanya bermain main dengan anak si tua bangka itu saja hahaha" gadis itu beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju ke kantor.
__ADS_1
sepanjang jalan semua siswa menatap nya. entah apa yang di lakukan gadis itu batin mereka. namun Debby biasa saja ia tidak takut sama sekali karena panggilan itu. pasti ini adalah ulah kedua kucing garong itu yang suka mengadu pikir nya.