
matahari telah terbit di ufuk timur namun, pintu berwarna coklat tua itu masih saja tertutup tak menampakkan sosok yang berada di dalam sedikit pun.
"apa yang terjadi pada nya? bukankah malam kemarin ia masih makan malam bersama ku dan dia juga terlihat baik baik saja" batin david memandangi pintu apartemen milik Debby.
rasa keingintahuan nya membuatnya gusar, tidak biasanya gadis itu berdiam diri di apartemen miliknya. biasanya setiap sekali sehari ia akan berkunjung ke apartemen nya ataupun keluar untuk sekolah.
David menepis semua perasaan penasaran yang menghantuinya karena jam nya sudah menunjukkan pukul setengah delapan. ia melangkahkan kakinya menuju ke sekolah.
sesampainya di sekolah banyak sekali kerumunan siswi yang menatapnya kagum hingga membuatnya risih. mereka perlahan berjalan mendekat menghampirinya, tak sedikit memberikan dirinya bekal makan siang ataupun hadiah.
"David aku membuat kan makan siang yang paling spesial khusus untuk mu" ucap salah seorang dari kerumunan itu, memberikan kantong berwarna putih yang berisikan bekal makan siang.
"David jangan menerimanya terima saja untuk ku. aku membelikan mu coklat langsung dari Belgia hanya untuk mu" sahut siswi lainnya.
__ADS_1
"hei apa maksud mu? aku dulu yang memberikan ini untuk nya pasti dirinya akan menerima hadiah dari ku bukan dari mu!"
"enak saja hadiah ku yang paling mahal di sini pasti dirinya akan memilih hadiah dari ku, bukan hadiah murahan seperti yang kau bawa!"
akhirnya kegaduhan pun terjadi di lapangan, tak jarang banyak dari mereka yang saling dorong mendorong hanya karena ingin memberikan David hadiah. berbeda dengan David, bukannya senang menjadi seorang yang populer di sekolah ia malah hanya memberikan pandangan risih dan horor melihat kearah semua siswi yang berniat mencari perhatian nya.
ia akui menjadi siswa terpopuler itu merepotkan, belum lagi ia harus menghadapi siswi siswi yang sangat berisik Hanya karena ingin dekat dengan nya.
Di suatu ruangan David membuka lokernya. ia terkejut dengan banyaknya surat dan coklat didalamnya.
"ck lagi lagi ini terjadi lagi" batinnya kesal.
seminggu ini ia sudah sangat senang karena bisa terhindar dari fansnya yang fanatik terhadap nya tidak seperti di sekolah nya sebelumnya namun, siapa sangka semua itu akan terulang lagi di sekolah ini.
__ADS_1
pemuda itu menutup kembali lokernya dengan kesal dan berlalu pergi. ia berjalan menyusuri anak tangga itu dengan gaya nya yang cool, hingga akhirnya membuat kehebohan kembali terjadi, siswa siswi yang melihatnya berteriak histeris namun tak berani mendekat karena hawa dingin yang di keluarkan oleh David.
semua nya hanya bisa berbisik bisik berbeda dengan di lapangan tadi. setidaknya ia akan aman dari kerumunan fans barunya untuk sekarang namun, diluar dugaannya fansnya yang berada di halaman sekolah tadi muncul kembali dan berusaha naik ke atas tangga karena mereka saling berebut.
"ck" David mempercepat langkahnya menuju ke kelasnya. akan tetapi bukan siswi SMA Scarlett namanya jika gampang menyerah. tak di sangka sebagian dari mereka ternyata sudah ada di lantai tiga tempat kelas yang David tuju.
pemuda itu tampak menghela nafas nya berat. ia tak tahu harus berbuat apa pada mereka karena ia memang tidak pernah dekat ataupun bercengkrama langsung dengan para wanita. ia hanya lah pria kaku dengan wajah yang tampan dan juga rupawan.
"David kami sudah memutuskan untuk mengumpulkan semua Hadiah dari kami untuk mu, jadi kau harus menerima semua ini" ucap salah seorang dari mereka seraya memberikan banyak sekali paper bag pada david.
pemuda itu hanya tercengang melihat ke arah tangannya yang di penuhi paper bag tersebut.
"dah selamat berjumpa lagi di jam istirahat" sambungnya lagi secara bersamaan dan berlalu pergi sebab memang bel masuk telah berbunyi.
__ADS_1